Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI KUERSETIN KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Soemarie, Yulistia Budianti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Inflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator. Pemanfaatan obat tradisional perlu digunakan untuk meminimalisir efek samping obat golongan antiinflamasi non steroid, seperti penggunaan kulit bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi kuersetin dari ekstrak kulit bawang merah yang diperoleh dengan metode maserasi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Kalium Diklofenak 6,5mg/kgBB), kontrol negatif (Na-CMC), kuersetin kulit bawang merah dosis I (50mg/kgBB), dosis II (100mg/kgBB) dan dosis III (200mg/kgBB). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 30 menit kaki mencit sebelah kanan diinduksi dengan karagenin 1%. Dianalisis volume radang kaki mencit dengan area under curve (AUC).Hasil penelitian menunjukan bahwa kuersetin kulit bawang merah memiliki aktivitas antiinflamasi. Dari hasil perhitungan nilai AUC tiap perlakuan didapatkan hasil nilai daya antiinflamasi untuk dosis I sebesar 57,13%, dosis II sebesar 59,08%, dan dosis III sebesar 73,75% dan dilakukan uji statistik ANOVA dengan nilai p-value 0,005 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif, dosis I, dan dosis II berbeda dengan dosis III, sehingga dosis optimal yang didapat yaitu dosis III (200 mg/kgBB).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Soemarie, Yulistia Budianti; Handayani, Fitri; Annisa, Edna Nur
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Tumbuhan selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun selutui puka, uji skrining fitokimia ekstrak etanol, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% serta kontrol positif ampisilin 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian uji skrining fitokimia menunjukan ekstrak etanol daun selutui puka positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus memiliki daya hambat pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm, dengan kategori daya hambat sedang.
Pengembangan Matrik Lepas Lambat Berbasis EC – PVP K30 Menggunakan Teknik Dispersi Solida Dengan Model Obat Natrium Diklofenak Arina Swastika Maulita, Yulistia Budianti Soemarie
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2012): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.74 KB) | DOI: 10.22219/far.v2i1.1162

Abstract

This research is a modification of controlled release which beneficially to optimize the medicine reaction and to minimize the fluctuation of blood level in a certain period of the release. The aim of research is to develop the matrix  system in ethylcellulose basic PVP K30 which applies dispersion solid method using sodium diclofenac as sample. Resulted four formulas consist of PVP K30 percentages as follow 0%, 5%, 10% and 20%. The different percentages of PVP K30 is aimed to know the formula which produces the releasing result of ND more optimal. This research produces in each formula significant differences (p<0,05). The formula whole percentages of PVP K30 10% has completed the requirements of control release better than the other one, shown the better resistance characteristics and release profile.
Pengembangan Matrik Lepas Lambat Berbasis EC – PVP K30 Menggunakan Teknik Dispersi Solida Dengan Model Obat Natrium Diklofenak Yulistia Budianti Soemarie Arina Swastika Maulita
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2012): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/far.v2i1.1162

Abstract

This research is a modification of controlled release which beneficially to optimize the medicine reaction and to minimize the fluctuation of blood level in a certain period of the release. The aim of research is to develop the matrix system in ethylcellulose basic PVP K30 which applies dispersion solid method using sodium diclofenac as sample. Resulted four formulas consist of PVP K30 percentages as follow 0%, 5%, 10% and 20%. The different percentages of PVP K30 is aimed to know the formula which produces the releasing result of ND more optimal. This research produces in each formula significant differences (p<0,05). The formula whole percentages of PVP K30 10% has completed the requirements of control release better than the other one, shown the better resistance characteristics and release profile.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOLIK DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia Lamk.) PADA MENCIT PUTIH Eka Siswanto Syamsul; Fitriya Andani; Yulistia Budianti Soemarie
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.901 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.12824

Abstract

Pain is a sensory and emotional feelings associated with tissue damage. Leaves kerehau recognized by people Dayak and Kutai as postpartum pain medication. Kerehau leaf has long been known by the public because many have efficacy in medicine. This research to determine the analgesic activity of ethanolic extract of leaves kerehau (Callicarpa longifolia Lamk.) on male white mice (Mus musculus). This is experimental research, randomized complete unidirectional pattern. The animals test were divided into 5 groups with each treatment of 5 mice. Group I (Na CMC 0.5% negative control), Group II (ibuprofen as a positive control), group III - V the ethanol extract of leaves kerehau dose of 150 mg , 300 mg and 600 mg/ Kg BW). Inductor pain acetic acid 0.5 % (ip). Observed number of writhing in mice for 1 hour and calculated percent analgesic . The results obtained in this study has efficacy as an analgesic with Strength of power dose I: 51.65 %, dose II: 65.40 %, and dose III: 75.98 %.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI KUERSETIN KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Yulistia Budianti Soemarie
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2016): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.2 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v1i2.46

Abstract

Inflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator. Pemanfaatan obat tradisional perlu digunakan untuk meminimalisir efek samping obat golongan antiinflamasi non steroid, seperti penggunaan kulit bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi kuersetin dari ekstrak kulit bawang merah yang diperoleh dengan metode maserasi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Kalium Diklofenak 6,5mg/kgBB), kontrol negatif (Na-CMC), kuersetin kulit bawang merah dosis I (50mg/kgBB), dosis II (100mg/kgBB) dan dosis III (200mg/kgBB). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 30 menit kaki mencit sebelah kanan diinduksi dengan karagenin 1%. Dianalisis volume radang kaki mencit dengan area under curve (AUC).Hasil penelitian menunjukan bahwa kuersetin kulit bawang merah memiliki aktivitas antiinflamasi. Dari hasil perhitungan nilai AUC tiap perlakuan didapatkan hasil nilai daya antiinflamasi untuk dosis I sebesar 57,13%, dosis II sebesar 59,08%, dan dosis III sebesar 73,75% dan dilakukan uji statistik ANOVA dengan nilai p-value 0,005 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif, dosis I, dan dosis II berbeda dengan dosis III, sehingga dosis optimal yang didapat yaitu dosis III (200 mg/kgBB).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Yulistia Budianti Soemarie; Fitri Handayani; Edna Nur Annisa
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.975 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.178

Abstract

Tumbuhan selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun selutui puka, uji skrining fitokimia ekstrak etanol, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% serta kontrol positif ampisilin 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian uji skrining fitokimia menunjukan ekstrak etanol daun selutui puka positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus memiliki daya hambat pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm, dengan kategori daya hambat sedang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yulistia Budianti Soemarie; Anita Apriliana; Achmad Kadri Ansyori; Pipih Purnawati
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.238 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v5i1.2469

Abstract

Acne is one of the skin diseases that disturbs the appearance especially of teenagers. Some types of bacteria that cause acne is Propionibacterium acnes. An alternative natural ingredient that can be used to treat acne is kecombrang flowers (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.). The purpose of this study was to determine whether the kecombrang ethanol extract has antibacterial activity against the bacteria that caused acne, and to know the effective concentration of the ethanol extract of the kecombrang flower on the bacteria that caused the acne. The research conducted was experimental research. The stages of the study began from the determination of the sample, the manufacture of simplicia powder, extraction of kecombrang flowers using the maceration method, phytochemical screening and antibacterial activity test using the disc diffusion method. The concentrations of extract used in the testing of antibacterial activity were 20%, 40%, 60% and 80%. The results showed that the ethanol extract of the kecombrang flower contained secondary metabolites in the form of flavonoids and saponins. The results of the testing of the antibacterial activity showed that the ethanol extract of the kecombrang flowers had a medium activity at a concentration of 80% against the Propionibacterium acnes bacteria with a inhibition zone of 7,67 mm. Keywords:       Kecombrang flowers (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.), Antibacterial activity test, Propionibacterium acnes
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN GLODOKAN TIANG (Polyalthia longifolia S.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yulistia Budianti Soemarie; Anita Apriliana; Meita Indriastuti
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 7 No. 1 (2018): JFL: Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.451 KB) | DOI: 10.37090/jfl.v7i1.33

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri salah satunya bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan obat jerawat secara terus menerus dari bahan kimia sintetik dapat menimbulkan efek samping yang merugikan berupa resistensi. Alternatif pengobatan yang digunakan untuk mengatasi masalah jerawat adalah dengan pemanfaatan tanaman glodokan tiang (Polyalthia longifolia S.). Pemanfaatan obat dari tanaman dapat mengurangi terjadinya efek samping yang berbahaya bagi kesehatan kulit dibandingkan senyawa kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun glodokan tiang terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dengan penyiapan sampel, determinasi, ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji antibakteri ekstrak etanol daun glodokan tiang terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada uji aktivitas dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 30%, 40%, dan 50% serta kontrol positif Klindamisin 150 mg dan kontrol negatif dimetil sulfoksida 1%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun glodokan tiang mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50% secara berurut adalah 8,83 mm, 9 mm, dan 10,5 mm. Dari ketiga konsentrasi tersebut zona hambat yang paling kuat terdapat pada konsentrasi 50% yaitu sebesar 10,5 mm. Kata Kunci : Propionibacterium acnes, glodokan tiang (Polyalthia longifolia S.), metode difusi cakram.
Pelatihan Online Pembuatan Makanan Fermentasi Wadi Yulistia Budianti Soemarie; Tiana Milanda; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; Didi Susanto; Melisa Intan Barliana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5459

Abstract

ABSTRAKSalah satu penerapan proses fermentasi terjadi pada produk perikanan. Wadi merupakan hasil fermentasi ikan yang banyak sekali diminati oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Wadi merupakan salah satu proses fermentasi ikan atau daging secara tradisional yang berbentuk ikan utuh semi basah, berwarna agak hitam (mendekati warna ikan segar), bertekstur liat dengan aroma ikan khas fermentasi serta mempunyai cita rasa yang asin. Wadi memiliki waktu simpan yang lama sekitar 6 sampai 12 bulan. Kurangnya keterampilan dalam pengolahan wadi mengakibatkan wadi tidak bisa tahan lama sehingga wadi menjadi cepat busuk. Selain itu, belum ada wadi kemasan yang beredar dipasaran sehingga untuk masyarakat luar Kalimantan Selatan sulit untuk mendapatkan produk wadi ini. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta demonstrasi atau praktek secara daring/online. Pelatihan ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman yang baik bagi peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta pelatihan dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk mencari informasi yang lengkap mengenai teknik fermentasi serta pelatihan dalam pembuatan wadi. Kata kunci: Fermentasi, Wadi, Pelatihan Online ABSTRACTOne of the processes of applying the fermentation process occurs in fishery products. Wadi is a fermented fish product that is in great demand by the people of South Kalimantan. Wadi is one of the traditional fish or meat fermentation processes in the form of semi-wet whole fish, slightly black (close to the color of fresh fish), clay texture with a distinctive fermented fish aroma, and has a salty taste. Wadi has a long shelf life of about 6 to 12 months. Lack of skills in wadi processing resulted in wadi not being able to last long so that the wadi rotted quickly. In addition, there is no packaged wadi on the market so it is difficult for people outside South Kalimantan to get this wadi product. This training uses lecture, discussion, question and answer methods as well as online demonstrations or practice. This training resulted in good knowledge and understanding for the participants of the wadi making training. This can be seen from the enthusiasm of the training participants in the discussion and question and answer sessions to seek complete information about fermentation techniques and training in wadi making. Keywords: Fermentation, Wadi, Online Training