cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 78 Documents
Pengaruh Sungkup dan Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium Saat Aklimatisasi Tini Sudartini; Darul zumani; Della Diantini
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v5i1.2136

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan seedling anggrek invitro dalam fase aklimatisasi adalah penggunaan sungkup dan media tanam yang sesuai.  Penelitian ini bertujuan: mempelajari pengaruh interaksi antara sungkup dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium selama aklimatisasi   Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Perlakuan sungkup merupakan faktor utama yang terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa menggunakan sungkup dan memakai sungkup serta perlakuan jenis media tanam merupakan anak petak yang terdiri dari 5 taraf yaitu pakis cacah, sabut kelapa, arang sekam, kulit pohon akasia, limbah sabut batang aren. Percobaan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keterkaitan antara pemakaian sungkup dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan anggrek selama aklimatisasi.  Pemakaian sungkup dan jenis media arang sekam menghasilkan pertumbuhan bibit anggrek yang terbaik selama aklimatisasi.
Pengaruh Urine Sapi dan RPTTTerhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. Var. Roberto 92) Rahmi Rahayu; Ida Hodiyah; Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4790

Abstract

Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. Var. Roberto 92) termasuk komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi selain untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, komoditas ini juga mempunyai prospek yang cukup besar untuk ekspor. Langkah utama untuk meningkatkan produksi mentimun dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen harus ditempuh berbagai strategi diantaranya melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urine sapi dan Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman (RPTT) yang memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun Jepang yang paling baik. Percobaan dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2021, di Desa Mekarsari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berpola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu urine sapi yang terdiri dari 3 taraf (25%, 50%, dan 75%). Faktor kedua yaitu Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman (RPTT) yang terdiri 3 (0%, 1%, dan 1,5%). Data hasil pengamatan diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara urine sapi dengan RPTT terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun Jepang. Perlakuan urine sapi dengan konsentrasi 50% memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per petak. Perlakuan RPTT dengan konsentrasi 1,5%  memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang dan diameter buah.
Pemanfaatan Limbah Akar Wangi sebagai Kombinasi Media Hidroponik, Briket sebagai Bahan Bakar Dede Sumyati; Budy Rahmat; Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.5701

Abstract

Peningkatan kebutuhan minyak akar wangi mengakibatkan peningkatan penyulingan yang disertai dengan peningkatan limbah akar wangi, hingga saat ini penanganan limbah akar wangi hanya mengandalkan pembakaran. Perlu adanya solusi lain sebagai pemanfaatan limbah akar wangi. Salah satu solusi yang bisa dikembangkan yaitu pemanfaatan limbah akar wangi sebagai media hidroponik dan briket sebagai bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi media hidroponik dan nutrisi yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan mengetahui karakteristik briket arang dari serbuk arang aktif limbah akar wangi sebagai bahan bakar. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 Faktor yaitu faktor media tanam (m) dan nutrisi (n). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor media tanam yang baik untuk tanaman sawi secara hidroponik, media tanam pasir dan serbuk arang aktif limbah akar wangi memberikan hasil yang baik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk dan nisbah pupus akar, sedangkan untuk faktor nutrisi yang baik yaitu NPK + Gandasil D memberikan hasil yang terbaik pada semua parameter kecuali nisbah pupus akar. Maka dapat disimpulkan campuran pasir dan arang aktif limbah akar wangi serta pemberian nutrisi NPK dan Gandasil D memberikan hasil yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sawi secara hidroponik. Briket arang aktif limbah akar wangi memiliki kualitas yang baik, yaitu memenuhi standar SNI dengan rata-rata kadar air (4,6 %), kadar abu (5,53 %) dan nilai kerapatan (0,52 g/cm3).  The increasing demand for vetiver oil results in increased distillation activity that has impacted on the increasing of vetiver waste. Until now, the handling of the waste has relied on incineration. There needs to be another solution as the utilization of vetiver waste. The solution developed is the use of vetiver waste as a hydroponic medium and briquettes as fuel. The objective of this study was to determine the combination of hydroponic media and good nutrition on the growth and yield of caisim (Brassica juncea L.) and to determine the characteristics of charcoal briquettes from vetiver waste as fuel. The experiment was arranged by Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the planting medium (m) and nutrition (n). According to the results of the study there was an interaction between planting media factors and nutritional factors on leaf area and root loss ratio, but there was no interaction on plant height, leaf number and crown fresh weight. The proper planting media factors for mustard plants hydroponically, sand and vetiver waste charcoal planting media provided good results on the parameters of plant high, amount of leaves, header fresh weight and root decay ratio, while good nutritional factors, namely NPK + Gandasil D provided the best results in all parameters except root loss ratio. So it can be concluded that a mixture of sand and charcoal as well as the provision of NPK and Gandasil D nutrition provides optimal results for the growth of mustard plants hydroponically. The fragrant roots of the charcoal briquettes have a good quality, possessing good qualities of SNI with an average of the water level (4,6 % ), the ashes (5,53 %) and the density (0,52g / cm3). 
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIFITAS BEBERAPA KULTIVAR PADI UNGGUL PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK Suhardjadinata Suhardjadinata; Abdazul Fahmi; Yaya Sunarya
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4791

Abstract

Penggunaan kultivar padi unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas dan produksi padi. Dengan telah banyaknya kultivar padi unggul yang dilepas dapat dijadikan alternatif pilihan bagi petani dalam pengembangan budidaya padi organik yang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas dari beberapa kultivar padi unggul dalam sistem budidaya padi organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Juli 2021 di Desa Jatisari Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan dengan ketinggian tempat 320 m dpl. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yaitu perlakuan 4 kultivar dengan 6 ulangan. Kultivar padi unggul yang diuji dalam penelitian ini adalah Sintanur, Jaliteng, Inpari Arumba dan IR Nutri Zinc. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan kultivar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi. Kultivar Sintanur menunjukkan pertumbuhan dan produktivitas tertinggi (jumlah anakan rumpun-1, jumlah gabah malai-1, bobot 100 butir gabah, hasil gabah kering panen dan hasil gabah kering giling) pada sistem budidaya padi organik dibandingkan dengan kultivar lainnya.
Keanekaragaman dan Kekerabatan Morfologi Tanaman Kemili (Solanostemon rotundifolius) di Kabupaten Bangka Nabila Fharellia Anjani; Gigih Ibnu Prayoga; Tri Lestari
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.5699

Abstract

Tanaman kemili merupakan tanaman pangan alternatif yang tumbuh subur di negara Indonesia. Namun, tanaman kemili sampai saat ini belum populer di kalangan masyarakat Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman aksesi kemili (Solanostemon rotundifolius) di Kabupaten Bangka berdasarkan karakter morfologi dan mengetahui hubungan kekerabatan antar plasma nutfah kemili berdasarkan morfologi di Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara eksplorasi di Kabupaten Bangka dan dikarakterisasi secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan ada 3 aksesi yang terdapat di Kabupaten Bangka, yaitu aksesi Balunijuk, Kimak, dan Batu Rusa. Terdapat 2 kelompok hubungan kekerabatan berdasarkan morfologi dengan koefisien 0,65 atau 65%. Aksesi kemili yang diteliti memiliki variabilitas genetik dan variabilitas fenotipik yang sempit.  Kemili plants are an alternative food commodities that thrive in Indonesia. Kemili plants aren’t yet popular among the people of Bangka. The aim of the study was to determine the diversity of accessions of the kemili (Solanostemon rotundifolius) in Bangka Regency based on morphological characteristics and to determine the relationship between the germplasm of the Kemili (Solanostemon rotundifolius) based on morphology in Bangka Regency. The research was conducted from January to June 2021. The study used an experimental method. Sampling was taken by exploration in Bangka Regency and characterized by qualitative and quantitative characters. The results of the study found that there were 3 accessions found in Bangka Regency, namely Balunijuk, Kimak, and Batu Rusa. There are 2 groups of morphological relationships with qualitative characters with a coefficient of 0.65 or 65%. Kemili accession have narrow genetic variability, and phenotypic variability. 
Viabilitas dan Virulensi Tujuh Belas Tahun Penyimpanan Fusarium oxysporum Schlecht. f.sp. zingiberi Trujillo Dalam Tanah Steril Elvina Hapsari; Loekas Soesanto; Endang Mugiastuti
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v6i2.3823

Abstract

Koleksi dan penyimpanan mikroba diperlukan untuk penelitian lebih lanjut, sumber biodiversitas, koleksi, dan konservasi plasma nutfah mikroba. Salah satu teknik penyimpanan mikroba adalah dalam tanah steril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan virulensi beberapa isolat Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi setelah disimpan selama tujuh belas tahun pada tanah steril. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan dan 17 perlakuan, yaitu isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi asal Magelang terdiri atas MBO1, MBO2, MSO1, MSO3, MSO4, MCO1, MCO2, MBM, MSH dan MSS, serta asal Purworejo, yaitu PBO1, PBO2, PPO1, PKO2, PKO3, PPH dan PBOSi. Variabel yang diamati adalah warna koloni, diameter koloni, mikrokonidium, makrokonidium, waktu pertumbuhan, kecepatan tumbuh, berat kering miselium, kerapatan konidium, masa inkubasi, luas serangan, selisih bobot, dan indeks sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi asal Magelang dan Purworejo, yang telah disimpan dalam medium tanah steril selama tujuh belas tahun, masih tumbuh dengan baik pada medium PDA dan memenuhi cawan Petri pada umur 6-19 hari. Isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi tersebut masih mampu menimbulkan gejala busuk rimpang jahe dengan masa inkubasi 11-21 hari setelah inokulasi. Rerata luas serangannya antara 2,07-2,65 mm2. Rerata luas serangan terbesar dan terkecil terdapat pada perlakuan PBOSi dan MSO4 masing-masing sebesar 2,65 dan 2,07 mm2 atau 49,00 dan 16,28 % dibandingkan kontrol Rerata indeks sampah tertinggi dan terendah masing-masing terdapat pada PBO2 dan MCO1 sebesar 39,56 dan 18,70 g atau 129,00 dan 8,4 % dibandingkan kontrol.
Pengaruh Perendaman Benih dalam Ekstrak Daun Tapak Dara terhadap Fenotipe Kedelai (Glycine max (L) Merril) Amir Amilin; Suhardjadinata Suhardjadinata; Liring Guntari
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.4820

Abstract

Produktivitas kedelai dalam negeri masih tergolong rendah karena potensi hasil dari varietas-varietas kedelai di dalam negeri masih rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi hasil kedelai yaitu dengan meningkatkan potensi genetiknya melalui poliploidisasi menggunakan senyawa antimitotik dari ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman benih kedelai terhadap fenotif kedelai. Pelaksanaan penelitian di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada bulan Januari sampai Juni 2021. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap untuk menguji 10 perlakuan kombinasi ekstrak daun tapak dara serta lama perendaman dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan dianalisis dengan analisis varians. Perbedaan antara perlakuan diuji dengan  Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada a 5%. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa perendaman benih kedelai dalam larutan ekstrak daun tapak dara dengan konsentrasi dan lama perendaman yang berbeda berpengaruh terhadap fenotif kedelai. Perendaman benih kedelai dalam larutan ekstrak daun tapak dara 1% selama 6 jam menunjukkan tinggi tanaman, panjang akar dan panjang polong lebih baik dari perlakuan lainnya.  Soybean productivity in Indonesia is relatively low due to the slight yield potential of domestic soybean varieties. Increasing its genetic potential through polyploidization using antimitotic compounds from leaf extract of tapak dara (Catharanthus roseus L.) should be made to increase soybean yield potential. This study aimed to determine the effect of concentration and duration of soaking soybean seeds on soybean phenotype. The experiment was carried out at greenhouse of the Faculty of Agriculture, Universitas Siliwangi from January to June 2021. A completely randomized design was applied to examine 10 combination treatments of tapak dara leaf extract and soaking time repeated 3 times. An analysis of variance (F test) was utilized by observational parameters, if there was a difference between treatments, Duncan's multiple range test was carried out at a 5% significance level. The results showed that soaking soybean seeds in a solution of tapak dara leaf extract with different concentrations and soaking time affecting the soybean phenotype. Soybean seed soaking in 1% tapak dara leaf extract solution for 6 hours showed that plant height, root length and pod length were better than other treatments.   
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PAKCOY (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)) Nisa, Khoerun; Rosmala, Arrin; Ramadhanty, Suci
Media Pertanian Vol 9, No 1 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i1.10831

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)) merupakan sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat, karena memiliki kandungan gizi seperti betakaroten yang tinggi, protein, lemak nabati, karbohidrat, serat, Ca, Mg, Fe, sodium, vitamin A dan vitamin C. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman pakcoy dalam proses budidaya yaitu melakukan pemberian pupuk pupuk organik hayati dan pupuk NPK 16:16:16. Penelitian diberikan empat perlakuan, yaitu A = Tanpa pupuk (kontrol); B = 100% pupuk organik hayati; C = 25% NPK Mutiara 16:16:16 + 75% pupuk organik hayati; D = 100% NPK Mutiara 16:16:16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik hayati dan NPK memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan bobot basah. Perlakuan 25% NPK + 75% pupuk organik hayati merupakan perlakuan optimal karena memberikan tinggi tanaman paling tinggi yaitu sebesar 22.97 cm. Pakcoy (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)), is a popular vegetable due to its rich nutritional profile including beta-carotene, protein, vegetable oil, carbs, fiber, calcium, magnesium, iron, salt, vitamin A, and vitamin C. To enhance Pakcoy plant productivity during cultivation, biological organic fertilizer and NPK 16:16:16 fertilizer will be applied. The study involved four treatments: A (control group without fertilizer), B (100% biological organic fertilizer), C (25% NPK Pearl 16:16:16 + 75% biological organic fertilizer), and D (100% NPK Pearl 16:16:16). The data indicates that dosage biological organic fertilizer dan NPK fertilizer impacts plant height but does not affect leaf count and wet weight. The 25% NPK + 75% biological organic fertilizer treatment is considered ideal as it resulted in the tallest plant height of 22.97 cm.
Perbandingan Tingkat Kerusakan Buah Kopi Oleh Hama Penggerek (Hypothenemus hampei Ferr.) pada Perkebunan Kopi Arabika (Coffea arabica L.) dengan Ketinggian Berbeda Sri Nadiawati; Adrinal Adrinal; Siska Efendi
Media Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i1.6972

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo) Hypothenemus hampei Ferr. adalah salah satu hama utama yang menyerang tanaman kopi Arabika di seluruh dunia termasuk Indonesia. Secara umum, Hypothenemus hampei dapat menyerang berbagai jenis kopi, tetapi kopi Arabika (Coffea arabica) cenderung lebih rentan terhadap serangan ini dibandingkan dengan kopi Robusta (Coffea canephora). Di Indonesia, jenis kopi yang banyak ditanam adalah kopi Arabika dan kopi Robusta. Kopi Arabika lebih banyak ditanam di dataran tinggi, sementara kopi Robusta lebih banyak ditanam di dataran rendah. Menarik untuk mengetahui kelimpahan populasi PBKo dan tingkat kerusakan pada kopi arabika di dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan tingkat kerusakan PBKo pada kopi arabika di dataran tinggi. Pengamatan dilakukan di perkebunan kopi rakyat di Kabupaten Kerinci dan Laboratorium Bioekologi Serangga Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan PBKo tertinggi terdapat di Desa Sungai Renah (1242 mdpl), Kecamatan Kayu Aro Barat (1242 mdpl) yakni 64,32% dan kerusakan terendah juga terdapat di Desa N1, Kecamatan Kayu Aro Barat yaitu 8,04% (1654 mdpl). Hal tersebut menunjukkan tingkat kerusakan PBKo berkurang dengan meningkatnya ketinggian lokasi. The coffee berry borer (CBB) Hypothenemus hampei Ferr. is one of the main pests that attacks Arabica coffee plants worldwide, including in Indonesia. Generally, Hypothenemus hampei can attack various types of coffee, but Arabica coffee (Coffea arabica) tends to be more susceptible to this pest compared to Robusta coffee (Coffea canephora). In Indonesia, the most commonly cultivated types of coffee are Arabica and Robusta. Arabica coffee is mainly grown in highland areas, while Robusta coffee is grown in lowland areas. It is interesting to know the population abundance and level of damage caused by CBB on Arabica coffee in highland areas. This study aims to determine the population abundance and level of damage caused by CBB on Arabica coffee in highland areas. Observations were conducted in smallholder coffee plantations in Kerinci District and the Insect Bioecology Laboratory of the Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Andalas University. The results showed that the highest CBB damage was found in Sungai Renah Village (1242 mdpl), Kayu Aro Barat Sub-district (1242 mdpl), with a damage level of 64.32%, while the lowest damage was found in N1 Village, Kayu Aro Barat Sub-district, with a damage level of 8.04% (1654 masl). This indicates that the level of CBB damage decreases with increasing altitude.
Desain Primer Gen SMT 1 Terhadap Pertambahan Tinggi Batang Melambat pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) Berdasarkan Situs SNP Aline Sisi Handini; Jefryan Syaputra; Halida Adistya Putri
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8671

Abstract

Karakter pertambahan tinggi batang melambat merupakan salah satu tujuan dari pemuliaan tanaman kelapa sawit untuk optimalisasi umur ekonomis tanaman, mengurangi siklus replanting, dan mempermudah proses panen. Gen SMT 1 merupakan gen kunci didalam biosintesis hormon brasinosteroid yang berperan dalam pertumbuhan dan pertambahan batang tanaman. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi gen yang memiliki karakter unggul tersebut adalah PCR (Polymerase Chain Reaction). Dalam proses PCR, desain primer merupakan hal yang sangat penting karena primer tersebut akan menentukan keberhasilan dalam proses amplifikasi PCR. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kandidat primer yang akan digunakan dalam analisis keragaman genetik terkait pertambahan tinggi batang berdasarkan situs SNP. Data sekuen DNA kelapa sawit diperoleh pada laman NCBI. Pensejajaran sekuen DNA dilakukan pada sofware geneious prime untuk mengidentifikasi situs SNP. Desain primer dilakukan pada perangkat lunak WebSNAPER. Hasil penelitian menghasilkan dua kandidat pasang primer yang akan digunakan untuk melakukan analisis keragaman genetik terkait gen pengendali pertambahan tinggi batang melambat. Masing- masing primer terdiri dari primer reference dan alternate dan memiliki ukuran amplikon yang berbeda pada setiap pasang primer. The character of growth inhibitor stem is one of the goals of oil palm plant breeding to increase the economic life of the plant, reduce the replanting cycle and simplify the harvesting process. The SMT 1 gene is a key gene in the brasinosteroid hormone which plays a role in the growth and addition of plant stems. The technique used to identify genes with superior characters is PCR (Polymerase Chain Reaction). In the PCR process, the design of the primer is very important because the primer will determine the success of the PCR amplification process. The aim of this study was to obtain primer to be used in the analysis of genetic diversity related to stem height gain. Oil palm DNA sequence data were obtained in terms of NCBI. DNA sequence alignment was performed on geneious prime software to obtain SNP sites. Primer design was performed on WebSNAPER software. The results of the study obtained two candidate pairs of primers to be used for the analysis of genetic diversity related to the increase in the height of the stems of the stem. Each primer consists of reference and alternate primers and has a different amplicon size for each pair of primers.