cover
Contact Name
Ahmad Fatoni
Contact Email
jurnalstifibp@gmail.com
Phone
+6281368741387
Journal Mail Official
jurnalstifibp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ariodillah III No.22A, RT.27/RW.9, 20 Ilir D. IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
ISSN : 25026712     EISSN : 26215519     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi memuat hasil penelitian dan review hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi farmasi. Topik-topik karya ilmiah adalah di bidang kimia farmasi, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, farmasetika, serta pemanfaatan bahan alam untuk produk farmasi
Articles 143 Documents
Formulasi dan Optimasi Serum Kombucha Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Dengan Variasi Gelling agent Karbopol dan Xanthan Gum Eva Kholifah; Aufalya Wibirezkina; Sofi Nurmay Stiani; Endah
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.178

Abstract

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang rentan terhadap paparan radikal bebas, yang dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Untuk mengatasi hal tersebut, antioksidan topikal menjadi salah satu solusi efektif. Kombucha bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik, seperti serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula serum berbasis kombucha bunga kecombrang dengan variasi gelling agent Karbopol dan Xanthan Gum, serta mengevaluasi stabilitas fisiknya. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan enam formula (F1–F6) yang dievaluasi berdasarkan uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan uji stabilitas melalui cycling test. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi syarat mutu fisik serum sebelum cycling, namun hanya F1, F4, dan F6 yang tetap stabil setelah uji cycling. Formula 6 (kombinasi Karbopol 1% dan Xanthan Gum 1%) sebagai formula optimum karena menunjukkan pH ideal (4,55), viskositas stabil (3483 mPas), daya sebar baik (6,04 cm), daya lekat sesuai standar (2,90 detik), dan stabilitas fisik yang baik. Dengan demikian, Formula 6 dapat dikembangkan menjadi sediaan serum antioksidan yang aman, stabil, dan efektif.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Klinis Terhadap Kepatuhan Minum Obat Serta Pengaruhnya Pada Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas “X” Kota Palembang Reza Agung Sriwijaya; Nilda Lely; Rini Isromarina; Sari Fatimah Miranda
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.179

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Keberhasilan terapi TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta faktor-faktor sosiodemografi dan klinis yang memengaruhinya. Kualitas hidup pasien TB juga dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis terhadap kepatuhan minum obat TB, serta mengetahui pengaruh terhadap kualitas hidup pasien TB di Puskesmas X 16 Ulu Kota Palembang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional menggunakan total sampling terhadap 105 pasien TB fase intensif. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 (untuk kepatuhan) dan WHOQOL-BREF (untuk kualitas hidup), serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,038), pendidikan (p = 0,041), dan penyakit penyerta (p = 0,027) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan terapi TB. Sementara itu, jenis kelamin, pekerjaan, jenis TB, lama menderita, dan jarak ke puskesmas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p = 0,013), terutama pada domain sosial (p = 0,007). Faktor usia, pendidikan, dan penyakit penyerta berpengaruh terhadap kepatuhan pasien TB. Kepatuhan yang baik juga terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada edukasi dan dukungan sosial sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kesejahteraan pasien TB.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Cacingan melalui Edukasi dan Pembagian Obat Cacing di Apotek Arfan Jaya Izzatil Hafidzah; Aina Fatkhil Haque Haque; Desy Amalia; Muhammad Iqbal; Cahya Firdha V.P; Aisyah Nur Fadhilah; Mutiara Wulan Dari. Ys; Yoanda Syalwa Benieta; Olivia Anggitasari; Annisa Rahma Novia; Tania Sahara Rahmadani
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.184

Abstract

Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi akibat kurangnya kebersihan diri dan lingkungan. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan cacingan dapat meningkatkan risiko infeksi cacing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan cacingan melalui edukasi kesehatan dan pembagian obat cacing di Apotek Arfan Jaya. Metode yang digunakan berupa penyuluhan langsung disertai pre-test dan post-test, pembagian brosur, sesi diskusi, serta pemberian obat cacing kepada masyarakat. Materi edukasi meliputi pengertian cacingan, cara penularan, gejala, pencegahan, dan pentingnya konsumsi obat cacing secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai waktu minum obat cacing dari 47,3% menjadi 100%. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah cacingan melalui konsumsi obat cacing secara rutin.