cover
Contact Name
ABDUL KADIR
Contact Email
mauizhahjurnal@gmail.com
Phone
+6285274111211
Journal Mail Official
mauizhahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No.6, Kp. Baru, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
Location
Kota pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
MAUIZHAH JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
ISSN : 20891229     EISSN : 26545055     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Syekh Burhanuddin Pariaman. Menerima artikel dengan kajian studi islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu studi islam. Semua artikel yang masuk akan melalui peer-review process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Mauizhah jurnal Kajian Keislaman terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
PENGGUNAAN MODEL PEER TEACHING (TUTOR SEBAYA) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka Belajar di SMKN 1 IV Koto Aur Malintang Nafsiyati, Hilma; Amirah, Nurul
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 2 (2023): Volume XIII No. 2 Juli - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study, to describe the use of learning peer teaching, syntax, social systems, and reaction principles in the use of , Islamic Religious Education learning moodles. This type of research is field research using a descriptive approach. The results of the research presented from this study are the first syntax m odel peer teaching, namely educators choose material to be studied independently, and the material is divided into sub-sub material (material segments), dividing students into small groups as many as the sub-sub material that has been delivered teacher, Determine a tutor in each group, given the task of studying sub material, assisted by students who become tutors, After all groups complete their tasks, give conclusions and clarifications. The second Social System of the Peer Teaching Model, educators are in charge of providing material in the classroom, selecting tutors, dividing groups, namely supervising / controlling the extent to which students do the Peer Tutor Model, evaluating after using the Peer Tutor Model. Educators evaluate by giving exams/tests, conducted at the end of each month. The third Principle of Reaction to the Peer Teaching Model is that students find learning very fun, full of challenges and they feel excited.
Strategi dan Simulasi Akreditasi Unggul Melalui Lamsama dan di Program Studi Matematika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abrori, Muchammad; Rofi, Miftahur
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 2 (2023): Volume XIII No. 2 Juli - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v13i2.184

Abstract

Departemen Matematika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mendapatkan Akreditasi Lamsama dengan nilai Unggul memerlukan optimalisasi nilai-nilai setiap komponen kriteria. Nilai kriteria tertinggi Luaran dan Capaian Tridarma (A_9) adalah 160. Oleh karena itu, nilai A_9 ini harus dioptimalkan, nilai terendah diusahakan adalah 156. Nilai kriteria kedua tertinggi adalah kriteria Pendidikan (A_6). Oleh karena itu, nilai A_6 ini harus dioptimalkan, nilai terendah diusahakan adalah 84. Nilai kriteria ketiga tertinggi adalah Sumber Daya Manusia (A_4). Oleh karena itu, nilai A_4 ini harus dioptimalkan, nilai terendah diusahakan adalah 32. Nilai kriteria yang lain harus dimaksimalkan, supaya nilai minimal 361. Selain itu ada empat syarat Unggul, yaitu: (1) Penjaminan Mutu, Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerja sama; (2) Sumber Daya Manusia; (3) Sarana Peralatan Utama Laboratorium; (4) Luaran Penelitian, yang masingmasing nilainya ≥3,5.
Pengembangan Bahan Ajar Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Bahasa Arab Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab (Penelitian Pengembangan di Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong Probolinggo) Shobirin, Shobirin
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 2 (2023): Volume XIII No. 2 Juli - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v13i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis konteks pada Unit Kegiatan Belajar Mandiri Bahasa Arab (UKBM) untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa Sekolah Tzanawiya Zainul Hasan 1 Gengon Probolinggo. Peneliti mengembangkan materi ini dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Arab. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa materi bahasa Arab yang digunakan tidak relevan dengan kebutuhan siswa dan kurang meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa secara maksimal. Pengembangan materi Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Bahasa Arab didasarkan pada hasil perencanaan dan desain pengembangan. Nilai rata-rata verifikator terhadap draf pertama modul pengajaran bahasa Arab ini adalah 22,89 dengan kategori “sangat baik”.
Pendidikan Islam, Hukum Islam dan Tasawuf Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani Saifudin, Saifudin; Triana, Neni
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 2 (2023): Volume XIII No. 2 Juli - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan tokoh yang piawai dalam gerakan dan pemikiran kependidikan. Sebagaimana dapat disaksikan, bahwa K.H Nawawi mau tidak mau bisa dikategorikan sebagai generasi awal yang mengembangkan sistem pendidikan pesantren, terutama di Jawa. Ia memegang teguh mempertahankan traidisi keilmuan klasik, suatu tradisi keilmuan yang tidak bisa dilepaskan dari kesinambungan secara evolutif dalam pembentukkan keilmuan agama Islam. Besarnya pengaruh pola pemahaman dan pemikiran Syekh Nawawi Banten terhadap para tokoh ulama di Indonesia, Nawawi dapat dikatakan sebagai poros dari akar tradisi keilmuan pesantren dan NU. Untuk itu menarik jika di sini diuraikan sosok sang kiai ini dengan sejumlah pemikiran mendasar yang kelak akan banyak menjadi karakteristik pola pemikiran dan perjuangan para muridnya di pesantren-pesantren. Dalam menyusun karyanya Nawawi selalu berkonsultasi dengan ulama-ulama besar lainnya, sebelum naik cetak naskahnya terlebih dahulu dibaca oleh mereka. Dilihat dari berbagai tempat kota penerbitan dan seringnya mengalami cetak ulang sebagaimana terlihat di atas maka dapat dipastikan bahwa karya tulisnya cepat tersiar ke berbagai penjuru dunia sampai ke daerah Mesir dan Syiria. Karena karyanya yang tersebar luas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan padat isinya ini nama Nawawi bahkan termasuk dalam kategori salah satu ulama besar di abad ke 14 H/19 M.
The Role of Language Laboratory in Improving the English Language Proficiency of Students at Pesantren Musthofawiyah Purba Baru Nasution, Dina Syarifah; Agustina, Ria; Anggraini, Dewi; Juita, Novia; Ardi, Havid
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v14i1.204

Abstract

The language laboratory plays a pivotal role in enhancing English language proficiency at Pesantren Musthofawiyah Purba Baru. Through a mixed-methods research approach, including quantitative analysis and qualitative insights, this study investigates the utilization patterns, effectiveness, challenges, and recommendations associated with the language laboratory. Findings reveal significant improvements in vocabulary acquisition, grammatical accuracy, oral fluency, and listening comprehension. Student testimonials highlight increased confidence and proficiency, while teacher perspectives emphasize innovative pedagogical strategies and technological resources. Challenges include resource constraints, curriculum integration, and cultural factors. Recommendations focus on infrastructure investment, curriculum alignment, and teacher training. Overall, language laboratories are instrumental in fostering linguistic empowerment and academic excellence, contributing to global citizenship and educational innovation.