cover
Contact Name
Ade Marlisa Rahmadayanti
Contact Email
stikesabdurahmanpalembang@gmail.com
Phone
+6281377902442
Journal Mail Official
lppmstikesabdurahman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukajaya No.7 Rt/Rw 005/001 Km.5,5 Kec.Sukarami Palembang Telp.(0711) 421674 Ext.201.202.Fax. (0711) 5611015
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Abdurrahman
ISSN : 20899599     EISSN : 27463737     DOI : https://doi.org/10.55045/jkab.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB) adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi: Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.
Articles 216 Documents
DETERMINAN KEPEMILIKAN JAMBAN KELUARGA DI DESA TANJUNG JATI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KISAM ILIR KABUPATEN OKU SELATAN TAHUN 2019 Eko Heryanto; Fera Meliyanti
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.487 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.104

Abstract

Open defecation (BABS) is still common in Indonesia. In some areas, people still defecate carelessly in rivers or streams. Data obtained from the South OKU District Health Office in 2018 amounted to 80.14% of the KK of 92,825 households having family latrines. Kisam Ilir Puskesmas ranks 4th among the lowest coverage of healthy latrines out of 19 OKU Selatan District Puskesmas.Data for 2017-2018 shows (26.29%) of 2035 households that have access to healthy latrines. Tanjung Jati Village is one of the villages in the Kisam Ilir Community Health Center with the lowest number of healthy latrine ownership, 18.06%.The research design used was a cross sectional research design. The population was all family heads in Tanjung Jati Village, Kisam Ilir Health Center, South OKU Regency, with 155 households. The sample size is 112 samples. The statistical test used was the chi square test.Based on univariate analysis, 84 (75%) respondents did not have latrines, 66 (58.9%) respondents lacked knowledge, 60 (53.6%) respondents did not support, 73 (65, 2%) respondents with the availability of clean water available and as many as 77 (68.8%) respondents claimed to have never attended counseling. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge and ownership of family latrines with p value 0,000, there was a significant relationship between attitude and ownership of family latrines with p value of 0.001, there was a significant relationship between availability of clean water and ownership of family latrines with p value of 0,000, and there is a significant relationship between attending counseling with the ownership of the family toilet with a p value of 0,000.There is a significant relationship between knowledge, attitudes, availability of clean water and having attended counseling with the ownership of family toilets. Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) masih banyak terjadi di Indonesia.Di sejumlah daerah, masyarakat masih membuang air besar sembarangan di kali atau sungai.Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2018 sebanyak 80,14% KK dari 92.825 KK telah memiliki jamban keluarga. Puskesmas Kisam Ilirmenempati urutan ke 4 cakupan jamban sehat terendah dari 19 puskesmasKabupaten OKU Selatan. Data pada tahun 2017-2018, menunjukkan sebanyak (26,29%) dari 2035 KK yang memiliki akses jamban sehat. Desa Tanjung Jatimerupakan salah satu desa yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kisam Ilir dengan cakupan kepemilikan jamban sehat nomor 2 terendah yaitu 18,06%.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional Populasi adalah seluruh kepala keluarga di Desa Tanjung Jati Wilayah Kerja Puskesmas Kisam Ilir Kabupaten OKU Selatan yang berjumlah 155 kepala keluarga. Besar sampel yaitu 112 sampel.Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 84 (75%) responden tidak tersedia jamban, sebanyak 66 (58,9%) responden berpengetahuan kurang baik, sebanyak 60(53,6%) responden dengan sikap tidak mendukung, sebanyak 73 (65,2%) responden dengan ketersediaan air bersih tersedia dan sebanyak 77 (68,8%) responden mengaku tidak pernah mengikuti penyuluhan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban keluarga dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kepemilikan jamban keluarga dengan p value 0,001, ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban keluarga dengan p value 0,000, dan ada hubungan yang bermakna antara mengikuti penyuluhan dengan kepemilikan jamban keluarga dengan p value 0,000 .Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, ketersediaan air bersih dan pernah mengikuti penyuluhan dengan kepemilikan jamban keluarga keluarga.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS (WPS) TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) DI PROSTITUSI SEER KABUPATEN KARAWANG Vivi Dwi Putri
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.974 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.105

Abstract

According to WHO estimates in 2008, 499 million new cases of curable STI (syphilis, gonorrhea, chlamydia and trikomoniasis) takes place every year around the world in adults aged 15-49 years. These figures do not include extra health burden caused by HIV and other viruses such as HSV IMS. The design that was used in the preparation of analytical research methods is by using a Cross-sectional approach in simple random sampling, with the number of respondents to be 65. The research and discussion of the 65 respondents, a total of 20 respondents (30.8%) good knowledge level and 45 respondents (69,2%) level of knowledge. Of the 5 variables are examined, there is one variable that meaningful socio-economic value of the obtained p = 0.05 (≤0.05), and 4 other variables was not meaningfully. There is a meaningful relationship between the socioeconomic level of knowledge of women sex workers (WPS) against sexually transmitted diseases (STDS), whereas other characteristics such as age, experience, the status of residence and source of information on the absence of a meaningful relationship with the level of knowledge of female sex workers (WPS) against sexually transmitted diseases. Therefore this research as a basis to improve the quality of service type to the community in order to be able to empower communities especially the society became a target in the health establishments. Menurut 2008 WHO memperkirakan, 499 juta kasus baru IMS dapat disembuhkan (sifilis, gonore, klamidia dan trikomoniasis) terjadi setiap tahun di seluruh dunia pada orang dewasa berusia 15-49 tahun. Angka-angka ini tidak termasuk beban kesehatan tambahan yang disebabkan oleh HIV dan IMS virus lainnya seperti HSV. Desain yang digunakan dalam penyusunan ini adalah metode penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional secara simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 65. Hasil penelitian dan pembahasan dari 65 responden, sebanyak 20 responden (30,8%) tingkat pengetahuan baik dan 45 responden (69,2%) tingkat pengetahuan kurang baik. Dari 5 variabel yang diteliti, terdapat satu variable yang bermakna yaitu sosial ekonomi diperoleh nilai p = 0,05 (≤0,05), dan 4 variabel lainnya tidak bermakna.Terdapat hubungan yang bermakna antara sosial ekonomi dengan tingkat pengetahuan wanita pekerja seks (WPS) terhadap penyakit menular seksual (PMS), sedangkan karakteristik lainnya seperti umur, pengalaman, status tempat tinggal dan sumber informasi tidak adanya hubungan yang bermakna dengan tingkat pengetahuan wanita pekerja seks (WPS) terhadap penyakit menular seksual. Untuk itu penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukkan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap masyarakat agar lebih bisa memberdayakan masyarakat terutama masyrakat yang menjadi binaan di instansi kesehatan tersebut
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA ASURANSI MANDIRI INHEALTH TERHADAP PELAYANAN POLI RAWAT JALAN DI RS HERMINA PALEMBANG Lisneni Dewi; Catur Rio Wahyudi
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.497 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.106

Abstract

Service quality is a form of consumer (patient) assessment of the level of service received by the expected level of service. If it is not in line with patient expectations, it will be an input for health care organizations to try to fulfill it. Hermina Hospital Palembang increased outpatient visits, one of them is mostly patients of health insurance. One of the most participants who access Hermina Hospital services are those of Mandiri Inhealth Insurance. This study aims to determine the relationship of patient satisfaction using Mandiri Inhealth insurance to outpatient Poly services at Hermina Hospital Palembang in 2019. This research is an analytical survey of "Cross Sectional" design approach, that is momentary search to determine the correlation between independent and dependent variables. The population is all patients of Mandiri Inhealth Insurance who received services in outpatient Poly care, totaling 131 people. The samples used in this study are 57 people. The sampling technique uses accidental sampling. Data are analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square test. The results show that of 57 patients 61.4% are satisfied, 38.6% are dissatisfied with outpatient poly services. Bivariate analysis results show that the observed variables i.e. Tangible (p value = 0,000), Reliability (p value = 0,000), Responsiveness (p value = 0.009), Assurance (p value = 0,000), and Emphaty (p = 0,000) all have a correlation with patient satisfaction of Mandiri Inhealth participants in Outpatient Poly. Kualitas pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen (pasien) terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan. Jika belum sesuai dengan harapan pasien, maka akan menjadi suatu masukan bagi organisasi layanan kesehatan agar berupaya memenuhinya. RS Hermina Palembang mengalami peningkatan kunjungan pasien rawat jalan yang salah satunya sebagian besar pasien-pasien yang merupakan peserta asuransi kesehatan. Salah satu peserta terbanyak yang mengakses pelayanan RS Hermina yaitu peserta dari Asuransi Mandiri Inhealth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien pengguna asuransi Mandiri Inhealth terhadap pelayanan Poli Rawat Jalan di Rumah Sakit Hermina Palembang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain/ rancangan pendekatan “Cross Sectional” yaitu penelusuran sesaat untuk mengetahui hubungan antara variabel Independen dan dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien peserta Asuransi Mandiri Inhealth yang mendapatkan pelayanan di Poli Rawat Jalan yang berjumlah 131 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 57 orang. Tehnik pengambilan Sampel dilaksanakan dengan cara Accidental Sampling. Data di analis dengan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 57 pasien 61,4% menyatakan puas, 38,6% tidak puas dengan pelayanan poli rawat jalan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa varibel yang diamati yaitu Tangible (p value = 0,000), Reliability (p value = 0,000), Responsiveness (p value =0,009), Assurance (p value =0,000), dan Emphaty (p=0,000) semuanya ada hubungan dengan kepuasan pasien peserta Mandiri Inhealth di Poli Rawat Jalan.
PENGARUH FAKTOR INTERNA DAN EKSTERNA TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB BARU DI BPM SORAYA PALEMBANG Melia Rahma; Riska Melati
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.3 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.107

Abstract

Family Planning (KB) is a program aimed to control the population by reducing the number of children born by women aged 15-49 years, which is then called the total birth rate or the total fertility rate (TFR). This research used cross sectional latitude cut methods, samples used using Purposive Sampling. Results of bivariate with a statistic test of ρ value of 0,495 > (0,05) which means there is no age influence with the selection of tools Contraception, test statistic with the value of ρ value 0,715 > (0,05) which means there is no educational influence with the selection of contraceptives, statistic test with the value of ρ value 0,747 > (0,05) which means there is no influence of parity with the selection Contraceptives, test statistic with the value of ρ value 0,457 > (0,05) which means there was no influence of job status with the selection of contraceptives, statistic test with the value of ρ value of 0,000 < (0,05) which meant there was a goal influence using Contraceptives with the selection of contraceptives, test statistic with the value of ρ value 0,049 < (0,05) which meant there was an influence of husband support with the selection of contraceptive equipment. Keluarga berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk mengontrol jumlah penduduk dengan mengurangi jumlah anak yang dilahirkan oleh perempuan usia 15-49 tahun, yang kemudian disebut dengan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR). Penelitian ini menggunakan metode potong lintang cross sectional, Sampel yang digunakan menggunakan Purposive Sampling. Hasil bivariat dengan uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,495> (0,05) yang artinya tidak ada pengaruh usia dengan pemilihan alat kontrasepsi, uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,715 > (0,05) yang artinya tidak ada pengaruh pendidikan dengan pemilihan alat kontrasepsi, uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,747 > (0,05) yang artinya tidak ada pengaruh paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi, uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,457 > (0,05) yang artinya tidak ada pengaruh status pekerjaan dengan pemilihan alat kontrasepsi, uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,000 < (0,05) yang artinya ada pengaruh tujuan menggunakan alat kontrasepsi dengan pemilihan alat kontrasepsi, uji statistik dengan nilai ρ value sebesar 0,049 < (0,05) yang artinya ada pengaruh dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SADARI DALAM MENDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA SISWA KELAS XI MAN 1 OKU TAHUN 2019 Yustina Oktarida
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.133 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.108

Abstract

Breast self-examination (BSE) is very beneficial for women of early adulthood. BSE can identify breast abnormalities as early as possible, more quickly detect early stage breast cancer. This study aims to determine the Relationship of Knowledge and Attitudes about BSE in grade XI adolescents in MAN 1 Baturaja. The methodology used is an analytical survey with a cross sectional approach. The population of this study were all class XI students at MAN 1 Baturaja in the 2019 academic year, totaling 161 respondents, while the sample in this study was 150 respondents who were taken using accidental sampling technique. The data were processed using the SPSS prosram. From the results of the Chi_Square test, it was found that there was a significant relationship between the knowledge of female adolescents in class XI and BSE with a significant value of ρ value = 0.002. There is a significant relationship between the attitude of teenage girls and BSE with a significant value of ρ value = 0.000. Conclusion: there is a significant relationship between the knowledge and attitudes of class XI adolescent girls with BSE. It is suggested to schools to improve health education in an effort to provide a correct understanding of breast cancer and how to check breasts properly. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat bermanfaat bagi para wanita usia dewasa awal. SADARI dapat mengetahui kelainan payudara sedini mungkin, lebih cepat mendeteksi kanker payudara stadium dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang SADARI pada remaja putri kelas XI di MAN 1 Baturaja.Metodelogi yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatancross sectional. Populasi penelitian ini seluruh siswi kelas XI di MAN 1 Baturaja tahun pelajaran 2019 yang berjumlah 161 responden, sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah 150 responden yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data diolah menggunakan program SPSS. Dari hasil uji Chi_Square diperoleh hubungan yang bermakna antara pengetahuan remaja putri kelas XI dengan SADARI dengan nilai signifikan ρ value = 0,002. Ada hubungan yang bermakna antara sikap remaja putrid dengan SADARI dengan nilai signifikan ρ value = 0,000. Kesimpulan: ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap remaja putri kelas XI dengan SADARI. Disarankan kepada sekolah agar meningkatkan penyuluhan kesehatan dalam upaya memberikan pemahaman yang benar tentang kanker payudara dan cara memeriksa payudara yang baik dan benar.
HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK DENGAN MOTORIK KASAR PADA TUMBUH KEMBANG ANAK BATITA DI PUSKESMAS SEI SELINCAH PALEMBANG Marchatus Soleha; Rizki Sunita Putri
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.312 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.109

Abstract

Based on basic health research, ministry of health in 2018 shows 17,7% of babies are still malnourished. It consists of bad nutrition of 196% and lacks nutrition by 13,8% (Riskesdas, 2018). The number of malnutrition cases in 2017 went down more than in 2016. In 2014 the number of malnutrished cases in south Sumatra as many as 276, down to 162 in 2015 then it went up to 248 in 2016 and down again to 224. Whereas toddler nutritional status of Palembang was reported in 2017 for poor nutrition 0,02%, undernourished 96,77% good nutrition 96,77%, more nutrition 1,22% (Palembang, 2018). The purpose of this research is to find out relations of status of nutrition with crude motor on the development of toddlers At Sei Selincah Scienc Palembang In 2019. The research of study its uses methods of descretive analytic with plan of cross sectional. This samples are used 254 childrens to search relations of status of nutrition with crude motor on the development of toddlers at Sei Selincah Scienc Palembang In 2019. Being taken in the simple random sampling. The researched show it is not relations of status of nutrition with crude motor on the development of toddlers at Sei Selincah Scienc Palembang In 2019 (P Value = 0,815). it is not relations of status of nutrition with crude motor on the development of toddlers at Sei Selincah Scienc Palembang In 2019. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7% bayi masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas gizi buruk sebesar 19,6% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8% (Riskesdas, 2018). Jumlah kasus gizi buruk pada tahun 2017 mengalami penurunan dibanding tahun 2016. Pada tahun 2014 jumlah kasus gizi buruk di Sumatera Selatan sebanyak 276 orang, turun menjadi 162 orang pada tahun 2015 lalu naik menjadi 248 orang pada tahun 2016, dan turun kembali menjadi 224 orang. Sedangkan status gizi batita di Kota Palembang dilaporkan pada tahun 2017 gizi buruk 0,02%, gizi kurang 96,77%, gizi baik 96,77, gizi lebih 1,22% (Kota Palembang, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan motorik kasar pada tumbuh kembang anak batita di Puskesmas Sei Selincah Kota Palembang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Dengan pengambilan sampel sebanyak 254 anak, penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan status gizi dengan motorik kasar pada tumbuh kembang anak batita di Puskesmas Sei Selincah kota Palembang tahun 2019. Penelitian dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan status gizi dengan motorik kasar pada tumbuh kembang anak batita di Puskesmas Sei Selincah Kota Palembang tahun 2019 (P value = 0,815). Tidak ada hubungan status gizi dengan motorik kasar pada tumbuh kembang anak batita di Puskesmas Sei Selincah Kota Palembang tahun 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA 12-59 BULAN DI KELURAHAN TALANG JAWA KABUPATEN OKU Fera Novitry; Dina Permatasari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.99 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.110

Abstract

Pneumonia is the main cause of death in children under five, based on data from the OKU District Health Office, the most pneumonia cases are in the work area of ​​Tanjung Agung Health Center as many as 202 cases and outbreaks with the most pneumonia cases in Talang Jawa Village as many as 60 cases. The purpose of this study was to study the factors related to the incidence of pneumonia in toddlers 12-59 months in Talang Jawa village, the working area of ​​UPTD Tanjung Agung Community Health Center, West Baturaja District, OKU Regency. This type of research is Cross Sectional, data collection is done by observation and direct interviews using a questionnaire. The sample in this study consisted of 181 samples taken by respondents. The results of the bivariate analysis using the chi square test are that there is a relationship between smokers in the house and the incidence of pneumonia on the balitia (p value 0.007), there is a relationship related to the use of drugs related to the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000 ), there is a relationship that contributes between the density of occupancy with the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000), there is a relationship that is related between the extent of the house with the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000). Suggestions, for the Tanjung Agung Public Health Center so that there is always a development of pneumonia cases in infants that occur in Talang Jawa Village, the Work Area of ​​Tanjung Agung Health Center. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, kasus pneumonia terbanyak adalah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung sebanyak 202 kasus dan keluarahan dengan kasus pneumonia terbanyak ada di Kelurahan Talang Jawa sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita 12-59 Bulan Di Kelurahan Talang Jawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan besar sampel sebanyak 181 sampel yang dijadikan responden. Hasil analisis secara bivariat dengan menggunakan uji chi square yaitu ada hubungan yang bermakna antara keberadaan perokok di dalam rumah dengan kejadian pneumonia pada balitia (p value 0,007), ada hubungan yang bermakna antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000), ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000), ada hubungan yang bermakna antara luas ventilasi rumah dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000). Saran, bagi puskesmas tanjung agung agar selalu mengawasi perkembangan kasus pneumonia pada balita yang terjadi di Kelurahan Talang Jawa Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung.
HUBUNGAN VULVA HYGIENE DAN PENGGUNAAN TISU TOILET TERHADAP PENURUNAN KEJADIANFLUOR ALBUS (KEPUTIHAN) PADA REMAJA PUTRI Ade Marlisa Rahmadayanti; Karneli Karneli; Maria Hernita Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.744 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.111

Abstract

Infections in the vagina every year affect women worldwide, reaching 10-15% of 100 million women, namely candida bacterial infection and experience vaginal discharge. The problem of vaginal discharge that occurs in adolescents needs special attention. If leucorrhoea in adolescents is allowed to cause serious illness and very fatal consequences if treated too late, for example it can cause infertility, pelvic inflammation and cervical cancer. Leucorrhoea is 95% of the early symptoms of cervical cancer which can lead to death if not treated immediately. Caring for genetalia has a role in determining health status. Performing vulva hygiene properly will avoid infection of the reproductive organs. The behavior of vulva hygiene and the use of toilet paper can overcome the incidence of vaginal discharge because it aims to maintain cleanliness and dry the female organs so as to reduce the occurrence of reproductive health problems in women, especially to prevent vaginal discharge. The aim of this study was to find out how the relationship between vulva hygiene and the use of toilet paper to reduce the incidence of fluor albus (vaginal discharge) in young women.This research method uses a literature study where an analysis of the search results of journal articles (e-journals) and articles with a review of existing theories (e-books) is carried out. This study revealed that there was a relationship between vulva hygiene behavior and the use of toilet paper in reducing the incidence of vaginal discharge. Infeksi pada vagina setiap tahunnya menyerang perempuan di seluruh dunia mencapai 10-15% dari 100 juta perempuan, yaitu infeksi bakteri candida dan mengalami keputihan. Masalah keputihan yang terjadi pada remaja perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika keputihan pada remaja dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit serius dan berakibat sangat fatal bila terlambat ditangani, misalnya dapat menimbulkan kemandulan, radang panggul serta kanker leher rahim. Keputihan merupakan 95% gejala awal dari kanker leher rahim yang bisa berujung pada kematian bila tidak segera mendapatkan penanganan. Melakukan perawatan organ genetalia mempunyai peranan dalam menentukan status kesehatan. Melakukan vulva hygiene dengan baik akan terhindar dari infeksi alat reproduksi. Perilaku vulva hygiene dan penggunaan tisu toilet dapat mengatasi kejadian keputihan karena bertujuan untuk menjaga kebersihan dan mengeringkan organ kewanitaan sehingga mengurangi terjadinya gangguan kesehatan reproduksi pada wanita terutama untuk mencegah terjadinya keputihan.Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan vulva hygiene dan penggunaan tisu toilet terhadap penurunan kejadian fluor albus (keputihan) pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dimana dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran artikel jurnal (e-jurnal) dan artikel dengan tinjauan teori yang ada (e-book). Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan perilaku vulva hygiene dan penggunaan tisu toilet dalam mengurangi kejadian keputihan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET FE DI BPM NIZA MUSRILIANI KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019 Lina Oktavia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.888 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.112

Abstract

Iron deficiency anemia is a common and widespread problem in the field of nutritional disorders in the world. The prevalence of iron deficiency anemia is still relatively high at around two billion or 30% more than the human population in the world consisting of children, breastfeeding women, women of childbearing age, and pregnant women (WHO, 2015). Pregnant women are at high risk of having iron deficiency anemia because the need for iron increases significantly during pregnancy (Waryana, 2015). To determine the factors associated with compliance with pregnant women consuming Fe tablets at BPM Niza Musriliani, Baturaja Timur District, OKU Regency in 2019.This study uses analytical methods with cross sectional approach. The population in this study were all Trimester III pregnant women in BPM Niza Musriliani, East Baturaja District, OKU Regency, amounting to 37 people. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using distribution tables and Chi-Square statistical tests, with a 95% confidence level.In the bivariate analysis there was a relationship between knowledge of pregnant women and compliance with pregnant women consuming Fe tablets with a p value of 0.018 and there was a relationship between family support and compliance with pregnant women consuming Fe tablets with a p value of 0.007 and there was a relationship between the role of health workers and maternal compliance. Pregnant Consuming Fe tablets with a p value of 0.046.There is a relationship between knowledge, family support and the role of health workers with the Compliance of Pregnant Women Taking Fe Tablets. Anemia defisiensi besi merupakan masalah umum dan luas dalam bidang gangguan gizi di dunia. Prevalensi anemia defisiensi besi masih tergolong tinggi sekitar dua miliar atau 30% lebih dari populasi manusia di dunia yang terdiri dari anak-anak, wanita menyusui, wanita usia subur, dan wanita hamil (WHO, 2015). Wanita hamil berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi karena kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan selama kehamilan (Waryana, 2015). Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet fe di BPM Niza Musriliani Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU tahun 2019.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil Trimester III di BPM Niza Musriliani Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU yang berjumlah 37 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%.Pada analisa bivariat didapatkan Ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe dengan nilai p value 0,018 dan ada hubungan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe dengan nilai p value 0,007 serta ada hubungan peran petugas kesehatan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe dengan nilai p value 0,046. Kesimpulannya ada hubungan pengetahuan, dukungan keluargadanperan petugas kesehatan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe.
HUBUNGAN TERAPI KOMPRES HANGAT DAN PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMK SWAKARYA PALEMBANG Yan Permadi; Siti Ramasida
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.628 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.113

Abstract

Menstruation is priodic and cyclic bleeding from the uterus, accompanied by releasing (escalation) of the endometrium. Basically menstruation is a process of catabolism and occurs under the influence of pituitary and ovarian hormones. Data obtained from the study conducted at Swakarya Palembang in 2019, the number of female students who experienced dysmenorrhea pain were 32 respondents. The purpose of this study was to determine the correlation of warm compress therapy and consumption of tamarind- turmeric drinks to reduce dysmenorrhea pain in female students. This study used a "pre-experimental" research design with a randomized design of the four group pretest-posttest design to overcome external weaknesses of validity. The randomized control group pretest- posttest design, there were 32 respondents who experienced dysmenorrhea pain as the sample. The independent variable in this study was warm compress therapy and tamarind- turmeric drink therapy while the dependent variable was dysmenorrhea pain. Data collection used primary data using questionnaire sheets to assess the decrease in dysmenorrhea pain before and after the treatment given. Analysis of the study used the Chi-Square statistical test. The results showed a decrease in the pain of dysmenorrhea in those female students in the treatment group after being given warm compress therapy and the 100% tamarind- turmeric drinks which decreased from severe dysmenorrhea to painless pain. The statistical test results obtained p-Value = 0.001 (p-Value <α (0.05)) so that there was a significant correlation between the treatments of giving compress therapy and tamarind-turmeric drinks to reduce the pain of dysmenorrhea in female studentsat Swakarya Vocational School Palembang. Menstruasi atau haid adalah perdarahan secara priodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (dekuamasi) endometrium. Pada dasarnya menstruasi merupakan proses katabolisme dan terjadi dibawah pengaruh hormon hipofisis dan ovarium. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan di SMK Swakarya Palembang tahun 2019 jumlah remaja putri yang mengalami nyeri dismenore 32 responden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terapi kompres hangat dan pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri.Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian “pre-experimen” dengan rancangan randomized salomon four group pretest-posttest rancangan ini dapat mengatasi kelemahan eksternal validitas yang ada pada rancangan randomizedcontrol group pretest posttest dengan sampel 32 responden yang mengalami nyeri dismenore. Variabel independen dalam penelitian ini adalah terapi kompres hangat dan terapi minuman kunyit asam sedangkan variabel dependen adalah nyeri dismenore. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar kuisioner untuk menilai penurunan nyeri dismenore sebelum dan sesudah perlakuan yang diberikan. Analisa penelitian menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan penurunan nyeri dismenore terhadap remaja putri pada kelompok perlakuan sesudah diberikan terapi kompres hangat dan pemberian minuman kunyit asam 100% mengalami penurunan dari nyeri dismenore berat menjadi tidak nyeri. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-Value = 0,001 (p­-Value< α (0,05)) sehingga ada hubungan pemberian terapi kompres danminuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri SMK Swakarya Palembang.

Page 11 of 22 | Total Record : 216