cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 78 Documents
Potensi Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) Sebagai Salah Satu Komponen Pendukung Pengembangan Pertanian Fitri Kurniati
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.357 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3010

Abstract

Marigold (Tagetes sp) merupakan tanaman hias yang sudah dikenal sejak lama di Indonesia, namun hanya di beberapa daerah yang menggunakannya secara rutin pada upacara keagamaan dan digunakan untuk bunga papan. Temuan peneliti baik di dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa bunga ini mempunyai potensi untuk dikembangkan karena banyak sekali kegunaannya. Berdasarkan hal tersebut artikel ini dibuat dengan tujuan memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan animo untuk menelaah tentang marigold. Metode yang digunakan untuk membuat artikel ini adalah studi literatur dari berbagai telaahan dan hasil penelitian. Pada dasarnya kegunaan yang diperoleh dari bunga marigold disebabkan pada bunga marigold terkandung karotenoid berwarna kuning seperti karoten yaitu alfa dan beta karoten dan xantofil yaitu lutein dan zeaxantin, selain itu terkandung flavonoid. Karotenoid bisa menjadi antioksidan, menyembuhkan demam ringan, sakit tenggorokan ringan, pelembab alami, dan pengusir nyamuk alami.  Flavonoid adalah metabolit sekunder dari polifenol yang memiliki berbagai efek bioaktif termasuk anti virus, anti-inflamasi, anti penuaan, antioksidan, kardioprotektif, antidiabetes, dan anti kanker. Dengan demikian, bunga marigold bisa digunakan sebagai obat herbal, refugia, dan bahan obat anti nyamuk. Faktor pendukung yang pengembangan adalah: marigold  mudah dibudidayakan, secara ekonomis dan ekologis menguntungkan. Maka, marigold bisa dijadikan ladang usaha rumahan maupun skala besar.
DAYA TERIMA ROTI TAWAR MOCAF DAN UBI JALAR PADA SANTRIWATI PESANTREN X Nurul Azizah Choiriyah; Irra Chrisyanti Dewi
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.629 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i1.2137

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima roti tawar yang dibuat dengan perbandingan tepung terigu, tepung mocaf dan tepung ubi jalar putih yang berbeda. Perlakuan tepung terigu:tepung mocaf : tepung ubi jalar putih pada penelitian ini yaitu (200:0:0) g, (160:40:0) g dan (160:0:40) g. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji organoleptik menggunakan uji hedonik. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT pada taraf signifikansi 95%. Substitusi tepung terigu menggunakan tepung mocaf dan tepung ubi jalar putih berpengaruh terhadap daya terima dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur roti tawar. Tepung mocaf berpotensi sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti tawar dibandingkan tepung ubi jalar. Parameter rasa dan tekstur roti tawar tepung mocaf pada uji organoleptik mendapatkan penilaian suka dari panelis. Sedangkan parameter rasa dan tekstur roti tawar tepung ubi jalar pada uji organoleptik mendapatkan penilaian agak suka dari panelis.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus (Jacq) P. Kumm) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM Fitri Kurniati; Yaya Sunarya; Rina Nurajijah
Media Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.329 KB) | DOI: 10.37058/mp.v4i2.1358

Abstract

Pada umumnya petani membuat media jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus (Jacq) P. Kumm) berbahan dasar serbuk kayu, diantaranya sengon. Namun ketersediaanya semakin hari semakin berkurang, sehingga diperlukan alternatif bahan lain sebagai substitusi, misalnya sekam padi yang mengandung serat tinggi dengan komposisi utama selulosa 33% sampai 44%, lignin 19% sampai 47%, hemniselulosa 17% sampai 26%, pentose 16,95% sampai 21,95% dan silica 13%. Tujuan penelitian adalah mengetahui pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada berbagai komposisi media tanam. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2019 di Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana, diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan terdiri dari p0 (100% serbuk kayu), p1 (15% sekam padi + 85 % serbuk kayu), p2 (30 % sekam padi + 70 % serbuk kayu), p3 (45 % sekam padi + 55 % serbuk kayu) dan p4 (60 % sekam padi +40% serbuk kayu). Analisis data menggunakan uji Fisher pada taraf kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tubuh buah dan bobot basah jamur tiram putih yang lebih baik terdapat pada komposisi 15 % media sekam + 85% serbuk kayu, yaitu 38,70 tubuh buah dan bobot basah 493,98 g.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Rudi Priyadi; Dedi Natawijaya; Rida Parida; Ade Hilman Juhaeni
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.652 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i2.3824

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil bawang merah dengan teknik budidaya adalah melakukan pemupukan. Pemupukan merupakan pemberian pupuk guna menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam upaya meningkatkan hasil dan. mutu hasil tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi jenis dan dosis pupuk organik yang berpengaruh paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2021 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya pada.ketinggian 374 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali yaitu, P0= kontrol (tanpa pupuk organik), P1= .pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1, P2 = pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1, P3 = pupuk organik kotoran kambing 20 ton/ha, P4 = pupuk organik kotoran ayam 20 t ha-1, P5 = pupuk organik kotoran kambing 5 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 5 t ha-1, P6= pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk organik kotoran kambing dan pupuk organik kotoran ayam berpengaruh terhadap tinggi tanaman bawang merah pada umur 30 HST dan 45 HST. Pupuk organik kotoran ayam 20 t ha-1dan kombinasi pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1memberikan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman.pada umur 30 HST dan 45 HST dibanding tanpa pupuk organik.
PENGARUH KETERSEDIAAN KALIUM TANAH TERHADAP RESIDU TEH KOMPOS KULIT PISANG PADA BAWANG MERAH Raudha Anggraini Tarigan
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.504 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i2.2448

Abstract

Tidak semua unsur hara yang terdapat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman, sehingga dimungkinkan terdapat sisa unsur hara di dalam tanah yang disebut dengan residu. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Kebun Percobaan Ngijo, Karangploso, Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pada residu teh kompos kulit pisang dengan dosis 125% Teh Kompos dan 25% KCl dan dengan aplikasi kalium humat terhadap berat basah umbi. Sementara itu, peningkatan K tertinggi terdapat pada residu 125% Teh Kompos dan 25% KCl dengan peningkatan 56,90% jika dibandingkan dengan kontrol.
Analisis Struktur Sampah Dan Komposisi Kimia Limbah Cair (Leachate) Di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciangir Kota Tasikmalaya Dedi Natawijaya; Vita Meylani
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.748 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i1.2124

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui struktur sampah dan komposisi kimia limbah cair (Leachate) di Tempat Pengolahan Sampah (TPA) Ciangir Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian diharapkan dapat mengetahui potensi pencemaran yang disebabkan oleh limbah padat maupun cair yang ada di TPA Ciangir. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel sampah adalah dengan mengambil contoh sampah sebanyak 10 % dari setiap truk yang datang  setiap hari, sedangkan untuk limbah cair diambil dari tiga titik kolam penampungan limbah cair yaitu di titik pemasukan air limbah, di kolam penampungan dan di saluran pembuangan limbah. Selanjutnya sampel sampah dipilah sesuai dengan pengelompokkan tertentu dan analisis limbah cair dianalisis di laboratorium untuk menentukan kandungan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah di TPA Ciangir secara berurutan dari yang terbesar adalah bahan organik (52 %), tekstil (20 %), plastik (15 %), kertas (6 %), logam dan kaca masing-masing 1 %. Kandungan logam berat seperti Hg ( 0,0008 mg/L), Cd ( 0,003 mg/L), As (0.002 mg/L), masih di bawah baku mutu, namun demikian untuk Cr (0,14 mg/L), COD (147,13 mg/L), BOD (422,6 mg/L) dan TSS (4,269 mg/L) termasuk di atas baku mutu dan berpotensi menjadi pencemar sehingga harus dilakukan pengolahan agar tidak mencemari sumber air di masyarakat. Kandungan hara utama pada kompos adalah C organik 15 %, N 2 %, P2O5 1 %, pH 6 dan K2O sangat rendah.     
PERTUMBUHAN SENGON (Albizzia falcataria L.) PADA MEDIA TANAM CAMPURAN TAILING, TANAH, DAN BAHAN ORGANIK Yaya Sunarya; Fahd Latif Arasyid
Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.356 KB) | DOI: 10.37058/mp.v4i1.1224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan sengon (Albizzia falcataria L.) yang ditanam pada media tanam campuran tailing, tanah, dan bahan organik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu campuran tailing dan tanah; campuran tailing, tanah, dan pupuk kandang ayam, campuran tailing, tanah, dan pupuk kandang domba; dan campuran tailing, tanah, dan arang sekam; dan enam ulangan. Data penelitian dianalisis dengan analisis varian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit sengon yang paling baik ditunjukkan pada campuran tailing, tanah dan arang sekam.
UJI DAYA HAMBAT MINYAK DAUN CENGKEH DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP CENDAWAN Alternaria solani (Ell. & Mart.) Sorauer PADA TOMAT SECARA IN VITRO Sintia Dewi Hizrianti; Dedi Natawijaya; Adam Saepudin
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.634 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3011

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang rentan terserang penyakit. Penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tomat kehilangan hasil hingga mencapai 86% adalah penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan patogen Alternaria solani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak daun cengkeh dalam menghambat pertumbuhan cendawan A. solani. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065%, 0,08%, dan 0,095% dapat menghambat pertumbuhan miselium cendawan A. solani dengan persentase penghambatan sebesar 100%, sedangkan untuk perlakuan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% secara berturut-turut menunjukkan nilai persentase penghambatan sebesar -9%, 9%, dan 40%. Minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065% menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan miselium cendawan A. solani dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi yang lain.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Manggis Pada Seed Coating untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Kedelai di Penyimpanan Darul Zumani; Maman Suryaman
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.488 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i2.2443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis pelarut dan konsentrasi ekstrak kulit manggissebagai bahan seed coating untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai dipenyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Produksi dan Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya bulan Maret sampai dengan November 2019.Percobaan disusun secara faktorial dalam rancangan Acak Petak Terbagi (RPT) dengan tiga kaliulangan, terdiri dari dua faktor yaitu jenis pelarut (P) sebagai petak utama, yaitu Air (p1),Methanol (p2), faktor kedua sebagai anak petak adalah konsentrasi ekstrak kulit manggis (K)yaitu : k1 = 5 %, k2 = 10 %, k3 = 15 % k4 = 20 %, k5 = 25 %. Berdasarkan hasil percobaandapat disimpulkan bahwa pada benih yang disimpan tiga bulan, terjadi interaksi antara pelarutdengan konsentrasi ekstrak kulit manggis sebagai bahan seed coating terhadap daya hantarlistrik, panjang akar, panjang hipokotil, bobot kering kecambah, bobot kering akar dan bobotkering tajuk. Pada taraf perlakuan konsentrasi yang sama jenis pelarut methanol menunjukkanhasil yang lebih baik dari pelarut air. Pada benih yang disimpan enam bulan, terjadi interaksiantara pelarut dengan konsentrasi ekstrak kulit manggis sebagai bahan seed coating terhadapdaya kecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor, panjang akar, bobot kering kecambah, dayahantar listrik, tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering akar. Pada taraf perlakuankonsentrasi yang sama jenis pelarut methanol menunjukkan hasil yang lebih baik dari pelarutair, sedangkan pada taraf jenis pelarut yang sama semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulitmanggis semakin baik hasilnya. Perlakuan seed coating menggunakan ekstrak kulit manggisdengan jenis pelarut methanol dengan konsentrasi 20 % dapat mempertahankan viabilitas benihkedelai di penyimpanan.
Pengaruh Inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskular dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Suhardjadinata Suhardjadinata; Fitri Kurniati; Dini Hanifah Nur Lulu
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.732 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i1.2131

Abstract

Inokulasi cendawan mikoriza arbuskular (CMA) merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Cendawan mikoriza berpotensi meningkatkan serapan unsur hara oleh akar tanaman, karena miselium cendawan mikoriza berperan sebagai perpanjangan akar dalam menyerap nutrisi dan air. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui interaksi antara inokulasi cendawan mikoriza arbuskular dengan pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 5 taraf yaitu, tanpa dipupuk NPK, dipupuk NPK 250 kg ha-1, dipupuk NPK 500 kg ha-1, dipupuk NPK 750 kg ha-1, dan dipupuk NPK 1000 kg ha-1. Faktor kedua yaitu inokulasi CMA yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa inokulasi CMA, inokulasi CMA 5 g koker-1 semai, inokulasi CMA 10 g koker-1 semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara inokulasi CMA dengan pupuk NPK terhadap luas daun, jumlah buah per tanaman, bobot buah per butir, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per petak dan konversi per hektar. Inokulasi CMA 10 g koker-1 semai dan dipupuk dengan pupuk NPK 500 kg ha-1 dan 750 kg ha-1 dapat mengefisiensikan pengunakan pupuk NPK antara 25% sampai 50% dan meningkatkan hasil sebesar 7,09% sampai 7,82% dari penggunaan pupuk NPK anjuran/ rekomendasi.