cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 213 Documents
Pembelajaran Ekstrakurikuler Karawitan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Sidoarjo Nugroho, Nur Hidayanto Hadi
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p17 - 31

Abstract

PEMBELAJARAN TARI KREASI MENGGUNAKAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DI SMA NEGERI 1 KESAMBEN KABUPATEN BLITAR Rahmawati, Shafira Bella
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni Budaya di SMA Negeri 1 Kesamben terdapat dua bidang seni yaitu seni rupa dan seni tari. Penelitian ini terfokus pada seni tari sebagai salah satu mata pelajaran wajib yang mengembangkan minat bakat. Seni tari dapat meningkatkan kreativitas dan meningkatkan rasa cinta terhadap nilai-nilai budaya. Pembelajaran seni tari ini menggunakan model pembelajaran Project Based Learning, karena model ini menarik untuk diteliti. Pembelajaran ini menjadikan peserta didik mampu membuat suatu karya dengan bekerja sama. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran dan apa saja faktor penghambat serta pendukung pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan subjek peserta didik kelas XII. Objek penelitian ini adalah pembelajaran seni tari kreasi mengggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, juga menggunakan instrumen penelitian yang berupa validitas data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa proses pembelajaran seni tari kreasi menggunakan model Project Based Learning mengikuti beberapa tahap pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih mengetahui bermacam bentuk ragam gerak. Hasil penelitian tentang faktor pendukung dan faktor penghambat ditemukan terdapat dua faktor yaitu guru dan peserta didik. Kata Kunci: Seni Tari, Project Based Learning
Pembelajaran Seni Musik Menggunakan Barang Bekas Sebagai Alat Musik Ritmis di SMPN 1 Gresik Puspitasari, Devina
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p150 -162

Abstract

Barang bekas yang seringkali dibuang begitu saja ternyata dapat menjadi alternatif sebagai alat musik ritmis sebagai media menyampaikan materi ansamble musik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran Seni Musik menggunakan barang bekas sebagai alat musik ritmis di SMPN 1 Gresik. Objek penelitian ialah pembelajaran Seni Musik kelas VII A di SMPN 1 Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Validasi data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dilakukan untuk menjadikan barang bekas sebagai alat musik ritmis. Barang bekas akan dimainkan dengan saron sebagai alat musik melodis serta vokal yang menyanyikan lagu daerah berjudul Jaranan. Hasil penilaian pembelajaran Seni Musik kelas VII menggunakan barang bekas menunjukkan bahwa penampilan siswa mendapatkan nilai terendah 77 dan nilai tertinggi 95. Dengan ini dibuktikan bahwa nilai penampilan siswa memainkan barang bekas sebagai alat musik ritmis tidak ada yang di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK KEYBOARD BAGI ANAK TUNADAKSA DI SANGGAR MUSIK GITA LOKA GRESIK Novanicha, Putri
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p65 - 84

Abstract

Learning the art of music is given to children with physical disabilities to explore their potential and provide new experiences and can help children with special needs improve concentration and skills, self-confidence, train to work well together, and as a medium for self-expression. This study aims to: (1) describe the process of learning keyboard instruments for children with disabilities in the Gita Loka Gresik Music Studio, (2) describe the learning outcomes of keyboard instruments for children with disabilities in the Gita Loka Gresik Music Studio. The object of research is learning the art of keyboard music for children with physical disabilities at the Gita Loka Gresik Music Studio. This research method uses a qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity uses technical triangulation and source triangulation. The purpose of learning the art of music using a keyboard instrument is to train the motor nerve abilities of disabled children's hands, be able to read number notes and be able to play songs. The results obtained: (1) the learning process of keyboard musical instruments that is applied to children with disabilities is able to increase motor movements in the fingers, (2) the material used is not entirely centered on children with disabilities, (3) the method used is the lecture method, demonstrations, and exercises/drills, (4) the results of the pre-test and post-test showed the development of motor sensory stimuli and skills in playing keyboard instruments. Keywords: Learning, Music Arts, Keyboard, Children with Physical Impairment
Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Menggunakan Metode Imitasi Pada Anak Tunagrahita di SMPLB YPAC Jember: Pembelajaran ekstrakurikuler tari menggunakan metode imitasi pada anak tuna grahita di SMPLB YPAC Jember Pratiwi, Sindi -
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p85 - 99

Abstract

SMPLB YPAC Jember merupakan salah satu sekolah menengah pertama luar biasa di Jember yang menyediakan pembelajaran tari melalui kegiatan ekstrakurikuler bagi anak tuna grahita. Pembelajaran tari memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak tuna grahita, khususnya dalam perkembangan psikomotorik anak. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran ini yakni menggunakan metode imitasi, dan pemilihan materi disesuaikan dengan kondisi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk membahas rumusan masalah diantaranya (1) Pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler tari menggunakan metode imitasi pada anak tuna grahita di SMPL YPAC Jember. (2) Hasil dari pembelajaran esktrakurikuler tari menggunakan metode imitasi pada tuna grahita di SMPLB YPAC Jember. (3) Hambatan yang dilalui dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari di SMPLB YPAC Jember. Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif. Subyek dalam penelitian yakni anak tuna grahita yang ada di SMPLB YPAC Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan melalui 3 tahap yakni reduksi data, penyajian dan penarikan simpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler tari di SMPLB YPAC Jember dilaksanakan melalui 3 tahap yakni kegiatan awal, kegiatan inti, penutup. Hasil belajar yang didapat anak tuna grahita dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari menggunakan metode imitasi ditandai dengan meningkatnya kemampuan anak dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hambatan yang dilalui selama pelaksanaan belajar dipengaruhi oleh 2 faktor yakni faktor internal dan ekskternal. Faktor internal berasal dari dalam diri siswa, sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri siswa yang meliputi faktor keluarga, sekolah dan lingkungan.
Pembelajaran Seni Budaya (Seni Musik) Melalui Project Based Learning Di SMAN 1 Talun Blitar Pralampito, Parindra
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p100 - 114

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Talun pada kelas X mempelajari mengenai seni musik dengan materi manajemen pertunjukan musik menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Seni musik dapat mempengaruhi perkembangan belajar kepada siswa, menambah pengetahuan, menumbuhkan kreativitas, dan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap budaya. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Project Based Learning memberikan manfaat yang dapat menggali ide kreatif dalam menghasilkan sebuah produk atau karya dengan cara berkelompok. Peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X di SMAN 1 Talun. Objek dalam penelitian ini yaitu Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning pada mata pelajaran seni musik. Lokasi penelitian di SMAN 1 Talun, Kabupaten Blitar. Sumber data yang digunakan peneliti yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, validitas data, dan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran seni budaya (seni musik) menggunakan Project Based Learning membuat siswa dapat merencanakan, mengelola, mengawasi, dan mengorganisasikan suatu pertunjukan seni musik dengan baik. Terdapat kendala dalam pembelajaran seni musik yaitu dari guru dan siswa. Kata Kunci: Seni musik, Project Based Learning
Penerapan Metode Demonstrasi dan Metode Latihan (Drill) Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di MAN 2 Kota Madiun: Penerapan Metode Demonstrasi dan Metode Latihan (Drill) Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di MAN 2 Kota Madiun Putra, Septian Indrawan
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p132 -149

Abstract

Sitompul (1986:1) mengatakan bahwa paduan suara merupakan himpunan dari sejumlah penyanyi yang dikelompokkan menurut jenis suaranya. Teori lain menyebutkan bahwa paduan suara merupakan suatu vokal yang dalam penampilannya berbagai menjadi beberapa jalur suara, masing-masing suara sopran, alto, tenor dan bas (Boneo, 2003:320). Dari kedua definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa paduan suara merupakan seni vokal yang memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan seni vokal yang lainnya seperti solo dan duet yang umum di kalangan masyarakat. Keunikan tersebut yang menjadikan paduan suara dapat masuk ke dalam dunia pendidikan, khususnya pada kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler untuk mewadahi peserta didik yang memiliki minat dibidang seni tarik suara. Seperti hal nya Pasunda Hepta Nada yang merupakan kelompok paduan suara MAN 2 Kota Madiun yang bergerak dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya yang dilakukan MAN 2 Kota Madiun dalam meningkatkan kemampuan bernyanyi peserta didik yang memiliki minat di bidang tarik suara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, serta penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode latihan yang digunakan pada pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di MAN 2 Kota Madiun, untuk kemudian akan dideskripsikan mengenai hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah melakukan kedua metode latihan pada saat melakukan proses latihan.
PECUT SEBAGAI PEMANDU PEMBELAJARAN RAGAM GERAK DASAR JARANAN SENTHREWE BAGI ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CAMPURDARAT TULUNGAGUNG: PECUT SEBAGAI PEMANDU PEMBELAJARAN RAGAM GERAK DASAR JARANAN SENTHREWE BAGI ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CAMPURDARAT TULUNGAGUNG Diana, Niarahma
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p115 - 131

Abstract

SLB Negeri Campurdarat Tulungagung merupakan salah satu sekolah luar biasa yang memiliki siswa tunarungu berkompeten dalam hal menari karena anak tunarungu di SLB Negeri Campurdarat Tulungagung memiliki keistimewaan dapat melakukan pergantian gerakan tanpa diberikan sebuah aba-aba apabila terdapat sebuah properti tari. Salah satu materi yang menggunakan sebuah properti tari serta dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran ialah Jaranan Sentherewe. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan alasa pemilihan materi Jaranan Sentherewe serta mendeskripsikan mengenai bentuk peran pecut sebagai pemandu bagi anak tunarungu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran behavioristik yaitu terdapat stimulus dan respon. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan obyek penelitian gerak dasar Jaranan Sentherewe pada anak tunarungu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan Teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa 1) pemilihan materi ragam gerak dasar Jaranan Sentherewe berdasar karena adanya properti tari yaitu pecut yang memiliki kebermanfaatan bagi anak tunarungu dalam pembelajaran non akademik khususnya menari. 2) peran pecut dalam pembelajaran ragam gerak dasar Jaranan Sentherewe diterapkan pada masing-masing ragam yang digunakan dalam pembelajaran tari serta dijadikan sebagai pemandu anak tunarungu dalam melakukan sebuah pergantian gerakan.
INTENSIF CLASS SEBAGAI BENTUK PEMBELAJARAN ONLINE GITAR KLASIK DI K2C MUSIC EDUCITY SURABAYA Rifky, Roby Stevani
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p173 - 185

Abstract

In conditions that require the teaching and learning process to be carried out online via internet media, it provides a new teaching style for educators to convey material to their students. K2C Music Educity Surabaya made a program, namely intensive classes as online classical guitar learning to maximize student learning in the Covid-19 pandemic era. This article aims to describe an intensive class program as online classical guitar learning which is held at K2C Music Educity Surabaya. The approach used in this research is descriptive qualitative. Data collection was carried out by observation, photography and interviews. Data analysis was carried out through the data reduction stage, testing the validity of the data through triangulation, and drawing conclusions. The results showed that the classical guitar class intensive learning program at K2C Music Educity Surabaya applied an online learning method (Web Course) in the form of two-way communication. The K2C Music Educity Surabaya learning model can facilitate student teaching and learning because teachers can evaluate student learning processes directly. There are two kinds of intense class programs on classical guitar, namely 8 meetings in one month and 12 meetings in one month. With intense classes, students can complete song material more quickly because more practice is monitored directly by the teacher, and this intense class shortens the duration of learning because there is more than one meeting in one week.
Manajemen Ekstrakurikuler Teater Extra di SMA Muhammadiyah 1 Gresik: Manajemen Ekstrakurikuler Teater Extra di SMA Muhamamdiyah 1 Gresik Amalia, Salsabila Afina
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v13n1.p217 - 227

Abstract

ABSTRAK SMA Muhammadiyah 1 Gresik merupakan sekolah favorit di kota Gresik. Sekolah tersebut memiliki banyak program sekolah sehingga banyak menghasilkan prestasi di bidang akademik dan non akademik. Salah satu faktor penting keberhasilan ekstrakurikuler Teater Extra adalah impelementasi fungsi manajemen Teater Extra yang cukup baik. Manajemen tidak akan berjalan dengan baik jika pengelolaannya tidak baik, Sekolah memiliki peran penting untuk mengelola kebijakan-kebijakan dalam melaksanakan kegiatan baik di bidang akademik dan non akademik, salah satunya di bidang ekstrakurikuler. Dalam mengelola manajemen ekstrakurikuler, Teater Extra menggunakan prinsip fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, penentuan sumber daya manusia, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian ini bersumber dari beberapa tinjauan pustaka yang berhubungan dengan fungsi manajemen, ekstrakurikuler, serta teater. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler Teater Extra menggunakan prinsip fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, penentuan sumber daya manusia, penggerakan, dan pengawasan. Kelima fungsi tersebut saling berkesinambungan dan juga didukung oleh pihak sekolah sehingga eksistensi Teater Extra terjaga hingga berkelanjutan. ABSTRACT SMA Muhammadiyah 1 Gresik is a favorite school in the city of Gresik. The school has many school programs so that many produce achievements in academic and non-academic fields. One of the important factors for the extracurricular success of Teater Extra is the implementation of the management function of Theatre Extra which is quite good. Management will not run well if the management is not good, the School has an important role to manage policies in carrying out activities both in the academic and non-academic fields, one of which is in the extracurricular field. In managing extracurricular management, Teater Extra uses the principles of management functions, namely planning, organizing, determining human resources, mobilizing, and supervising. This research was sourced from several literature reviews related to management, extracurricular, and theater functions. This study used qualitative descriptive methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that extracurricular management of Teater Extra uses the principles of management functions, namely planning, organizing, determining human resources, mobilizing, and supervising. The five functions are mutually sustainable and also supported by the school so that the existence of the Extra Theatre is maintained until it is sustainable. Keywords : management, extracurricular, theater