cover
Contact Name
Siska Musiam
Contact Email
siska@stikes-isfi.ac.id
Phone
+62511-3301610
Journal Mail Official
jiis@stikes-isfi.ac.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan III/7c Kayu Tangi 70123 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : https://doi.org/10.36387/jiis
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan is a broad-based primary journal covering all branches of pharmacy and its sub-disciplines that contains complete research articles, short communication and review articles. JIIS is a forum for the publication of quality and original works that open discussions in the field of pharmacy and health sciences.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018): JIIS" : 20 Documents clear
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL LENDIR BELUT (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR Fathnur Sani K.; Agung Giri Samudra; Enda Oktri Mayora
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.646 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.129

Abstract

Lendir belut (Monopterus albus) mengandung senyawa bioaktif seperti glikoprotein, lectin, hemaglutinin dan hemolysin yang dikeluarkan melalui kelenjar mucus dari kulit belut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel lendir belut serta menguji efektivitasnya. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorik rancangan acak terkontrol menggunakan 5 hewan uji kelinci jantan (Orytolagus cuniculus) dengan 5 kelompok perlakuan, yaitu pengolesan gel lendir belut (Monopterus albus) konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%, kontrol negatif menggunakan aquadest, kontrol positif menggunakan bioplacenton 0,1 gram. Data diameter luka dianalisa secara statistik menggunakan Anova satu arah. Hasil penelitian telah didapatkan empat fomula yaitu F0, F1, F2, F3. Setelah dilakukan uji evaluasi pada sediaan gel, hasil yang terbaik yaitu pada F3, karena memiliki daya sebar yang lebih luas dibandingkan formula lainnya. Hasil uji Anova didapatkan nilai yang signifikan antara kelompok perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,005), dimana F3 merupakan dosis terbaik dengan persentase penyembuhan luka 94,79%, diikuti dengan F2 dan F1.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI HCl DAN WAKTU DEMINERALISASI TERHADAP SIFAT FISIK GEL GELATIN TULANG CEKER AYAM Fina Choirunnisa; Widyasari Putranti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.415 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.144

Abstract

Uji pengaruh perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi terhadap sifat fisik gel gelatin tulang ceker ayam dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh perbedaan konsentrasi HCl yang digunakan sebagai katalis dan waktu demineralisasi terhadap rendemen, pH, viskositas, kadar air, dan kadar abu gelatin tulang ceker ayam yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu variasi konsentrasi HCl (0,05 N, 0,15 N dan 0,2 5N) dan variasi waktu demineralisasi (12 jam dan 24 jam). Gel gelatin tulang ceker ayam diperoleh dengan proses hidrolisa tulang ceker ayam yang sudah didemineralisasi dengan larutan asam. Hasil dari hidrolisa tersebut dikeringkan untuk menghasilkan gelatin kering yang akan dilakukan pengujian sifat fisiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi berpengaruh terhadap rendemen, viskositas, dan kadar air gelatin yang dihasilkan. Perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi tidak berpengaruh terhadap pH dan kadar abu gelatin yang dihasilkan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhidrazyl) SERTA APLIKASINYA PADA KRIM ANTIOKSIDAN Dian Kartikasari; Hairunisa Hairunisa; Meri Ropiqa
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.633 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.169

Abstract

Buah senggani berwarna ungu ketika matang, mengindikasikan tingginya kandungan antioksidannya. Antioksidan digunakan untuk melindungi kulit dari oksidasi sehingga dapat mencegah penuaan dini. Pada sediaan krim, bagian yang berperan dalam menentukan sifat fisik dan stabilitas adalah emulgator. Tween 80 dan span 80 merupakan emulgator yang sering digunakan bersamaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah senggani dengan melihat nilai IC50 dengan metode reaksi DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhidrazyl) serta memformulasikannya menjadi sediaan krim dengan perbandingan konsentrasi tween 80 dan span 80, kemudian dievaluasi sifat fisik krim. Ekstrak diformulasi dalam sediaan krim kemudian dievaluasi sifat fisik meliputi, uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, tipe krim, pH, dan viskositas. Nilai IC50 yang didapat yaitu 52,032 ppm. Hasil evaluasi sifat fisik krim yang menghasilkan sediaan yang baik adalah formula 3 dengan konsentrasi 8% tween 80 dan 4% span 80.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) Rahmi Muthia; Helmina Wati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.869 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.171

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan senyawa terpenoid, steroid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi. Kulit buah kasturi diekstraksi secara sinambung menggunakan sokhlet dengan pelarut etanol. Uji kualitatif aktivitas antioksidan dengan KLT menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat (4 : 6). Uji kuantitatif aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian dari uji kualitatif ekstrak etanol kulit buah kasturi menunjukkan terdapat senyawa antioksidan. Uji kuantitatif dengan konsentrasi 50 μg/mL menunjukkan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 97,87% dan 97,98%.  Nilai IC50 pada kulit buah tumbuhan kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 9,82 μg/mL dan 4,17 μg/mL. Kulit buah kasturi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
PENGARUH BRIEF COUNSELING TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Muhammad Reza Pahlevi; Abdul Rahem; Valentina Metasartika; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.182 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.172

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi penyakit seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Pasien diabetes melitus memerlukan intervensi dari farmasis untuk dapat mencapai luaran terapi berupa pengontrolan kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian brief counseling terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari saleh banjarmasin.Penelitian ini menggunakan desain randomised controlled trial. Sejumlah 156 sampel dibagi menjadi dua kelompok acak yaitu 78 pasien yang mendapatkan intervensi (kelompok perlakuan) dan 78 pasien tidak mendapatkan intervensi (kelompok kontrol). Metode intervensi yang digunakan adalah brief counseling. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan kondisi tuli, buta huruf dan tidak kooperatif. Data kadar gula darah yang dikumpulkan adalah kadar gula darah puasa yang diambil dari rekam medis pasien. Data kadar gula darah dianalisis dengan uji wilcoxon dan mann whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan pada post study kedua kelompok (p <0,05). Selisih penurunan kadar gula darah puasa antara kedua kelompok tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p=0,16). Nilai penurunan kadar gula darah puasa kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 16,32 ± 11,56 mg/dL dan 16,87 ± 27,88 mg/dL. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah puasa pasien diabetes melitus baik yang diberi intervensi brief counseling maupun yang tidak diberi intervensi tidak memiliki perbedaan.
MEKANISME ANTIBAKTERI SENYAWA TURUNAN KALKON 4-ASETIL PIRIDIN Laras Indah Wulandari; Agung Rahmadani; Rolan Rusli
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.3 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.173

Abstract

Senyawa kalkon adalah salah satu senyawa metabolit sekunder yang banyak ditemukan di alam dengan berbagai macam aktivitas biologis diantaranya sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, sitosoksik, antivirus serta antibakteri. Mekanisme antibakteri senyawa turunan kalkon berbasis 4-asetil terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli dipejari melalui metode docking. Senyawa kalkon 3-(3-metoksi-4-hidroksifenil)-1-(piridin-4-il)-prop-2-en-1-on, 3-(4-hidroksifenil)-1-(piridin-4-il)-prop-2-en-1-on, 3-(4–metoksifenil)-1-(piridin-4-il)-prop-2-en-1-on menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik dengan berikatan kompleks terhadap asam amino pada bakteri Bacillus subtilis pada Arg A389, Asp A164, Ser A299, Tyr A149, REZ C500, Asn A301, dan Asn A397, sedangkan pada bakteri Escherichia coli pada Leu 140 dan Gln 170..
POTENSI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine sp) SEBAGAI OBAT HERBAL TERSTANDAR (OHT) PADA PENGOBATAN MEDIS Hery Poerwosusanta; Mulyohadi Ali; Zairin Noor; Karyono Mintaroem; Edi Widjajanto
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.705 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.174

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine sp) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh liar di hutan Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandard. Berdasarkan studi etnofarmakologi, tanaman ini dimanfaatkan masyarakat suku Dayak sebagai obat diabetes, stroke, kanker payudara, antihipertensi, mempercepat penutupan luka, dan pengobatan jantung. Meski sudah digunakan turun temurun dan riset yang berkelanjutan, bawang Dayak belum dimanfaatkan dokter formal untuk pengobatan klinis. Hal ini disebabkan belum adanya uji y akurat dan terstandar yang dapat digunakan sebagai bukti ilmiah. Pada sisi lain, masyarakat berpendapat bahwa penggunaan bawang Dayak sebagai jamu dapat berbahaya karena komplikasi akibat bercampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Dengan demikian, bawang Dayak perlu diupayakan dalam Program Saintifikasi Jamu untuk mewujudkan jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang berkualitas, bermutu serta aman. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas beberapa riset tentang bioaktifitas bawang Dayak mulai fitokimia hingga tahapan uji praklinik
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ALPRAZOLAM DAN DIAZEPAM PADA PASIEN DEPRESI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musdalipah Musdalipah; Selfyana Austin Tee
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.012 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.175

Abstract

Depresi merupakan gangguan mood berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh proses mental seseorang, dengan prevalensi pada populasi dunia adalah 3 – 8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20 – 50 tahun. Di Indonesia, gangguan ini menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang besar, sehingga diperlukan peningkatan efisiensi atau penggunaan dana secara lebih rasional. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis efektivitas biaya obat psikotropika pada pasien depresi di rumah sakit jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan % outcome klinis obat psikotropika dan ICER (Incremental Cost Effectiveness Ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan % outcome klinis pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas terapi dan nilai ACER yang diperoleh dari 35 pasien depresi sedang dan berat ialah alprazolam 1 mg sebesar 45% (16.392), alprazolam 0,5 mg sebesar 33% (23.420), diazepam 2 mg dan 5 mg sebesar 0%. Nilai ICER alprazolam berturut-turut adalah -3.680 dan -16.538. Terapi depresi yang paling cost-effective ialah alprazolam 1 mg.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI N-HEKSAN, KLOROFORM DAN ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL UMBI PAKU ATAI MERAH (Angiopteris ferox Copel) Reksi Sundu; Fitri Handayani; Sapri Sapri; Henny Nurhasnawati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.166 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.176

Abstract

Antioksidan memegang peranan penting sebagai faktor perlindungan kesehatan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami adalah umbi paku atai merah (Angiopteris ferox Copel). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari fraksi n-heksan, kloroform dan etil asetat dari ekstrak etanol umbi paku atai merah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi paku atai merah fraksi n-heksan memiliki nilai IC50 sebesar 884,14 ppm (kategori lemah), kloroform sebesar 199,72 ppm (kategori lemah), etil asetat sebesar 18,81 ppm (kategori sangat kuat), sedangkan vitamin C sebagai pembanding sebesar 5,09 ppm (kategori sangat kuat).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Yulistia Budianti Soemarie; Fitri Handayani; Edna Nur Annisa
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.975 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.178

Abstract

Tumbuhan selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun selutui puka, uji skrining fitokimia ekstrak etanol, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% serta kontrol positif ampisilin 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian uji skrining fitokimia menunjukan ekstrak etanol daun selutui puka positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus memiliki daya hambat pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm, dengan kategori daya hambat sedang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20