cover
Contact Name
Ade Marlisa Rahmadayanti
Contact Email
stikesabdurahmanpalembang@gmail.com
Phone
+6281377902442
Journal Mail Official
lppmstikesabdurahman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukajaya No.7 Rt/Rw 005/001 Km.5,5 Kec.Sukarami Palembang Telp.(0711) 421674 Ext.201.202.Fax. (0711) 5611015
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Abdurrahman
ISSN : 20899599     EISSN : 27463737     DOI : https://doi.org/10.55045/jkab.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB) adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi: Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.
Articles 216 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PARTUS LAMA DI RUANG KEBIDANAN RSUD IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2018 Wachyu Amelia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.316 KB)

Abstract

Long labor is a cause of 8% of maternal deaths in developing countries. Based on the data obtained from the recapitulation of the 10 most cases in 2012 in the Midwifery RRI Room of the Ibnu Sutowo Baturaja Regional General Hospital of 885 deliveries, 72 deliveries (8.9%) were labor with prolonged labor. The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of prolonged childbirth in the Midwifery Room of RSUD Ibnu Sutowo Baturaja in 2013. Types of analytic survey research with Cross Sectional approach. Data collection through questionnaires. Univariate and bivariate analysis of data processing. The results showed that there was a relationship between fetal presentation and the incidence of prolonged delivery (p value 0.001), there was a relationship between fetal weight and the incidence of prolonged delivery (p value 0.010), and there was a relationship between parity and the incidence of prolonged delivery (p value 0.001). The researcher advised the hospital to improve the program to reduce complications that could arise due to prolonged labor. Persalinan lama merupakan penyebab 8% kematian ibu di negara-negara berkembang. Berdasarkan data yang didapatkan dari Rekapitulasi 10 kasus terbanyak pada tahun 2012 di Ruangan RRI Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sutowo Baturaja dari 885 persalinan, sebanyak 72 persalinan (8,9%) adalah persalinan dengan partus lama.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian partus lama di Ruang Kebidanan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tahun 2013. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data secara analisa univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara presentasi janin dengan kejadian partus lama (p value 0,001), ada hubungan antara berat badan janin dengan kejadian partus lama (p value 0,010), dan ada hubungan antara paritas dengan kejadian partus lama (p value 0,001). Peneliti memberikan saran agar pihak rumah sakit agar kiranya meningkatkan program penurunan komplikasi yang dapat timbul akibat partus lama.
HUBUNGAN INFEKSI CACING DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS TAHUN 2016 Sagita Darma Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.805 KB)

Abstract

Anemia in pregnant women is where the state of the body that contain hemoglobin less than 11 g/dl were caused by deficiency of iron, folic acid, mineral and vitamins such as vitamin B12, vitamin C and the presence of chronic diseases such as pulmonary tuberculosis, intestinal worm, and malaria. This study aims to determine the relationship worm infection with anemia in pregnant women at Puskesmas Gandus 2016. This research is a observational analytic study using a cross-sectional approach. The number of samples in this study were 30 pregnant women who come to Puskesmas Gandus, sampling accidental sampling. This study uses data analysis chi squre. The results showed that there were 9 people (30 %) who are anemic , 21 people (70 %) who did not have anemia, 8 (26,7%) who experienced positive worm infections, 22 (73,3%) were negative worm infection, there are 7 people (23,3%) who experienced positive anemia and worm infections, 2 (6,7%) who experienced negative anemia and worm infections, 20 (66,7%) who did not have anemia and negative worm infection, 1 (3,3%) who did not have anemia and positive worm infections. The results of chi square test with 95% confidence level and significance level ( α ) = 0,05, P Value 0,00 is obtained directing that there was a significant association between helminth infection with the incidence of anemia in pregnant women . Anemia pada ibu hamil adalah keadaan tubuh yang mengandung hemoglobin kurang dari 11 gr% yang disebabkan karena kekurangan zat besi, asam folat, kekurangan mineral dan vitamin seperti vitamin B12, vitamin C dan adanya penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi cacing dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gandus tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 ibu hamil yang datang ke Puskesmas Gandus, pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisa data chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 orang (30%) yang mengalami anemia, 21 orang (70%) yang tidak mengalami anemia, 8 orang (26,7%) yang mengalami positif infeksi cacing, 22 orang (73,3%) yang negatif infeksi cacing, ada 7 orang (23,3%) yang mengalami anemia dan positif infeksi cacing, 2 orang (6,7%) yang mengalami anemia dan negatif infeksi cacing, 20 orang (66,7%) yang tidak mengalami anemia dan negatif infeksi cacing, 1 orang (3,3%) yang tidak mengalami anemia dan positif infeksi cacing. Hasil uji statistik chi square dengan derajat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan (= 0,05, didapatkan P Value 0,00 yaitu menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara infeksi cacing dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
HUBUNGAN GENETIK DAN POLUSI UDARA DENGAN KEJADIAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI DESA PUSAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGAGUNG KECAMATAN BATURAJA BARAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2018 Yudi Budianto
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.734 KB)

Abstract

Asthma is a disease caused by chronic inflammation (inflammation) in the respiratory tract, which is not known for certain causes. Some factors that can trigger the occurrence of asthma include respiratory tract infections, allergens (dust, animal dander, pollen, etc.), environmental conditions (cold air, cigarette smoke), stress, strenuous exercise, medications (aspirin, nsaids, Cape, 2011).This study aims to determine the Genetic Relations and Air Pollution with the incidence of Bronchial Asthma in Children 1-3 years in Pusar Village Work Area PuskesmasTanjungAgung District West Baturaja District OganKomeringUlu Year 2018. The type of research used is an analytical survey with Cross Sectional approach that aims to analyze the independent variables to Dependent Variable samples in this study as many as 75 samples. Samples taken from the population by using Random Sampling From the results of the study there can be a significant relationship between Genetic with the incidence of Bronchial Asthma. With Chi-square statistic test obtained p.value..0,001. There is a significant relationship between air pollution and the incidence of Bronchial Asthma. With Chi-square statistic test obtained p.value 0,000. It is expected that the results of research conducted to help families whose children suffer from asthma and family in order to apply efforts to minimize the incidence of asthma that can trigger the occurrence of asthma attacks. Asma adalah penyakit yang disebabkan karena adanya inflamasi (peradangan) kronis pada saluran pernafasan, yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya asma antara lain adalah infeksi saluran pernafasan, alergen (debu, buluhewan, serbuk sari, dll), kondisi lingkungan (udara dingin, asap rokok), stress, olahraga berat, obat (aspirin, saids) (Tanjung, 2011).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Genetik dan Polusi Udara dengan kejadian Asma Bronkial pada Anak Usia 1-3 tahun di Desa Pusar Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk menganalisa variabel independen terhadap Variable Dependen sampel dalam penelitian ini sebanyak sampel 75, Sampel diambil dari populasi dengan menggunakan cara Random Sampling. Dari hasil penelitian di dapat Ada hubungan yang bermakna antara Genetik dengan kejadian Asma Bronkial. Dengan Uji statistik Chi-square didapat p.value..0,001. Ada hubungan yang bermakna antara polusi udara dengan kejadian Asma Bronkial. Dengan Uji statistik Chi-square didapat p.value 0,000. Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat membantu keluarga yang anaknya menderita asma maupun keluarganya agar dapat menerapkan upaya untuk meminimalkan timbulnya penyakit asma yang dapat menjadi pencetus terjadinya serangan asma.
GAMBARAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Bramtama Sukma Mulia; Ari karnila
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.533 KB)

Abstract

Based on data obtained from the hospital Muhammadiyah Palembang 2012 the insidence of ISPA as much 8,4% whereas in 2013 the insidence of ISPA as much 8,2% andin 2014 ISPA insidence rates increased by as much 9,7% (Medical record hospital Muhammadiyah Palembang 2014).This study aims to determine ISPA picture of events in infants at RS.Muhammadiyah palembang tahun 2015. This research use analytical methods deskriptif approach sistematik random sampling with the approach cross sectional.The result of the univariate frequency distribution obtainment of events that are suffering ISPA of 72 there are 45 babies (62,5%) and don’t suffer from that ISPA there are 27 babies (37,5%). ISPA insidence in infants with low birth weight amounted to 11 babies (15,3 %) and not ISPA with birth weight 61 babies (84,7%). ISPA events with complete immunization status is 57 babies (79,2%) and don’t suffer ISPA with incomplete immunization status 15 babies (20,8%).Obtainment of a frequency distribution ISPA occurence in infants with low birth weight and immunization status. Kesehatan sejahteranya seseorang dari kesehatan pada bayi segi badan atau fisik, mental, dan sosial sehingga ia dapat hidup dengan sejahtera baik di lingkungan sosial maupun secara ekonomis. Dari pengertian kesehatan secara umum tersebut yang dinamakan orang sehat, bukan hanya dari fisiknya saja tetapi juga harus dari mental Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang padatahun 2012 angka kejadian ISPA sebanyak 8,4% sedangkan pada tahun 2013 angka kejadian ISPA sebanyak 8,2% dan pada tahun 2014 angka kejadian ISPA meningkat sebanyak 9,7% (Medical record Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian ISPA pada bayi di rumah sakit muhammadiyah palembang 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif secara sistematik random sampling dengan pendekatan cross sectional. dengan pengambilan sampel menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti.Hasil univariat didapatkannya distribusi frekuensi dari kejadian ISPA yaitu yang mengidap ISPA dari 89 ada 55 bayi (61,7%) dan tidak mengidap ISPA yaitu 34 bayi (38,2%). kejadian ISPA bayi dengan BBLR berjumlah 15 bayi (16,8 %) dan tidak ISPA dengan Berat badan lahir normal 74 bayi (83,1%). Kejadian ISPA dengan status imunisasi lengkap yaitu 60 bayi(67,3%) dan tidak mengidap ISPA dengan status imunisasi tidak lengkap 29 bayi (32,5%). Diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat memberikan penerangan mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi dan menyakinkan kepada para ibu untuk memberikan imunisasi pada bayi sejak pertama bayi lahir.
KONDISI RUMAH DAN KETERPAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA (1-5 TAHUN) DI DESA GUNUNG MERAKSA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LUBUK BATANG KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2018 Berta Afriani; A Ricardo Modena
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.537 KB)

Abstract

ISPA is an inflammatory process of pulmonary parenchyma that has consolidation and alveoli filling by exudates caused by bacteria, viruses, and foreign objects. According to the Puskesmas report From the Lubuk Batang data Acquired ISPA cases in toddlers from 2015 who were positively affected by ISPA were 145 cases (63.59%) out of 228 toddlers in 2016 who were positive for ISPA, 168 cases (72.41%) of 232 toddlers and in 2017 positive for ISPA was 182 cases (72.50%). This method uses analytical survey method with research design using Cross section design. The population in this study were all toddlers in Gunung Meraksa village with 251 toddlers, taking samples from all populations sampled 154 toddlers. The instrument used in this study was a questionnaire. The data obtained by analysis using the chi-square test statistic with the degree of significance. The conclusion can be that there is a significant relationship between ventilation to the incidence of ISPA bada toddlers There is a significant relationship between ventilation with the incidence of ISPA in infants p value 0,000. There is a significant relationship between lighting and ISPA incidence in infants with p value 0,000. There is a significant relationship between the condition of the floor and the incidence of ISPA in infants with p value 0,000. There is a significant relationship between exposure to cigarette smoke in the home with the incidence of ISPA in children with p value 0,000. ISPA adalah proses inflamasi parenkim paru yang terdapat konsolidasi dan terjadi pengisian alveoli oleh eksudat yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan benda-benda asing. Menurut laporan Puskesmas Dari data Lubuk batang Didapatkan kasus ISPA pada balita dari tahun 2015 yang positif terkena ISPA yaitu 145 kasus (63,59%) dari 228 balita tahun 2016 yang positif terkena ISPA yaitu 168 kasus (72,41%) dari 232 balita, dan pada tahun 2017 yang positif terkena ISPA sebesar 182 kasus (72,50%). Metode ini menggunakan metode survey analitik dengan desain penelitian menggunakan rancangn Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di desa Gunung meraksa sejumlah 251 balita, pengambilan sampel yakitu dari seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 154 balita. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diproleh analisis dengan menggunakan statistic uji chi-square dengan derajat kemaknaan. Kesimpulan yang dapat bahwa ada hubungan bermakna antara ventilasi terhadap kejadian ISPA bada balita Ada hubungan yang bermakna antara ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita p value 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara pencahayaan dengan kejadian ISPA pada balita dengan p value 0,000.Ada hubungan yang bermakna antara kondisi lantai dengan kejadian ISPA pada balita dengan p value 0,000 Ada hubungan yang bermakna antara paparan asap rokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan p value 0,000.
ANALISIS PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA AKSEPTOR KB DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK MARISSA PALEMBANG TAHUN 2016 Apriyanti Aini
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.752 KB)

Abstract

Quality family planning services and uniformly have a strategic position, namely as part of a comprehensive effort to reduce maternal mortality rate (MMR) and as part of a family planning program. This study aims was to analyze the long term contraception method usage in family planning acceptors in the mother and child hospital of Marissa Palembang 2016. The design that used was analytical survey by cross sectional lapproach. The sample in this study was acceptors who come to the mother and child hospital of Marissa Palembang on March 9th until April 29th 2016 with systematic random sampling method. The sample as many as 83 respondents. The data collection by interview and questionaire. Bivariate analysis used Chi-squre (µ = 0,05). Multivariate analysis used double logistic regression. Based on the frequency distribution of the majority of respondents were using (64,1%), good knowledge of which (57,8%), lower risk of age (63,9%), namely higher education (56,6%), lack of economic status namely (56,6%), husband support (59,0%). Based on the result of the bivariate analysis of the knowledge obtained p value = 0,000, age p value = 0,000, p value = 0,020 of education, economic status p value = 0,020, husband support p value = 0,000 against the use of long – term contraceptive method. The dominant factor of the long – term contraceptive method use was economic status that was Odd Ratio (OR) = 5,681. All health workers should retain or counseling, provides counseling to underprivileged families. Because of subsidizing family planning program has been right on target. Pelayanan KB yang berkualitas dan merata memiliki kedudukan yang strategis, yaitu sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk menurunkan AKI dan sebagai bagian dari Program KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang pada akseptor KB di Rumah Sakit Ibu dan Anak Marissa Palembang Tahun 2016. Desain yang digunakan adalah Survey Analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang datang ke rumah sakit ibu dan anak Marissa Palembang tanggal 09 Maret sampai 29 April 2016 dengan metode systematic random sampling. Sampel berjumlah 83 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji statistik Chi-squre (µ = 0,05). Analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Berdasarkan distribusi frekuensi sebagian besar responden menggunakan MKJP yaitu (64,1%), pengetahuan baik yaitu (57,8%), umur resiko rendah yaitu (63,9%), pendidikan tinggi yaitu (56,6%), status ekonomi kurang yaitu (56,6%), dukungan suami yaitu (59,0%). Berdasarkan hasil analisis bivariat pengetahuan diperoleh nilai p value = 0,000, umur p value = 0,000, pendidikan p value = 0,020, status ekonomi p value = 0,020, dukungan suami p value = 0,000 terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Faktor yang dominan terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah status ekonomi yaitu Odd Ratio (OR) = 5,861. Hendaknya setiap tenaga kesehatan tetap mempertahankan memberikan penyuluhan atau koseling ke keluarga kurang mampu. Karena pemberian subsidi program KB sudah tepat sasaran.
KEJADIAN ASFIKSIA DITINJAU DARI KEHAMILAN POSTTERM DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Desti Widya Astuti
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.807 KB)

Abstract

Asphyxia is a condition where the baby cannot breathe spontaneously and regularly after birth. According to WHO every year about 3% (3.6 million) of the 120 million newborns experience asphyxia, nearly 1 million of these babies die. Factors that cause the occurrence of asphyxia are pregnancy factors, namely babies born to mothers with less months of birth and birth over time, factors from the fetus that are fetal distress, multiple pregnancies, breech location, location of latitude, birth weight and prolonged labor. The purpose of this study was to determine the relationship between postterm and LBW pregnancies on the incidence of asphyxia in Prabumulih City Hospital. This study uses Analytical Survey using the Cross Sectional approach. The population of this study were all babies born at the Prabumulih City General Hospital in 2018 which amounted to 1,442 people. The number of samples in this study were 313 respondents. Research analysis using Chi-Square Statistic test (x2) with significance level (α) = 0.05 and 95% confidence level (CI).Bivariate analysis showed that postterm pregnancy had a significant relationship with Asphyxia (p value 0.001) and LBW had a significant relationship with Asphyxia (p value 0,000). Asfiksia adalah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Menurut WHO setiap tahunnya kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini meninggal. Faktor-faktor penyebab kejadian asfiksia adalah faktor kehamilan yaitu bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kelahiran kurang bulan dan kelahiran lewat waktu, faktor dari janin yaitu gawat janin, kehamilan ganda, letak sungsang, letak lintang, berat lahir dan partus lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kehamilan postterm dan BBLR terhadap kejadian asfiksia di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua bayi yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Tahun 2018 yang berjumlah 1.442 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 313 responden. Analisa penelitian dengan menggunakan uji Statistic Chi-Square (x2) dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05 dan tingkat kepercayaan (CI) 95%. Analisa Bivariat menunjukkan kehamilan postterm mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian Asfiksia (p value 0,001) dan BBLR mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian Asfiksia (p value 0,000).
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ENDORPHIN MASSAGE DENGAN RELAKSASI HYPNOBIRTHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUMAH BERSALIN CITRA PALEMBANG TAHUN 2018 Melia Rahma; Devi Rozalia Indah
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.538 KB)

Abstract

Labor pain is pain that arises because of the contraction of the muscles of the uterus, hypoxia of the muscle contraction, stretching of the cervix at the time of dilation, ischemia of the uterine corpus, and stretching of the lower uterine segment. One way to reduce the non-pharmacological management of labor pain is endorphin massage and hypnobirthing relaxation. This technique can increase the release of oxytocin and endorphine substance.This study aimed to determine the difference of endorphin massage with the relaxation of hypnobirthing to the decrease of the active phase of the first stage of labor of delivering mothers. This type of research used the expermental quasy with was one group pretest post test. The analysis used was the univariare and bivariate analyses with the paired test and mann withney test. The research was carried out at the Citra home maternity Palembang on May to June 2018.The research result average degrees of pain difference of decrease of endorphine massage pain with hypnobirthing relaxation with p value 0,200, meaning there is no significant difference between endorphine massage with hypnobirthing relaxation to decrease of labor pain during phase I active phase. Nyeri persalinan merupakan nyeri yang timbul karena adanya kontraksi otot-otot uterus, hipoksia dari otot-otot yang mengalami kontraksi, peregangan serviks pada waktu membuka, iskemia korpus uteri, dan peregangan segmen bawah rahim. Salah satu cara penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan endorphine massage dan relaksasi hypnobirthing. Teknik ini dapat meningkatkan pelepasan zat oksitosin dan endorpin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanendorphin massage dengan relaksasi hypnobirthingterhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.Jenis penelitian ini yaitu quasy experimental dengan pendekatanonegroup pretest post test. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji paired test dan uji Mann Withney test. Penelitian dilaksanakan di Rumah Bersalin Citra Palembang pada bulan Mei s/d Juni 2018. Dari hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan penurunan nyeri endorphine massage dan relaksasi hypnobrthing dengan nilai value 0,200 artinya tidak ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah tehnik endorphine massage dengan relaksasi hypnobirthingterhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.
PENGETAHUAN MOBILISASI DINI DENGAN KEMANDIRIAN MERAWAT DIRINYA DAN BAYINYA PADA IBU PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA Willy Astriana
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.319 KB)

Abstract

Mobilization is very useful to help the course of healing patients. The progress of mobilization depends also on the types of operations performed and the complications that may be encountered. Tilting to the right and left can begin after 6-10 hours after the patient is conscious. Using cross sectional analytic survey. The population in this study was postoperative mothers in caesarean section. The sampling technique uses the Accidental Sampling method. The instrument in this study used a questionnaire sheet. From the chi-squre statistical test results obtained p value 0.002 <0.05, this shows that there is a significant relationship between knowledge of early mobilization with the independence of caring for herself and her baby. There is a Knowledge Relationship between Early Mobilization and Independence Caring for Her and Her Baby in Post-Caesarean Sectio Mothers. Mobilisasi sangat berguna untuk membantu jalannya penyembuhan penderita. Kemajuan mobilisasi bergantung pula pada jenis - jenis operasi yang dilakukan dan komplikasi yang mungkin dijumpai. Miring ke kanan dan ke kiri sudah dapat dimulai setelah 6-10 jam setelah penderita sadar. Menggunakan survey analitik Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post operasi sectio caesarea. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar Kuesioner. Dari hasil uji statistik chi-squre diperoleh p value 0,002< 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan mobilisasi dini dengan kemandirian merawat dirinya dan bayinya. Ada Hubungan Pengetahuan Mobilisasi Dini Dengan Kemandirian Merawat Dirinya Dan Bayinya Pada Ibu Pasca Operasi Sectio Caesarea.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAKSIRAN BERAT JANIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPM MITRA ANANDA PALEMBANG TAHUN 2019 Rinda Lamdayani; Varadita Olivia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.341 KB)

Abstract

Fetus weight estimation is considered important during pregnancy because intra-uterine fetal growth is not constant and is associated with an increased risk of complications during labor in the mother and baby, such as low birth weight or excessive birth weight. This study aimed to determine the factors that affect the estimated weight of the fetus in third trimester of pregnant women. This study used the analytical survey method with Cross Sectional approach at PMP MitraAnanda Palembang. The data collected by using secondary data and the number of samples taken was as many as 134 respondents. Bivariate results analyzed using Chi-Square. The result showed that there was no significant correlation between hemoglobin level (p value 0.370) and maternal age (p value 0.164) with fetus weight estimation. However, there was a significant correlation between the size of upper arm circumference (p value 0,000) and the increase in body weight (p value 0,000) with fetus weight estimation. There was no significant correlation between hemoglobin levels and the age of the mother with fetus weight estimation in the third trimester and there was a significant correlation between the size of upper arm circumference and the increase in body weight with fetus weight estimation in the third trimester of pregnancy. Taksiran berat janin dianggap penting pada masa kehamilan karena pertumbuhan janin intra uterin berlangsung tidak konstan dan berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya komplikasi selama persalinan pada ibu dan bayi seperti berat lahir rendah atau berat lahir berlebih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi taksiran berat janin pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekakatan Cross Sectional di BPM Mitra Ananda Palembang dengan pengambilan data mengunakan data sekunder dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 134 responden. Hasil bivariat menggunakan Chi-Square: tidak ada hubungan kadar hemoglobin (p value 0,370) dan umur ibu (p value 0,164) dengan taksiran berat janin, serta ada hubungan ukuran LILA (p value 0,000) dan kenaikkan berat badan (p value 0,000) dengan taksiran berat janin. Tidak terdapat hubungan antara kadar Hb dan umur ibu dengan taksiran berat janin pada ibu trimester III serta terdapat hubungan antara ukuran LILA dan kenaikkan berat badan dengan taksiran berat janin pada ibu hamil trimester III.

Page 9 of 22 | Total Record : 216