cover
Contact Name
Ade Marlisa Rahmadayanti
Contact Email
stikesabdurahmanpalembang@gmail.com
Phone
+6281377902442
Journal Mail Official
lppmstikesabdurahman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukajaya No.7 Rt/Rw 005/001 Km.5,5 Kec.Sukarami Palembang Telp.(0711) 421674 Ext.201.202.Fax. (0711) 5611015
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Abdurrahman
ISSN : 20899599     EISSN : 27463737     DOI : https://doi.org/10.55045/jkab.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB) adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi: Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.
Articles 205 Documents
HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU DAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Aryanti Aryanti; Lilis Karlina
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.069 KB)

Abstract

Low birth weight (LBW) is a birth weight infants WITH Less Than 2,500 grams. The purpose of research is knowing the relationship between the increase of women weight and anemia in pregnant women with low birth weight in Muhammadiyah Hospital of Palembang 2014. The Design of this research is a survey research analytic case control (retrospective). The population in this study were all birth mothers with babies born alive at Muhammadiyah Hospital Palembang 2014 with a population of 1980 people and a sample of this research is maternal with low birth weight babies as much as 254 respondents was taken by Randon Systematic Sampling techniques. Sampling by tracing the medical records using the check-Lisk. Data processed by univariate and bivariate analysis using SPSS. The while the results of bivariate analysis with statistical test Chi-Square by using a significant level of α = 0.05 is greater than ρ-value = 0.000 (ρ-value (0.000) <α = 0.05) means there is a significant relationship between the increase of women weight with LBW and for anemia obtain ρ-value 0,000 (ρ-value (0.000) <α = 0.05) means that there is a significant relationship between anemia in pregnant women with LBW. The conclusions based on the results of the research that there is a rise in maternal weight and anemia in pregnant women with LBW. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan ibu dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan case control (retrospective). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan bayi lahir hidup di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014 dengan jumlah populasi 1980 orang dan sampel penelitian ini adalah ibu bersalin dengan bayi berat badan lahir rendah sebanyak 254 responden diambil dengan teknik Systematic Random Sampling. Pengambilan sampel dengan menelusuri rekam medik menggunakan lembar Check-lisk. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat dengan program SPSS. Berdasarkan hasil bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square dengan program SPSS didapatkan pada variabel kenaikan berat badan ibu p value 0,000 < α (0,05), ada hubungan yang signifikan antara kenaikan berat badan ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. Pada variable anemia pada ibu hamil ρ-value = 0,000 ( ρ-value (0,000) < α = 0,05 ), ada hubungan yang signifikan antara ada hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kenaikan berat badan ibu dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.
PERBANDINGAN RATA-RATA KADAR HAEMOGLOBIN PADA BAYI BARU LAHIR ANTARA PENUNDAAN PEMOTONGAN DAN PEMOTONGAN TALI PUSAT SEGERA DI BPM LISMARINI PALEMBANG TAHUN 2016 Melia Rahma; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.256 KB)

Abstract

According to the Household Health Survey (Household) Ministry of Health (MOH) RI in 2009 claimed 61.3% of newborns up to 6 months of age suffer from iron deficiency anemia. The high IMR is influenced by factors such as low birth weight (32%), asphyxia (24%), tetanus (10%), infection (5%), hematologic disorders (6%) the occurrence of low hemoglobin in infants (anemia) caused by an iron deficiency, the effect of maternal nutrition, blood loss, blood cell destruction merah. Delay cutting the umbilical cord can improve hemoglobin levels in newborns at term.This study aims to compare the levels of hemoglobin in newborns between delayed cutting and cutting the umbilical cord immediately by cutting the umbilical cord immediately <15 seconds and the delay in cutting the umbilical cord is ≥15 second,. Independent statistical test method T Test samples obtained on the results of the comparison variable Hb levels in newborns between delayed cutting and cutting the umbilical cord immediately and research instrument use a check list with a sample of 30 respondents who do that are non random.Bivariate result sobtained an average Hb cutting the umbilical cord immediately <15 seconds at 19.027 g% for a delay of cutting the umbilical cord ≥15-3 minutes at 24,000 g% which means that there is a significant difference between the delay time of cutting and cutting the umbilical cord immediately on levels of hemoglobin in newborns ( 0,000 p value ≤ 0.05) Conclusions contained Comparison Haemoglobin levels In Newborns Between Delays Cutting Umbilical Cord Cutting And soon. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan (Depkes) RI pada tahun 2009 menyatakan 61,3% bayi baru lahir sampai usia 6 bulan menderita anemia defisiensi besi. Tingginya AKB dipengaruhi oleh faktor diantaranya BBLR (32%), asfiksia (24%), tetanus (10%), infeksi (5%), gangguan hematologi (6%) terjadinya Hb rendah pada bayi(anemia) disebabkan oleh kekurangan zat besi, pengaruh nutrisi ibu, kehilangan darah, penghancuran sel darah merah. Penundaan pemotongan tali pusat dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir cukup bulan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rata-rata kadar haemoglobin pada bayi baru lahir antara penundaan pemotongan dan pemotongan tali pusat segera dengan pemotongan tali pusat segera <15 detik dan penundaan pemotongan tali pusat ≥15 detik.penelitian ini menggunakan. Metode uji statistik independent samples T Test didapatkan pada hasil variable perbandingan kadar Hb pada bayi baru lahir antara penundaan pemotongan dan pemotongan tali pusat segera dan instrument penelitian menggunakan chek list dengan jumlah sampel 30 responden yang dilakukan yaitu secara non random.Hasil bivariat diperoleh rata-rata kadar Hb pemotongan tali pusat segera <15 detik sebesar 19,027 gr% untuk penundaan pemotongan tali pusat ≥15-3 menit sebesar 24,000 gr% yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara waktu penundaan pemotongan dan pemotongan tali pusat segera terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir ( ρ value 0,000 ≤ 0,05). Simpulan terdapat Perbandingan Kadar Haemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Antara Penundaan Pemotongan Dan Pemotongan Tali Pusat Segera.
HUBUNGAN PENGGUNA KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB DI BPM DESI FITRIANI, AM.KEB KELURAHAN SEKAR JAYA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2017 Heriani Heriani; Lina Oktavia
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.316 KB)

Abstract

High birth rates are the main reason for the need for family planning service (KB) (Kemenkes RI, 2014).One of the most important problems faced by developing countries such as indonesia is the explosion of the population. Methods This study uses an analytical method with cross sectional approach.The study population was the whole acceptors active in BPM Desi Fitriani, Am.Keb Kelurahan Sekar Jaya, with a sample of 55 people. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis using the statistical distribution tables and Chi-Square test, with a cofidence level of 95%. The results of univariatee analysis,of 55 acceptor found 93,3% acceptor who use injection contraception weight gain and 6,7% acceptor who does not gain weight, and 50% acceptor who do not use injection contraception weight gain, and 50% acceptor who do not use injection contraception and does not weight gain. Bivariat analysis in getting the result there is a relationship a between contraceptives with an incidence increase in body weight (p value of 0.003). And this with there is a relationship a between contraceptives with an incidence increase in body weight (p value of 0.003). Tingginya angka kelahiran merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan Keluarga Berencana (KB) (Kemenkes RI, 2014). Salah satu masalah terpenting yang dihadapi oleh negara berkembang seperti indonesia yaitu ledakan penduduk. Metode Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB aktif yang datang di BPM Desi Fitriani, Am.Keb Kelurahan Sekar Jaya, dengan sampel sebanyak 55 akseptor. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel ditribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisa univariat, dari 55 akseptor didapatkan 93,3% akseptor yang menggunakan kontrasepsi suntik mengalami peningkatan berat badan dan 6,7% akseptor yang tidak mengalami peningkatan berat badan, dan 50% akseptor yang tidak menggunakan kontrasepsi suntik yang mengalami peningkatan berat badan dan 50% akseptor yang tidak menggunakan kontrasepsi suntik dan tidak mengalami peningkatan berat badan.Analisa bivariat didapatkan hasil ada hubungan antara kontrasepsi suntik dengan peningkatana berat badan (p value 0,003) dan dengan ini terdapat kesimpulan bahwa Ada hubungan antara kontrasepsi suntik dengan kejadian peningkatan berat badan akseptor KB.
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DAN UMUR DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2017 Septi Purnamasari; Metri Putri Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.156 KB)

Abstract

LBW is a public health problem because it is one of the causes of high infant mortality with low birth weight is one of the consequences of pregnant women who suffer from less chronic energy that will affect their children. This study aims to correlate the nutritional status of pregnant women with LBW incidence at Muhammadiyah Palembang Hospital in 2016. The type of research used is analytical survey method with cross sectional approach. The data used is secondary data with checklist tool. Population used in this research is all baby born with low weight at Muhammadiyah Hospital Palembang Year 2016 amounted to 201 baby. Sampling technique performed by total sampling of 201 infants. Data analysis using univariate and bivariate analysis. The result showed that the frequency distribution of respondents who experienced less prematurity than those who experienced the dismaturity, the frequency distribution of the respondents the nutritional status was better than the less nutritional status, the frequency distribution of high risk age was lower than the low risk age. There is a significant correlation between nutritional status and LBW occurrence based on chi square test with p value 0,001 <0,05. There was a significant correlation between age and LBW incidence based on chi square test with p value 0,020 <0,05. It is expected that the results of this study can be used as additional information about the occurrence of BBLR so that services to newborns with LBW can be given more maximal again. Berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi dengan berat lahir rendah merupakan salah satu akibat dari ibu hamil yang menderita kurang energi kronik sehingga akan berdampak kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey analitik dengan pedekatan “cross sectional”. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan alat ukur checklist. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2016 berjumlah 201 bayi. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara total sampling sebanyak 201 bayi. Analisa data dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi responden yang mengalami prematuritas lebih sedikit daripada yang mengalami dismaturitas, distribusi frekuensi responden status gizi baik lebih sedikit daripada status gizi kurang, distribusi frekuensi umur risiko tinggi lebih sedikit daripada umur risiko rendah. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian BBLR berdasarkan uji statistik chi square dengan p value 0,001 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian BBLR berdasarkan uji statistik chi square dengan p value 0,020 < 0,05. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi tambahan tentang kejadian BBLR sehingga pelayanan terhadap bayi baru lahir dengan BBLR dapat diberikan lebih maksimal lagi.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DIII KEBIDANAN SEMESTER IV DENGAN PRAKTIK PENGISIAN PARTOGRAF DI AKADEMI KEBIDANAN ABDURAHMAN PALEMBANG TAHUN 2017 Agusti Fitria Ginting
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.595 KB)

Abstract

Partograf is a tool to monitor the progress of old one delivery and information for clinical decision making (Nurasiah, 2012). This research aimed to know the correlation of the level of knowledge of midwifery student DIII of semester IV with the practice of charging partograf Academy of Midwifery Abdurahman Palembang in2017. This study used quantitative methods were the analytic approach of cross sectional with a statistical test of chi square. This research was conducted in May 2017. The population in this research was the entire student Abdurahman Midwifery Academy Palembang in 2017. Sample taken was the entire semester student IV totalling 36 respondents. Data processed in the univariate and bivariate analisis. There was the highest-level bivariat results knowledge with practice of filling partograf p value 0,04 < 0,05 showed there was significant correlation between the level of knowledge with practice of filling partograf. Based on the results of research shown that there was a significan correlation between the level of knowledge of midwifery students DIII of semester IV with the filling partograf at Abdurahman Midwifery Academy Palembang in 2017. From this study is expected to be a material evaluation of midwifery care at childbirth for practice implementation of partograf in order to better explain to students about partograf and its filling. Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik (Nurasiah, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII kebidanan semester IV dengan praktik pengisian partograf Di Akademi Kebidanan Abdurahman Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional dengan uji statistik chi square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Tahun 2017.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan Abdurahman Palembang Tahun 2017, sampel yang diambil adalah seluruh mahasiswa semester IV yang berjumlah 36 responden.Hasil bivariat terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan praktik pengisian partograf p value 0,04 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pengisian partograf. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa DIII kebidanan semester IV dengan praktik pengisian partograf Di Akademi Kebidanan Abdurahman Palembang Tahun 2017. Dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi asuhan kebidanan pada persalinan untuk latihan pelaksanaan partograf supaya lebih menjelaskan kepada mahasiswa tentang partograf dan pengisiannya.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KPSW DI RUMAH SAKIT IBNU SUTOWO BATURAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2017 Wachyu Amelia; Yustina Oktarida
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.217 KB)

Abstract

The purpose of this study is to know the relationship between maternal age, parity and the incidence of hypertension with incidence of premature rupture of membranes, using analytical survey method with cross sectiona approach. The sample was taken by Simple Random Sampling with 321 samples. The result of this research is found that the proportion of respondents experiencing the incidence of membrane rupture more in the respondents who are not at risk (74.21%) with p value = 0.002, low parity 69.9% with p value p value = 0,024 and no incidence Hypertension (66.5%) with p value = 0.908. The conclusion of this study is that there is a relationship of age and parity with the incidence of membranes ruptured prematurely, and there is no relationship between the incidence of hypertension and premature rupture of membranes. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Hubungan Umur ibu, paritas dan kejadian hipertensi dengan Kejadian Ketuban Pecah sebelum waktunya, menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectiona. Sampel penelitian diambil secara Simple Random Sampling dengan 321 sampel. Hasil penelitian ini adalah didapatkan bahwa proporsi responden yang mengalami kejadian ketuban pecah lebih banyak pada responden yang berumur tidak berisiko (74,21 %) dengan p value = 0,002, paritas rendah 69,9 % dengan p value p value = 0,024 dan tidak mengalami kejadian hipertensi (66,5 %) dengan p value = 0,908. Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah sebelum waktunya, dan tidak ada hubungan antara kejadian hipertensi dengan kejadian ketuban pecah sebelum waktunya.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2016 Yan Permadi Permadi
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.766 KB)

Abstract

Abortion is the termination of the delevery of conception or pregnancy before the fetuscan live in the word (viable),regardlles of the couse by weight<500 g or gestational age < 20 week. Abortion that occurred at the muhammadiyah hospital Palembang in 2016 is as many as 118 people. The purpose of this study was to ditermine the relationshipn between age and parity with Ganesis Abortion.This type of research is analytic survey with cross sectional design, the Population used in this study were all pregnant women are treated in the installation of obstetric Hospital Muhammadiyah Palembang in 2016 as many as 5620 people , samples taken by simple random sampling system with simple ramber numbered 253. Data anlysing using Chi-Square Test. This research was happend in May 2017.Based on the results of the bivariate analysis using Chi- Square Test got on the variabel age (ρ = 0,024) < 0,05, the variabel parity (ρ = 0,037) < 0,05 from these result it can be concluded thai there is relatisionship beetwen age and parity with abortion. Suggestion for Health Wrokers can be used as an input or information for health workers in order to improve health services to the community in order to reduce the incidence or abortion. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia (viabel), tanpa mempersoalkan penyebabnya dengan berat badan < 500 gram atau umur kehamilan < 20 minggu. Abortus yang terjadi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tahun 2016 sebanyak 188 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian abortus. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan Cross Sectional, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang dirawat di instalasi kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2016 yaitu sebanyak 5620 orang, sampel yang diambil secara Simple RandomSampling dengan sistem acak sederhana berjumlah 253 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square di dapatkan pada variabel usia (ρ = 0,024) < 0,05, pada variabel paritas ( ρ = 0,037) < 0,05. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian abortus. Saran untuk tenaga tenaga kesehatan dapat digunakan sebagai masukan atau informasi bagi petugas kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka kejadian abortus.
PERBANDINGAN LAMANYA TIDUR BAYI YANG DIBERIDENGAN YANG TIDAK DIBERI MUSIK KLASIK PADA BAYI USIA 0-28 HARI Ririn Anggraini
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.652 KB)

Abstract

The length of baby sleep is important for the baby as it affects the baby's physical growth. During the infant phase the growth of nerve cells is not perfect so it takes longer sleep time for neural development, forming synapses and so on. Sleep will provide peace and restore energy, so if the baby is difficult to sleep the baby is easy to fuss and restless. This research uses pre experimental method. The population of this study were infants aged 0 - 28 days in BPM working area of ​​Puskesmas (Public Health Society) 22 Ilir in 2017. The design of this study used pre experiment with static group comparison design, where there was a group given classic music therapy (Mozart) and which was not given classical music therapy . Sampling by accidental sampling amounted to 30 respondents. This study uses Independent Samples T-Test. The Independent Test Samples T-Test showed an influence between classical music therapy (Mozart) on the duration of baby sleep (ρ value = 0,000), with mean value in infants not given classical music of 15.46 and mean value in infants given music Classical at 18.00, it means an increase of 2.54. This suggests that classical music therapy is effective against long-term infants. From this research, it is expected that midwife can add skill about giving of classical music because besides can be used to stimulate classical music brain also can improve baby sleep quality. Lama tidur bayi merupakan hal yang penting untuk bayi karena mempengaruhi pertumbuhan fisik bayi. Selama fase bayi pertumbuhan sel-sel syaraf belum sempurna sehingga diperlukan waktu tidur yang lebih lama untuk perkembangan syaraf, membentuk sinaps dan sebagainya. Tidur akan memberikan ketenangan dan memulihkan energinya, sehingga bila bayi sulit tidur bayi mudah rewel dan gelisah. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental. Populasi penelitian ini adalah bayi usia 0 – 28 hari di BPM wilayah kerja Puskesmas 22 Ilir tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimen dengan rancangan static group comparison, dimana ada kelompok yang diberikan terapi musik kalsik (Mozart) dan yang tidak diberikan terapi musik klasik. Pengambilan sampel secara accidental sampling berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan Independen Samples T-Test. Hasil uji statistik Independen Samples T-Test menunjukan ada pengaruh antara terapi musik klasik (Mozart) terhadap lamanya tidur bayi (ρ value = 0,000), dengan nilai mean pada bayi yang tidak diberi musik klasik sebesar 15,46 dan nilai mean pada bayi yang diberi musik klasik sebesar 18,00, artinya mengalami peningkatan sebesar 2,54. Hal ini menunjukan bahwa terapi musik klasik efektif terhadap lama tidur bayi. Dari penelitian ini diharapkan bidan dapat menambah keterampilan tentang pemberian musik klasik karena selain dapat digunakan untuk merangsang otak musik klasik juga dapat meningkatkan kualitas tidur bayi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERATURAN KAWASAN TANPA ROKOK TERHADAP KEPATUHAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA SISWA SMA DI BATURAJA TAHUN 2017 Toto Harto
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.48 KB)

Abstract

Exposure to cigarette smoke to the person not the same danger with smokers that smokers themselves. Therefore it is very important to every area and the area has a non-smoking area. This research aims to know The relationship between knowledge of regulatory compliance without smoking area towards the region without smoking in high school students in Baturaja Year 2017. This type of research is analytical survey with Cross Sectional approach. Research results in meaningful relationship that can exist between knowledge of regulatory compliance without smoking area towards the region without smoking, the results of the statistical test of Chi-square obtained p value 0.000. This research is expected to be input and information related to the regulatory area without the knowledge of smoking against the regulatory compliance area without smoking in students in Baturaja. Paparan asap rokok kepada orang bukan perokok sama bahayanya dengan yang menimpa perokok itu sendiri. Karena itu sangat penting setiap wilayah dan daerah memiliki kawasan bebas asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan peraturan kawasan tanpa rokok terhadap kepatuhan kawasan tanpa rokok pada siswa SMA di Baturaja tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil penelitian di dapat ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan tentang peraturan kawasan tanpa rokok terhadap kepatuhan kawasan tanpa rokok, hasil uji statistik Chi-square diperoleh p-value 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan informasi yang berhubungan dengan pengetahuan peraturan kawasan tanpa rokok terhadap kepatuhan peraturan kawasan tanpa rokok pada siswa di Baturaja.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE DAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN ANEMIA RINGAN DAN SEDANG PADA MAHASISWA KEBIDANAN ABDURAHMAN PALEMBANG TAHUN 2017 Melia Rahma; Riza Ajita
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.358 KB)

Abstract

Anemia is the severe level of iron deficiency and happens when the hemoglobin consumption is far beyond the determined limit. Anemia is when the level of hemoglobin in the blood is less than 11 gr%. The research is to know the difference of effect of giving Fe tablet and guava juice toward the level of hemoglobin of light and medium anemia on the college students of midwifery of Abdurrahman Palembang 2017. This type of research used the experimental quasy with the purposive sampling. This research was one group pretest post test. The analysis used was the univariate and bivariate analyses with the paired T-Test. The population was the entire college students of 1st and 3rd levels of the Midwifery Academy of Abdurrahman Palembang with the samples of 30 female college students having the medium anemia and being given the Fe tablet and guava juice for 7 days. The result of research showed that the average levels of hemoglobin before intervention was 9,92 gr/% and after the intervention was 11,1 gr/% with the average difference 1,16 gr/%. The p value was 0,000≤0,05. The average level of hemoglobin was that there was relationship between giving Fe tablet and guava juice with the p value = 0,000≤0,05 so that there was signficant increase of average levels of hemoglobin before and after giving Fe tablet and guava juice. Anemia yaitu tingkat kekurangan zat besi yang terjadi bila konsumsi hemoglobin jauh dibawah ambang batas yang ditentukan. Anemia yaitu dengan kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 11gr%. Penelitian ini bertujuan untuk megetahuiperbedaan pengaruh pemberian tablet Fe dan jus jambu biji terhadap peningkatan kadar hemoglobin anemia ringan dan sedang pada mahasiswa kebidanan Abdurahman Palembang tahun 2017.Jenis penelitianini menggunakan experimental quasy dengan purposive sampling yang bersifat one group pre test post test. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji paired T-Test. Populasi adalah adalah seluruh mahasiswi tingkat 1 dan 3 mahasiswa Akbid Abdurahman Palembang dengan sampel 30 mahasiswi yang mengalami anemia ringan dan sedang yang diberikan tablet Fe dan jus jambu biji selama 7 hari.Hasil penelitian menunjukan kadar rata-ratahemoglobin sebelum dilakukan intervensi 9,92 gr/% dan sesudah 11,1 gr/% dengan selisih rata-rata1,16 gr/%. value 0,000≤0,05. Hal ini menunjukan ada perbedaan pengaruh pemberian tablet fe dan jus jambu biji terhadap peningkatan kadar hemoglobin anemia ringan dan sedang pada mahasiswa kebidanan Abdurahman Palembang tahun 2017.

Page 7 of 21 | Total Record : 205