cover
Contact Name
Ahmad Fatoni
Contact Email
jurnalstifibp@gmail.com
Phone
+6281368741387
Journal Mail Official
jurnalstifibp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ariodillah III No.22A, RT.27/RW.9, 20 Ilir D. IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
ISSN : 25026712     EISSN : 26215519     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi memuat hasil penelitian dan review hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi farmasi. Topik-topik karya ilmiah adalah di bidang kimia farmasi, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, farmasetika, serta pemanfaatan bahan alam untuk produk farmasi
Articles 143 Documents
Aktivitas Antioksidan Fraksi n-Heksan, Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) Menggunakan Metode DPPH Khoirul Anwar
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.166

Abstract

Daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) mengandung senyawa flavonoid, fenolik, steroid dan saponin. Senyawa flavonoid berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari fraksi n-heksan, etil asetat dan air ekstrak etanol daun ganitri menggunakan metode DPPH dan penetapan kadar flavonoid total. Simplisia daun ganitri diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil ekstrak dilakukan fraksinasi bertingkat hingga didapatkan fraksi kental. Masing-masing fraksi diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan pembanding vitamin C, dan ditetapkan flavonoid total dengan pembanding kuersetin menggunakan spektrovotometri UV-Vis. Data absorbansi dianalisis secara regresi linier untuk mendapatkan nilai IC50. Kadar flavonoid total dinyatakan dengan mg/gram fraksi. Hasil penelitian aktivitas antioksidan menunjukkan fraksi n-heksan, etil asetat dan air ektrak etanol daun ganitri memiliki nilai IC50 secara berurutan sebesar 73,6122 ± 0,7086 µg/mL, 39,3118 ± 0,3656 µg/mL, dan 199,8732 ± 0,8007 µg/mL, vitamin C IC50 sebesar 7,3214 ± 0,1151 µg/mL. Hasil penetapan kadar flavonoid total dari fraksi n-heksan, etil asetat dan air ektrak etanol daun ganitri memiliki kadar secara berurutan yaitu sebesar 8,6814±0,0376 mgQE/gram, 9,9204±0,2557 mgQE/gram, dan 0,7270±0,0055 mgQE/gram.
Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Sungkai (Peronema canescens Jack) dalam Perspektif Gastroproteksi: Kajian Pustaka Tiara Ramadaini; Cindy Marseli; Rafifah Azzahra; Nurfitriyana; Muhammad Andry
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.180

Abstract

Ulkus peptikum masih menjadi masalah kesehatan saluran cerna karena berkaitan dengan kerusakan mukosa lambung yang dipengaruhi oleh asam lambung, infeksi Helicobacter pylori, obat antiinflamasi nonsteroid, stres oksidatif, dan inflamasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap bahan alam sebagai pendukung gastroproteksi kembali meningkat karena terapi konvensional tetap memiliki keterbatasan, terutama pada penggunaan jangka panjang. Salah satu tanaman yang menarik untuk dikaji adalah sungkai (Peronema canescens Jack), yang secara tradisional telah digunakan masyarakat untuk berbagai keluhan kesehatan dan diketahui mengandung beragam metabolit sekunder. Artikel ini bertujuan menelaah aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sungkai serta kaitannya dengan potensi gastroproteksi. Kajian disusun melalui penelusuran literatur dari artikel ilmiah dan dokumen resmi terbitan 2016–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan sumber terbuka lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sungkai memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kedua aktivitas ini secara biologis mendukung dugaan peran sungkai dalam melindungi mukosa lambung. Namun, bukti gastroprotektif langsung masih terbatas dan data toksisitas belum sepenuhnya konsisten. Dengan demikian, sungkai berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan alam pendukung gastroproteksi, tetapi masih memerlukan pembuktian praklinik yang lebih kuat dan terstandar.
Analisis dan Penetapan Kadar Deksametason pada Jamu Kemasan yang Beredar di Pasaran Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Khoirul Anwar; Agnes Budiarti; Sugito Candra
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.174

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang banyak dikonsumsi masyarakat karena dianggap aman dan berbahan alami. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) pada jamu, salah satunya deksametason, yang penggunaannya dilarang dalam sediaan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar deksametason dalam jamu pegal linu cair yang beredar di masyarakat. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) dengan kolom C18, fase gerak asam ortofosfat 0,1%–asetonitril (70:30, v/v), laju alir 1,0 mL/menit, dan deteksi UV pada panjang gelombang 240 nm. Sampel jamu dipreparasi menggunakan metanol, disonikasi, dan disaring sebelum diinjeksikan ke sistem HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh sampel yang dianalisis, tiga sampel (F, H, dan J) terdeteksi mengandung deksametason dengan kadar relatif tinggi, sedangkan tujuh sampel lainnya berada di bawah batas deteksi. Temuan ini menunjukkan masih adanya praktik penambahan Bahan Kimia Obat pada sebagian jamu yang beredar, sehingga diperlukan pengawasan dan pengujian laboratorium secara berkelanjutan untuk menjamin keamanan produk jamu dan melindungi masyarakat dari risiko kesehatan.
Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Tempoyak dengan Variasi Daun Pembungkus dan Uji Aktivitas Enzim Protease Epi Supri Wardi; Diza Sartika; Vindy Sandi Yuantika; Bastian Nova
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.176

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang mampu menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengevaluasi aktivitas enzim protease dari BAL yang berasal dari tempoyak, dengan penggunaan variasi daun pembungkus selama proses fermentasi, yaitu daun talas, daun jati, dan daun pepaya. Identifikasi BAL dilakukan secara morfologi dan biokimia, sedangkan penentuan spesies dilakukan secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA pada isolat BAL yang menunjukkan aktivitas enzim protease tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan diperolehnya empat isolat bakteri, yaitu TT7, TP8, TJ9, dan TT10. Uji morfologi dan biokimia menunjukkan bahwa isolat TT7 bukan merupakan BAL. Uji aktivitas enzim protease menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga isolat BAL yang memiliki aktivitas protease, yaitu isolat TP8 dengan diameter zona bening sebesar 12,67 mm, sedangkan enzim protease murni sebagai kontrol positif memiliki diameter zona bening sebesar 30 mm. Identifikasi molekuler terhadap isolat TP8 menunjukkan tingkat homologi sebesar 97% dengan Leuconostoc suionicum.
Analisis Perbandingan Kadar Bahan Baku Levofloksasin Hemihidrat Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis Fitria Puspita; Ahmad Nandang Roziafanto
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.177

Abstract

Penjaminan mutu Bahan Baku Aktif (Active Pharmaceutical Ingredients/API) merupakan parameter penting dalam industri farmasi untuk memastikan efikasi terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara statistik kinerja analitik Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar kuantitatif bahan baku levofloksasin hemihidrat. Penetapan kadar dilakukan dalam tujuh replikasi independen (n=7) untuk masing-masing instrumen. Presisi analitik dievaluasi menggunakan simpangan baku (SD) yang dilanjutkan dengan uji-F untuk menganalisis kesetaraan varians, sementara akurasi dinilai dengan membandingkan rata-rata persentase perolehan kembali (recovery) menggunakan uji-t sampel independen. Hasil analisis memberikan rata-rata % Recovery sebesar 99,57 % (SD = 0,2776 %) untuk metode KCKT, dan 99,72% (SD = 0,1892 %) untuk metode UV-Vis. Evaluasi statistik pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,15 (nilai kritis = 5,82) dan nilai t-hitung sebesar 1,97 (nilai kritis = 2,18). Hasil ini mengonfirmasi penerimaan H0, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada presisi maupun akurasi di antara kedua metode analitik tersebut. Oleh karena itu, spektrofotometri UV-Vis dapat menjadi alternatif yang sangat andal, hemat biaya, dan cepat dibandingkan KCKT untuk pengawasan mutu rutin levofloksasin hemihidrat murni, di mana tidak terdapat gangguan dari eksipien.
Verifikasi Klaim Dan Studi Komparatif Nilai Spf Produk Hybrid Sunscreen Berdasarkan Dominasi Filter Secara In Vitro Hairun niza; Rizkia Dwi Andini
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.181

Abstract

Paparan radiasi ultraviolet (UV) yang meningkat akibat perubahan iklim berpotensi menimbulkan kerusakan pada kulit, sehingga penggunaan sunscreen menjadi kebutuhan penting. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi klaim nilai SPF serta membandingkan nilai SPF in vitro pada produk hybrid sunscreen berdasarkan dominasi filter fisik dan filter kimia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dihitung dengan metode Mansur. Kesesuaian klaim SPF dinilai melalui persentase recovery, sedangkan analisis komparatif dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai SPF in vitro yang diperoleh berturut-turut adalah AA-50 (36,39), WH-50 (35,60), TE-50 (35,51), OE-50 (35,05), IA-40 (34,43), dan AW-35 (33,98). Berdasarkan persentase recovery, dua produk yaitu IA-40 (86,08%) dan AW-35 (97,09%) memenuhi standar, sedangkan empat produk lainnya tidak memenuhi standar. Hasil uji statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai SPF in vitro produk hybrid sunscreen dengan dominasi filter fisik dan dominasi filter kimia (p = 0,750).
Evaluasi Faktor Klinis Dan Kompleksitas Terapi Yang Menentukan Severity Level Serta Kaitannya Dengan Tarif Ina-Cbgs Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Tri Mayasari; Hidayatullah; Elis Susilawati
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.185

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama rawat inap dan sering disertai komorbiditas serta komplikasi yang meningkatkan severity level dan kebutuhan layanan kesehatan. Dalam sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tarif INA-CBGs ditentukan berdasarkan severity level, namun keterwakilan faktor klinis dan kompleksitas terapi farmakologis dalam sistem tersebut masih menjadi isu. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor klinis dan kompleksitas terapi farmakologis yang memengaruhi penentuan severity level serta kaitannya dengan kesesuaian tarif INA-CBGs pada pasien hipertensi rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, Garuda, Neliti, dan DOAJ untuk artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diekstraksi dan dianalisis secara kualitatif melalui sintesis tematik. Sebanyak 60 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor klinis, terutama komorbiditas dan komplikasi target organ, merupakan determinan utama severity level pasien hipertensi rawat inap. Kompleksitas terapi farmakologis, yang ditandai dengan polypharmacy, terapi kombinasi, dan intensitas monitoring, berhubungan dengan peningkatan lama rawat inap dan biaya riil perawatan. Namun, kompleksitas terapi belum sepenuhnya terakomodasi dalam penentuan severity level dan tarif INA-CBGs, sehingga pada kasus dengan severity tinggi sering ditemukan ketidaksesuaian antara biaya riil dan tarif yang diterima. Disimpulkan bahwa severity level pasien hipertensi rawat inap dipengaruhi oleh kombinasi faktor klinis dan kompleksitas terapi, sementara sistem tarif INA-CBGs masih lebih berorientasi pada klasifikasi diagnosis. Integrasi pertimbangan kompleksitas terapi dan optimalisasi peran farmasis klinik berpotensi meningkatkan akurasi severity level dan keadilan pembiayaan INA-CBGs
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL EKSTRAK N-HEKSAN, ETIL ASETAT, METANOL DAUN BENALU ALPUKAT Dendrophthoe pentandra (L) Miq. Yulia Gita lestari; Agnes Rendowaty; David Darwis
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.187

Abstract

Daun Benalu Alpukat (Dendrophthoe pentandra (L) Miq.) diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antibakteri ekstrak daun benalu alpukat (Dendrophthoe pentandra (L) Miq.) terhadap bakteri Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi bertingkat diawali dengan pelarut n-heksan, dilanjutkan dengan etil asetat, dan metanol.sebanyak 200 gram serbuk simplisia, diperoleh rendemen ekstrak n-heksan, etil asetat, dan metanol berturut-turut sebesar 3,86%; 10,9%; dan 29,97%. Kandungan total fenol diuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan dianalisa dengan spektrofotometri UV-Vis, aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenol ekstrak n-hekasan sebesar 2,368 mg GAE/g, etil asetat sebesar 4,196 mg GAE/g, dan ekstrak metanol sebesar 4,331 mg GAE/g. aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat rata-rata ekstrak n-heksan 14,18 mm, etil asetat 22,19 mm, dan metanol 16,92 mm, menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memiliki daya hambat paling tinggi terhadap Escherichia coli.
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) TERHADAP SEL KANKER SERVIKS HeLa SECARA IN VITRO Vera Astuti; Sonlimar Mangunsong; Lilis Maryanti
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.189

Abstract

Tingginya angka kematian yang ditimbulkan menjadikan kanker serviks sebagai salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di berbagai belahan dunia. Eksplorasi bahan alam untuk pengembangan antikanker menjadi strategi yang potensial untuk menemukan senyawa yang lebih efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun akasia mangium (Acacia mangium Willd.) terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTT assay serta menghitung nilai Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀). Daun akasia mangium diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 97%, kemudian ekstrak yang diperoleh diuji pada sel HeLa dengan berbagai konsentrasi, yaitu 7,8125–2000 ppm. Aktivitas sitotoksik ditentukan berdasarkan nilai viabilitas sel yang diperoleh dari pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 550 nm dengan menggunakan ELISA reader. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase kematian sel HeLa secara dose-dependent. Analisis regresi linear menghasilkan persamaan y = 34,59x − 33,298 dengan nilai R² sebesar 0,9567 dan nilai IC₅₀ sebesar 255,95 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, ekstrak etanol daun akasia mangium menunjukkan aktivitas sitotoksik kategori sedang pada sel HeLa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun akasia mangium berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber kandidat senyawa antikanker berbasis bahan alam.
Evaluasi Farmakoekonomi Terapi Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Dengan Hipertensi Di RSUD Bari Palembang Metode Cost-Effectiveness Analysis Ferawati suzalin; Maya Sopianti; Metha Vionary Dinanti
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.190

Abstract

Hipertensi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Beragam regimen antihipertensi tersedia dengan efektivitas dan biaya variatif, diperlukan evaluasi farmakoekonomi untuk mendukung pemilihan terapi efisien, Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya berbagai regimen antihipertensi pada pasien hipertensi rawat inap di RSUD Bari Palembang menggunakan metode Cost-Effectiveness Analysis. Penelitian observasional kohort retrospektif menggunakan data rekam medis, biaya pasien hipertensi rawat inap peserta JKN tahun 2024. Sebanyak 31 pasien memenuhi kriteria inklusi dikelompokkan menjadi tiga regimen terapi, yaitu ACEI+CCB (n=16), ARB (n=8), dan Diuretik+ACEI (n=7). Efektivitas terapi dinilai berdasarkan proporsi pasien dengan target penurunan tekanan darah setelah 72 jam terapi. Analisis biaya dari perspektif payer menggunakan biaya medik langsung. Efisiensi biaya dievaluasi menggunakan Average Cost-Effectiveness Ratio dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio. Regimen ACEI+CCB menunjukkan efektivitas terapi tertinggi (51%),rerata biaya medik langsung Rp7.207.302 ,nilai ACER terendah (Rp141.319,65 per 1% efektivitas), diikuti ARB (Rp141.577,63) dan Diuretik+ACEI (Rp156.074,56). Analisis ICER menunjukkan penggunaan ACEI+CCB dibandingkan ARB memerlukan tambahan biaya sebesar Rp138.946,20 untuk setiap peningkatan efektivitas sebesar 1%, Diuretik+ACEI terhadap ARB menunjukkan trade-off biaya dan efektivitas lebih rendah. ACEI+CCB menunjukkan efisiensi biaya terbaik. Hasil ini merupakan bukti pendukung pengambilan keputusan terapi antihipertensi yang mempertimbangkan keseimbangan antara efektivitas klinis dan biaya pada pasien hipertensi rawat inap.