Articles
1,338 Documents
Pengembangan Usaha Gitar Sebagai Wisata Industri Kreatif Unggulan Daerah
Wahyu Tri Hastiningsih;
Junaedi;
A.Anditha Sari;
Ichwan Prastowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.895 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.354
Tujuan dari pelaksanaan PPPUD 2019 ini adalah untuk memecahkan permasalahan dari mitra yaitumasih kurangnya kapasitas produksi, belum adanya pengelolaan manajemen keuangan, belum adanyamerek, serta belum adanya pemasaran yang maksimal terutama pada segmen pasar ekspor danpemasaran melalui media internet. Berdasarkan permasalahan diatas, maka tim PPPUD ini pada tahunpertama memberikan bahan dan alat untuk meningkatkan produksi gitar, pelatihan pembukuan online,pembuatan merek dagang yaitu Javaguitar, pembuatan alat promosi berupa kartu nama dan notapenjualan serta masuk pada market place yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Pembuatan Facebook,Instagram serta adanya website. Hal ini semua diharapkan akan berdampak pada terciptanya kualitasproduk yang baik, pengelolaan keuangan/akutansi terkomputerisasi, branding yang kuat dan pemasaransecara global. Luaran wajib yang telah dihasilkan adalah publikasi media cetak, peningkatan produksi,peningkatan pemasaran,dan peningkatan nilai asset mitra.
Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Pembuatan Briket Arang Dalam Meningkatkan Kapasitas Ekonomi Masyarakat
Endah Saptutyningsih;
Berli Paripurna Kamiel
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.88 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.355
Program Kemitraan Masyarakat ini akan bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di desaSendangtirto sebagai alternatif solusi bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya yang tidak dapatdiperbaharui. Mitra Program Kemitraan Masyarakat ini adalah Sekolah Jum'at Putri Mandiri, DesaSendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Di desa Sendangtirto banyak terdapat sampahdedaunan yang selama ini tidak dimanfaatkan. Program ini berupa pelatihan bagi kelompok masyarakatuntuk menciptakan energi alternatif yang dapat diperbaharui dan bersih dengan memanfaatkan sampahorganik berupa daun kering. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara mengolah sampah organiktersebut melalui pembakaran yang ramah lingkungan. Pembuatan briket arang dari sampah organikdapat menjadi alternatif sumber penghasilan yang sangat menjanjikan bagi masyarakat dan mampumengurangi timbunan sampah yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan dapat dipakai masyarakatsebagai bahan bakar rumah tangga karena murah dan memenuhi standar kesehatan. Selain pelatihan,program ini juga menghasilkan sebuah video cara membuat briket arang yang dapat dimanfaatkan bagimasyarakat luas agar masyarakat bisa membuat sendiri sehingga dapat memanfaatkan sampah organikdi sekitarnya dan bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Inspirasi Desain Kreatif Furniture Sederhana Untuk Peningkatan Nilai Jual Produk Di Bantul, DIY
Fauziyah Fauziyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.955 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.356
Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat ekonomi produktif untukdapat mengembangkan usahanya agar lebih inovatif, berdaya saing, dan mengalami peningkatanpendapatan. Mitra yang terlibat adalah produsen dan retail rak kayu dan furniture sederhana di Pandak,Bantul. Kondisi mitra saat ini terkesan monoton dari sisi ragam produknya, tidak ada inovasi dan tidakada media pemasaran yang efektif. Akibatnya tidak ada peningkatan pendapatan. Disamping itu mitrabelum tersentuh oleh program-program pemerintah yang biasanya fokus pada produk-produk unggulandaerah. Berdasarkan analisis kondisi dan masalah yang dihadapi mitra, maka solusi yang dipilih adalah aspek produksi dan pemasaran. Pelaksanaan kegiatan pada aspek produksi berupa pengumpulan contoh-contoh desain kreatif sederhana yang dibuat dalam bentuk katalog desain produk yang menarik, pengadaan peralatan dan bahan untuk mendukung variasi desain diantaranya dengan teknik decoupagedan pelatihan teknik decoupage. Kegiatan dalam bidang pemasaran yaitu mendesain dan mencetak kartunama, brosur dan papan nama, promosi berbasis web dan pendampingan cara operasionalisasi web.Hasil program ini adalah produk furniture yang mengalami peningkatan nilai jual karena menjadi lebihmenarik dan bervariasi. Ketrampilan mitra untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas jugameningkat. Luaran dari program ini berupa publikasi dalam jurnal atau prosiding.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Tani Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Hilirisasi Kopi Menoreh
Fahmi Rafika Perdana;
Masrukhan;
SL. Harjanta;
Kristiana Sri Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.441 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.357
Kelompok usaha tani kopi di kawasan Bukit Menoreh Kelurahan Sidoharjo Kulonprogo mengalamibeberapa permasalahan dalam pengelolaan hilirisasi pascapanen kopi. Permasalahan yang adaadalah manajemen SDM dan pemasaran yang belum dikelola secara profesional, penangananpascapanen buah kopi, pengolahan produk primer, kendala lingkungan akibat meningkatnya hasilsamping dari kulit buah kopi, dan legalitas hukum dari produk kopi,. Melalui Program KemitraanMasyarakat (PKM), diberikan solusi terhadap permasalahan yang ada melalui beberapa metodependampingan; 1) pelatihan dan pendampingan pemberdayaan kelompok usaha tani kopi 2)pelatihan dan pendampingan produksi kopi bubuk, 3) pelatihan dan pendampingan produksi teh kulitkopi "cascara",4) pelatihan dan pendampingan terkait izin usaha perdagangan produk kopi danpemasaran usaha. Hasil dari kegiatan pendampingan adalah terwujudnya penanganan pascapanenbuah kopi dan pengolahan buah kopi dengan baik dan benar serta mengurangi kendala lingkungandengan mengolah produk turunan kulit buah kopi menjadi teh cascara. Hasil lainnya adalahterwujudnya produk kopi yang tersertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) denganmanajemen SDM dan pemasaran yang dikelola dengan lebih baik, serta mendapatkan izin usaha.Dengan adanya program pendampingan ini berdampak pada meningkatnya daya saing dankesejahteraan petani kopi di kawasan Bukit Menoreh.
PKM Usaha Batik Tulis Di Hunian Tetap (Huntap) Pager Jurang Kali Adem Cangkringan Sleman D.I. Yogyakarta
Novi Caroko;
Yashinta Farahsani;
Berli Paripurna Kamiel
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.23.358
Mitra PKM adalah usaha perajin batik tulis Canting Merapi yang berdiri sejak tahun 2013. Tim danmitra menyepakati dua masalah prioritas, yakni: 1) Aspek Produksi: Peningkatan jumlah produksimenjadi 15-20 lembar/bulan, kendala yang ditemukan adalah belum adanya sarana penerangan yangterhubung dengan PLN untuk mengurangi ketergantungan pada alam (cuaca). 2) Aspek Manajemen:Manajemen promosi terkait dengan belum adanya media promosi yang dibuat untuk mempromosikanproduk batik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengatasi permasalahan pada aspekproduksi dan manajemen dengan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan leaflet promosi dalambentuk bi-lingual. Secara umum tujuan dari program ini adalah adanya peningkatan dan perbaikanusaha mitra dalam aspek produksi dan manajemen. Tujuan khusus dari program ini dari sisi produksiadalah meningkatkan kemampuan mitra dalam peningkatan hasil produksi, adanya upaya mengurangiketergantungan terhadap alam untuk proses pembatikan dengan memiliki pembangkit listrik tenaga suryauntuk memenuhi penerangan di malam hari. Dari aspek manajemen, secara khusus program ini ditujukanagar tersedianya media promosi yang optimal untuk mempermudah penjelasan tentang produk serta prosespeoduksinya kepada wisatawan yang datang berkunjung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukandengan pemberdayaan masyarakat (participatory rural appraisal). Pendekatan ini menekankan pada alihipteks dan metode dari pelaksana kepada mitra (kelompok perajin batik tulis) dengan harapan aspekkeberlanjutan pasca kegiatan ini dapat terjamin terus berjalan.
Pemberdayaan Ekonomi Anggota Bank Sampah ‘Berkah’
Alien Akmalia;
Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.487 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.359
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari persoalan limbah konveksi yang melimpah dan menimbulkanpermasalahan sosial di wilayah sentra industri konveksi Joho. Tujuan program kemitraan masyarakat(PKM) ini adalah untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga anggota bank sampah‘Berkah’ di sentra industri konveksi dan bordir Dusun Joho, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok,Kabupaten Sleman, Provinsi DIY sekaligus menciptakan wirausaha baru bagi masyarakat nonproduktifyang bertempat tinggal di wilayah tersebut. Kelompok mitra yang menjadi khalayak sasaran pada PKMini adalah kelompok bank sampah ‘Berkah’. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahandan untuk mencapai target luaran adalah melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik dan pendampingan.Hasilnya; (1) aspek umum, peserta sudah memiliki mindset yang sama tentang wirausaha dantermotivasi untuk berwirausaha. (2) Aspek produksi, peserta dilatih untuk membuat berbagaikerajinan/souvenir dan aksesoris. Beberapa hasil produksinya antara lain: aneka bando anak dandewasa, aneka bros jilbab dalam berbagai ukuran, dalaman jilbab, jepit rambut, pouch dan tas kecil.Selain itu, seluruh peserta sudah memahami pentingnya packaging dan brand dalam menjual hasilproduksinya. Beberapa peserta pelatihan sudah memiliki brand dan kemasan untuk produknya. (3) Aspekpemasaran, khalayak sasaran sudah memahami pentingnya pemasaran produk dan promosi melaluimedia offline dan online.
Pelabelan Kemasan Rempeyek “Aamana” Sebagai Upaya Peningkatan Jaminan Mutu Produk
Diah Rina Kamardiani;
Heri Akhmadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.214 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.360
Pondok Pesantren Al-Bayan menyelenggarakan pendidikan dan pusat kegiatan belajar bagi anak-anakkurang mampu (dhuafa). Biaya operasional dan pendidikan diperlukan 50 juta rupiah per bulan.Sementara, mayoritas dana bersumber dari donatur dan iuran wali santri. Dalam mendukungkemandirian pondok telah mengembangkan usaha produksi peyek dan kevir sebagai produk aman dansehat. Ponpes belum mampu memanfaatkan peluang pasar alumni Jama’ah Haji Multazam yangdisebabkan kemasan peyek belum ada merk dan label. Selain itu, kapasitas produksi belum mampumemenuhi permintaan pasar, karena keterbatasan alat produksi. Oleh karenanya perlu peningkatansarana produksi, perbaikan mutu kemasan peyek, dan jaringan pemasaran on-line. Program perbaikanmutu kemasan peyek, diawali brainstorming dengan Mitra mengenai konsep dan filosofi merek. Lombadesain logo dan label kemasan peyek menghasilkan 2 desain label kemasan ukuran 200 gr dan 100 grdengan merek “Aamana” yang berarti percaya. Indikator program meningkatnya kontribusi kebutuhandana pondok belum terukur karena produksi peyek agak tersendat. Hal tersebut dikarenakan adanyaperubahan pengelolaan usaha peyek. Selain itu, Mitra masih proses mengajukan ijin PIRT dari DinasKesehatan Kabupaten Sleman sehingga belum berani memperluas peluang pasar melalui jaringanpemasaran pada jamaah Haji Multazam.
Optimalisasi Peran Masjid dalam Memberdayakan Ekonomi Umat Untuk Jamaah Masjid Muhajirin Perengdawe Balecatur
Syamsudin Syamsudin;
Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.005 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.361
Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah untuk membantu meningkatkanperekonomian Jamaah Masjid yang berlokasi di Perengdawe, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY sekaligusmenciptakan wirausaha baru bagi masyarakat nonproduktif yang menjadi jamaah masjid uhajirin.Kelompok mitra yang menjadi khalayak sasaran adalah jamaah Masjid Muhajirin. Permasalahan yangdihadapi oleh kelompok mitra meliputi empat aspek, yaitu aspek Manajemen Masjid, sedangkan untukjamaah masjid meliputi aspek keuangan, aspek pemasaran dan operasi usaha jamaah. Permasalahanmitra terkait manajemen masjid yaitu terbatasnya kegiatan masjid hanya berkaitan dengan ibadah danbelum adanya wadah untuk memberdayakan usaha produktif jamaah, disamping motivasi untukberwirausaha yang islami masih belum merata ke semua anggota kelompok. Solusi dan target luaran dariaspek manajemen masjid adalah dengan menumbuhkan semangat/ motivasi kewirausahaan melaluimetode penyuluhan dan menyediakan sarana untuk meningkatkan usaha jamaah. Target luarannyadiharapkan kelompok mitra termotivasi untuk berwirausaha sesuai dengan nilai-nilai Islam danpendirian unit usaha simpan pinjam untuk pemberdayaan ekonomi jamaah. Pelaksanaan pengabdianini dimulai dengan pelatihan tentang manajemen masjid dan pemberdayaan ekonomi jamaah.Selanjutnya dilakukan pendampingan dan pembentukan unit simpan pinjam untuk pengembanganekonomi jamaah.
Pelatihan Pengemasan Produk Pangan Lokal Yang Menarik, Berkualitas Dan Komersial
Murein Miksa Mardhia;
Gita Indah Budiarti;
Ahmad Azhari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.15 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.362
Salah satu bagian dari proses produksi yaitu memberikan kemasan pada produk. Kegiatan ini merupakankegiatan kedua dari rangkaian kegiatan pengabdian bertema produksi olahan makanan kecil sehatberbahan lokal Gunungkidul. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat (Program Kemitraan Masyarakat/PKM) ini, dosen dari Fakultas Teknologi Industri UAD bekerjasama dengan kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah Gunungkidul khususnya Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan mengadakan seminar dan workshop mengenai Teknik pengemasan produksi pangan lokal yang berkualitas dan mampu bersaing dipasar. Dari proses pengemasan yang telah berlangsung, peserta telah berhasil mempraktekkan prosespengemasan dengan berbagai macam alat dan bahan. Di akhir kegiatan, peserta dapatmempresentasikan produk hasil kemasannya dengan mengujicoba ketahanan kemasan dengan kondisiproduk di dalamnya apabila ditumpuk dan dikenai sinar matahari. 80% peserta memberikan feedbackpengetahuan dan keterampilan mereka bertambah dengan adanya penyampaian materi yang jelas danmenyatakan bersedia untuk ikut serta kembali di kegiatan berikutnya.
Peningkatan Nilai Ekonomi Sampah Melalui Kegiatan “Kelola Sampah Kreatif (Kompak)” Di Dusun Gerso, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan Bantul
Nanik Prasetyoningsih;
Ari Kusuma Paksi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.092 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.23.363
Kondisi masyarakat yang kurang memahami nilai ekonomi sampah. Pengalolaan sampah di DusunGerso belum dikelola secara mandiri dan terpadu, dan tidak ada pelibatan masyarakat dusun.Pengelolaan sampah di Dusun Gerso dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa Trimurti, dan masyarakatjusteru tidak mendapatkan nilai tambah ekonomi dari sampah, melainkan masyarakat harus membayariuran sampah untuk jasa pengelolaan sampah BUMD Trimurti. Permasalahan yang ditemukan adalahsebagai berikut: (1) Pemahaman masyarakat masih rendah mengenai nilai ekonomi sampah; (2)Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga masih rendah; dan (3)Belum adanya pengelolaan sampah di Dusun Gerso. Adapun penyelesaian masalah yang ditawarkanadalah sebagai berikut: (1) Sosialisasi peningkatan nilai ekonomi sampah rumah tangga; (2) Motivasidan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan; dan (3) Pendampingan padamasyarakat untuk melakukan kegiatan “Kelola Sampah Kreatif”. Metode yang digunakan untukmemberikan pemahaman yang utuh mengenai tata cara pengelolan sampah adalah melakukan sosialisasidan penyuluhan mengenai nilai ekonomi sampah dan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar melaluikegiatan Kelola Sampah Kreatif (KOMPAK). Selama 30 hari sejak tanggal 18 Januari sd 17 Februari2019 mahasiswa ditempatkan di lokasi KKN telah melakukan serangkaian kegiatan yang bertujuanuntuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kegiatantersebut antara lain: penyuluhan nilai ekonomi sampah, pemahaman nilai-nilai kebersihan lingkungan,penyuluhan dan workshop kelola sampah kreatif, penyuluhan shadaqoh sampah, pendampingan kelolasampah kreatif. Hasil kegiatan KKN-PPM ini antara lain: meningkatnya kesadaran masyarakat dusunakan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta meningkatnya keterampilanmasyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Disamping di Dusun Gerso telah terbentukkelompok kerja pengelolaan sampah di tingkat dusun, dan di tingkat RT di bawah koordinasi langsungDukuh Gerso.