cover
Contact Name
Furaida Khasanah
Contact Email
jurnalgigijogja@gmail.com
Phone
+628989916124
Journal Mail Official
jurnalgigijogja@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tatabumi No.3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Oral Health Care
ISSN : -     EISSN : 26230526     DOI : https://doi.org/10.29238/ohc
Core Subject : Health, Education,
Journal of Oral Health Care (before Jurnal Gigi dan Mulut) (p-issn 2338-963X and e-issn 2623-0526), is an online and print, open access, peer-reviewed, bi-annual journal Publisher. We believe in publication ethics and request all the authors for the same. This journal managed by the Department of Dental Health, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Indonesia. focus and scope journal of oral health care is about promotive, curative, and preventive in dental care, oral health care and dental therapis.
Articles 139 Documents
Oral Rehabilitation of Early Childhood Caries: A Case Report Makmur, Shoimah; Putri; Finsa
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i1.2390

Abstract

Background: Early Childhood Caries (ECC) can begin early in life, progress rapidly in those who are at high risk, and often go untreated. It is a disease that affects children below age 6 years old. Objectives: To prevent caries that will continue and get the esthetic rehabilitation. Case: A 3-year-old girl came with her parents to RSGM UGM with chief complaints of cavities in upper anterior and posterior teeth. Based on anamnesis and clinical examination, it can be concluded that the patient had ECC. Discussions: Early childhood caries is an infectious disease of the primary teeth in children which if not intervened at an early stage can lead to severe destruction of the teeth in the primary dentition. The treatment plan included dental hygiene education, endodontic and restoration, topical application of fluoride and post-treatment control. A psychological approach is needed so that patients can be cooperative and communicative. Conclusion: It is important that dentist are capable of early diagnosing and treating ECC. The treatment is not only provide dental benefits but also plays a role in enhancing the patient’s esthetic appearance and psycho-social wellbeing.
Hipertensi dengan Mulut Kering (xerostomia) pada Pasien di Puskesmas Heristalina, Yulia; Utami, Naning Kisworo; Sari, Emilda
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i1.2395

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg.  Mulut kering merupakan suatu keluhan di rongga mulut yang diderita  pasien dan gejala umum yang sering disebabkan oleh penurunan jumlah saliva atau terjadinya perubahan kualitas saliva. Tujuan: untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan mulut kering (xerostomia). Metode:Jenis penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi Penelitian di Puskesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Sampel penelitian adalah pasien yang datang berkunjung di poliklinik gigi Puskesmas Banjarbaru Utara, jumlah sampel 36 responden dengan teknik Accidental Sampling. Hasil: Pasien yang menderita hipertensi dengan pengukuran sistol 140-150 mmHg sebanyak (33,3%) dan pengukuran diastol 95->100 mmHg sebanyak (41,7%). Pasien dengan kondisi mulut kering (xerostomia) dengan skala 1-3 sebanyak (77,8%). Nilai koefisien ( r ) telah di dapatkan 1,000 pada pengukuran tekanan darah sistol dan 0,237 pada pengukuran tekanan darah diastol yang berarti  tidak memiliki hubungan. Kesimpulan: Penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara hipertensi dan mulut kering (xerostomia).
Kemampuan Menyikat Gigi dengan Karies Gigi pada Anak Kelas 5 Sekolah Dasar Annisa Nurul Izza; Sri Hidayati; Sunomo Hadi
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.1861

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berkontribusi terhadap terjadinya karies gigi pada anak usia 10–12 tahun, yang merupakan kelompok rentan, salah satunya dipengaruhi oleh ketidaktepatan waktu menyikat gigi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kemampuan menyikat gigi dengan karies gigi pada anak kelas 5 di SDN Sidomulyo 03 Jember. Metode: jenis penelitian yang digunakan Observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar pemeriksaan. Subjek penelitian berjumlah 42 siswa kelas 5 dengan rentan usia 10-11 tahun. Siswa melakukan sikat gigi kemudian rongga mulutnya diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya karies gigi. Hasil: Terdapat 27 anak memiliki kemampuan menyikat gigi yang kurang dengan persentase 64,3%. 3 dari 42 Responden tidak memiliki karies gigi dengan persentase 7,1%. Sedangkan, 39 dari 42 Responden memiliki karies gigi dengan persentase 92,9%. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa kemampuan menyikat gigi yang baik dengan tidak ada karies sebanyak 3 Responden dan sebanyak 27 Responden memiliki kemampuan menyikat gigi kurang dengan ada karies. Hasil uji statistik didapatkan nilai sig.(2-tailled) =0,000. Kesimpulan: Ada hubungan antara kemampuan menyikat gigi dengan karies gigi pada anak kelas 5 di SDN Sidomulyo 03 Jember.
Analisis Kebiasaan Merokok Dengan Indeks CPITN Refti Andala Bela Putri; Quroti Ayun; Aryani Widayati; Dwi Suyatmi
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2443

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu pemicu timbulnya gangguan penyakit rongga mulut yang dapat mengakibatkan gigi berubah warna, gingivitis, karang gigi, inflamasi saliva, penumpukkan plak pada gigi yang lama kelamaan akan menjadi penyakit periodontal. Menurut hasil survei Global Adults Tobacco Survey (2021) tercatat perokok aktif terbanyak di Indonesia berjenis kelamin laki-laki dengan prevalensi 65,5% dan 3,3% prevalensi perokok wanita di Indonesia. Tujuan: mengetahui deskripsi kebiasaan merokok dan index CPITN pada perokok. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah anggota Asrama Lampung Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 70. Teknik pengambilan data menggunakan pemeriksaan index CPITN. Data hasil penelitian diolah dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang untuk mengetahui analisis kebiasaan merokok dengan indeks CPITN. Hasil: berdasarkan hasil penelitian perokok aktif anggota Asrama Lampung Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki indeks CPITN terbanyak dalam skor (poket dangkal kedalaman 4-5 mm) yaitu sebesar (50%). Kesimpulan: berdasarkan hasil analisis bahwa kebiasaan merokok lebih dari 10 tahun mempunyai hubungan dengan keparahan skor CPITN dengan rata-rata skor 3.
Cara Menyikat Gigi dan Perdarahan Gusi Pada Lansia Dinda Alifiani Kunawi; Siti Fitria Ulfah; Sunomo Hadi
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2464

Abstract

Pendahuluan: Lansia rentan mengalami perdarahan gusi, salah satunya akibat cara menyikat gigi yang kurang tepat. Teknik menyikat gigi yang salah, seperti arah dan tekanan yang tidak sesuai, dapat memicu iritasi gusi serta menyebabkan sisa makanan tidak terangkat secara optimal. Permasalahan yang ditemukan adalah tingginya kejadian perdarahan gusi saat menyikat gigi pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya Tahun 2024, yang didukung oleh masih buruknya rata-rata cara menyikat gigi pada kelompok lansia. Tujuan: menganalisis hubungan cara menyikat gigi dengan perdarahan gusi pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya Tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 36 lansia. Instrumen pengumpulan data  yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur cara menyikat gigi dan lembar pemeriksaan untuk mengidentifikasi perdarahan gusi. Teknik analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian : Rata-rata cara menyikat gigi lansia setelah dilakukan observasi termasuk dalam kategori buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara cara menyikat gigi dengan perdarahan gusi pada lansia di Posyandu lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya, dengan nilai asymp.sig (a) menunjuukan nilai 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Semakin baik cara menyikat gigi pada lansia, maka risiko perdarahan gusi semakin menurun. Penelitian ini menyajikan kebaruan data berbasis komunitas Posyandu Lansia yang menegaskan hubungan signifikan antara praktik menyikat gigi yang dinilai secara langsung dengan kejadian perdarahan gusi pada lansia.  
Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Menggunakan Media Flip Chart Mempengaruhi Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Murid Kelas IV Dan V Sekolah Dasar ulfashelina; Amiruddin
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2486

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan salah satu permasalahan utama kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menjadi faktor risiko terjadinya karies gigi pada siswa sekolah dasar, termasuk murid kelas IV dan V di SDN 70 Kota Banda Aceh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media flip chart terhadap pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas IV dan V di SDN 70 Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pre-test and post-test with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang melibatkan seluruh murid kelas IV dan V SDN 70 Kota Banda Aceh sebanyak 58 siswa. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media flip chart. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan penyuluhan menggunakan media flip chart. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa media flip chart berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas IV dan V SDN 70 Kota Banda Aceh. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media flip chart berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas IV dan V di SDN 70 Kota Banda Aceh.
Penggunaan Media Video Animasi TikTok Terhadap Pengetahuan Karies pada Anak Kelas IV Sekolah Dasar Hesti Kurnia Fitri Maharani; Isnanto; Ida Chairanna Mahirawatie
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2510

Abstract

Karies gigi merupakan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang paling utama pada anak usia sekolah. Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan tentang karies pada anak kelas IV SDN Banyu Urip 2 tahun 2023. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakan media video animasi TikTok terhadap pengetahuan karies pada anak kelas IV di SDN Banyu Urip 2 Surabaya tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy-experiment dengan rancangan pre-test post-test with control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Banyu Urip 2 Surabaya. Sasaran dalam penelitian ini adalah 70 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kenaikan pengetahuan pada kelompok yang di intervensi dari kategori cukup menjadi kategori baik didapatkan Sig.  sebesar 0,001 <  0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. sedangkan pada kelompok kontrol diketahui bahwa nilai Sig.  sebesar 0,082 > 0,05 artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pre-test dan post-test.  Uji Mann Whitney dilakukan pada hasil post-test antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol hasil menunjukan bahwa hasil p value = 0,001 < 0,05 artinya media video animasi TikTok efektif dalam meningkatkan pengetahuan karies gigi pada siswa kelas IV SDN Banyu Urip 2 Surabaya.
EFFECT OF BAY LEAF GARGLING (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP.) ON SALIVARY pH OF FIXED ORTHODONTIC USERS annisaussolihah; hidayati siti; Purwati dwi Eni; Fujita Mari
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2648

Abstract

Background: The use of fixed orthodontics can affect the state of the oral cavity and salivary pH which is one of the causes of dental caries. The lower the pH of saliva, the higher the risk of dental caries. Decoction of bay leaves as a mouthwash effectively inhibits the growth of Streptococcus mutans bacteria which play a role in the process of dental caries. Objective: To determine the effect of gargling bay leaf decoction on salivary pH in users of fixed orthodontics. Methods: This research is a pseudo-experiment with Pretest Posttest With Control Group design. The sample of this study was 80 respondents taken by accidental technique, data analysis using Wilcoxon and Mann Wthiney tests. Results: The degree of acidity (pH) of saliva before gargling bay leaf decoction water on acidic criteria was 35%, neutral was 50% and alkaline was 15% and after gargling acidic criteria was 2.5%, neutral was 67.5%, and alkaline was 30%. With an average before gargling 6.75 and an average after gargling 7.33. Gargling bay leaf decoction water before and after is significantly different at p=0.000. Between the experimental group and the control group had a significant difference of p=0.000. Conclusion: Bay leaf boiled water can increase salivary pH in users of fixed orthodontics.
Edukasi Menggunakan Media Tiktok Terhadap Mempengaruhi Karies Gigi dan Motivasi Penambalan Gigi Khaida Rahmadani Sitorus; Dwi Eni Purwati; Etty Yuniarly
Journal of Oral Health Care Vol. 12 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v12i2.2660

Abstract

Pendahuluan:Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa tindakan penambalan gigi di Indonesia hanya sebesar 4,7%, sedangkan prevalansi karies sebesar 43,6 %. Kondisi ini menggambarkan adanya keterbatasan pengetahuan serta motivasi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karies gigi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi tersebut. Pemanfaatan media sosial seperti TikTok dapat menjadi salah satu strategi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang karies serta mendorong motivasi masyarakat dalam melakukan penambalan gigi.Tujuan: Diketahuinya pengaruh edukasi menggunakan media Tiktok terhadap pengetahuan karies dan motivasi penambalan gigi responden SMA. Metode: Penelitian ini mengunakan metode Quasi-Eksperimental dengan Non-Equivalent Control Group, yaitu rancangan eksperimen semu yang melibatkan dua kelompok (eksperimen dan kontrol) tanpa penempatan subjek secara acak. Kedua kelompok diberi pretest dan posttest, di mana kelompok eksperimen menerima intervensi sementara kelompok kontrol tidak, untuk menilai pengaruh perlakuan yang diberikan. Pengambilan sampel menggunakanpurvosive sampling dengan jumlah sampel 74 responden dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan bulan Juli 2024di SMA N 1 Bantul. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji normalitas, Uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney U.Hasil: Pengetahuan karies kelompok eksperimen sebelum diberikan edukasi yaitu kriteria buruk 73,0%, sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi kriteria baik 70,3%. Motivasi kelompok eksperimen sebelum diberikan edukasi kriteria rendah 67,6 %, sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi kriteria sedang 83,8%. Uji Wilcoxon Signed Rank Test pada variabel pengetahuan dan motivasi diperoleh nilai p=0,01<0,05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara edukasi menggunakan media TikTok dan Instagram Reels terhadap pengetahuan karies dan motivasi penambalan gigi siswa SMA.