cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
EVALUASI PENERBITAN IZIN USAHA RUMAH KOST DI KOTA PONTIANAK NIM. E01111074, HERU DARMAWAN
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i1.1368

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyak masyarakat yang belum mempunyai izin usaha rumah kost dalam menjalankan usahanya khususnya di Kota Pontianak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa mudah masyarakat mengurus dalam proses perizinan usaha rumah kost.Berdasarkan pada teori Langbein di mana guide line, yang bisa diwujudkan dalam bentuk petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Dengan indikator penilaian adalah sebagai berikut syarat-syarat administrasi untuk mendirikan usaha rumah kost, prosedur-prosedur untuk membuat perizinan usaha rumah kost, mekanisme internal pembuatan izin rumah kost di BP2T. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskritif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari syarat yang diberikan ada beberapa syarat yang susah untuk dipenuhi oleh masyarakat walaupun untuk memenuhi syarat tersebut perlu waktu yang lama. Prosedur yang ada masih kurang efektif hal ini terjadi kurangnya komunikasi antar dinas terkait. Mekanisme yang ada masih terbilang rumit atau susah, seperti yang di ungkapkan oleh narasumber pembuatan izin usaha rumah ini terbilang berbelit-belit. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya tinjauan ulang terhadap syarat-syarat yang diberikan, kemudian ditingkatkan kembali komunikasi antara dinas-dinas yang terkait dalam hal ini, waktu dalam pembuatan izin usaha rumah kost perlu dipercepat. Kata-kata kunci : Evaluasi, Penertiban, Rumah Kost.
PENGEMBANGAN OBJEK PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI KOTA PONTIANAK NIM. E01105019, RESVY AIRISVINARA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i4.2171

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana para pengembang Dinas Parawista dan Kebudayaan dalam mengembangkan minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Pontianak, khususnya objek wisata Tugu Khatulistiwa. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif yaitu menggambarkan kejadian, peristiwa atau permasalahan yang terjadi, yaitu menggambarkan bagaimana pelaksanaan pengembangan objek pariwisata di kota Pontianak dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di kota Pontianak.Permasalahan ini sangat penting untuk dianalisis karena masih kurangnya penelolaan obyek wisata yang menarik, keterbatasannya dana menjadi kendala dalam mengembangkan pariwisata, juga karena kurangnya untuk mempromosikan hambatan, baik dari pemerintah pusat, manajemen manajer atau masyarakat itu sendiri. dan kurang fasilitas untuk mendukung infrastruktur pariwisata. Sebenarnya kita melihat bahwa industri pariwisata adalah salah satu yang penting dalam mengembangkan nasional. Terutama dalam memperjuangkan pertukaran devisa negara ke pendapatan dan juga dapat memberikan pekerjaan bagi masyarakat di daerah tersebut. Kata-kata kunci: Promosi, Pariwisata, Liburan
PERAN PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN ANGGOTA POLISI DI LINGKUNGAN SATUAN BRIGADE MOBILKEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN BARAT Hartono E.21108068?, Rudi
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i2.140

Abstract

The title of this essay is based on the many issues raised surrounding the enforcement of discipline and improvement of police in the Police Mobile Brigade Unit of  West Kalimantan. It can be seen from the Internal Affairs Unit reports Police Brigade Unit of West Kalimantan in 2011. From these reports it is clear that there are four (4) types of violations of discipline with 32 (thirty two) the number of offenses committed by members of the Police Mobile Brigade Unit of West Kalimantan in 2011.The conclusion of this study is the role of leadership in motivating subordinates to enforce discipline members of the Police Mobile Brigade Unit of  West Kalimantan with: (1) physiological needs, safety, social, esteem, and self-actualization needs, (2) providing a boost, both positive or negative in nature, and (3) providing incentives for members of the Police Mobile Brigade Unit of West Kalimantan have been implemented catered for, although there are still some shortcomings, such as lack of awareness for the potential of self and not get overtime pay and bonuses . To that end, this study recommendations are: (1) the need for awareness efforts to capitalize on every opportunity, (2) create a situation and a positive atmosphere of competition performance. In addition, (3) disciplinary agency that have formed should be further enhanced and is expected to further motivate the parts and / or other units that discipline needs to be improved. Keywords: Role of Leader, Motivation, Work Discipline.
PENGAWASAN PELAKSANAAN PROGRAM BEDAH RUMAH MASYARAKAT MISKIN DI DESA SEMELAGI BESAR TAHUN 2012 NIM. E01110069, SUPARDI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i2.1032

Abstract

Pelaksanaan program bedah rumah yang terjadi di Desa Semelagi Besar tahun 2012 masih belum optimal karena ditemukan tindakan penyimpangan. Pemahaman mengenai pelakasanaan program bedah rumah untuk masyarakat miskin yang telah dilakukan di Desa Semelagi Besar oleh pemerintah desa.tujuan penelitian ini juga dimaksudkan, agar proses pengawasan terus dilakukan sehingga masyarakat yang mendapat bantuan program bedah rumah adalah masyarakat yang memang layak untuk dibantu dan mengurangi tindakan penyimpangan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam fungsi pengawasan menurut Winardi terdiri dari: penetapan standar dan metode penilaian kerja. Pelaksanaan program bedah rumah yang sebagian masih tidak tepat sasaran, baik dinilai dari segi ekonomi, umur, pendapatan yang ditinjau berdasarkan standar yang di tetapakan oleh pemerintah kabupaten sambas untuk penerima bantuan bedah rumah. Serta penyimpangan yang dilakuan oleh tim pelaksana kegiatan (TPK) tingkat desa. Adapun biaya pelaksanaan pembangunan bedah rumah banyak dipangkas oleh tim pelaksana kegiatan tingkat desa dalam proses pembelian bahan bangunan yang akhirnya pembangunan tidak sesuai dengan standar yang ditetapakan. Selain itu pengawasan yang dilakukan oleh kepal desa, unit pelaksana kegiatan (UPK) tingkat kecamatan dan unit pelaksana kegiatan (UPK) tingkat kabupaten belum optimal. Adapun saran mengurangi penyimpangan pemerintah kabupaten sambas maupun UPK semua tingkatan harus memiliki ketegasan mengenai standar kerja agar hasil yang dicapai sesuai dengan standar.Kata kunci: Pengawasan, Program, Bedah Rumah, Miskin.
STRATEGI PELAKSANAAN PENINGKATAN KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN NATUNA EDI FARMAN NIM. E21110090
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i4.1656

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Natuna.Permasalahan dalam penelitian ini adalah Belum memadainya sarana dan prasarana pada wisata dan Masih minimnya promosi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah informasi strategi yang harus dilakukan dalam pembangunan Pariwisata di Kabupaten Natuna?.Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Natuna, Kepala Seksi bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Natuna, dan Pengunjung serta masyarakat di sekitar kawasan wisata Kabupaten Natuna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan kepariwisataan di Objek Wisata Alam Kabupaten Natuna dapat berjalan karena adanya proses komunikasi yang terpadu antar dinas terkait. Proses komunkiasi tersebut terjalin antara pihak Pemkab Natuna, Pengelola Objek Wisata Alam Kabupaten Natuna maupun instansi lainnya. Sikap aktor pelaksana kebijakan dalam melaksanakan kebijakan kepariwisataan di Kabupaten Natuna cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengembangkan Objek Wisata Alam, agar menjadi destinasi wisata yang menarik dan nyaman untuk dikunjungi. Oleh karena itu, petugas juga makin ramah dan sopan terhadap wisatawan, dan mereka juga bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan konsumen. Dukungan lingkungan ekonomi, sosial dan politik dalam implementasi kebijakan kepariwisataan di Objek Wisata Alam, Kabupaten Natuna cuku memadai. Hal ini berdampak positif bagi tumbuhnya kerjasama antar berbagai pihak, khususnya pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan Objek Wisata AlamKabupaten Natuna. Kondisi ekonomi masyarakat setempat yang masih agraris telah membuka peluang pengembangan ekonomi, sehingga masyarakat dapat memberikan dukungan penuh dalam pengembangan Objek Wisata Alam. Selain itu, kondisi sosial dan politik yang kondisif, yakni situasi yang aman telah membuat para pengunjung merasa nyaman saat berkunjung ke Objek Wisata Alam. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah Pihak pengelola Objek Wisata Alam, diharapkan dapat terus mengoptimalkan implementasi Kebijakan Kepariwisataan di Objek Wisata Alam, Hal ini dapat dilakukan dengan terus mengupayakan peningkatan jumlah pegawai maupun anggaran yang ada. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya secara sinergis dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mengatasi keterbatasan dana maupun SDM. Hal ini dilakukan agar pendapatan Kabupaten Natuna yang berasal dari Objek Wisata Alam  dapat ditingkatkan seiring dengan terus bertumbuhnya jumlah wisatawan yang berkunjung. Kata-kata Kunci : Strategi, Pelaksanaan Peningkatan  Kepariwisataan, Kabupaten Natuna.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM GOA LAWANG KUARI DI DESA SEBERANG KAPUAS KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Flora Firmina NIM. E1011151030; Zulkarnaen *; Kartika Ningtias *
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i3.2501

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis sinergitas stakeholders dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Goa Lawang Kuari di Desa Seberang Kapuas Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori dari Najiyati yaitu konsep sinergitas dapat terbangun melalui: komunikasi, dan koordinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) komunikasi dalam membangun sinergitas yaitu berupa penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan melalui komunikasi vertikal ke bawah dan vertikal ke atas serta komunikasi horizontal, strategi komunikasi dan media komunikasi yang digunakan oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mempromosikan dan menyampaikan pesan kepada setiap stakeholders terkait pengembangan objek wisata alam Goa Lawang Kuari masih kurang terutama oleh Pemerintah Desa Seberang Kapuas, juru pelihara objek wisata alam Goa Lawang Kuari dan masyarakat. (2) Koordinasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata masih kurang baik secara vertikal, horizontal dan diagonal dengan stakeholders lainnya, yang dibuktikan dengan kurangnya partisipasi pemerintah desa dan masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan objek wisata alam Goa Lawang Kuari. Saran yang dapat diberikan adalah dengan melakukan komunikasi secara vertikal baik vertikal ke bawah maupun vertikal ke atas dan komunikasi horizontal sehingga komunikasi antar sesama Dinas dan instansi setingkat dapat terjalin dengan baik dan komunikasi antara Dinas dengan masyarakat dapat terjalin dengan baik, serta melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar objek wisata terkait tugas dan fungsi mereka dalam pengembangan objek wisata Goa Lawang Kuari. Kata kunci: sinergitas stakeholders, komunikasi, koordinasi, pengembangan objek wisata, Goa Lawang Kuari.
KEBIJAKAN BANTUAN SOSIAL ORGANISASI MASYARAKAT Abdul Kadir E.21109027
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.263

Abstract

The problem in this study is that social grants are not based on forms of social organization as determined by the local government Kubu Raya district . In addition , the proposal approved organization communities receive social grants are not in accordance with the procedures and pendistrubusian funds held by SKPDs Kesbangpolinmas Kubu Raya district . This study aims to describe the process of policy implementation by the administration of social grants on education Kesbangpolinmas in Kubu Raya district . This type of research in this research is descriptive research that aims to obtain a systematic and accurate picture of the factors that has to do with implentasi policy . The research found that the procedures and pendistrubusian social grants for community organizations in the non- vertical Kubu Raya district regulations and policies issued by the local government office Kesbangpolinmas to distribute social grants directly through the bank accounts of community organizations whose proposals have been approved so there is no constraint retrieval funds if all requirements are met by the organization besangkutan . The end of the admission process of social grants when the community organizations that have received submit an accountability report in writing to the office Kesbangpolinmas with physical evidence and the use of funds already Kesbangpolinmas officers conduct a review into the field . Responding to the suggestion that there is a phenomenon that should be recommended during the distribution of social grants to community organizations Kesbangpolinmas has provided guidance and direction regarding the completion of the administrative process relating to the accountability and other physical evidence and the deadline for completion of the administration . If not complied will be given no sanction can apply for a social grant budget year . To strengthen this shared commitment needs to be made a statement by each society . This pattern aims to discipline the society in terms of administration in proposals so they are ready to follow the rules set Kesbangpolinmas. Keywords : Policy , Social Assistance , Community Organization .  
KINERJA HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK SUTAN A.R HARAHAP NIM. E01111044
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i1.1401

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Kinerja Humas Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dalam memberikan informasi kepada pasien maupun masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasli penelitian ini menunjukan bahwa kinerja humas di RS Untan belum maksimal dilihat dari faktor personal/individual, faktor kepemimpinan, faktor tim, faktor sistem, dan faktor kontekstual (situasional) dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Bidang Humas dan promosi terkendala oleh belum adanya praktisi humas yang memliki latar belakang pendidikan humas/komunikasi, belum adanya pegawai tetap bidang humas, belum adanya ruangan dan fasilitas pendukung yang memadai untuk menjalankan kegiatan kehumasan serta belum adanya sumber daya modal untuk menjalankan program yang telah disusun oleh Kepala Bidang Humas dan Promosi RS Untan. Peneliti berksimpulan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat kinerja Bidang Humas dan Promosi dalam menjalankan kegiatan kehumasan. Saran yang dapat diambil dari hasil penelitian yang dilakukan seharusnya faktor-faktor pendukung yang dibutuhkan Bidang Humas dan Promosi harus segera dipenuhi oleh pihak manajemen RS Untan sehingga program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan dapat memperbaiki citra rumah sakit tersebut.Kata-kata Kunci: Bidang Humas dan Promosi, Kinerja, RS Untan
KUALITAS PELAYANAN ASKES RAWAT INAP PADA PASIEN PENYAKIT DALAM PNS GOLONGAN II DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BENGKAYANG HERNAWATI NIM. E01108024
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i4.2207

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses pelayanan askes rawat inap pada pasien penyakit dalam PNS golongan II di rumah sakit umum Daeah Bengkayang. Secara akademik penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami masalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien khususnya pada pasien penyakit dalam bagi PNS golongan II d rumah sakit umum Daerah Bengkayang, untuk mengetahui dan memahami pendekatan dan interkasi antara petugas medis dengan pasien, untuk mengetahui dan mengetahui hambatan-hambatan serta tindakan yang dilakukan oleh pihak RSUD Bengkayang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatn pada pasien dalam bagi PNS golongan II di RSUD Bengkayang Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan menggambarkan tentang karakteristik, ciri-ciri individu situasi atau kelompok tertentu. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kualitas pelayanan Akses rawat inap pada pasien penyakit dalam bagi PNS Golongan II di RSUD Bengkayang belum memadai. Kualitas pelayanan tersebut terhambat oleh kekurangan sarana dan prasarana medis yang belum memadai, proses pelayanan kesehatan yang di berikan masih sangat lambat, karena di ruangan rawat inap pada pasien penyakit dalam kekurangan tenaga medis sehingga banyak pasien yang mengeluh karena pelayanan kesehatan yang di dapat tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pasien. Hal ini disebabkan RSUD Bengkayang masih adanya keterbasan anggaran dalam pengadaan saran dan prasarana medis.Kata-kata kunci : RSUD Kabupaten Bengkayang, Kualitas Pelayanan, Studi kasus Tindakan   Sosial
STRATEGI PENGELOLAAN OBYEK WISATA NUSANTARA DI DESA PENIBUNG KABUPATEN PONTIANAK Samuel Silalahi E.01106035
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i2.151

Abstract

The tourism industry is growing rapidly today, had wonder if the tourism sector became prometteurs in increasing the level of a country's economy. Pontianak regency government especially the Department of Culture and Tourism as a Pontianak District Office which oversees tourism must work harder to manage object Tourism archipelago. Authors limit problem: How Internal And External Factors Management Strategy attractions archipelago in Pontianak Regency Village Penibung? In the management strategy, there are still many obstacles starting from lack of attention attraction by the government, particularly the lack of skilled human resources in tourism so that many facilities were damaged, lack of public awareness around the tourist sites and tourist response is still very minimal in object Tourism archipelago. As for the purpose of this research is How management strategy that has been applied to the archipelago Attraction, human factors, the role of communities around tourist sites, government policy, the level of visitor satisfaction. Here the authors use research methods research deskriktif types and data collection techniques used in this study is the observation, interviews, documentation. while the data analysis techniques the author uses descriptive qualitative technique in which data have been collected processed analyzedqualitatively. From the analysis of the data shows the object management strategy Tourism archipelago are still very minimal and less than optimal expected government policy in managing the attraction, improvement of human resources, the level of public awareness and attraction of tourists to the archipelago.Keywords: attraction, management strategy, government policy.

Page 40 of 132 | Total Record : 1314


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue