cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Aplikasi Teknologi Pengemasan Gula Aren Yang Diproduksi Di Hargomulyo, Kulonprogo Taufiq Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.072 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.364

Abstract

Desa Hargomulyo terletak di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Sebagian besar berada didaerah perbukitan menoren dengan ketinggian antara 500-1000 dpl. Tanaman dominan di desaHargomulyo adalah tanaman kelapa yang telah menjadi sumber pendapatan mayoritas penduduk didesa tersebut. Masyarakat menggantungkan hidupnya dengan mamanen getah tanaman kelapa yangkeluar dari manggar kelapa untuk diolah lebih lanjut menjadi gula jawa. Sejauh ini, produk lokal DesaHargomulyo khususnya Dusun Tangkisan 1 hanya sebatas penjualan produk setengah jadi dan barangjadi (produk) tanpa pengemasan dan pemasaran paten. Metode yang digunakna dalam peningkatankualitas gula jawa dusun tangkisan I, Hargomulyo merupakan kombinasi antara penyuluhan danpendampingan. Penyuluhan atau sosialisasi terdiri dari penyuluhan mengenai sistem pembukuansederhana, penyuluhan tentang pemasaran dan penyuluhan tentang pengemasan dan pengolahan gulajawa. Pendampingan yang dilakukan berupa proses produksi gula jawa yang higienis serta prosespengajuan No. P. IRT ke dinas kesehatan. Perbaikan pengemasan dilakukan dengan menggunakanplastik Alumunium Vakum dengan bobot bersih 1 Kg, penjualan dikelola secara langsung oleh karangtaruna di dusun Tangkisan 1. Produk Dusun Tangkisan I sudah dipasarkan di jejaring toko TOMIRAdan beberapa koperasi milik daerah dengan merk dagang Gunung Gondong. Produk tersebut memilikiNo PIRT 2093401010648-24 dengan bobot 1 kg dan harga jual Rp. 25.000 dari produsen. Hargatersebut jauh diatas harga tanpa kemasan yang hanya dijual dengan harga Rp. 18.000 per kg.
Peningkatan Capacity Akses Informasi Pasar Bagi UKM Industri Kuningan Di Desa Tumang Nuryakin Nuryakin; Susanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.778 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.365

Abstract

Kehadiran UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Namunterkadang keberadaan mengalami keterlambatan dalam pengembangannya. Permasalahan yangdihadapi UMKM, yaitu keterbatasan modal kerja, sumber daya manusia yang rendah, dan kurangcakapnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permasalahan UMKM sifatnya closed loopproblems (tidak terselesaikan dengan tuntas), masalah konvensional yang seringkali muncul padaUMKM berupa rendahnya kemampuan SDM, kepemilikan, pembiayaan, pemasaran, inovasi produk,akses informasi dan masalah lain yang berkaitan dengan pengelolaan usaha. Kegiatan pengabdian inidilakukan untuk memberikan pelatihan kepada para pelaku UKM industri kuningan berbasis eksporttentang market information accessibility capacity sehingga meningkatkan akses mereka dalam mencariinformasi pasar. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mini FGD (Focus Group Discussion) danpelatihan kepada para pelaku UKM Kuningan di desa Tumang Kecamatan Cepogo KabupatenBoyolali. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas akses informasi pasar bagi UKMkuningan di desa Cepogo Kecamatan Boyolali telah memberikan pemahaman tentang upaya yang perludilakukan dalam peningkatan akses informasi pasar, diantaranya melalui kegiatan sosialisasi, kegiatanpembentukan klaster industri kuningan, pembentukan modal sosial masyarakat, pembuatan produkkuningan yang memiliki ciri kekhasan desa Tumang agar dan kegiatan sharing informasi. Kegiatantersebut juga diharapkan mampu mengurangi jumlah kemiskinan dengan penyediaan lapangan kerjabagi masyarakat disekitar lewat pengingkatan akses informasi pasar dan pemberdayaan masyarakatsekitar.
PKM Peningkatan Daya Saing Kelompok Usaha Konveksi Dan Bordir Joho Rita Kusumawati; Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.74 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.366

Abstract

Program ini bertujuan untuk membantu mitra agar lebih mandiri dan meningkatkan daya saingusahanya. Mitra usaha dalam program ini adalah kelompok usaha konveksi dan bordir Joho. Dusun Johoterletak di Desa Condongcatur, kecamatan Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompokusaha konveksi dan bordir Joho sudah ada sejak tahun 2008. Permasalahan yang dihadapi oleh mitraantara lain: 1). pasar masih terbatas untuk kebutuhan sekolah dan instansi, sedangkan masyarakatumum belum mengenal. 2) Kegiatan pemasaran yang dilakukan belum optimal. 3) mitra juga belummemanfaatkan media promosi dengan optimal. 4) kemampuan pengeloaan administrasi keuangan usahayang belum baik. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah melaluipelatihan, pendampingan dan bantuan media pemasaran. Hasil dari program ini adalah: 1) mitramemiliki akun pemasaran online di IG dan marketplace tokopedia; 2) mitra memiliki buku katalogproduk; 3) titik usaha mitra sudah ada di googlemap, 4) mitra memiliki papan nama usaha; 5) mitramemiliki video profile; 6) mitra memiliki catatan administrasi keuangan.
Pemberdayaan Masyarakat Ngepas Kidul melalui Budi Daya Jahe Sunarno Sunarno; Putri Anggia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.36 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.367

Abstract

Keberdayaan masyarakat petani dalam berbagai aspek di era milenial adalah sangat dibutuhkan.Kelompok masyarakat petani di berbagai sektor Pertanian termasuk Pertanian jahe dituntut untukberdaya dari aspek Pengetahuan, SDM dan Kelembagaan dan jaringan pemasaran. Program PPM inibertujuan untuk memberikan upaya pemberdayaan di berbagai aspek berupa menambah pengetahan danskill, memperkuat kelembagaan, dan memberikan pendampingan dalam rangka ekspansi jaringan pasar.Metode program ini adalah dengan pola penyuluhan, motivasi, pelatihan dan pendampingan sehinggatujuan dari program ini tercapai. Hasil dari program ini bahwa keberdayaan pada aspek pengetahundan skill dengan metode penyluruhan telah berhasil walaupun belum maksimal, pemberdayaankelembagaan sudah dipahami dan dilaksanaan melalui penguatan kelompok kelompok tani misalnyakelompok tani wanita, sedangkan penguatan kelembagaan dalam bentuk badan hukum baru tahappersiapan dan melengkapi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Begitu pula produkjahe sementara ini baru sebatas membuat trade merk, untuk sampai ke hak paten masih perludipersiapkan syarat syarat Administrasi dan syarat teknis dan klinis.
Penyuluhan Packaging Pada Kelompok Usaha Emping Melinjo Dusun Kamijoro, Sendangsari, Pajangan, Bantul Dewi Kusuma Wardani; Uum Helmina Ch
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.385 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.368

Abstract

Penyuluhan packaging bagi UMKM Emping Melinjo Desa Kamijoro ini bertujuan untukmemberikan pemahaman masyarakat agar memahami pentingnya pengemasan serta dapat membuatkemasan yang unik dan menarik. Metode pelaksanaan dalam penyuluhan ini adalah metode ceramah,pelatihan, dan pendampingan. Setelah penyuluhan ini dilakukan, diperoleh hasil bahwa masyarakatlebih memahami arti penting kemasan demi kepuasan konsumen dan meningkatkan daya saing sehinggameningkatkan penjualan. Implikasi dari penyuluhan ini adalah perubahan kemasan yang unik danmempunyai khas tersendiri produk emping mlinjo di Dusun Kamijoro sehingga menarik minat pembeli.
Sinergi Perguruan Tinggi Dan Ranting Muhammadiyah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Di Masjid Al-Hidayah Mejing Wetan Gamping Sleman Moh. Mas’udi; Julia Noermawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.006 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.369

Abstract

Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi munkar. Bertujuan untukmenegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam yang diwujudkan dalam usaha segala bidangkehidupan. Sejarah awal Islam mengajarkan bahwa masjid memiliki fungsi sosial kemasyarakatan, disamping sebagai pusat aktivitas ibadah. Masjid orang bisa melakukan aktivitas belajar mengajar,berorganisasi, membahas masalah-masalah yang bersifat keduniaan serta aktivitas lainnya. Oleh karenaitu, masjid atau mushalla harus dikelola dengan baik agar kedua fungsi di atas bisa berjalan denganbaik pula. Masalah pengabdian ini adalah bagaimana mengembangkan kegiatan ekonomi masjid untukmerubah paradigma bahwa masjid hanya untuk kegiatan ibadah semata, serta memberi dampak bagipeningkatan ekonomi jamaah. Untuk itu, pengabdi dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mejingsebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah mencoba mewujudkan tujuan tersebut denganmembangun sinergi dalam meningkatkan fungsi masjid dalam aktivitas di bidang ekonomi. Posisistrategis Masjid Al-Hidayah sebagai satu-satunya masjid jami’ di Mejing, diharapkan bisa menjadicontoh bagi masjid-masjid lain untuk gerakan ekonomi berbasis masjid.
Pengembangan Keterampilan Dan Pemasaran Pada ”Kelompok Jahit Mandiri” Di Dusun Wanujoyo Sotya Anggoro; Zuhri Nurisna
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.314 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.370

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Kelompok Jahit Mandiri yang beranggotakanbeberapa ibu rumah tangga di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan Bantul yang berjarak 22 KMdari kampus UMY. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok jahit ini adalah mesin jahit yangdigunakan masih merupakan mesin konvensional yang digerakkan oleh kaki sehingga produksi pakaianyang dijahit juga masih terbatas. Selain itu, sebagian besar anggota kelompok jahit belum mengertitentang trend fashion saat ini, yang menngakibatkan baju-baju yang dihasilkan agak ketinggalan jaman.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota kelompokjahit mandiri dalam menggunakan mesin jahit elektrik, disamping itu juga untuk meningkatkan danmembuka wawasan anggota jahit mandiri mengenai trend fashion saat ini, dan mengasah keterampilandan kreativitas anggota dalam menjahit pakaian. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukanmodifikasi terhadap mesin jahit yang dimiliki oleh anggota kelompok jahit, kemudian dilanjutkan denganpelatihan dan pendampingan dalam menggunakan mesin jahit elektrik serta membuat pakaian sesuaitrend fashion saat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut antusias oleh anggota kelompokjahit mandiri. Setelah kegiatan pengabdian ini selesai dilaksanakan, dapat dilihat bahwa anggotakelompok jahit telah mahir dalam menggunakan mesin jahit elektrik serta pakaian yang dijahit sudahdapat mengikuti trend saat ini.
Modernisasi Warung Tradisional Melalui Brand Image Di Kawasan Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman Rini Juni Astuti; Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.662 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.371

Abstract

Brand image atau merk sangat penting bagi keberadaan warung tradisional yang dimiliki olehmasyarakat agar pembeli mengetahui ada warung tradisional Warung tradisional mempunyai harga yangrelative terjangkau bagi masyakarat terutama golongan ekonomi menengah ke bawah. Seiring maraknyawarung tradisional yang kebanyakan penjualnya adalah masyakarat biasa dengan harapan mampumencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, memerlukan pengelolaan yang modern pada pencapaian brandimage terutama pemberian nama warung yang dipasang atau bangunan yang representatif, pengelolaanusaha terutama pada laporan transaksi keuangan yang sederhana. Adapun tujuan kegiatan adalahmemberikan pemahaman tentang pengelolaan warung yang baik melalui branding yaitu brand imagewarung dan pengelolaan keuangan sederhana yang berbentuk kas kecil sehingga pendapatan warungakan meningkat. Modernisasi warung berupa renovasi warung yang representative, pemberian/pemasangan nama warung, tata layout dan pengelolaan keuangan dilakukan pada warung nasi ramesBu Triwulandari dan warung kelontong bu Sumiyati yang ada di Kawasan Jongke Tengah, Sendangadi,Mlati Sleman. Hasil setelah adanya modernisasi Warung tersebut memiliki dampak penjualan yangmeningkat 30% pasca dilakukan modernisasi warung melalui brand image karena sudah representative.
Peningkatan Kualitas Pembuatan Dan Finishing Produk Pintu Jati Kelompok Pengrajin Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta Afrizal Tahar; Sigit Arie Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.874 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.372

Abstract

Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok pengrajin pintu di Semuten,Jatimulyo, Dlingo, kabupaten Bantul. Berdasarkan rencana observasi, ada masalah yang dihadapi olehmitra yaitu kualitas produksi dan finishing. Kualitas produksi berhubungan dengan keterampilanpengrajin dalam membuat pintu. Kualitas finishing berhubungan dengan kehalusan penanganan akhirpintu sebelum dijual atau diserahkan kepada pemesan. Kualitas produksi dan finishing akanmenentukan harga jual produk kepada konsumen. Harga jual produk pintu Dlingo selama ini identikdengan kualitas rendah dengan harga jual murah. Hal ini kurang menguntungkan bagi pengrajin.Terkaitmekanisme bisnis pintu, kami mengusulkan untuk menyusun analisis SWOT, kelayakan usaha,inventaris alat, dan penyusunan program peningkatan skill pengrajin. Program ini juga menawarkanpelatihan peningkatan skill pengrajin baik dalam produksi maupun dalam finishing. Target luaran yangdiharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya rancangan bisnis pintu dan peningkatanketerampilan pengrajin sehingga ada peningkatan perekonomian masyarakat. Selain itu, luaran programadalah paper yang dipublikasikan dan perbaikan kesejahteraan pengrajin.
Workshop Produksi Film Sebagai Inisiasi Desa Wisata Kreatif Di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Budi Dwi Arifianto; Zein Mufarrih Muktaf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.048 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.373

Abstract

Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang adalah desa yang berada di lerengGunung Merapi, berjarak 5 km dari puncak. Desa Sumber dikenal sebagai Desa Wisata Edukasi,menawarkan potensi desa sebagai laboratorium alam bagi pelajar yang berwisata ke desa tersebut.Namun Desa Sumber belum begitu maksimal dalam mengembangkan potensi desa, salah satunya yaknidalam mengemas promosi wisata. Tujuan dari program pengabdian adalah terlatihnya pemuda dalampembuatan film, membuat event screening secara mandiri, hingga upaya membuat Festival Film Desasebagai bagian dari inisiasi Desa Wisata Kreatif. Metode yang dilakukan adalah dengan diskusi panel,FGD untuk menggali potensi desa serta workshop produksi film dan eksebisi film. Hasil pengabdian diDesa Sumber adalah blue print Ndeso Film Festival, workshop produksi film, dan simulasi Ndeso FilmFestival dengan event screening film dengan metode open air cinema. Kesimpulan dari pengabdian iniadalah bahwa dalam mengeksplorasi potensi desa melalui film, maka ada dua elemen utama, yaknipertama produksi, meliputi; komunikasi, promosi medium merekam potensi desa), kedua eksebisi,meliputi; forum dialog warga dan atraksi.

Page 36 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue