cover
Contact Name
Ahmad Fatoni
Contact Email
jurnalstifibp@gmail.com
Phone
+6281368741387
Journal Mail Official
jurnalstifibp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ariodillah III No.22A, RT.27/RW.9, 20 Ilir D. IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
ISSN : 25026712     EISSN : 26215519     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi memuat hasil penelitian dan review hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi farmasi. Topik-topik karya ilmiah adalah di bidang kimia farmasi, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, farmasetika, serta pemanfaatan bahan alam untuk produk farmasi
Articles 131 Documents
PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KARAKTERISTIK KIMIA SERBUK HERBAL BUAH PARE (Momordica charantia L.) HASIL PENGERINGAN BUSA (Foam Mat Drying) Martha, Septiani; Mahyuse Effendi, Amirta Vina; Astuti, Dwi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i1.134

Abstract

Buah pare telah dipercaya secara tradisional maupun studi penelitian terbukti dapat mengobati berbagai penyakit, hal ini disebabkan adanya kandungan senyawa aktif. Namun khasiat yang cukup besar tidak sebanding dengan pemanfaatannya, dikarenakan rasa buah pare yang pahit menyebabkan penggunaannya kurang diminati maka salah satu cara meningkatkan pemanfaatan buah pare dengan diolah menjadi serbuk herbal instan yang praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia dari serbuk instan buah pare menggunakan metode foam mat drying. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu dengan variasi konsentrasi maltodekstrin (5%, 10%, 15%). Karakteristik fisik terbaik diperoleh pada formula 3 dengan nilai rendemen 13,8%, organoleptis pada warna hijau keputihan, rasa sedikit manis dan aroma khas buah pare, kelarutan 95,3%, kecepatan larut 26 detik dan 14,7 detik, dan kadar air 3,35%. Sedangkan pada karakteristik kimia terbaik diperoleh pada formula 1 dengan kadar total flavonoid sebesar 1108,86 /g, kadar total fenol sebesar 3462,63 GAE/g dan aktivitas antioksidan 89,89%.
GAMBARAN PELAYANAN FARM ASI KLINIK DAN TINGKAT KEPUASAAN PASIEN DI INSTALASI FARM ASI RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PROVINSI SUM ATERA SELATAN Agung Sriwijaya, Reza; Septiana, Hardianti; Isromarina, Rini
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.128

Abstract

Rumah Sakit Ernaldi Bahar adalah pusat rujukan khusus pasien jiwa milik pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Mereka melayani masyarakat Provinsi Sumatera Selatan, serta Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Ada 5 Apoteker di sana, namun hanya 1 Apoteker yang bertanggung jawab di pelayanan farmasi klinik rawat jalan. Penelitian non-eksperimental ini mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dan kepuasan pasien. Menggunakan analisis kuantitatif dengan observasi dokumen, form checklist, dan kuesioner di instalasi farmasi rumah sakit selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan aspek pengkajian dan pelayanan resep, informasi obat, dan konseling di instalasi farmasi mencapai 53,85% dalam kategori cukup. Kepuasan pasien rawat jalan mencapai 88,74% dalam kategori puas. Untuk optimalisasi pelayanan farmasi dan kepuasan pasien, diperlukan penambahan tenaga Apoteker sesuai ketentuan PMK No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Juga, fasilitas di ruang tunggu instalasi farmasi perlu diperhatikan seperti AC/kipas angin dan TV untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Kata Kunci : Pelayanan Farmasi Klinik, Kepuasan Pasien,apoteker
PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT MENGGUNAKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI INDONESIA : STUDI POTONG LINTANG Amrullah, Hafizh; Riawan, Hendik
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.139

Abstract

Penggunaan obat tidak rasional menjadi permasalahan serius yang perlu dipecahkan di hampir semua negara. Penelitian penggunaan obat rasional terus dilakukan untuk memperbaiki situasi yang sedang mengalami krisis kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pola peresepan di puskesmas kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan indikator peresepan WHO. Sampel pada penelitian ini adalah Puskesmas yang pelayanan kefarmasiannya dilakukan oleh tenaga kefarmasian. Penelitian ini menggunakan data retrospektif berdasarkan laporan penggunaan obat rasional (POR) puskesmas. Sebanyak 24 puskesmas dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan jumlah item per resep di puskesmas Kabupaten OKI sebesar 3,34 sedangkan Kota Mataram 2,38. Peresepan obat generik puskesmas Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 98,48% dan 94,43%. Peresepan antibiotik pada diare non spesifik Kabupaten OKI sebesar 69,05% dan Kota Mataram 0,58%. Peresepan antibiotik pada ISPA non-Pneumoni Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 54,30% dan 0,52%. Peresepan injeksi pada mialgia Kabupaten OKI sebesar 8,27% sedangkan Kota Mataram 0,00%. Pada kesesuaian item dengan Fornas menunjukkan persentase Kabupaten OKI dan Kota Mataram sebesar 89,47% dan 74,98%. Hasil penelitian menyiratkan kewajiban pemantauan dan evaluasi terhadap pola peresepan puskesmas secara berkelanjutan agar dampak penggunaan obat yang tidak rasional dapat dihindari.
Culex sp. ANTI-MOSQUITO LOTION FORMULA FROM ETHYL ACETATE EXTRACT OF GREEN BETEL LEAVES (Piper betle L.) Apikah, Lailan; Susanty, Devy; Yuliani, Nia; Nurlela
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.142

Abstract

Filariasis (penyakit kaki gajah) dan ensephalitik (radang otak) merupakan penyakit pada manusia akibat gigitan nyamuk yang disebarkan oleh nyamuk Culex sp. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan anti nyamuk dari bahan alam yaitu sirih hijau (Piper betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etil asetat daun sirih hijau melalui skrining fitokimia, serta menentukan karakteristik lotion anti nyamuk dengan bahan aktif ekstrak etil asetat daun sirih hijau. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi etil asetat daun sirih hijau menghasilkan rendemen sebesar 5,92 %. Berdasarkan uji GC-MS, komponen utama dari ekstrak daun sirih hijau adalah eugenol. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak daun sirih hijau mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, steroid, dan fenolik/tanin. Indeks proteksi lotion F1, F2, F3 dan lotion komersial paada nyamuk Culex sp. adalah 75,42; 78,78; 82,25; dan 100%. Semua formula lotion aman untuk kulit yang tidak sensitif. Lotion anti nyamuk ekstrak etil asetat daun sirih hijau memiliki bau khas ekstrak berwana hijau tua. Lotion anti nyamuk ekstrak etil asetat daun sirih hijau hasil semua formulasi sudah homogen. Daya lekat lotion anti nyamuk ekstrak etil asetat daun sirih hijau berkisar antara 4,17 - 4,64 detik, menunjukkan telah memenuhi persyaratan uji daya lekat yaitu lebih dari 4 detik. Hasil uji daya sebar hanya sampel F1 yang memenuhi persyaratan daya sebar yaitu memiliki daya sebar 5 cm. Hasil uji pH lotion anti nyamuk ekstrak daun sirih hijau berada pada rentang 5,59 – 6,76.
PENGARUH TEH HERBAL KOMBINASI DAUN SALAM DAUN SALAM (Syzygium nervosum DC) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS MODEL HIPERURISEMIA Rasyad, Ade Arinia; Imanda, Yunita Listiana; Ricardo, Wahyu Muhammad
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.145

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian teh herbal kombinasi daun salam (Syzygium nervosum DC) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan model hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh herbal kombinasi daun salam dan kayu manis dibanding pemberian tunggalnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 30 ekor tikus dan dikelompokan menjadi 5 kelompok perlakuan. Untuk mendapatkan tikus yang hiperurisemia diinduksi dengan kalium oksonat selama tiga hari dan jus hati ayam selama tujuh hari. Dari masing-masing kelompok kemudian diberikan sediaan uji yaitu tween 80 1% sebagai kontrol negatif, allopurinol 1,8 mg/200gBB sebagai kontrol positif, kontrol perlakuan teh herbal daun salam 72mg/200gBB, teh herbal kayu manis 72mg/200gBB, teh herbal kombinasi daun salam dan kayu manis (1:1). Pemberian sediaan diberikan selama 14 hari. Alat ukur yang digunakan adalah strip test, kemudian dilanjutkan analisa data menggunakan uji Independent-Samples T Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teh herbal daun salam, teh herbal kayu manis dan teh herbal kombinasi memiliki efek antihiperurisemia dengan persen penurunan kadar asam urat berturut-turut sebesar 30,122%, 42,426%, 43,628 %. Dari data analisis menunjukan bahwa sediaan teh herbal kombinasi menghasilkan efek yang setara dengan tunggalnya.
ANALISA KOMPONEN DENGAN GC-MS DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK GERGA (Citrus reticulata Blanco..) PAGARALAM DENGAN METODE DESTILASI AIR Dewita Lutfiah Andriani; Agnes Rendowaty
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v9i2.146

Abstract

Kulit jeruk gerga merupakan limbah industri yang memiliki potensi sebagai minyak atsiri. Minyak kulit jeruk (citrus peel oil) adalah salah satu jenis minyak atsiri yang diproduksi di Indonesia. Jeruk gerga yang tumbuh di Pagaralam merupakan salah satu komoditi pangan yang menjanjikan, salah satu jeruk jenis jeruk mandarin yang kulitnya berbau khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa minyak atsiri kulit jeruk gerga dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Escherichia coli ATCC 25922. Minyak atsiri kulit jeruk gerga diperoleh dengan menggunakan metode destilasi air, kulit jeruk dirajang dan ditambahkan air kemudian didestilasi selama 2 jam. Aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar, konsentrasi minyak atsiri 50 %. Minyak yang dihasilkan sebanyak 0,102% v/b. Data komponen minyak jeruk dengan Kromatografi Gas-spektroskopi massa, diperoleh 18 puncak dengan 15 senyawa yang terdeteksi. Salah satu senyawa terdeteksi adalah D-Limonene (5,45%). Aktivitas antibakteri minyak atsiri 50 % terhadap bakteri S. aureus dan E. coli memiliki diameter daya hambat masing-masing sebesar 7,96 mm dan 7,79 mm.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RASIONALITAS PERESEPAN OBAT DENGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X MADIUN PERIODE 2022-2023 Ramadhani, Desinta Suci
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.141

Abstract

Asma merupakan sebuah kondisi medis yang sangat beragam, umumnya dicirikan oleh beragam kronis disaluran pernafasan. Data penelitian yang berasal dari Indonesia pada tahun 2021 mencatat bahwa prevalensi asma pada anak usia 13-14 tahun mencapai 6-7%. . Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat rasionalitas peresepan obat dengan efektivitas penggunaan obat pada pasien asma anak di instalasi rawat jalan Rumah Sakit X selama periode 2022 hingga 2023. Penelitian ini menyebutkan rasionalitas penggunaan obat asma pada pasien asma anak di Rumah Sakit X adalah 97% rasional dan 3% pasien mendapatkan regimen terapi pada anak berupa tappering off dan disesuaikan dengan kondisi pasien tersebut. Efektivitas penggunaan obat asma pada pasien asma anak diRumah Sakit X adalah 96% efektif dan 4% tidak efektif. Kesimpulan dari penilitian ini berdasarkan nilai uji T- test Corelation Pearson menunjukaan signifikansi 0.000<0.05, sehingga terdapat hubungan antara tingkat rasionalitas peresepan obat dengan efektivitas penggunaan obat pada pasien asma anak di Rumah Sakit X
FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR DENGAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Indriani, Selli; Susanty, Devy; Nurlela; Nurhayati, Lany
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.143

Abstract

Karies gigi menjadi salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan pada masyarakat. Bakteri utama penyebab karies yaitu Streptococcus mutans. Penggunaan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai zat aktif dalam sediaan obat kumur, mengetahui karakteristik sediaan obat kumur ekstrak bunga telang, serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang dan obat kumur ekstrak bunga telang terhadap bakteri S. mutans. Pada penelitian ini dilakukan uji determinasi tanaman, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, uji skrining fitokimia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang terhadap bakteri S. mutans menggunakan metode difusi cakram. Obat kumur ekstrak bunga telang diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga telang 0% (F0);1,5% (F1); 3% (F2); 4,5% (F3). Sediaan obat kumur diuji organoleptik, pH, berat jenis, viskositas dan aktivitas antibakteri terhadap S. mutans. Uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat sebesar 11 mm (kategori kuat). Formulasi obat kumur dengan penambahan ekstrak bunga telang 4,5% (F3) menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan formula tanpa ekstrak, dengan diameter hambat 1,5 mm.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KLUWIH SERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL Anwar, Khoirul; Zulfafasya, Nisrina; Arifin, Ibrahim
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.148

Abstract

Daun kluwih (Artocarpus camansi) mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Pemilihan metode pengeringan dapat mempengaruhi kandungan aktivitas antioksidan pada ekstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan oven dan pengeringan sinar matahari ditutup kain hitam terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun kluwih (Artocarpus camansi) serta kadar fenolik dan flavonoid total. Daun kluwih dilakukan pengeringan dengan metode oven dan sinar matahari ditutup kain hitam. Serbuk daun kluwih di maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak diuji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS dan trolox sebagai pembanding, dan ditetapkan kadar fenolik dan flavonoid total dengan pembanding asam galat dan kuersetin menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil data absorbansi dianalisis secara regresi linier untuk mendapatkan nilai ICβ‚…β‚€. Kadar fenolik dan flavonoid total dinyatakan dengan mgGAE/gram ekstrak dan mgQE/gram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kluwih pengeringan oven dan pengeringan sinar matahari diperoleh IC50 59,222 dan 89,077 ppm, trolox IC50 19,49 ppm. Pengeringan oven diperoleh kadar fenolik total 558,825 mgGAE/gram, flavonoid total 4,243 mgQE/gram. Pengeringan sinar matahari diperoleh kadar fenolik total 335,619 mgGAE/gram flavonoid total 1,354. mgQE/gram. Hasil analisis statistika menunjukan adanya pengaruh pada aktivitas antioksidan serta kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak etanol 96% daun kluwih.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus) Ismail, Ulfatul Magfirah M.; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Suleman, Ahmad
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.150

Abstract

Nyeri merupakan kondisi yang menandakan tubuh sedang mengalami kerusakan jaringan dan peradangan. Nyeri dapat diatasi dengan obat analgesik. Salah satu tanaman yang diduga mempunyai efek analgesik adalah Bunga Telang (Clioria ternatea L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan dosis efektif dalam meredakan rasa nyeri pada mencit yang diinduksi asam asetat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I diberikan NaCMC sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan ibuprofen sebagai kontrol positif, serta kelompok III, IV, dan V diberikan ekstrak bunga telang dengan dosis 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Hewan uji diinduksi dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal, kemudian ditunggu 10 menit dan diberikan ekstrak secara oral. Pengamatan dilakukan dengan menghitung respon nyeri yang ditandai dengan geliat selama 60 menit dengan interval waktu 10 menit. Data penelitian diolah secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa dosis ekstrak bunga telang efektif sebagai analgesik pada mencit putih jantan dengan dosis optimal 300 mg/kgBB tetapi tidak melebihi kontrol positif.