cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 164 Documents
Perbedaan Efektivitas Terapi Menelan Berdasarkan Karakteristik Demografi Pasien Disfagia Stroke Bayu Fandhi Achmad; Aan Nuraeni; Muhammad Zafrullah Arifin
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.283 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.35295

Abstract

Background: Increased risk of aspiration often occurs in patients with dysphagia stroke due to cranial nerve damage. The existing method for lowering aspiration risk has weaknesses so that a new therapy is needed that is swallowing therapy. Objective: This study aims to determine the effect of swallowing therapy and to identify differences in the effectiveness of swallowing therapy based on the demographical characteristics of patients with dysphagia stroke. Methods: The design of this study was quasi-experimental pretest-posttest single group design with the number of samples were 16 respondents which obtained through consecutive sampling technique. The data were collected from February-March 2016 at Stroke Unit of RSUD Dr. Harjono Ponorogo through observation using Gugging Swallowing Screen (GUSS) instrument. The data analyses used in this study were Wilcoxon test, Kruskal Wallis and Mann Whitney tests.Results: The results showed that there was a difference of effect of swallow therapy between pretest and posttest (p=0,002). Swallowing therapy had no significant effectiveness difference when applied to various demographic characteristics of respondents including age (p=0,596), gender (p=0,243), and type of stroke (p=0,524).Conclusion: Swallowing therapy has a positive effect to decrease the risk of aspiration in dysphagia stroke patients and has equally good effect if applied to a variety of patient characteristics according to the demographics of the study respondents.  ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan risiko aspirasi pada pasien disfagia stroke disebabkan karena kerusakan saraf kranial terutama saraf kranial V, VII, IX, X, dan XII. Metode yang digunakan untuk menurunkan risiko aspirasi adalah strategi kompensasi dan penggunaan nutrisi semisolid, akan tetapi masing-masing metode tersebut masih memiliki kelemahan sehingga dibutuhkan terapi baru yaitu terapi menelan yang mengkombinasikan kelebihan dan mengurangi kelemahan dari masing-masing terapi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menelan dan mengidentifikasi perbedaan efektivitas terapi menelan berdasarkan karakteristik demografi pasien disfagia stroke. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experimental pretest-posttest single group design dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden yang didapatkan melalui teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dari Bulan Februari - Maret 2016 di Unit Stroke RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Gugging Swallowing Screen (GUSS). Analisis data menggunakan Wilcoxon, Kruskal wallis dan Mann whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh terapi menelan antara pretest dan posttest (p=0,002). Tidak terdapat perbedaan efektifitas terapi menelan yang signifikan saat diterapkan pada berbagai karakteristik demografi responden yang meliputi usia (p=0,596), jenis kelamin (p=0,243), dan jenis stroke (p=0,524). Kesimpulan: Terapi menelan berpengaruh terhadap penurunan risiko aspirasi pada pasien stroke dengan disfagia serta tidak memiliki perbedaan efektifitas yang signifikan saat diterapkan pada berbagai karakteristik demografi responden, untuk itu terapi menelan memiliki efektifitas yang sama baiknya jika diterapkan pada berbagai karakteristik pasien.
Aspek Seksualitas pada Pasien dengan Kanker Serviks Ami Novianti Subagya; Ni Nyoman Udiani; Suci Amalia Firdaus
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.99 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.36058

Abstract

Background: Sexuality is an important aspect of life. Cancer and its treatment not only affect the physical and psychological wellbeing of patients but also can affect their sexual health.Objective: The objective of this review is to conduct a review of the literature regarding sexuality in cervical cancer patients, after taking into consideration the principal changes produced by the disease and its treatment.Method: This review considered references through a search of PubMed by use of the search terms “cervical cancer patients,” “therapy OR treatment,” in combination with “sexuality.”Result: patients with cervical cancer mostly experience sexual problems, such as decreased interest and sexual activity, pain during intercourse, difficulty reaching orgasm, lack of lubrication, dyspareunia and vaginal shortness. Treatment with surgery, chemotherapy, radiotherapy, are factors that can affect sexuality and quality of life in patients with cancer.Conclusion: Several sexuality problems found among majority of cervical cancer patients. The presence of sexual dysfunction in cervical cancer is caused by the disease and its treatment. Cervical cancer patients need nursing care intervention in sexuality aspect. ABSTRAKLatar Belakang: Seksualitas merupakan aspek penting dalam kehidupan. Kanker beserta pengobatannya tidak hanya berdampak pada kesejahteraan fisik dan psikologis pasien, namun juga dapat memengaruhi kesejahteraan seksualitas seorang individu.Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melihat aspek seksualitas pada pasien kanker serviks, berdasarkan perubahan utama yang disebabkan oleh penyakit dan pengobatannya.Metode: pencarian literatur dilakukan pada 3 database yaitu PubMed, Science Direct dan Cochrane, menggunakan istilah pencarian “cervical cancer patients,” “therapy OR treatment,” dan "sexuality." Diperoleh sebanyak 7 orisinal artikel yang berkaitan dengan aspek seksualitas pada pasien dengan kanker serviks dalam Bahasa Inggris pada kurun tahun 2014 – 2019.Hasil: Pasien dengan kanker serviks sebagian besar mengalami masalah seksualitas, antara lain penurunan minat dan aktivitas seksual, rasa sakit selama hubungan seksual, kesulitan untuk mencapai orgasme, kurangnya lubrikasi, dyspareunia, serta vaginal shortness. Pengobatan dengan pembedahan, kemoterapi, terapi hormon, radioterapi, dan obat-obatan menjadi faktor yang dapat memengaruhi seksualitas pada pasien dengan kanker.Kesimpulan: Berbagai masalah seksualitas ditemukan pada sebagian besar pasien dengan kanker serviks. Adanya gangguan seksual pada pasien dengan kanker serviks disebabkan oleh penyakit dan pengobatannya. Diperlukan intervensi perawatan aspek seksualitas pada pasien kanker serviks.
Intervensi Keperawatan dalam Meningkatkan Quality of Life (QoL) Pasien dengan Kanker: Studi Literatur Tati Hardiyani; Sri Wahyuni; Muhammad Deri Ramadhan; Christantie Effendy
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.479 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.36335

Abstract

Background: The cancer prevalance is predicted to raise. Cancer affects patient's quality of life, such as psychological, sexual, social function, and daily activities. The appropriate nursing interventions are needed for each type of cancer to improve nursing outcomes and quality of life.Objective: To identify the types of nursing intervention that could improve the quality of life of patients with cancer.Method: Four electronic databases, such as PubMed, Sciencedirect, Ebsco-host, and Clinical-Key, were explored to find original research articles which focused on the types of nursing intervention in caring for patients with cancer. Fourteen articles were included in the study, and each of article was analyzed using The Joanna Briggs Institute (JBI) Appraisal tool to achieve the purpose of the study.Results: The study found that psychological nursing interventions, physical nursing intervention including exercise/physical activity, and technology application in nursing intervention were contributed significantly to enhance patients’ quality of life.Conclusions: Nursing interventions which are psychological, physical, and using technology application can improve the quality of life of patients with cancer significantly. ABSTRAKLatar belakang: Angka kejadian kanker diprediksi semakin meningkat. Pasien kanker akan mengalami perubahan efek psikologi, seksual, fungsi sosial serta aktivitas keseharian yang memengaruhi Quality of Life pasien. Diperlukan intervensi keperawatan yang tepat sesuai jenis kanker untuk meningkatkan Quality of Life pasien kanker.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis intervensi keperawatan dalam meningkatkan quality of life pasien kanker.Metode: Pencarian literatur dilakukan untuk mendapatkan artikel berupa original research pada 4 database yaitu PubMed, Sciencedirect, Ebsco-host, Clinical-Key. Didapatkan  sebanyak 14 artikel yang mengukur quality of life pasien kanker sesuai kriteria inklusi. Setiap artikel dilakukan analisis menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Appraisal tool untuk mencapai tujuan penelitian.Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa  intervensi keperawatan psikologis, intervensi keperawatan fisik  berupa exercise/physical activity, dan intervensi keperawatan dengan aplikasi teknologi memberikan kontribusi pada kualitas hidup pasien kanker. Semua intervensi keperawatan tersebut secara statistik dapat meningkatkan Quality of Life pada pasien kanker. Kesimpulan: Intervensi keperawatan yang berupa psikologis, fisik dan menggunakan aplikasi teknologi terbukti dapat meningkatkan quality of life pasien kanker secara signifikan. 
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Korban Banjir Bandang di Kabupaten Magelang Dewa Ayu Made Dewi Widhayanti; Sri Warsini; Sutono Sutono
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.136 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44240

Abstract

Background: Indonesia is one of the countries that is prone to flood disaster. The flash flood that occurred in Magelang on April 29th 2017 had caused a major physical loss, such as houses damage, dead casualties, injured victims, and displacement. In addition to the physical loss, flood disaster may impact mental health of the victims e.g. stress, anxiety, depression and post-trauma stress disorder.Objective: This research was aimed to identify the anxiety level of the victim of flood at Sambungrejo and Citrosono villages and the difference of anxiety level of flood victim based on the characteristics of the respondents.Methods: This research was a descriptive research with a cross sectional design. A cluster sampling was performed to get 100 respondents who were victim of flood in Sambungrejo and Citrosono villages, which met the inclusion and exclusion criteria of this study. The instruments used in this study were Zung Self Anxiety Scale (ZSAS) and socio-demographic questionnaire. The data were analyzed using Fisher test.Results: The research found that 91% of respondents did not suffer anxiety, while the rest of the respondents (9%) suffered mild - moderate anxiety, thus no respondents suffered severe anxiety. The variation of respondent anxiety level occured based on evacuation record at p value = 0,026.Conclusion: Overall, the flood victims in Sambungrejo and Citrosono villages did not suffer anxiety. Among all factors, evacuation record correlated with the anxiety level of respondents. ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap bencana banjir. Banjir bandang yang terjadi di Magelang pada 29 April 2017 menimbulkan kerugian berupa kerusakan rumah, korban meninggal, korban luka–luka dan mengungsi. Selain dampak secara fisik, banjir dapat memberikan dampak bagi kesehatan mental berupa stres, kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan korban di Desa Sambungrejo dan Citrosono setelah banjir bandang dan mengetahui perbedaan tingkat kecemasan berdasarkan karakteristik responden.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah korban banjir bandang di Desa Sambungrejo dan Citrosono yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan kuesioner karakteristik responden. Analisis data menggunakan uji Fisher.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 91% responden tidak mengalami kecemasan, sisanya sebanyak 9% responden mengalami kecemasan ringan hingga sedang, dan tidak ada responden yang mengalami kecemasan parah. Tingkat kecemasan responden hanya berbeda berdasarkan riwayat mengungsi dengan nilai p = 0,026.Kesimpulan: Secara keseluruhan korban banjir bandang di Desa Sambungrejo dan Citrosono tidak mengalami kecemasan. Dari semua faktor yang ada, hanya riwayat mengungsi yang berhubungan dengan tingkat kecemasan responden.
Pengetahuan dan Harapan Orang Tua Siswa tentang Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Sekolah Dasar Kota Yogyakarta Oldy Mutiara Dewi; Sri Mulyani
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.878 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44243

Abstract

Background: Public health efforts in schools are carried out by implementing a program called the Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Government policy in implementing the UKS program is to form a UKS operational team and involve students' parents and the neighbouring community. The initial step to involve someone in a program is to know the level of knowledge and expectations toward the program. Only a few researches have evaluated the impact of parental involvement on the success of health programs in schools.Objective: To know the of parents’ knowledge and expectations regarding the implementation of the UKS at the elementary school.Methods: This research was a descriptive study with a cross sectional design toward 352 randomly-chosen students’ parents from five elementary school at Yogyakarta City. The survey method was applied using questionnaire based on UKS stratification sheet for elementary school level at Yogyakarta City. This sheet consists of 31 items for measuring knowledge level and 21 items for measuring expectations level.Results: Most of parents had high level of knowledge (92,3%), moderate levels of  knowledge (7,1%), and low level of knowledge (0,6%). Parents had high expectations (mean value: 3,39) toward the implementation of the UKS.Conclusion: Parents of elementary school students have good knowledge and immensely hope that the implementation of the UKS will be better. ABSTRAKLatar Belakang: Upaya kesehatan masyarakat di sekolah diselenggarakan melalui program yang disebut Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kebijakan pemerintah dalam melaksanakan program UKS adalah membentuk tim pelaksana UKS serta melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Langkah awal untuk melibatkan seseorang dalam suatu program yaitu dengan mengetahui tingkat pengetahuan dan harapan terhadap program tersebut. Saat ini masih sedikit penelitian yang mengevaluasi dampak keterlibatan orang tua terhadap keberhasilan program kesehatan di sekolah.Tujuan: Mengetahui pengetahuan dan harapan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS di tingkat sekolah dasar.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan desain penelitian cross-sectional terhadap 352 orang tua siswa di lima Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta yang dipilih secara acak. Kuesioner yang digunakan mengacu pada lembar stratifikasi UKS tingkat SD di Kota Yogyakarta, yang terdiri dari 31 pernyataan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan 21 unit pernyataan untuk mengukur harapan.Kesimpulan: Orang tua siswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai pelaksanaan UKS dan sangat berharap pelaksanaan UKS dapat berjalan lebih baik.Hasil: Tingkat pengetahuan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS sebagian besar (92,3%) dalam kategori baik, 7,1% dalam kategori cukup, dan 0,6% dalam kategori kurang. Harapan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS termasuk dalam kategori sangat berharap (nilai rata-rata 3,39).Kata kunci: 
Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Rafita Ramdan Nurul Fuadah; Wenny Artanty Nisman; Wiwin Lismidiati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.762 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44248

Abstract

Background: Lack of knowledge is one of the factors that may lead to an increase risk of cervical cancer. Lack of the knowledge can also affect the attitude of a health worker to the patient. Therefore, it is important to find out the knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students. Moreover, the research around this topic is underexplored.Objective: To know the level of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students.Method: This research is a descriptive qualitative research. The sample taken consists of 95 female students from two universities, recruited by simple random sampling and consecutive sampling. The instrument used in this study was a cervical cancer prevention knowledge questionnaire with HPV vaccine compiled by researchers. Validity test result was r >0,174 and reliability test result was 0,460. The data analisys was conducted through univariat technique.Result: The results show that total of 49 (52%) respondents have general knowledge regarding cervical cancer and the HPV vaccine. For details per domain, most respondents had good knowledge of cervical cancer risk factors (94,7%), signs and symptoms of cervical cancer (56,8%), and causes of cervical cancer (51,6%), and HPV vaccine administration (44,2%). While in the domain of understanding and administering vaccines the majority of respondents still have less knowledge (81,1% and 55,8%).Conclusion: Nursing undergraduate students have good knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine, but knowledge on some indicators is still lacking. Knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine in nursing undergraduate students still needs to be improved especially in indicators of understanding cervical cancer, causes, signs and symptoms of cervical cancer and the administration of HPV vaccine. ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab  tingginya kejadian kanker serviks. Pengetahuan yang rendah juga dapat memengaruhi sikap seorang tenaga kesehatan terhadap pasien. Sementara, penelitian terkait tingkat pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan, masih sedikit. Oleh karena itu penelitian terkait pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan perlu dilakukan.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi S1 Keperawatan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah mahasiswi di 2 universitas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 mahasiswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan yang disusun oleh peneliti dengan hasil uji validitas (r > 0,174) dan reliabilitas sebesar 0,460. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Sebanyak 49 (52%) responden mempunyai pengetahuan baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks (94,7%), penyebab kanker serviks (51,6%), tanda dan gejala kanker serviks (56,8%) dan pemberian vaksin HPV (44,2%). Namun, responden masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengertian kanker serviks dan pemberian vaksin HPV (81,1 % dan 55,8%).Kesimpulan: Secara umum mahasiswi S1 keperawatan memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, namun pada beberapa indikator pengetahuan mahasiswa masih kurang. Pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi S1 Keperawatan masih perlu ditingkatkan terutama pada indikator pengertian kanker serviks, penyebab, tanda dan gejala kanker serviks dan pemberian vaksin HPV.
Gambaran Gejala Masalah Kesehatan Fisik, Status Gizi, dan Kesehatan Reproduksi pada Siswa-Siswi SMA Cahya Puspita; Wenny Artanty Nisman
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.479 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44251

Abstract

Background: Adolescence is a critical period, in which there is a transition from childhood to adulthood. Adolescents must receive serious attention, including their health conditions, so that health problems in adolescents can be prevented and detected early. One method to detect is by screening, so that health workers can get a description of health problems they experienced.Objectives: To know the symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health of senior high school students.Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional design toward 45 adolescent high school student as subject. Physical health problem data was collected through physical examination and measurement of vital signs, while nutritional status was measured by the Body Mass Index. Reproductive health problems were obtained through interviews. An examination of general conditions was carried out by a doctor while measurement of vital signs, nutritional status examination, and reproductive health problems interviews were carried out by generalist nurses. The analysis of this study used univariate analysis.Results: Founded physical health problems symptoms i.e. ear cerumen, dental and mouth problems, and a case of above-normal heart rate. There were (19,9%) of respondents who had below-normal nutritional status, (64,4%) of normal, and (15,7%) with above-normal nutritional status. Reproductive problems that occur in female adolescent students were whitish and menstrual pain.Conclusion: Senior high school students experience some symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health problems. ABSTRAKLatar Belakang: Masa remaja merupakan masa yang kritis karena terjadi peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Remaja harus mendapat perhatian serius, termasuk mengenai kondisi kesehatannya, sehingga masalah kesehatan pada remaja dapat dicegah dan dideteksi secara dini. Salah satu metode untuk mendeteksi dengan melakukan skrining kesehatan, sehingga tenaga kesehatan dapat mendapatkan gambaran masalah kesehatan yang dialami remaja.Tujuan: Mengetahui gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, dan masalah kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa SMA.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan subjek remaja sebanyak 45 orang. Data terkait masalah kesehatan fisik dilakukan dengan pemeriksaan fisik tubuh dan pengukuran tanda-tanda vital, sedangkan status gizi diukur dengan Body Mass Index. Masalah kesehatan reproduksi didapat melalui wawancara. Pemeriksaan kondisi umum dilakukan oleh dokter, sementara pengukuran tanda-tanda vital, pemeriksaan status gizi dan wawancara masalah kesehatan reproduksi dilakukan oleh perawat. Analisis penelitian ini menggunakan analisa univariat.Hasil: Gejala masalah kesehatan fisik yang muncul pada siswa berupa adanya serumen pada telinga, adanya masalah gigi dan mulut, serta terdapat satu orang siswa mempunyai frekuensi nadi di atas normal. Terkait status gizi, 19,9% remaja memiliki status gizi di bawah normal, 64,4% gizi normal, dan 15,7% status gizi lebih. Masalah reproduksi yang terjadi pada remaja putri adalah keputihan dan nyeri menstruasi.Kesimpulan: Siswa SMA mengalami beberapa gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, serta masalah kesehatan reproduksi. Remaja diharapkan dapat mengikuti kegiatan skrining kesehatan secara rutin untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami.
Faktor-Faktor Yang Beresiko Terjadinya Pasien Stagnan Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Puti Damayanti; Sutono Sutono
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.011 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44257

Abstract

Background: Fast response is needed in the Emergency Room (ER). However, the high number of patient visit leads stagnant patient in ER. The impact of patient stagnant  can affect other patient safety and quality of services in the hospital.Objective: Identify factors related to the presence of stagnant patients in the ER of  Dr. Sardjito General Hospital.Methods: This study used a retrospective case control method. The total samples in this study is 87 samples and divided into two groups, 29 samples for non-stagnant group and 58 samples for stagnant group. Data collection used non-probability sample with purposive sampling method for the sample selection. Sampling was carried out at 16 to 28 January 2015 in ER of Dr. Sardjito General Hospital. This research uses Chi Square and logistic regression to data analyze.Results: Risk factors to stagnant patients are the availability of beds (p: <0.001), corresponding ward grouping disease patients (p: 0.021), fogging (p: 0.008), age of the patient (p: <0.001), patients came hours ( p: 0.019) and the number of actions in Emergency Room (p: 0.002). From the results of logistic regression the most influential factor for the patients is the availability of beds (15 times more risky).Conclusions: Factors related to patients are the availability of a stagnant, according grouping wards patient's disease, fogging, patient age, patient coming hours and the number of actions.ABSTRAKLatar belakang: Pelayanan yang cepat sangat dibutuhkan di IGD. Akan tetapi kondisi kunjungan pasien di IGD yang cukup banyak dapat menimbulkan pasien stagnan di IGD . Dampak pasien yang stagnan mempengaruhi keselamatan pasien yang lain dan mutu pelayanan rumah sakit tersebut.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berisiko terjadinya pasien yang stagnan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta.Metode: penelitian ini menggunakan metode case control retrospektif dengan jumlah sampel masing-masing 29 sampel untuk kelompok non-stagnan dan 58 sampel untuk kelompok stagnan. Pengambilan data dilakukan dengan cara non-probability sample dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 16-28 Januari 2015 di IGD RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Analisa yang digunakan di dalam penelitian ini antara lain Chi Square dan regresi logistik.Hasil:  Faktor-faktor yang berisiko pasien stagnan antara lain ketersediaan tempat (p:<0,001), bangsal sesuai pengelompokkan penyakit pasien (p:0,021), fogging(p:0,008), usia pasien(p:<0,001), jam datang pasien(p:0,019) dan jumlah tindakan(p:0,002). Dari hasil regresi logistik faktor yang paling berisiko dengan terjadinya pasien stagnan adalah ketersediaan tempat (15 kali lebih berisiko)Kesimpulan : Faktor-faktor yang berhubungan dengan pasien stagnan antara lain ketersediaan tempat, bangsal sesuai pengelompokkan penyakit pasien, fogging, usia pasien, jam datang pasien dan jumlah tindakan.
Gambaran Tingkat Risiko Penyakit Kardiovaskular di Wilayah Kerja Puskesmas Mlati Sleman Yogyakarta Vania Elysia Septiani; Anggi Lukman Wicaksana; Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.931 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44259

Abstract

Background: Cardiovascular disease is the cause of global death. A cardiovascular-diseases diagnosed person has a risk for non-lethal and lethal incidents, ranging from heart attack, stroke, and even death.Objective: This research was aimed to obtain an overview of the risk level of cardiovascular-disease in the working area of Mlati Community Health Center Sleman, Yogyakarta.Methods: A cross-sectional research was conducted in the working area of Mlati Community Health Center Sleman, Yogyakarta from September until October 2017. Samples were taken using a multistage cluster sampling technique with the overall subjects of 107 patients. Respondents were patients diagnosed with cardiovascular disease and aged from 40 to 79 years. The research employed WHO/ISH risk prediction chart for Indonesia (South-East Asia Region B). The prediction of cardiovascular risk level was obtained through interview concerning on demographic data, blood pressure, and cholesterol level. The results were analyzed and presented in descriptive and central tendency.Result: Respondents were mostly female patients with an average age of 59,15 (±9,73) years. The level variances of cardiovascular risk in the next ten years were i.e. low-risk 50,47%; moderate risk 13,08%; high risk 14,02%; and very high risk 22,43%.Conclusion: Most respondents have a low risk to experience non-lethal and lethal incidents of cardiovascular events in the next ten years. ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian global. Individu yang terdiagnosa penyakit kardiovaskular memiliki risiko mengalami kejadian non-fatal maupun fatal, mulai dari serangan jantung, strok, dan bahkan kematian.Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat risiko penyakit kardiovaskular di wilayah kerja Puskesmas Mlati, Sleman, Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mlati Sleman Yogyakarta pada bulan September hingga Oktober 2017. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik multistage cluster sampling dengan total subjek penelitian sejumlah 107 orang. Responden penelitian ini yaitu pasien yang terdiagnosis penyakit kardiovaskular dan berusia 40-79 tahun. Tingkat risiko kardiovaskular diukur menggunakan diagram WHO/ISH risk prediction chart wilayah Indonesia (South-East Asia Region B). Data yang diperlukan untuk mengisi diagram prediksi risiko kardiovaskular diperoleh melalui wawancara karakteristik responden, pengukuran tekanan darah dan kolesterol. Hasil penelitian dianalisis dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.Hasil: Responden penelitian didominasi oleh perempuan dengan rata-rata usia responden yaitu 59,15 tahun (±9,73). Tingkat risiko kardiovaskular dalam kurun waktu sepuluh tahun yang akan datang yaitu risiko rendah 50,47%; risiko sedang 13,08%; risiko tinggi 14,02%; dan risiko sangat tinggi 22,43%.Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki risiko rendah mengalami kejadian non-fatal dan fatal penyakit kardiovaskular dalam kurun waktu sepuluh tahun yang akan datang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual terhadap Tingkat Aktivitas Fisik pada Populasi Berisiko Sindrom Metabolik di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sri Rahayu; Sri Mulyani; Melyza Perdana
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.461 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44262

Abstract

Background: Changes in unhealthy lifestyle and behavior, such as changes in patterns of food consumption and lack of physical activity, may increase the risk of metabolic syndrome. In order to reduce metabolic syndrome risk , promotional efforts such as health education with audiovisual media, may promote a higher level of physical activity.Objective: To determine the effect of health education with audiovisual media toward physical activity level among the metabolic syndrome risk-population in the working area of Turi Community Health Center (Puskesmas), Sleman.Method: This research was a quasi-experiment with a nonequivalent pre-test and post-test design control group. Participants in this research were 80 people who lived in Turi, which 38 people allocated in the intervention group and 42 people in the control group. An intervention used in this study was audiovisual media while the control group received booklet. This questionnaire used in this study was a questionnaire of physical activity GPAQ. T-test was used to determine the effect of audiovisual to physical activity before and after health education which was measured two weeks after the intervention.Result: Health education with audiovisual media affected the level of physical activity in the treatment group (p= 0,001) and the provision of booklets did not affect the physical activity of the control group (p= 0,326). There were differences in physical activity after the intervention between the groups that were given health education using audiovisuals compared to the provision of booklets (p= 0,001).Conclusion: There is an effect of audiovisual health education toward the level of physical activity on the metabolic syndrome risk-population. ABSTRAKLatar Belakang: Perubahan gaya hidup dan perilaku tidak sehat, seperti perubahan pola makan dan berkurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kejadian sindrom metabolik. Upaya promotif seperti pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam rangka mengurangi risiko kejadian sindrom metabolik.Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap tingkat aktivitas fisik pada populasi risiko sindrom metabolik di wilayah kerja Puskesmas Turi Sleman.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan teknik non-equivalent pretest posttest design control group. Responden penelitian ini adalah masyarakat wilayah Turi yang berjumlah 80 orang yaitu 38 orang pada kelompok perlakuan dengan intervensi pendidikan kesehatan melalui media audiovisual dan 42 orang di kelompok kontrol dengan intervensi pendidikan melalui media booklet. Penelitian ini menggunakan kuesioner aktivitas fisik GPAQ. Analisis data menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui pengaruh audiovisual terhadap aktivitas fisik sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yang diberi jarak selama dua minggu.Hasil: Pendidikan kesehatan dengan media audiovisual berpengaruh (p=0,001) terhadap aktivitas fisik pada kelompok perlakuan dan pemberian booklet tidak berpengaruh pada aktivitas fisik kelompok kontrol (p=0,326). Terdapat perbedaan aktivitas fisik setelah dilakukan tindakan antara kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual dibandingkan pemberian booklet (p=0,001)Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual terhadap tingkat aktivitas fisik pada populasi berisiko sindrom metabolik.

Page 2 of 17 | Total Record : 164