cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Peran Assalwa Resources Center (ARC) Dalam Pemberdayaan Petani Kopi Di Desa Tombo Dewi Dzakiroh; Suwarto; Heru Irianto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.431 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.374

Abstract

Desa Tombo merupakan desa terluas di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Letak DesaTombo yang berada di kawasan pegunungan dieng menyebabkan Desa Tombo memiliki potensi yangbaik untuk budidaya kopi. Budidaya kopi di Desa Tombo telah dilakukan sejak zaman penjajahanBelanda. Berdasarkan hasil assessment mengenai kondisi petani kopi di Desa Tombo, maka dapatditinjau bahwa petani kopi di Desa Tombo belum mampu mengolah dan memasarkan kopi dengan baik,Akibatnya kualitas dan harga kopi tombo rendah sebelum adanya pemberdayaan oleh ARC. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripskan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh ARC danmendeskripsikan peran ARC dalam memberdaykan petani kopi di Desa Tombo. Metode penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan dataadalah observasi dan wawancara mendalam. Teknik Pemilihan informan menggunakan teknik purposive(senaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 tahapan yang dilakukan ARC dalammemberdayakan petani kopi di Desa Tombo, yaitu tahap penyadaran, menunjukkan adanya masalah,membantu pemecahan masalah, menunjukkan pentingnya perubahan, serta pelaksanaan pemberdayaan.Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan ARC kepada petani kopi di Desa Tombo, antara lain binamanusia, bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan. ARC memiliki peran penting dalammemberdaykan petani kopi di Desa Tombo, diantaranya sebagai motivator, fasilitator dan inisiator.
Manajemen Rumah Data Dan Peningkatan Ekonomi Berbasis Potensi Desa Evy Rahman Utami; Muhammad Iqbal; Harjanti Widiastuti; Evi Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.757 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.375

Abstract

Mitra dalam kegiatan pengabdian adalah Dusun Sawahan Trimurti Srandakan Bantul. Terdapat 2masalah prioritas yang dihadapi mitra yaitu rumah data dan pengembangan ekonomi dalam rangkamenghadapi daerah rawan pangan Trimurti. Terkait rumah data, tim pengabdian mendesain rumahdata secara terstruktur dan terkomputerisasi. Disamping itu, tim mendeskripsikan potensi desa yangdimiliki sebagai dasar penyusunan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Tim menyusun program-programuntuk meminimalkan dampak daerah rawan pangan dengan fokus pada kegiatan kewirausahaan ataupeningkatan ekonomi masyarakat. Program-program yang dilakukan yaitu Rumah Data gunamemperbaiki tata kelola pemerintah desa dalam memetakan potensi desa. Selanjutnya program RumahPangan Lestari (RPL) dilakukan berupa kegiatan pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani berupamembuat olahan makanan berbahan baku bayam dan pisang. Program lain yang dilakukan adalahpelatihan pembuatan kerajinan dari bahan sampah plastik dan botol untuk memanfaatkan penggunaanbarang bekas atau sampah anorganik terutama botol plastik sebagai media tanam untuk menanamsayuran yang memiliki umur panen dan perakaran yang pendek seperti, bayam, kangkung, selada, seledri,sawi sendok dan pakcoy dengan menggunakan metode vertikultur botol. Program-program ini mampumeningkatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan vertikultur dan pengolahan pangan danperbaikan sistem pendataan kependudukan.
Pendampingan Usaha Jamur Tiram pada KWT Langgeng Makmur di Desa Jatirejo, Kulonprogo Francy Risvansuna; Oki Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.214 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.376

Abstract

Permintaan jamur tiram cukup tinggi, yang dapat dilihat dari indikator konsumsi masyarakat Indonesiauntuk produk ini, yaitu 0,197 kg per kapita per tahun (Sarina, 2012). Meningkatkan skala produksidengan menyediakan baglog sendiri dan membudidayakan jamur tiram sesuai dengan SAP GOP adalahtujuan dari layanan masyarakat ini. Tujuan lain adalah pengolahan jamur tiram menjadi produkmakanan untuk meningkatkan nilai jual produk. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai denganobservasi, sosialisasi, implementasi, analisis dan evaluasi, dan pendampingan. Pengamatan dilakukanuntuk meninjau lokasi kumbung budidaya jamur tiram, wawancara pengurus dan anggota KWT di desaJatirejo. Berikutnya adalah sosialisasi yang berfungsi menggali lebih dalam tentang masalah yang dialamiKWT dan solusi yang dibutuhkan, sehingga hasil sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota KWT.Lokasi program ini berada di Kelompok Tani Wanita Langgeng Makmur di Desa Jatirejo,Kuluatprogo.Rangkaian kegiatan program layanan masyarakat yang dilakukan meliputi beberapa tahap: praktikpembuatan baglog, pengiriman bahan untuk produksi baglog, pembuatan baglog untuk media tanamuntuk budidaya jamur tiram, praktik produk makanan olahan kaki naga dan nugget jamur, evaluasidan bantuan. Dari kegiatan ini dihasilkan produk baglog dan produk makanan olahan jamur tiramsebagai nilai tambah dalam aspek ekonomi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Jajanan Halal-Thoyyib Di Kantin Boga Dan Sekitar Kampus UMY; Pemberdayaan Usaha Mikro Dan Perlindungan Konsumen Hari Widada; Salmah Orbayinah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.568 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.377

Abstract

Aksi Nasional dalam gerakan menuju pangan jajanan yang aman, bermutu, dan bergizidiharapkan memiliki kemandirian untuk mengawasi di lingkungannya sendiri. Anak sekolah danmahasiswa sebagai konsumen utama jajanan adalah aset bangsa Indonesia yang harus memperoleh asupan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pengawasan keamanan pangan sebagai salah satu upaya peningkatan pemahaman dan penerapan perilaku dan usaha penjaminan keamananpangan secara konsisten.Kegiatan ini meliputi sosialisasi tentang pangan yang aman dan sehat sesuaiparameter BPOM dan thoyyib menurut ajaran Islam serta sosialisasi terkait isu kehalalan pangan.Sosialisasi dilakukan dengan menghadirkan pakar di bidang kesehatan dan praktisi gerakan HalalNasional. Uji petik dilakukan dengan pengambilan sampel dan pengujian dari beberapa jenis jajananyang terdapat di kantin UMY Boga dan lingkungan kampus. Sampel diuji terhadap parameterkandungan boraks, formalin, sakarin dan siklamat. Selanjutnya akan dibentuk komunitas pedagangjajanan/ UMKM jajanan dibawah koordinasi Kantin UMY Boga, sehingga dapat disusun suatu systemjaminan mutu pangan halal dan thoyyib yang dapat disepakati dan diimplementasikanbersama.Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh sebagian besar pedagang, pelaku UMKM dan penanggungjawab Kantin UMY Boga. Peserta mengikuti acara dengan antusias dan menghendaki adanya tindaklanjut dari kegiatan tersebut. Hasil uji petik yang dilakukan terhadap 21 sampel jajanan yang bervariasiterhadap 4 parameter uji, diketahui terdapat 2 produk yang mengandung pemanis buatan yaitu sakarin.Target yang akan dicapai dalam program ini adalah terciptanya satu sistem/ model pengembangan suatukawasan di lingkungan Kampus dengan kantin yang Halal dan Sehat melalui terciptanya sinergi yangsaling menguntungkan. Model yang terbentuk di kawasan Kampus UMY dan sekitarnya akanterpublikasi menjadi proyek percontohan sebagai embrio pengembangan kawasan Halal-Thoyyib diYogyakarta.
PKM Kelompok Pengrajin Pengolahan Tepung Bete Desa Landonan Kabupaten Banggai Kepulauan Haruni Ode; Ramadhani Chaniago; Yusuf Ayuba
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.976 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.378

Abstract

Tujuan dari kegiatan Program kemitraan Masyarakat ini adalah, tindak lanjut lanjutan dariPengabdian tahun 2017, kajian ini selain mengangkat potensi ekonomi kelompok usaha bersama yangada di desa Landonan sekaligus memperkenalkan keaneragaman hayati yang ada di Desa Landonan.Tepung bete adalah hasil olahan dari umbi beta yang diproduksi oleh pengrajin yang dikemas dan dijualpada masyarakat luas melalui media internet yaitu website, adapun tujuan program kemitraan ini selainmempertahankan potensi lokal desa Landonan, tidak menghilangkan budaya kearifan lokal, denganmenggunakana nama bête sebagai bahasa daerah setempat, hal ini senada dengan program pemerintahdalam penguatan ketahanan pangan dengan pendekatan kearifan lokal, tepung bete ini hasil olahanmakanan utama masyarakat desa Landonan yang terbuat dari umbi dan sebagai subtitusi beras.Persoalan yang dihadapi mitra yaitu pembuatan tepung bete pada tahun sebelumnya, bete yang sudahmenjadi tepung tidak mudah diperkenalkan pada masyarakat, sehingga perlunya penguatan pengetahuanlanjutan seperti bidang manajemen dan konsep pemasaran, berangkat dari persoalan ini mitra diberikanpengetahuan tentang ilmu manajemen pemasaran berupa proses packing (kemasan), nama brand/labelyang menarik serta penjualan, hasil dari tepung bête ini diolah menjadi berbagai kreatifitas makananolahan siap konsumsi, tujuan lain adalah selain mendukung sumber pendapatan juga peningkatanekonomi masyarakat desa Landonan bebeau Buko selatan. Metode yang digunakan adalah tepung bêtedikemas dalam kemasan dan diberi nama (brand) diberi brand/label selanjutkan disediakan mediapenjualan, promosi dan pengenalan melalui media elektronik yaitu website, website dibuat sebagai wadahuntuk memudahkan jangkauan masyarakat luar desa Landonan Kecamatan Buko Selatan BanggaiKepulauan untuk dapat megonsumsi tepung bete.Hasil yang didapat dalam pengabdian ini adalah bete yang sudah menjadi tepung dengan mudahdiperkenalkan kepada masyarakat, sehingga penguatan pengetahuan dibidang manajemen pemasaran,packing (kemasan), pemberian nama label /brand dan website desa menjadi unsur prioritas bagi mitradan masyarakat desa Landonan, Kecamatan Buko Selatan Banggai Kepulauan.Unsur yang dijelaskan diatas pada dasarnya ingin mengembangkan penjualan tepung bete keranah yang lebih luas sekaligus memperkenalkan desa Landonan melalui website desa sebagai icon atasproduk lokal yang telah diciptakan.
Branding Dan Inovasi Packaging Pengrajin Minuman Jamu Tradisional Hasnah Rimiyati; Munjiati Munawaroh
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.16 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.379

Abstract

Tujuan kegiatan yang dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) LP3M UMY iniadalah untuk meningkatkan usaha kecil pengrajin jamu tradisional di kota Yogyakarta, merupakanusaha rumahan yang mempunyai prospek kedepan lebih menguntungkan, sehingga dapat meningkatkanpendapatan keluarga bapak Rizal di Yogyakarta. Melalui kegiatan ini dapat memecahkan permasalahanekonomi yang dihadapi oleh pemilik usaha jamu tradisional dalam hal: 1) kurangnya pengetahuan dalammengelola usaha dengan baik; 2) aspek produksi: diperlukan pengetahun cara mengelola proses produksiagar produk bernilai jual bagi pasar; 3) aspek pemasaran: masih kurangnya pengetahuan tentangpentingnya merek (brand), membangun merek, pentingnya pengemasan (packaging), dan bagaimana caramemasarkan produk. Penyelesaian permasalahan tersebut telah dilakukan beberapa hal, yaitu: 1) tahapawal pembekalan materi dalam mengelola usaha; 2) membekali ketrampilan dalam melakukan prosesproduksi agar menghasilkan produk yang sehat; 3) membekali pengetahuan tentang pemahamanpentingnya merek bagi produk minuman saat melakukan kegiatan pemasaran; pentingnya kemasan danlabel yang menarik dan higienis khususnya untuk produk minuman jamu tradisonal yang dipasarkanuntuk kalangan menengah dengan memperhatikan kemasan yang sehat, paktis dan menarik dimatakonsumennya.
Strategi Pengembangan Dan Inovasi Kue Tradisional Jipang Melalui Pembuatan Mesin Pond Hidrolik Immas Nurhayati; M. Hariansyah; Titing Suharti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.258 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.380

Abstract

Kue jipang merupakan salah satu kue tradisional yang rasanya enak, manis, sedikit asam danrenyah. Meskipun tidak menggunakan bahan pengawet, kue jipang dapat bertahan sampai dengan enambulan. Kue jipang kurang familiar di kalangan anak-anak dan remaja diantaranya dikarenakan bentuk dan rasanya yang kurang menarik serta keberadaannya sebagai jajanan pasar sulit ditemukan di toko-toko atau di warung-warung makanan. Biasanya kue ini hanya diproduksi jika ada moment khusus misalnya hari raya atau perayaan pernikahan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepadamasyarakat(PKM) ini adalah untuk memasyarakatkan kembali kue jipang, berinovasi, mengembangkanproduk dengan menambahkan beberapa varian rasa, membungkusnya dengan kemasan yang menariksehingga lebih tahan lama serta melalui pembuatan alat produksi sederhana berupa mesin pond hidrolikyang berfungsi sebagai pencetak dan pemotong kue jipang. Dalam sekali proses, mesin pond hidrolik dapatmencetak kue jipang sebanyak 100 buah dengan ukuran 2cmx4cmx2cm. Besar harapan kami, produksikue jipang hasil inovasi dapat memberikan peluang usaha yang lebih luas, mampu bersaing di pasaran,memberikan keuntungan yang lebih besar bagi masyarakat produsen serta menjadi produk kebanggaandaerah.
Perencanaan Infrastruktur Dan Digital Marketing Sebagai Sarana Membangun Wisata “Gerojokan Sewu” Zaini Muchlis
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.406 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.381

Abstract

Kulonprogo memiliki potensi yang sangat tinggi terhadap pengembangan desa wisata, salah satunyaberada di dusun Beteng yang memiliki wisata alam Grojokan Sewu. Tempat tersebut memiliki pesonaalam yang sangat indah akan tetapi belum memiliki infrastruktur yang baik dan aman sebagai obyekwisata. Disisi lain kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar dalam memasarkan obyek wisata inimenjadi kendala besar yang menyebabkan berkurangnya wisatawan yang berkunjung ke desa wisatatersebut. Perencanaan pembangunan infrastruktur terhadap obyek wisata tersebut dan pemasaranmelalui digital marketing dipandang sangatlah perlu guna meningkatkan minat wisatawan yangberkunjung ke lokasi tersebut. Metode pelaksanaan program ini dilaksanakan dengan cara penyuluhan,fasilitasi peralatan dan transfer teknologi, pelatihan dan praktek aplikasi teknologi, serta pendampingandan monitoring evaluasi terhadap masyarakat dusun Beteng. Adapun hasil dari pengabdian masyarakatini adalah terbentuknya siteplan dan denah objek wisata serta website Grojokan sewu sebagai saranamarketing desa wisata. Sehingga dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Grojokan Sewu,yang berdampak pula terhadap meningkatkan perekonomian warga dusun Beteng.
Peningkatan Kualitas Produk Biji Kopi Robusta Di Desa Nglinggo Barat, Kelurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Zuhri Nurisna; Sotya Anggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.535 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.382

Abstract

Kopi adalah komoditas perdagangan internasional terbesar kedua setelah minyak bumi. Potensi ituditunjukkan dengan peringkat ekspor kopi Indonesia yang mencapai peringkat ke 4 terbesar dunia setelahBrazil, Vietnam dan Kolombia. Desa Nglinggo Barat Kelurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh,Kabupaten Kulon Progo mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani kopi. Pembinaan pada petanikopi ini perlu dilakukan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas produksi hasil biji kopi.Masalah yang dihadapi petani tradisional ini adalah kesulitan untuk penanganan pasca panen saatpanen raya. Pengelolaan pasca panen kopi masih manual dan membutuhkan waktu yang lama sehinggamenurunkan produktivitas pengolahan biji kopi, selain itu pengolahan biji kopi yang masih manualdengan cara ditumbuk dapat merusak kualitas biji kopi yang dihasilkan. Tahapan pelaksanaan programmeliputi sosialisasi program kegiatan, mengundang pakar yang kompeten pada bidang pengolahan produkbiji kopi, dan memberikan bantuan alat pengupas kulit ari biji kopi sehingga dapat meningkatkankualitas produksi biji kopi yang dihasilkan dan nilai ekonominya tetap tinggi.
Minat Masyarakat Terhadap Pelatihan Olahan Makanan Khas Sebagai Oleh-Oleh Obyek Wisata Di Pedukuhan Kebokuning, Bantul Aris Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.219 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.383

Abstract

Pedukuhan Kebokuning merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Terong, kecamatanDlingo, Kabupaten Bantul yang sedang mengembangkan obyek wisata baru. Namun belummemiliki makanan khas sebagai oleh-oleh. Masyarakat sudah mencoba berinisiatif dalampembuatan makanan khas yang berbahan singkong dan melinjo namun kualitas belum baiksehingga harganya juga rendah. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan minat masyarakatterhadap pelatihan makanan khas dan pengembangan obyek wisata tersebut. Metodedilakukan dengan teknik FGD, penyuluhan, pelatihan pembuatan makanan khas danworkshop packaging serta pendampingan pemasaran. Kegiatan berikutnya adalah surveytentang minat masyarakat terhadap pelatihan makanan khas dan pengembangan obyek wisata.Pelaksanaan pemberdayaan dilaksanakan sesuai dengan rencana tahapan yaitu FGD,penyuluhan, pelatihan, workshop dan pendampingan pemasaran. Hasil survey menyimpulkanbahwa sebanyak 90% warga Kebokuning tertarik untuk mengikuti pelatihan pengolahanmakanan khas objek wisata, selain itu sejumlah 60% warga di Pedukuhan Kebokuning tertarikuntuk berkontribusi secara penuh dalam pengembangan objek wisata di PedukuhanKebokuning. Warga Pedukuhan Kebokuning (67%) yakin dapat berkontribusi secara penuhdalam pengembangan obyek wisata beserta dengan makanan oleh-olehnya. Sebanyak 67%warga yakin bahwa olahan makanan khas objek wisata di Pedukuhan Kebokuning dapatmemberikan manfaat rekreasi maupun finansial bagi masyarakat sekitarnya.

Page 37 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue