cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 78 Documents
Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat Bawang (Spodoptera exiqua) dan Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa var. Aggregatum) Dina Aryati; Yogi Nirwanto
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v5i2.2447

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) merupakan jenis tanaman rempah yang termasuksalah satu bumbu masak utama dunia. Dalam tahapan budidaya bawang merah, jarak tanam padasaat penanaman dan masa pemeliharaan sangat menentukan pada tingkat pertumbuhan hasil panen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadapintensitas serangan Spodoptera eqigua pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan dilakukandengan menggunakan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi atauStrip Plot Design (SPD). Terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu dosis pupuk kalium dan jarak tanam,perlakuan sebanyak 16 perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahuibahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis kalium dengan jarak tanam terhadap berbagairespon yang diamati, yaitu respons berupa intensitas serangan, jumlah daun terserang, bobot umbibasah per rumpun, bobot umbi kering per rumpun sedangkan bobot umbi kering per petak terjadiinteraksi. Kadar kalium pada lahan penelitian tinggi yaitu 0,71 % sebagai mana terdapat dalamlaporan hasil analisis tanah. Peningkatan pertumbuhan maupun hasil dilakukan pada lahan yangmencukupi unsur hara makro utama yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman adalah kalium.Unsur kalium pada tanaman bawang merah memperlancar proses fotosintesis, memacu memperkuathasil, dan menambah daya tahan hama penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada jarak yangrapat menghasilkan tanaman bawang merah yang lebih tinggi, namun memiliki jumlah daun yanglebih sedikit. Hal ini karena pada jarak tanam yang lebih rapat terjadi kompetisi terhadap cahaya,sehingga memacu pertumbuhan tinggi bawang merah untuk mendapatkan cahaya (efek etiolasi).Tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan(Spodoptera exigua), pertumbuhan, komponen hasil maupun hasil tanaman bawang merah.
FORMULASI MINUMAN FUNGSIONAL TINGGI ANTIOKSIDAN BERBASIS GULA KELAPA DENGAN VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI EKSTRAK RIMPANG Hidayah Dwiyanti; Retno Setyawati; Siswantoro Siswantoro; Diah Krisnansari
Media Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v4i2.1362

Abstract

Pengembangan minuman fungsional ekstrak rimpang dengan pemanis gula kelapa, merupakan salah satu alternatif penyediaan minuman fungsional kaya antioksidan berbasis potensi lokal.  Tujuan penelitian untuk mengkaji konsentrasi dan jenis ekstrak rimpang terhadap kadar dan aktifitas antioksidan minuman fungsional yang dihasilkan.  Merupakan penelitan eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan faktor yang dicoba adalah: konsentrasi ekstrak rimpang (10% ,15% dan 20%), dan jenis Rimpang (Jahe, Kencur dan Kunyit).  Parameter yang diamati yaitu: kadar air, tokoferol, beta karoten, fenol, DPPH, gula reduksi dan gula total.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan ekstrak, kadar beta karoten, jumlah fenol dan DPPH semakin meningkat, sebaliknya tokoferol semakin menurun. Minuman kunyit mempunyai kadar beta karoten, jumlah fenol dan tokoferol tertinggi (805,66 mg / 100 g, 0,26% dan 3,26%) dibandingkan dengan minuman kencur (792,19 mg / 100 g, 0,24% dan 2,68%) dan jahe (768,45 ug / 100 g, 0,25% dan 3,06%). Sejalan dengan itu minuman kunyit memiliki aktivitas antioksidan DPPH tertinggi (84,61%) dibandingkan dengan minuman kencur (82,48%) dan minuman jahe (82,89%). 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK URIN KAMBING YANG DIFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Visi Tinta Manik; Andi Budiansyah; Fitri Kurniati
Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v4i1.1223

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki nilai nutrisi cukup tinggi. Produksi tomat dari tahun ke tahun semakin meningkat sejalan dengan permintaan pasar. Untuk memenuhi permintaan tersebut, produksi tomat perlu ditingkatkan. Pupuk urin kambing yang difermentasi dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian pupuk urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan. Konsentrasi pupuk urin kambing yang digunakan adalah 0 ml/l, 150 ml/l, 175 ml/l, 200 ml/l, 225 ml/l, dan 250 ml/l. Parameter yang diuji meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan bobot buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk urin kambing tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tanaman tomat. Namun, dapat meningkatkan bobot buah tomat secara signifikan dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan pupuk urin kambing. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian urin kambing dapat meningkatkan bobot buah tomat, sehingga berpotensi untuk meningkatkan produksi buah tomat.  
Aplikasi Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen Terhadap Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall.) In Planta Fajar Mulyani; Loekas Soesanto; Murti Wisnu Ragil Sastyawan; Mujiono Mujiono
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4767

Abstract

Wereng batang coklat adalah hama utama padi yang belum dapat diatasi hingga kini dan tidak dapat dikendalikan dengan insektisida kimia bahkan dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karenanya, diperlukan pengendalian ramah lingkungan dan aman. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap wereng batang coklat pada padi varietas Ciliwung in planta. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama 5 bulan. Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan digunakan, dengan perlakuan adalah kontrol, metabolit sekunder Beauveria bassiana B10, Beauveria bassiana B16, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecani, dan insektisida bahan aktif imidakloprid. Variabel yang diamati adalah mortalitas, waktu kematian, intensitas serangan, dan tinggi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi metabolit sekunder B. bassiana B16 paling efektif mengendalikan N. lugens, yang ditunjukkan oleh kematian wereng batang coklat paling cepat yaitu 6,57 hari setelah aplikasi, dengan mortalitas 52%, dan mampu menekan intensitas serangan N. lugens paling rendah yaitu 6,48%. Metabolit sekunder jamur entomopatogen tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman.
EFIKASI EKSTRAK DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia) TERHADAP MORTALITAS ULAT BAWANG (Spodoptera exigua Hubn.) Elya Hartini; Yanto Yulianto; Tini Sudartini; Erna Pitriani
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4775

Abstract

Ulat bawang (Spodoptera exigua) merupakan hama utama yang bersifat polifag yang memiliki potensi besar dalam kerusakan pada tanaman bawang merah hingga mencapai 62,98%. Aplikasi pestisida nabati dengan bahan dasar daun kipahit (Tithonia diversifolia) menjadi salah satu bentuk pengendalian yang dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang efektif dari ekstrak daun kipahit terhadap pengendalian hama ulat bawang. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada bulan Oktober sampai November 2021, menggunakan metode eksperimental yang didesain dalam pola Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak daun kipahit yang digunakan pada uji pendahuluan masing masing adalah 0%, 3%, 6%, 9%12% dan 15%, didapatkan LC50 yaitu 4,5% ekstrak daun kipahit, hasil konsentrasi pada uji pendahuluan digunakan untuk kegiatan uji lanjutan yaitu sebesar 0%, 4,5%, 4,5%, 6,5%, 7,5% dan 8,5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun kipahit efektif mengendalikan ulat bawang pada konsentrasi 4,5% sementara konsentrasi paling efektif untuk menurunkan aktivitas makan serta intensitas serangan adalah 7,5% ekstrak daun kipahit.
Pengaruh Pupuk Limbah Pasar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.)) Pada Beberapa Tingkat Salinitas Ida Hodiyah; Ulayya Hauliyah; Maman Suryaman
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v6i2.3769

Abstract

Kedelai merupakan salah satu jenis tanaman pangan terpenting setelah padi dan jagung yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kedelai belum mampu dicukupi dalam negeri padahal kebutuhannya meningkat seiring dengan semakin banyaknya produk olahan kedelai. Peningkatan konsumsi kedelai tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan produksi kedelai itu sendiri disebabkan oleh luasnya lahan yang ada di Indonesia sebagian besar mengandung kadar garam yang tinggi yang biasa disebut lahan salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk limbah pasar terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada kondisi salinitas. Percobaan ini dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Juni 2021 di Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik limbah pasar 0 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha dan faktor kedua adalah tingkat salinitas 0%, 0,5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan pupuk limbah pasar memberikan pengaruh terhadap kadar klorofil daun dan luas daun kedelai. Pupuk organik limbah pasar dengan dosis 30 ton/ha menghasilkan kadar klorofil daun dan luas daun yang paling baik dibandingkan dosis lainnya. Tingkat salinitas memberikan pengaruh terhadap bobot 100 butir biji kering kedelai.
Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Air Kelapa, BAP dan NAA Pada Media DKW Terhadap Pertumbuhan Eksplan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) Secara In Vitro Isma Alfiana; Rudi Priyadi; Ida Hodiyah; Erwin Al Hafiizh
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v5i2.2446

Abstract

Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan baku bioenergi. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku maka diperlukan upaya untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Rumput gajah sulit diperbanyak secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi zat pengatur tumbuh Air Kelapa, BAP dan NAA pada Media Driver Kuniyuki Walnut terhadap pertumbuhan Rumput Gajah (P. purpureum Schumach). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020 di Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman, Pusat penelitian Bioteknologi – LIPI Bogor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Konsentrasi air kelapa yang telah ditetapkan sebesar 0 ml/L, 50 ml/L, BAP sebesar 0 mg/L, 1 mg/L, 2 mg/L, dan NAA dengan konsentrasi 0 mg/L, 0,01 mg/L, 0,1 mg/L. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Air kelapa 50 ml/L+ BAP 2 mg/L + NAA 0,01 mg/L merupakan kombinasi yang memberikan hasil lebih baik terhadap pertumbuhan eksplan rumput gajah dalam menginduksi jumlah tunas dengan rata-rata 4,92 tunas/eksplan dan jumlah daun dengan rata-rata 21,88 helai/eksplan, namun tidak memberikan hasil yang baik terhadap jumlah akar dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan zat pengatur tumbuh (kontrol).
EFIKASI EKSTRAK BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) YANG DITAMBAH SURFAKTAN TERHADAP KUTU DAUN PERSIK (Myzus persicae Sulz.) Suhardjadinata Suhardjadinata; Rakhmat Iskandar; Diah Nurain Suci Ningtiyas
Media Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v4i2.1361

Abstract

Kutu daun persik (Myzus persicae Sulz) merupakan salah satu jenis hama yang memakan segala jenis tumbuhan (polifag), berkembangbiaknya sangat cepat, serangan hama ini pada cabai dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Gulma babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa saponin, flavonoid, alkaloid, minyak atsiri serta tanin berpotensi sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan kutu daun persik. Aplikasi pestisida nabati di lapangan sering kurang efektif karena mudah tercuci oleh air hujan, sehingga perlu penambahan bahan perekat (surfaktan) agar lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak babadotan yang ditambah surfaktan untuk mengendalikan kutu daun persik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak babadotan  yaitu : 0%,22%,33%, dan 44%. Faktor kedua adalah konsentrasi surfaktan yaitu; 0%, 0,025% dan 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak babadotan dengan konsentrasi 44% ditambah surfaktan dengan konsentrasi 0,05% efektif mengendalikan hama kutu daun persik dengan persentase kematian 73,33% pada 72 jam setelah aplikasi.
Respon Kelapa Sawit di Aplikasi Kompos Eceng dan POC Asal Tebu di Pre Nursery Marlina Marlina; Erizal Sodikin; Lidwina Ninik; Sri Sukarmi; Rizky Sanjaya; Septia Sandika Rahayu; Indah Rahma Dewi
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeterminasi pertumbuhan benih berkecambah Kelapa Sawit pada media topsoil diaplikasi kompos eceng (Monochoria vaginalis) maupun pupuk organik cair tebu pada pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini terdiri atas 2 penelitian yaitu Penelitian A dan Penelitian B. Penelitian A adalah perlakuan berat Kompos Eceng dicampur media topsoil dengan design RAK dengan 7 perlakuan, 3 ulangan. Penelitian B adalah perlakuan volume Pupuk Organik Cair pucuk Daun Tebu (POC diaplikasi 4 ml  tanaman-1minggu-1) dengan design RAK dengan 4 perlakuan, 5 ulangan. Respon bibit tanaman kelapa sawit terhadap pemberian kompos (organik padat) maupun POC (organik cair) menunjukkan  pada 6 minggu setelah tanam merupakan sebagai fase tumbuh yang tepat untuk mengaplikasikan POC lewat tanah sebanyak 4 ml POC tanaman-1 minggu-1 dengan awal aplikasi seminggu setelah tanam. Respon tanaman kelapa sawit terhadap pemberian organik berupa POC lewat tanah lebih ditunjukkan oleh pertumbuhan tinggi bibit tanaman. Kompos Eceng sebanyak 300 g tanaman-1 dicampurkan media top soil menghasilkan jumlah klorofil daun yang lebih banyak.
Penentuan Periode Kritis Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum L.) Akibat Persaingan Dengan Gulma di Kabupaten Subang Asep Ikhsan Gumelar; Frengky Arya Saputra
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v6i1.2998

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penentuan periode kritis tanaman bawang merah yang diakibatkan oleh persaingan dengan gulma sehingga dapat ditetapkan waktu penyiangan yang paling tepat sehingga dapat diperoleh pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Percobaan dilaksanakan di desa Tenjolaya, kecamatan Kasomalang, kabupaten Subang dengan ketinggian tempat 1.000 m diatas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe curah hujan termasuk C (agak basah) menurut perhitungan Schmidt dan Ferguson (1951). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan perlakuan, yakni : A. Disiangi 2 Minggu Setelah Tanam;  B. Disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; C. Disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; D. Disiangi 8 Minggu Setelah Tanam; E. Tanpa disiangi 2 Minggu Setelah Tanam; F. Tanpa disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; G. Tanpa disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; dan H. Tanpa disiangi 8 Minggu Setelah Tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  periode kritis tanaman bawang merah akibat persaingan dengan gulma adalah 4 hingga 6 Minggu Setelah Tanam.