cover
Contact Name
Ade Marlisa Rahmadayanti
Contact Email
stikesabdurahmanpalembang@gmail.com
Phone
+6281377902442
Journal Mail Official
lppmstikesabdurahman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukajaya No.7 Rt/Rw 005/001 Km.5,5 Kec.Sukarami Palembang Telp.(0711) 421674 Ext.201.202.Fax. (0711) 5611015
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Abdurrahman
ISSN : 20899599     EISSN : 27463737     DOI : https://doi.org/10.55045/jkab.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB) adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi: Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.
Articles 216 Documents
HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK CYCLOFEM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2017 Rini Camelia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.411 KB)

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) estimates that the use of modern contraception has increased insignificantly from 54% in 1990 to 57.4% in 2014. Regionally, the proportion of fertile couples aged 15-49 years reported using modern contraceptive methods has increased by at least 6 last year. In Africa from 23.6% to 27.6%, in Asia it has risen from 60.9% to 61.6%, while Latin America and the Caribbean have risen slightly from 66.7% to 67.0%. An estimated 225 million women in developing countries want to delay or stop fertility but do not use any method of contraception on the grounds, limited choice of contraceptive methods and experience of side effects.Objective To determine the relationship of the menstrual cycle and mother's work with the selection of cyclofem injection contraception at BPM midwife Rahmi Kurniati, Am.Keb, SKM Baturaja Timur 2019. Method This type of research is analytic with cross sectional approach, the population taken is 38 people and samples in this study is the total population of a part taken from the whole object examined and is considered to represent the entire population. The research site is at BPM midwife Rahmi Kurniati, Am.Keb, SKM Baturaja Timur Year 2019. The results of statistical tests show that for menstrual cycles and maternal work by selecting cyclofem injection contraception, p value = 0.028 and p value = 0.013. Conclusions There is a significant relationship between the menstrual cycle and mother's work with the choice of cyclofem injection contraception. Suggestions are expected to make use of contraceptive counseling to health workers and increase knowledge by attending counseling. Menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan penggunaan kontrasepsi modern telah meningkat tidak signifikan dari 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun 2014. Secara regional, proporsi pasangan usia subur 15-49 tahun melaporkan penggunaan metode kontrasepsi modern telah meningkat minimal 6 tahun terakhir. Di Afrika dari 23,6% menjadi 27,6%, di Asia telah meningkat dari 60,9% menjadi 61,6%, sedangkan Amerika latin dan Karibia naik sedikit dari 66,7% menjadi 67,0%. Diperkiraan 225 juta perempuan di negara-negara berkembang ingin menunda atau menghentikan kesuburan tapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun dengan alasan, terbatasnya pilihan metode kontrasepsi dan pengalaman efek samping. Tujuan Untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dan pekerjaan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik cyclofem di BPM bidan Rahmi Kurniati,Am.Keb,SKM Baturaja Timur Tahun 2019. Metode Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi yang diambil yaitu 38 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang di teliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Tempat penelitian di di BPM bidan Rahmi Kurniati,Am.Keb,SKM Baturaja Timur Tahun 2019. Hasil hasil uji statistik menunjukkan bahwa untuk siklus menstruasi dan pekerjaan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik cyclofem didapatkan p value = 0,028 dan p value = 0,013. Simpulan Ada hubungan bermakna antara siklus menstruasi dan pekerjaan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik cyclofem. Saran diharapkan ibu memanfaatkan konseling kontrasepsi pada petugas kesehatan dan meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti penyuluhan.
HUBUNGAN PEMBERI COUNTERPRESSURE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF DI BPM LISMARINI PALEM Aryanti Aryanti; Sri Ayu Ningsih
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.057 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation between counterpressure giver to the intensity of labor pain during the first active phase at Private Midwifery Practice (BPM) Lismarini. This study was quantitative with pre-experimental research design, while the sampling techniques used purposive sampling. There were 10 respondents who were divided into 2 groups, namely counterpressure given by midwives as many as 5 respondents and 5 respondents given by the family. After giving counterpressure, the respondent would be measured the intensity of labor pain using the observation sheet and checklist. Data were analyzed by using univariate and bivariate analysis with chi square. The results of this study from those 10 respondents showed that 5 respondents (50%) who were given counterpressure by midwives experienced moderate pain. Meanwhile, from group give counter pressure by the family, there were 2 respondents (20%) experienced moderate pain and 3 respondents (30%) experienced severe pain. The results of the Chi Square statistical test obtained p value = 0.007 which meant < α (0.007 < 0.05). Therefore, there was a correlation between counterpressure giver and the intensity of labor pain on the first active phase at Private Midwifery Practice Lismarini Palembang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberi counterpressure terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Lismarini. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian pra-experimen design, tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebanyak 10 responden, responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu counterpressure yang diberikan oleh bidan sebanyak 5 responden dan 5 responden yang diberikan oleh keluarga. Setelah diberikan counterpressure responden diukur intensitas nyeri persalinan dengan menggunakan lembar observasi dan checklist. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini didapatkan dari 10 responden yang diberikan Counterpressure yang diberikan oleh bidan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 5 (50%) responden sedangkan counterpressure yang diberikan oleh keluarga yang mengalami nyeri sedang sebanyak 2 (20%) responden dan nyeri berat sebanyak 3 (30%) responden. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh p value = 0,007 yang berarti < α (0,007 < 0,05), berarti ada hubungan pemberi counterpressure terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Lismarini Palembang.
FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2018 Yeviza Puspitasari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.116 KB)

Abstract

Anemia is a major cause of maternal mortality and fetus during childbirth, due to bleeding. Maternal mortality in Indonesia is the highest in ASEAN, which is about 307 from 100 thousand births. Other ASEAN countries such as Malaysia, only 40-50% of the approximately 100 thousand births. "So we are eight times higher. This study uses an analytical method with cross sectional approach. Population is the subject of research. The study population was all pregnant women coming up in January-April in UPTD Kemalaraja health center, with a sampling of simple random sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis using the statistical distribution tables and Chi-Square test, with a confidence level of 95%. Result, all the variables associated with anemia in pregnant women is parity ρvalue = 0,001, age ρvalue = 0.026, spacing pregnancies ρvalue = 0.002, compliance tablet consumption ρvalue Fe = 0.001, ANC frequency ρvalue = 0.001, economic status ρvalue = 0.001. Conclusion, there is a relationship of parity, age, pregnancy spacing, compliance Fe tablet consumption, frequency of ANC and economic status with anemia in pregnant women. Anemia merupakan penyebab utama kematian ibu hamil dan janin saat melahirkan, karena pendarahan. Angka kematian ibu hamil di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN, yakni sekitar 307 dari 100 ribu kelahiran. Negara-negara ASEAN lain, misalnya Malaysia, hanya 40-50% dari sekitar 100 ribu kelahiran. ”Jadi kita 8 kali lebih tinggi. penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang pada bulan Januari- April di UPTD Puskesmas Kemalaraja, dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Semua variabel penelitian berhubungan dengan anemia pada ibu hamil yaitu paritas ρvalue = 0,001, umur ρvalue = 0,026, jarak kehamilan ρvalue = 0,002, kepatuhan konsumsi tablet Fe ρvalue = 0,001, frekuensi ANC ρvalue = 0,001, status ekonomi ρvalue = 0,001. Hasil Penelitian yaitu, ada hubungan paritas, umur, jarak kehamilan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, frekuensi ANC dan status ekonomi dengan anemia pada ibu hamil.
PENGARUH FREKUENSI PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 1-6 BULAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI LISMARINI PALEMBANG TAHUN 2017 Yona Sari; Shendhy Shendhy
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.756 KB)

Abstract

Baby massage is a gentle touch to the whole baby body where the baby feels comfortable, calm at the massage. Massage mechanisms can raise the baby's weight because the massaged baby has an increase in vagus nerve tone (the 10th brain nerve) which causes an increase in the enzyme absorption rate of gastrin and insulin, which causes the baby's appetite to increase which is why the weight of the massaged baby becomes faster Than not a massage. The research objective was to determine the effect of infant massage frequency to weight gain in infants aged 1-6 months Practice Midwife Lismarini Am.Keb Mandiri Palembang Year 2017. This study Analytical Survey conducted by using cross sectional approach. Samples used as many as 30 babies Sampling technique using Accidental Sampling technique. The statistical test Chi-Square with a limit of significance α = 0,05.Hasil revealed that there were 19 infants (63.3%) who did the massage, and 11 infants (36.7%) were rarely do massage. Sleanjutnya there are 17 infants (56.7%) who gained weight and were 13 infants (43.3%) who did not gain weight, the statistical test Chi-Square p value = 0.027 a smaller value of α = 0 , 05 (p value ≤ α). From the results of the study it can be concluded that the significant relationship between the frequency of infant massage to the baby's weight gain in Midwife Practice Mandiri Lismarini Am.Keb Palembang City Year 2017. Pijat bayi adalah sentuhan lembut ke seluruh tubuh bayi dimana bayi merasa nyaman, tenang pada saat dipijat. Mekanisme pijat dapat menaikkan berat badan bayi karena bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10 ) yang menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin, yang menyebabkan nafsu makan bayi bertambah itulah sebabnya berat badan bayi yang dipijat menjadi lebih cepat naik dari pada yang tidak dipijat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi usia 1-6 bulan di Bidan Praktik Mandiri Lismarini Palembang Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan secara Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 bayi Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Uji statistik Chi-Square dengan batas kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 bayi (63,3%) yang melakukan pijat, dan 11 bayi (36,7%) yang jarang melakukan pijat. Sleanjutnya terdapat 17 bayi (56,7%) yang mengalami kenaikan berat badan dan sebanyak 13 bayi (43,3%) yang tidak mengalami kenaikan berat badan, hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,027 lebih kecil dari α = 0,05 (p value ≤ α ). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ad hubungan yang bermakna antara frekuensi pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi di Bidan Praktik Mandiri Lismarini Am.Keb Kota Palembang Tahun 2017.
ANALISIS PHBS PADA SMP YANG TELAH MENERIMA ADIWIYATA DAN SMP YANG BELUM MENERIMA ADIWIYATA Tri Oktaviana Hasibuan
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.338 KB)

Abstract

PHBS school is an attempt to empower students, teachers, and public school environment in order to know, willing and able to practice the behavior, and play an active role in creating a healthy school. In the preservation of the environment, hold government schools clean and healthy school environment so that health-based holding Adiwiyata program to reward the cleanest school in environmental conservation. Adiwiyata program is one program the Ministry of Environment in order to encourage the creation of knowledge and awareness of the school community in efforts to conserve the environment. This study aims to determine the difference in Healthy Lifestyle Behaviours at junior who has attended the program with junior Adiwiyata who have not followed the program Adiwiyata. In this study, researchers used a mixed methods research (mixed methodology). The samples were all citizens of schools (Principals, teachers, students and janitor) in schools and on school Adiwiyata recipients who have not received adiwiyata. Results of the study showed that it was found that there is significant influence between knowledge and attitudes towards Healthy Lifestyle Behaviours at junior who has followed the program with junior Adiwiyata who have not followed the program Adiwiyata (p value 0.005). From the results of research conducted in the can that there is a difference between schools with school Adiwiyata recipients who have not received Adiwiyata to PHBS. PHBS disekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktikan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Dalam pelestarian lingkungan, sekolah pemerintah mengadakan sekolah bersih dan sehat berbasis kesehatan lingkungan sehingga diadakannya program Adiwiyata untuk memberikan penghargaan terhadap sekolah terbersih dalam pelestarian lingkungan. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat pada SMP yang telah mengikuti program Adiwiyata dengan SMP yang belum mengikuti program Adiwiyata. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian campuran (mixed methodology). Sampel penelitian adalah semua warga sekolah (Kepsek, guru, siswa dan petugas kebersihan) pada sekolah penerima Adiwiyata dan pada sekolah yang belum menerima adiwiyata .Hasil penelitian yang didapatkan bahwa didapatkan bahwa ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap Prilaku Hidup Bersih dan Sehat pada SMP yang telah mengikuti program Adiwiyata dengan SMP yang belum mengikuti program Adiwiyata dengan (p value 0,005). Dari hasil penelitian yang dilakukan di dapat bahwa ada perbedaan antara sekolah penerima Adiwiyata dengan sekolah yang belum menerima Adiwiyata terhadap PHBS.
PENGARUH ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM MEMANDIKAN BAYI DAN MERAWAT TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR DI BPM LISMARINI PALEMBANG Ririn Anggraini; Vivin Nopitasari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.143 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.99

Abstract

A mother is the primary caregiver of infants, duties and roles of parents starting from the time of pregnancy and increasing when the baby is born to treat and nurture infants. It is therefore necessary knowledge and understanding of the care of the newborn (Priyono, 2011). One is to bathe the baby and take care of the new baby's rope, because the treatment in the newborn is one of the prevention of infections and to increase hygienic efforts (Rukiyah, Y, 2012). The study aimed to be aware of the influence between midwifery care in newborn baby on maternal ability in bathing babies and caring for newborn umbilical ropes. This research used methods of analytic with a cohort approach. With sampling was done non-random sampling i.e accidental sampling where the sample was divided into 2 groups, namely the group experiments and control groups. The experimental group was given the care of newborn nursery at ≥ 6 hours of post partum while in the control group was not given care of the newborn. After 3 days post the partum would be observed the ability of mothers either in bathing the baby or to do a central rope treatment. The results of Bivariat showed that there was an influence on the care of newborn babies on the ability of mothers in bathing newborns (p value = 0,000), and the ability of mothers in caring for a newborn cord (p value = 0,000). It is hoped that the care of newborn nursery can lower the fear of the mother Primipara, so that the incidence of infection and infant mortality rate decreased. Seorang ibu merupakan pengasuh utama bayi, tugas dan peran orang tua dimulai sejak masa kehamilan dan bertambah saat bayi dilahirkan yaitu merawat dan mengasuh bayi. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang perawatan bayi baru lahir (Priyono, 2011). Salah satunya yaitu memandikan bayi dan merawat tali pusat bayi baru lahir, karena perawatan pada bayi baru lahir merupakan salah satu pencegahan dari infeksi dan untuk meningkatkan upaya higienis (Rukiyah, Y, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya pengaruh asuhan perawatan bayi baru lahir pada kemampuan ibu dalam memandikan bayi dan merawat tali pusat bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kohort. Dengan pengambilan sampel dilakukan secara non random sampling yaitu accidental sampling dimana sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan asuhan kebidanan bayi baru lahir pada ≥ 6 jam post partum sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan asuhan kebidanan bayi baru lahir (hanya diberikan pada keluarga). Setelah 3 hari post partum maka akan diobservasi kemampuan ibu baik dalam memandikan bayi maupun melakukan perawatan tali pusat. Hasil analisa bivariat menunjukkan terdapat pengaruh asuhan perawatan bayi baru lahir pada kemampuan ibu dalam memandikan bayi baru lahir (p value = 0,000), dan kemampuan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir (p value = 0,000). Diharapkan asuhan perawatan bayi baru lahir dapat menurunkan ketakutan pada ibu primipara, sehingga kejadian infeksi dan angka kematian bayi menurun.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET FE DI BPM NIZA MUSRILIANI KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019 Heriani Heriani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.492 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.100

Abstract

Iron deficiency anemia is a common and widespread problem in the field of nutritional disorders in the world. The prevalence of iron deficiency anemia is still relatively high at around two billion or 30% more than the human population in the world consisting of children, breastfeeding women, women of childbearing age, and pregnant women (WHO, 2015). Pregnant women are at high risk of having iron deficiency anemia because the need for iron increases significantly during pregnancy (Waryana, 2015). To determine the factors associated with compliance with pregnant women consuming Fe tablets at BPM Niza Musriliani, Baturaja Timur District, OKU Regency in 2019. This study uses analytical methods with cross sectional approach. The population in this study were all Trimester III pregnant women in BPM Niza Musriliani, East Baturaja District, OKU Regency, amounting to 37 people. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using distribution tables and Chi-Square statistical tests, with a 95% confidence level.Results: In the bivariate analysis there was a relationship between knowledge of pregnant women and compliance with pregnant women consuming Fe tablets with a p value of 0.018 and there was a relationship between family support and compliance with pregnant women consuming Fe tablets with a p value of 0.007 and there was a relationship between the role of health workers and maternal compliance. Pregnant Consuming Fe tablets with a p value of 0.046. There is a relationship between knowledge, family support and the role of health workers with the Compliance of Pregnant Women Taking Fe Tablets. Anemia defisiensi besi adalah masalah umum dan luas di bidang gangguan gizi di dunia. Prevalensi anemia defisiensi besi masih relatif tinggi yaitu sekitar dua miliar atau 30% lebih dari populasi manusia di dunia yang terdiri dari anak-anak, wanita menyusui, wanita usia subur, dan wanita hamil (WHO, 2015). Wanita hamil berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi karena kebutuhan akan zat besi meningkat secara signifikan selama kehamilan (Waryana, 2015). Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil yang mengonsumsi tablet Fe di BPM Niza Musriliani, Distrik Baturaja Timur, Kabupaten OKU pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita hamil Trimester III di BPM Niza Musriliani, Distrik Baturaja Timur, Kabupaten OKU, berjumlah 37 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Dalam analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan kepatuhan ibu hamil yang mengonsumsi tablet Fe dengan nilai p 0,018 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan ibu hamil yang mengonsumsi tablet Fe dengan nilai p 0,007 dan ada hubungan antara peran petugas kesehatan dan kepatuhan ibu. Tablet Konsumsi Fe Hamil dengan nilai p 0,046. Ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan Kepatuhan Wanita Hamil yang Mengonsumsi Fe Tablet.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI( SADARI) DENGAN PRILAKU SADARI SMAN 11 PALEMBANG Tiara Fatrin; Nurul Apriani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.77 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.101

Abstract

According to World Health Organization (WHO), there are approximately 7 million patients of breast cancer each year, and 5 million of them died. Breast cancer is one of many deadly diseases that kills many women in the world. Breast cancer can be identified early through Self-Breast Examination (SADARI). Without the early examination of SADARI, the risk of cancer can occur unidentified and causes death. The early detection can be used to decrease the death risk to 25-30%. The problem discussed in the research is The understanding of the teenagers about Self-Breast Examination (SADARI) and their self-attitude toward SADARI. A research has been conducted by the writer at SMAN 11 Palembang. The method used was Simple Random Sampling. It is an analytical research through Cross-Sectional Approach. The data was analyzed through Univariat Analysis and bivariat with chi square. Based on the research, it is concluded that the teenagers at SMAN 11 Palembang understand SADARI with p-value=0.037 a (0.05). The respondents with good understanding is 48 women (52%), adequate understanding is 39 women (42.4%), poor understanding is 5 women (5.4%).The research also shows that there are 53 respondents who have done Self-breast Examination (57.6%), and 39 respondents (42.4%) never do self-breast examination. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahun terdapat 7 juta penderita kanker payudara dan 5 juta orang meninggal. Kanker payudara merupakan salah satu keganasan terbanyak dan memiliki kematian cukup tinggi pada wanita. Kanker payudara dapat ditemukan secara dini dengan pemeriksaan SADARI. Apabila tidak melakukan SADARI maka kanker payudara akan terdetekssi pada stadium lanjut dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Deteksi dini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30%. Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini adalah Bagaimana Pengetahuan remaja putri tentang pemerikasaan payudara sendiri (SADARI) Dengan prilaku Sadari. Metode ini menggunakan simple random sampling Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional,analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat menggunakan chi square.Dari hasil penelitan ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengetahuan remaja tentang SADARI dengan perilaku SADARI di SMAN 11 palembang tahun 2018 dengan p-value = 0,037 < a (0,05). Dengan dapat dibuktikan bahwa Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 48 responden dengan persentase 52,2%, pengetahuan cukup sebanyak 39 responden dengan persentase 42,4%, dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden dengan persentase 5,4%. Dan Responden yang pernah melakukan SADARI sebanyak 53 responden dengan persentase 57,6% dan 39 responden dengan persentase 42,4%.
PENGETAHUAN TENTANG SENAM HAMIL TERHADAP PELAKSANAAN SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS POSYANDU Willy Astriana
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.544 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.102

Abstract

Pregnant exercises are not just exercises like regular exercise that makes the body become fresh and fit, but pregnancy exercises are proven to help in changes in the body's metabolism during pregnancy and are very helpful in labor. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge about pregnancy exercise with the implementation of pregnancy exercise in pregnant women. This research uses analytic method with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who came to Posyandu UPTD Puskesmas Tanjung Agung, West Baturaja Subdistrict, Ogan Komering Ulu District, totaling 76 people. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using distribution tables and Chi-Square statistical tests, with a 95% confidence level. In the bivariate analysis it was found that there was a relationship of Knowledge about Pregnancy Exercise to the implementation of pregnancy exercise in pregnant women with a p value of 0.028. There is a relationship of knowledge about pregnancy exercise with the implementation of pregnancy exercise in pregnant women. Senam hamil bukan hanya sekedar senam seperti olahraga biasa yang membuat tubuh menjadi segar dan bugar, namun senam hamil terbukti dapat membantu dalam perubahan metabolisme tubuh selama kehamilan dan sangat membantu dalam proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang senam hamil terhadap pelaksanaan senam hamil pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang dating ke Posyandu UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu yang berjumlah76 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%.Pada analisa bivariat didapatkan ada hubungan Pengetahuan tentang Senam Hamil terhadap pelaksanaan senam hamil pada ibu hamil dengan nilai p value 0,028. Ada hubungan pengetahuan tentang Senam Hamil terhadap pelaksanaan senam hamil Pada IbuHamil.
EFEKTIFITAS BERBAGAI METODE PERAWATAN TALI PUSAT TERHADAP LAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI BPM YOSEPHINE PALEMBANG Ria Andreinie; Janiarti Akhir
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.491 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i1.103

Abstract

The umbilical cord is a channel of life for the fetus during the womb because the umbilical cord is what supplies oxygen and food from the placenta to the fetus. Good cord care after birth is one of the efforts to prevent neonatal infections. Various methods of umbilical cord care are developed in order to accelerate the release of the umbilical cord thereby reducing the risk of infection in infants. The length of release of the remaining umbilical cord varies from 5-7 days, some even up to 2 weeks. The purpose of this study was to determine the effectiveness of various methods of umbilical cord care (breast milk, dry gauze, betadine and alcohol) on the length of umbilical cord release in newborns. The design of this study used a quasi-experimental study using a prospective approach. The population in this study was all babies born at BPM Yosephine Palembang at the time of the study and obtained a total sample of 40 respondents who met the inclusion and exclusion criteria, sampling by accidental sampling. The research instrument was a questionnaire and observation sheet while the data analysis used the Chi-Square test statistic. The results showed umbilical cord care using breast milk, dry gauze, betadine and alcohol were categorized as normal. Statistical test results obtained a P-value of 1,000> 0.05 so that there is no relationship between cord care and the length of umbilical cord release in newborn babies at BPM Yospehine Palembang. It is recommended for future researchers to look for other methods that are more effective in treating cord care so that the time of release is faster. Tali pusat merupakan saluran kehidupan bagi janin selama di dalam kandungan sebab tali pusat inilah yang menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin. Perawatan tali pusat yang baik setelah kelahiran merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi neonatal. Berbagai metode perawatan tali pusat dikembangkan agar mempercepat pelepasan tali pusat sehingga mengurangi resiko kejadian infeksi pada bayi. Lama pelepasan sisa tali pusat bervariasi yaitu 5-7 hari, bahkan ada yang sampai 2 minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas berbagai metode perawatan tali pusat (ASI, kassa kering,betadine dan alkohol) terhadap lamanya pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan pendekatan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang lahir di BPM Yosephine Palembang pada saat penelitian dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi sedangkan analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square test. Hasil penelitian didapatkan perawatan tali pusat yang menggunakan ASI, kassa kering, betadine dan alkohol dikategorikan normal. Hasil uji statistik diperoleh nilai P-value 1,000 > 0,05 sehingga tidak ada hubungan antara perawatan tali pusat dengan lamanya pelepasan tali pusat pda bayi baru lahir di BPM Yospehine Palembang. Disarankan bagi peneliti yang akan datang untuk mencari lagi metode yang lain yang lebih efektif dalam merawat perawatan tali pusat sehingga lama pelepasannya lebih cepat.

Page 10 of 22 | Total Record : 216