cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2026)" : 4 Documents clear
Pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim dalam membentuk karakter peserta didik di PKBM Anak Shalih Bogor Jawas, Harits; Husni, Rahmatul; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21214

Abstract

The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental.
Peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan akhlak di era teknologi Yusmardi, Edi; Fauzi, Ikang; Susanti, Rika; Hendra, Fahmi; Tasman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22664

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed social interactions, learning patterns, and moral orientations of younger generations. This study aims to analyze the role of families and Islamic boarding schools (pesantren) in cultivating moral values (akhlaq) amid technological advancement. The research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and document analysis involving parents, teachers, and pesantren caregivers. Data were analyzed through thematic analysis to identify patterns of moral education practices. The findings indicate that families serve as the primary foundation for moral formation through modeling, supervision, and value internalization, while pesantren reinforce moral discipline through structured religious learning, habituation, and exemplary leadership. Technology presents both challenges and opportunities; when guided properly, it becomes a medium for strengthening moral education rather than eroding it. This study contributes to the discourse on integrated moral education by highlighting collaborative strategies between family and pesantren in responding to digital-era challenges. The results imply the necessity of adaptive moral education models that integrate religious values with technological literacy to foster morally resilient generations. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara belajar, dan orientasi nilai generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan nilai- nilai akhlak di tengah derasnya arus teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan orang tua, pendidik, serta pengasuh pesantren. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pendidikan akhlak yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi utama pembentukan akhlak melalui keteladanan, pengawasan, dan internalisasi nilai, sementara pesantren memperkuat pembinaan akhlak melalui sistem pendidikan religius yang terstruktur, pembiasaan, dan figur teladan. Teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang; dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan pendidikan akhlak. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan pesantren dalam merespons tantangan era digital guna membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Literasi digital dan akhlak peserta didik dalam pembelajaran Sasrita, Ira Dwi; Alwardah; Ali, Suryanis; Astuti BN, Aulia; Ernawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22665

Abstract

This article aims to analyze the role of digital literacy in shaping students’ moral character within technology-based learning from the perspective of Islamic education. The study employs a qualitative descriptive approach through literature review and limited field research, including observations of digital learning activities and semi-structured interviews with elementary school teachers and students. Data were analyzed using thematic analysis to identify the relationship between digital literacy practices and the internalization of moral values. The findings indicate that digital literacy integrated with Islamic moral values positively contributes to the development of students’ honesty, responsibility, discipline, and ethical communication in digital spaces. Conversely, digital learning that focuses solely on technical skills tends to increase the risk of moral degradation, such as plagiarism and poor digital ethics. These results emphasize that digital literacy cannot be separated from moral education and should be systematically integrated into the learning process. This article offers a conceptual contribution by strengthening the paradigm of morality-based digital literacy that is relevant to the development of Islamic educational practices in the digital era. Abstrak Artikel ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam pembentukan akhlak peserta didik pada pembelajaran berbasis teknologi dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi lapangan terbatas berupa observasi pembelajaran digital serta wawancara dengan guru dan peserta didik sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara praktik literasi digital dan internalisasi nilai-nilai akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai akhlak Islam berkontribusi positif terhadap pembentukan sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, serta etika komunikasi peserta didik di ruang digital. Sebaliknya, pembelajaran digital yang hanya berorientasi pada aspek teknis berpotensi memunculkan degradasi moral seperti plagiarisme dan rendahnya etika bermedia. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital tidak dapat dipisahkan dari pendidikan akhlak, dan keduanya perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual berupa penguatan paradigma literasi digital berbasis akhlak yang relevan bagi pengembangan praktik pendidikan Islam di era digital.
Model pengajaran adab untuk generasi Z dan alpha Sari, Lidia Trisna; Aryesi, Irma; Eli, Elvi; Dajascan, Yosep; Leni, Fitra
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22666

Abstract

Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation. Abstrak Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 4