cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2026)" : 20 Documents clear
Pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim dalam membentuk karakter peserta didik di PKBM Anak Shalih Bogor Jawas, Harits; Husni, Rahmatul; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21214

Abstract

The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental.
Peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan akhlak di era teknologi Yusmardi, Edi; Fauzi, Ikang; Susanti, Rika; Hendra, Fahmi; Tasman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22664

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed social interactions, learning patterns, and moral orientations of younger generations. This study aims to analyze the role of families and Islamic boarding schools (pesantren) in cultivating moral values (akhlaq) amid technological advancement. The research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and document analysis involving parents, teachers, and pesantren caregivers. Data were analyzed through thematic analysis to identify patterns of moral education practices. The findings indicate that families serve as the primary foundation for moral formation through modeling, supervision, and value internalization, while pesantren reinforce moral discipline through structured religious learning, habituation, and exemplary leadership. Technology presents both challenges and opportunities; when guided properly, it becomes a medium for strengthening moral education rather than eroding it. This study contributes to the discourse on integrated moral education by highlighting collaborative strategies between family and pesantren in responding to digital-era challenges. The results imply the necessity of adaptive moral education models that integrate religious values with technological literacy to foster morally resilient generations. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara belajar, dan orientasi nilai generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan nilai- nilai akhlak di tengah derasnya arus teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan orang tua, pendidik, serta pengasuh pesantren. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pendidikan akhlak yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi utama pembentukan akhlak melalui keteladanan, pengawasan, dan internalisasi nilai, sementara pesantren memperkuat pembinaan akhlak melalui sistem pendidikan religius yang terstruktur, pembiasaan, dan figur teladan. Teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang; dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan pendidikan akhlak. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan pesantren dalam merespons tantangan era digital guna membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Literasi digital dan akhlak peserta didik dalam pembelajaran Sasrita, Ira Dwi; Alwardah; Ali, Suryanis; Astuti BN, Aulia; Ernawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22665

Abstract

This article aims to analyze the role of digital literacy in shaping students’ moral character within technology-based learning from the perspective of Islamic education. The study employs a qualitative descriptive approach through literature review and limited field research, including observations of digital learning activities and semi-structured interviews with elementary school teachers and students. Data were analyzed using thematic analysis to identify the relationship between digital literacy practices and the internalization of moral values. The findings indicate that digital literacy integrated with Islamic moral values positively contributes to the development of students’ honesty, responsibility, discipline, and ethical communication in digital spaces. Conversely, digital learning that focuses solely on technical skills tends to increase the risk of moral degradation, such as plagiarism and poor digital ethics. These results emphasize that digital literacy cannot be separated from moral education and should be systematically integrated into the learning process. This article offers a conceptual contribution by strengthening the paradigm of morality-based digital literacy that is relevant to the development of Islamic educational practices in the digital era. Abstrak Artikel ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam pembentukan akhlak peserta didik pada pembelajaran berbasis teknologi dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi lapangan terbatas berupa observasi pembelajaran digital serta wawancara dengan guru dan peserta didik sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara praktik literasi digital dan internalisasi nilai-nilai akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai akhlak Islam berkontribusi positif terhadap pembentukan sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, serta etika komunikasi peserta didik di ruang digital. Sebaliknya, pembelajaran digital yang hanya berorientasi pada aspek teknis berpotensi memunculkan degradasi moral seperti plagiarisme dan rendahnya etika bermedia. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital tidak dapat dipisahkan dari pendidikan akhlak, dan keduanya perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual berupa penguatan paradigma literasi digital berbasis akhlak yang relevan bagi pengembangan praktik pendidikan Islam di era digital.
Model pengajaran adab untuk generasi Z dan alpha Sari, Lidia Trisna; Aryesi, Irma; Eli, Elvi; Dajascan, Yosep; Leni, Fitra
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22666

Abstract

Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation. Abstrak Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital.
Pengaruh media sosial TikTok terhadap akhlak siswa di Madrasah Aliyah Kurniasih, Melly; Subagiya, Bahrum; Amran
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21030

Abstract

The massive use of TikTok social media among teenagers raises concerns about the moral development of students, especially in the context of relationships with teachers. This study aims to analyze the effect of using TikTok social media on the morals of grade XI students at MAN 1 Bogor Regency. The research approach used is quantitative with survey method. A total of 210 respondents were selected using purposive sampling technique. The research instrument is a five-point Likert scale questionnaire that measures the intensity of TikTok use and indicators of student morals towards teachers. The results of descriptive analysis show that the majority of students have a high intensity of TikTok use, but still show good moral tendencies. The simple linear regression test produced a significance value of 0.000 with a coefficient of determination (R²) of 14.9%, which means that there is a positive and significant influence between the use of TikTok on student morals. This finding confirms that the use of social media, especially TikTok, can contribute to students' character building, depending on the type of content consumed. Therefore, the active role of teachers and parents is needed in guiding students to use social media wisely to support the development of Islamic morals in the digital era. Abstrak Penggunaan media sosial TikTok yang masif di kalangan remaja memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan akhlak peserta didik, terutama dalam konteks hubungan dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap akhlak siswa kelas XI di MAN 1 Kabupaten Bogor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 210 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert lima poin yang mengukur intensitas penggunaan TikTok dan indikator akhlak siswa terhadap guru. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki intensitas penggunaan TikTok yang tinggi, namun tetap menunjukkan kecenderungan akhlak yang baik. Uji regresi linear sederhana menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 14,9%, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan TikTok terhadap akhlak siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial, khususnya TikTok, dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa, tergantung pada jenis konten yang dikonsumsi. Oleh karena itu, peran aktif guru dan orang tua sangat diperlukan dalam membimbing siswa menggunakan media sosial secara bijak demi mendukung pembinaan akhlak Islami di era digital.
Pengaruh reward dan punishment terhadap kedisiplinan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Syafa, Nanda Zahira; Ardiansyah, Andri; Sidqy, Mukhrij
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21038

Abstract

This study aims to analyze the influence of reward and punishment on teacher work discipline at Madrasah Ibtidaiyah Al-Falah Cibinong, Bogor. A quantitative approach with a correlational survey method was used to examine the relationship between variables, involving 33 active teachers as respondents. Data were collected through closed-ended Likert-scale questionnaires and structured interviews. Analysis was conducted using multiple linear regression tests, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The results showed that both reward and punishment have a positive and significant effect on teacher discipline, both partially and simultaneously. The significance values of reward (0.017) and punishment (0.000) indicate that both are statistically significant, with punishment being the dominant factor (β = 0.815). The coefficient of determination (R²) was 0.166, indicating that the two variables explain 16.6% of the variance in teacher discipline. Qualitative data reinforced the findings, showing that punishment has a more immediate and powerful impact, while rewards help maintain motivation. The study concludes that a balanced, fair, and consistent implementation of reward and punishment systems is essential in fostering disciplined and professional teacher behavior. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reward dan punishment terhadap kedisiplinan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al-Falah Cibinong Bogor. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel, dengan 33 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert serta wawancara terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan uji regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan guru, baik secara parsial maupun simultan. Nilai signifikansi reward sebesar 0,017 dan punishment sebesar 0,000 menunjukkan keduanya signifikan, dengan punishment sebagai faktor dominan (β = 0,815). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,166 mengindikasikan bahwa variabel reward dan punishment menjelaskan 16,6% variasi dalam kedisiplinan guru. Data kualitatif mendukung temuan bahwa punishment memberikan dampak langsung dan kuat terhadap kedisiplinan, sementara reward berfungsi mempertahankan motivasi. Simpulan penelitian menekankan pentingnya manajemen sistem reward dan punishment yang adil dan konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja guru yang disiplin dan profesional.
Efektivitas media audio-visual dalam meningkatkan minat belajar Sejarah Kebudayaan Islam Ajie, Fahmi; Ikhtiono, Gunawan; Fadhil, Khaidir
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21171

Abstract

This research aims to determine the effect of using audio-visual learning media on students’ learning interest in the Islamic Cultural History (SKI) subject among grade X students at MAN 2 Bogor Regency. The method used in this study is a quantitative approach with associative research type. Data collection techniques included questionnaires and documentation, with a sample size determined by the Slovin formula. The results showed that the t-count value (11.960) was greater than the t-table value (1.993), which indicates that the null hypothesis (H₀) is rejected, and the alternative hypothesis (Hₐ) is accepted. This proves that the use of audio-visual media significantly influences students’ interest in learning. The integration of visual and auditory stimuli can enhance attention, motivation, and engagement in classroom learning. Therefore, audio-visual media is a recommended instructional tool for teachers to foster active learning and improve students' academic enthusiasm, especially in history-based subjects. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi, dengan jumlah sampel ditentukan melalui rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 11,960 lebih besar dari t tabel sebesar 1,993, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran audio visual terhadap minat belajar siswa. Media ini efektif meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa karena menggabungkan unsur visual dan auditori secara simultan. Dengan demikian, media audio visual sangat direkomendasikan sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa, terutama pada mata pelajaran yang bersifat naratif dan historis seperti SKI.
Pengaruh belajar Aqidah Akhlak terhadap rasa karsa peserta didik di MAN 1 Kabupaten Bogor Awaliyah, Rivia; Supriadi, Dedi; Alfaien, Noor Isna
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21184

Abstract

This study aims to determine the influence of learning Aqidah Akhlak on the rasa karsa (emotional and volitional aspects) of students at MAN 1 Bogor Regency. The background of this research is rooted in the importance of Aqidah Akhlak learning in shaping students' faith and noble character, as reflected in their rasa karsa—which encompasses inner sensitivity and the will to act according to Islamic values. This research employed a quantitative approach using a survey method with questionnaires distributed to 100 students as the sample. Data analysis included validity and reliability tests, simple regression analysis, and t-tests. The results showed that both the learning of Aqidah Akhlak and the students’ rasa karsa levels were in the "good" category. Furthermore, the regression analysis revealed that learning Aqidah Akhlak has a positive and significant influence on students’ rasa karsa. This indicates that the better the Aqidah Akhlak learning process, the higher the development of rasa karsa in students. The study recommends that Aqidah Akhlak teachers continue to enhance meaningful and contextual teaching strategies to holistically cultivate students’ character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Belajar Aqidah Akhlak terhadap rasa karsa peserta didik di MAN 1 Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya Belajar Aqidah Akhlak dalam membentuk nilai keimanan dan perilaku terpuji peserta didik, yang tercermin dalam rasa karsa yakni kepekaan batin dan dorongan kehendak untuk berperilaku sesuai ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran angket kepada 100 peserta didik sebagai sampel. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, regresi sederhana, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belajar Aqidah Akhlak berada dalam kategori baik, demikian pula dengan tingkat rasa karsa peserta didik. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa belajar Aqidah Akhlak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap rasa karsa peserta didik di MAN 1 Kabupaten Bogor. Dengan demikian, semakin baik proses Belajar Aqidah Akhlak, maka semakin tinggi pula rasa karsa yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan agar guru Aqidah Akhlak terus mengembangkan strategi pembelajaran yang bermakna dan kontekstual guna membentuk karakter mulia siswa secara utuh.
Efektivitas penggunaan platform Quizizz dalam meningkatkan minat belajar bahasa Arab siswa di Madrasah Tsanawiyah Aprilia, Rizka; Djamdjuri, Dewi Suriyani; Muhlisin, Sofian
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21202

Abstract

This study attempts to examine the extent to which the Quizizz platform can arouse students' interest in learning Arabic at MTs Al Masykur. The low interest of students in learning Arabic is the main background of this study. Using a pre-experimental approach and a one-group pretest-posttest design, this study involved 22 ninth-grade students. The instrument used was a learning interest questionnaire whose validity and reliability were tested. Data were analyzed using normality tests and paired sample t-tests with the help of SPSS version 23. The results showed a significant increase in learning interest after using Quizizz. Therefore, Quizizz can be used as an alternative effective and interactive learning media in teaching Arabic in madrasah environments. Abstrak Studi ini mencoba menelaah sejauh mana platform Quizizz dapat membangkitkan minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Arab di MTs Al Masykur. Rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran Bahasa Arab menjadi latar belakang utama studi ini . Dengan menggunakan pendekatan pre-eksperimental dan desain one-group pretest-posttest, studi ini melibatkan 22 siswa kelas IX. Instrumen yang digunakan berupa angket minat belajar yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji t (paired sample t-test) dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat belajar setelah penggunaan Quizizz. Oleh karena itu, Quizizz dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dan interaktif dalam pengajaran Bahasa Arab di lingkungan madrasah.
Pengembangan animasi qurban dan aqiqah dalam meningkatkan hasil belajar di Madrasah Aliyah Nuraulia, Adinda; Gunawan, Asep
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21207

Abstract

Student learning outcomes in the Fiqh subject at MAN 1 Kota Bogor, particularly on the topics of qurban and aqiqah, remain low due to the use of conventional teaching methods. This study aims to: (1) develop interactive animation media based on Canva for the Qurban and Aqiqah topics, (2) determine the feasibility of the developed media based on expert validation and limited testing, and (3) measure the effectiveness of the media in improving the learning outcomes of Grade X students. This study employs the Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). Validation results indicate the categories “highly valid” and “valid,” with expert scores of 83% and 68% for the media, 97% and 95% for the subject matter, and 80% and 95% for the language. Individual, small group, and large group trials each obtained feasibility scores of 91%, 91%, and 90%. The Mann-Whitney test results showed an Asymp. Sig. value of 0.000 (< 0.05), with the mean rank of the experimental class (46.68) higher than that of the control class (26.32). This proves that animated media is effective in improving student learning outcomes. Abstrak Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MAN 1 Kota Bogor, khususnya materi qurban dan aqiqah, masih tergolong rendah akibat penggunaan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media animasi interaktif berbasis Canva pada materi qurban dan aqiqah, (2) mengetahui kelayakan media yang dikembangkan berdasarkan validasi ahli dan uji coba terbatas, serta (3) mengukur efektivitas media dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil validasi menunjukkan kategori "sangat valid" dan "valid", dengan skor ahli media 83% dan 68%, ahli materi 97% dan 95%, serta ahli bahasa 80% dan 95%. Uji coba perorangan, kelompok kecil, dan besar masing-masing memperoleh skor kelayakan 91%, 91%, dan 90%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 (< 0,05) dengan mean rank kelas eksperimen 46,68 lebih tinggi dari kelas kontrol 26,32. Hal ini membuktikan bahwa media animasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 20