cover
Contact Name
Ade Marlisa Rahmadayanti
Contact Email
stikesabdurahmanpalembang@gmail.com
Phone
+6281377902442
Journal Mail Official
lppmstikesabdurahman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukajaya No.7 Rt/Rw 005/001 Km.5,5 Kec.Sukarami Palembang Telp.(0711) 421674 Ext.201.202.Fax. (0711) 5611015
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Abdurrahman
ISSN : 20899599     EISSN : 27463737     DOI : https://doi.org/10.55045/jkab.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB) adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi: Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.
Articles 205 Documents
HUBUNGAN USIA IBU DAN LAMA PEMAKAIAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPM RUSMIATI OKTA PALEMBANG Rezah Andriani; Heny Oktarina
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.416 KB)

Abstract

One of the side effects of injectable KB is weight gain, weight gain is influenced by the duration of use and the mother’s age.Formulation of the problem in this research was "was there a relationship between maternal age and the duration of use with increasing weight at 3-month injectable acceptors".The study aimed to determine the duration of use and the mother’s age who had been using contraception injections 3 months and determined the relationship between maternal age and the duration of use with weight gain. The study used survey analytic with cross sectional approach, sampling would be carried out by non-random sampling method with the technique of "Accidental sampling" where the sampling would be conducted using cases or respondents who happened to be available. Study used a questionnaire instrument.These results indicate that respondents who experienced an increase in body weight by 22 respondents (66.6%), younger respondents who experienced an increase in body weight were 17 respondents (51.5%), respondents who had been using injectable acceptors 3 months who experienced an increase in body weight by 19 respondents (57.6%). Chi-square test results showed no significant association between maternal age with increased body weight obtained p value of 0.010 <α (0.05), and no significant association between the duration of use with weight gain obtained p value of 0.002 <α (0,05). It’s suggested to the health workers in order to give health information by counseling mothers about family planning in particular Injectable Contraceptives, and can improve the quality and service. Salah satu efek samping dari KB suntik adalah peningkatan berat badan. Peningkatan berat badan dipengaruhi oleh lama pemakaian dan usia ibu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan usia ibu dan lama pemakaian dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama pemakaian dan usia ibu yang telah memakai KB suntik 3 bulan serta mengetahui hubungan usia ibu dan lama pemakaian dengan peningkatan berat badan. Penelitian ini menggunakan metode Survey analtik dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel akan dilakukan dengan metode non-random sampling dengan teknik “Accidental sampling” dimana pengambilan sampel akan dilakukan dengan menggunakan kasus atau responden yang kebetulan tersedia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 22 responden (66,6%), responden yang berusia muda dan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 17 responden (51,5%), responden yang telah lama menjadi akseptor KB suntik 3 bulan dan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 19 responden (57,6%). Hasil uji Chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan peningkatan berat badan diperoleh p value sebesar 0,010 < (0,05), dan ada hubungan yang bermakna antara lama pemakaian dengan peningkatan berat badan diperoleh p value sebesar 0,002 < (0,05).
HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN JUMLAH ANAK DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUMDI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Rinda Lamdayani; Mareta Lusiana
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.023 KB)

Abstract

Postpartum Hemorrhagewas bleeding that exceed 500 ml after the baby was born. Postpartum hemorrhage caused 8% of maternal deaths and maternal mortality could lead to a baby born birth was as high as 25%. This research aimed to know the existence of the relation of the birth distance and the number of children with the incidence of postpartum haemorrhage in Muhammadiyah Hospital Palembang in 2014. This research usedanalytic survey method with cross sectional approach.The sampling carried out systematically by Random Sampling. The population in this research was the whole birthing mothers in the Muhammadiyah Hospital Palembang in 2014, with a sample that was as much as 317 respondents. The Data processed in the univariate analysis and bivariat. The results of the univariate analysis research i.e. postpartum hemorrhage as much as 81 respondents (25,6%) and who did not experience postpartum hemorrhage 236 respondents (74,4%). The birth distance of a child with a high degree of risk as much as 126 respondents (39,7%) and low risk as much as 195 respondents (60,3%). The number of children with high risk as much as 166 respondents (52,4%) more and low risk as much as 150 respondents (47,6%). Bivariat analysis results showed that the statistical tests of the relation postpartum hemorrhage with birth distance obtained P Value = 0,002 count < 0,05, so there was relation of birth distance with postpartum homorrhage . Whereas in statistical tests of the relation of the number of children with postpartum hemorrhage was obtained P Value = 0,001 count < 0,05, so there was a significant relation of the number of children with postpartum hemorrhage. Based on this research was expected to midwives could increasethe serve and optimal role by training so that midwives are able to do their job properly. Perdarahan post partum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir.Perdarahan postpartum menyebabkan 8% dari kematian ibu maternal dan bisa menyebabkan angka kematian bayi lahir saat kelahiran setinggi 25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara jarak kelahiran dan jumlah anak dengan kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2014.Penelitian ini mengunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional.Dengan pengambilan sampel dilakukan secara Sistematik Random Sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2014, dengan sampel yaitu sebanyak 317 responden.Data diolah secara analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian analisa univariat yaitu kejadian perdarahan postpartum sebanyak 81 responden (25,6 %) dan yang tidak mengalami perdarahan postpartum 236 responden (74,4 %).Jarak kelahiran anak dengan resiko tinggi sebanyak 126 responden (39,7 %) dan yang beresiko rendah sebanyak 191 responden (60,3%).Jumlah anak dengan resiko tinggi sebanyak 166 responden (52,4 %) lebih dan yang beresiko rendah sebanyak 151 responden (47,6 %).Hasil penelitian analisa bivariat menunjukkan bahwa uji statistik hubungan antara jarak kelahiran dengan perdarahan postpartum didapatkanP Value hitung = 0,002< 0,05, sehingga terdapat hubungan jarak kelahiran anak dengan kejadian perdarahan postpartum. Sedangkan pada uji statistik hubungan antara jumlah anak dengan perdarahan postpartum didapatkanP Value hitung = 0,001 < 0,05, sehingga ada hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan perdarahan postpartum.Berdasarkan penelitian ini diharapkan bidan dapat meningkatkan peran yang lebih optimal dan pelayanan melalui pelatihan-pelatihan sehingga bidan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
GAMBARAN KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DI RUMAH BERSALIN MITRA ANANDA PALEMBANG TAHUN 2014 Septi Purnamasari; Juwita Juwita
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.975 KB)

Abstract

One of the government efforts to reduce the rate of growth of the population of Indonesia is the Family Planning (FP) and Reproductive Health. Based on data obtained in the maternity hospital AnandaMitra Palembang in 2012 the number of family planning acceptors injecting as much as 781 acceptors 1 month (41.9%), in 2013 as many as 500 acceptors (48.7%) and in 2014 as many as 481 acceptors (44.7 %). This study aims to describe the characteristics of acceptors injecting 1 month at RB. AnandaMitra Palembang in 2014. The study was an observational study with cross sectional approach. The population in this study are all acceptors injecting 1 month with secondary data amounts to 481 respondents with a total sample of 218 respondents. Techniques used in sampling, namely by simple random sampling. Data collection tools in this study using a check list. The results showed that of the 218 respondents using 1-month injectable contraceptive with a productive lifespan of 140 respondents (64.2%) and age were not earning as much 78 respondents (35.8%), higher education 73 respondents (33.5%) , secondary education 78 respondents (35.8%) and basic education 67 respondents (30.7%), high parity 49 respondents (22.5%) and low parity 169 respondents (77.5%). Results of this study are expected to be used as the initial data for the development of research in the future and also made reference to an increase in family planning programs. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah dengan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Berdasarkan data yang diperoleh di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang tahun 2012 jumlah akseptor KB suntik 1 bulan sebanyak 781 akseptor (41,9%), tahun 2013 sebanyak 500 akseptor (48,7%) dan pada tahun 2014 sebanyak 481 akseptor (44,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik akseptor KB suntik 1 bulan di RB. Mitra Ananda Palembang tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik 1 bulan dengan data sekunder yang berjumlah 481 responden dengan jumlah sampel 218 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu secara simpel randon sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan check list. Hasil penelitian menunjukan dari 218 responden yang menggunakan alat kontrasepsi suntik 1 bulan dengan umur produktif sebanyak 140 responden (64,2%) dan umur yang tidak produktif sebanyak 78 responden (35,8%), pendidikan tinggi 73 responden (33,5%), pendidikan menengah 78 responden (35,8%) dan pendidikan dasar 67 responden (30,7%), paritas tinggi 49 responden (22,5%) dan paritas rendah 169 responden (77,5%). Hasil penelitian ini diharapkan dijadikan data awal untuk pengembangan penelitian dimasa yang akan datang dan juga dijadikan acuan dalam peningkatan program KB.
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR BAYI DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2013 Yona sari; Wasy permatasari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.651 KB)

Abstract

Postpartum haemorrhage is bleeding that exceeds 500 cc after the baby is born. One of the risk factors of Postpartum Bleeding is, baby birth weight and maternal parity where the greater the infant's birth weight the higher the incidence of postpartum hemorrhage. The purpose of this study was to determine the relationship between birth weight of infant and mother parity on the incidence of postpartum hemorrhage at Muhammadiyah Hospital Palembang in 2013. This research used analytical quantitative research with correlation study approach. The population of this study were all maternal mothers at Muhammadiyah Hospital Palembang in 2013 with 332 samples taken by random sampling with systematic random sampling technique. Data collection is done by documentation study, with insrumen used in the form of check list. The result of univariate analysis showed that there were respondents who experienced postpartum hemorrhage as much as 109 respondents with presentation level (32.8%) with abnormal birth weight as many as 141 respondents with presentation level (42.5%) and maternal parity at risk of 159 respondents with presenatation level (47.9%). While the result of bivariate analysis with chi-square statistic showed that there was a significant correlation between infant birth weight with the incidence of postpartum hemorrhage where p-value 0,038 and there was significant correlation between maternal parity with postpartum bleeding onset where p-value 0,030. Thus the initial hypothesis that there is a significant relationship between infant birth weight and maternal parity to the incidence of postpartum hemorrhage is statistically evident. So it is recommended to midwives and health workers for complete information about postpartum hemorrhage. Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang melebihi 500 cc setelah bayi lahir. Salah satu faktor resiko Perdarahan Postpartum adalah, berat badan lahir bayi dan paritas ibu dimana semakin besar berat badan lahir bayi maka semakin tinggi angka kejadian perdarahan postpartum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Berat Badan Lahir Bayi Dan Paritas Ibu Terhadap Kejadian Perdarahan Postpartum Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2013. Penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan study kolerasi (correlation study). Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2013 dengan jumlah sampel 332 responden yang diambil secara random sampling dengan tehnik systematis random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan studi dokumentasi, dengan insrumen yang digunakan berupa check list. Hasil analisa univariat didapatkan responden yang mengalami perdarahan postpartum sebanyak 109 responden dengan tingkat presentasi sebanyak (32.8%) dengan berat badan lahir bayi tidak normal sebanyak 141 responden dengan tingkat presentasi sebanyak (42.5%) dan paritas ibu bersalin yang beresiko sebanyak 159 responden dengan tingkat presenatasi sebanyak (47,9%). Sedangkan hasil analisa bivariat dengan statistic chi-square menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir bayi dengan kejadian perdarahan postpartum dimana p value 0,038 dan ada hubungan yang signifikan antara paritas ibu bersalin dengan kejdian perdarahn postpartum dimana p value 0,030. Dengan demikian hipotesis awal yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara berat badan lahir bayi dan paritas ibu terhadap kejadian perdarahan postpartum terbukti secara statistik. Sehingga disarankan kepada bidan dan tenaga kesehatan agar informasi yang lengkap tentang perdarahan postpartum.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN RIWAYAT PENYAKITDENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Aryanti Aryanti; Mayang Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.498 KB)

Abstract

Low birth weight (LBW) is the underlying cause of death from two thirds of neonatal deaths. Approximately 16% of live births or 20 million babies per year are born with less than 2500 grams of weight and 60% are from developing countries. The purpose of this study is to know the relationship of education and history of disease with the incidence of low birth weight in Muhammadiyah Hospital Palembang Year 2014. The design of this study is an analytical survey research with case control approach (retrospective). The population in this study were all mothers with live birth babies at Muhammadiyah Palembang Hospital in 2014 with population of 1989 people and the sample of this research was maternal mother with BBLR as many as 254 respondents were taken with Systematic Randon Sampling technique. Sampling by tracking medical records using Check-list. The data were processed by univariate and bivariate analysis with SPSS program. Data processed by univariate and bivariate analysis using SPSS. The while the results of bivariate analysis with statistical test Chi-Square by using a significant level of α = 0.05 is greater than ρ-value = 0.000 (ρ-value (0.000) <α = 0.05) means there is a significant relationship between the education of incident LBW and for history of the disease ρ-value 0,043 (ρ-value (0.043) <α = 0.05) means that there is a significant relationship between history of the disease incident LBW. The conclusions based on the results of the research that there is a rise in education and history of disease with incident LBW. Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab dasar kematian dari dua pertiga kematian neonatus. Sekitar 16% dari kelahiran hidup atau 20 juta bayi pertahun dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram dan 60% berasal dari negara berkembang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pendidikan dan riwayat penyakit dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan case control (retrospective). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan bayi lahir hidup di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014 dengan jumlah populasi 1989 orang dan sampel penelitian ini adalah ibu bersalin dengan BBLR sebanyak 254 responden diambil dengan teknik Systematic Randon Sampling. Pengambilan sampel dengan menelusuri rekam medik menggunakan Check-list. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat dengan program SPSS. Berdasarkan hasil bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square dengan program SPSS didapatkan pada variabel pendidikan (ρ-value (0,000) <α = 0,05), ada hubungan yang signifikan pendidikan dengan berarti ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kejadian BBLR. Sedangkan pada variabel riwayat penyakit ρ-value = 0,043 (ρ-value (0,043) <α = 0,05), ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit dengan kejadian BBLR. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan dan riwayat penyakit dengan kejadian BBLR.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI RB MITRA ANANDA PALEMBANG Rini Anggeriani Rini Anggeriani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.853 KB)

Abstract

According to data from World Health Organitation said The participants are active contraceptive, the use of condoms (80-90%), Pill (90-96%), Injectable (95-97%), Implant (97-99%), Intrauterine Devices (94-99%), Vasectomi (00.4%-99,8%), Tubectomi (99,5-99,9%) (Kusmaningrum, 2009). To determine the relitonship of education and employment with the Selection of an Intrauterine Device at Mitra Ananda’s Clinic Year 2015. The research methodology using analitic survey is survey research for explain something by cross sectional approach. Data using are Secondary data and taken through led interview using Checklist. . The population on of this research are 430 participants active contraceptive, the sample are 80 participants active contraceptive. They are choosen by random sampling technique. Analysis using statistic chi-square. The Result from 80 respondents who choose intrauterine devices as many as 50 Respondents (62,5%), The respondent of highly educated is 57 respondents (57%) and the respondet of worked is 47 respondent (58,8%). The result of bivariat analysis by chi-square statistic test shown that there’s relationship education with the selection of an intrauterine device where p value 0,013<0,1 and there’s relationship of employment with the selection of an intrauterine device where p value 0.004<0,1. There is significant relationship between education and employment with the selection of an intrauterine device at Mitra Ananda’s Clinic Year 2015. Menurut data dari WHO (World Health Organitation) mengatakan peserta-peserta aktif kontrasepsi yaitu pemakaian kondom (80%-90%), Pil (90%-96%), Suntik (95%-97%), Susuk (97%-99%), IUD (94%-95%), Vasektomi (99,4%-99,8%), Tubektomi (99,5%-99,9%) (Kusmaningrum, 2009). Untuk mengetahui Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang Tahun 2015?. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik yaitu penelitian survey yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan pendekatan Cross Sectional. Data yang digunakan adalah data Sekunder dengan alat ukur Checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Akseptor KB 430 orang, sampel penelitian ini adalah Sebagian Akseptor KB 80 orang, teknik yang digunakan Random Sampling Analisa data dengan menggunakan hasil uji statistik Chi-Square. Dari 80 responden, yang memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim sebanyak 50 responden (62,5%) dan yang berpendidikan tinggi sebanyak 57 responden (57%), yang bekerja sebanyak 47 Responden (58.8%). Hasil analisa bivariat dengan uji statistik chi-square menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim dimana p value 0,013<0,1 dan ada hubungan bermakna antara pekerjaan dengan pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim dimana p value 0,004<0,1. Terdapat hubungan yang bermakna antara Pendidikan dan Pekerjaan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang Tahun 2015.
HUBUNGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI BPM LISMARIN PALEMBANG TAHUN 2015 Sagita DarmaSari; Ratih Purnama Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.872 KB)

Abstract

Menstrual disorders can be caused by many things. Anovulasi or do not release an egg is one of the causes of the delays experienced by women menstrual great sebafian. Other menstrual disorders causes stress, breast-feeding and use of contraceptive methodsincluding injectable contraceptives. The purpuso of this study to determine the relationship of the use of injectable contraceptives with menstrual disorders acceptor BPM Lismarini KB in Palembang in 2015.The research in analytic survey with cross sectional. Population is all acceptor KB in BPM Lismarini Palembang Tahun 2015.The number of samples in this empirically by 30 respondents. Research instruments using the methods of observation and interview techniques of univariate and bivariate data analysis using chi square test with significance level α =0,005.Research results show respondens did not KB syringe with no menstrual disorders not 4 and no menstrual disorders by 2 people. While respondens who use injecting as much as 24 KB an everything has menstrual abnormalities.Conclusions in this study there is a relationship with the use of injectable contraceptive menstrual disorders acceptor BPM lismarini kb in Palembang in 2015.advice in order to provide accurate information, especially about injecting kb acceptors. Gangguan Menstruasi dapat disebabkan oleh banyak hal. Anovulasi atau tidak melepaskan telur merupakan salah satu penyebab dari keterlambatan menstruasi sebagian besar dialami wanita. Peyebab gangguan menstruasi lainnya yaitu stres, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi termasuk kontrasepsi suntik (Ummushofiyya, 2011). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor Di BPM Lismarini Palembang Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan Cross Sectional.Populasi adalah semua akseptor KB Di BPM Lismarini Palembang Tahun 2015.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara dengan tehnik analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan derajat kemaknaan α =0,05.Hasil penelitian menunjukan responden tidak menggunakan KB suntik dengan ada gangguan menstruasi sebanyak 6 dan ada gangguan menstruasi sebanyak 2.Sedangkan responden menggunakan KB suntik sebanyak 24 dan semuanya mengalami gangguan menstruasi.Kesimpulan pada penelitian ini terdapat Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor KB Di BPM Lismarini Palembang Tahun 2015.Saran agar memberikan informasi yang akurat terutama tentang KB pada akseptor Kb suntik.
HUBUNGAN ANTARA USIA, JARAK KEHAMILAN, DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN ABORTUS INCOMPLETUS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Aryanti Aryanti; Ervariani Ervariani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.111 KB)

Abstract

The World Health Organization Word Health Organization (WHO) about 15-40% the incidence of abortion, known in mothers who have tested positive for pregnancy, in Indonesia, is estimated at around 2-2.5% also suffered a miscarriage every year, so it can markedly reduce the number of births to 1.7 per year, factors associated with the incidence of abortion, namely age, maternal parity, history of abortion, pregnancy spacing, antenatal, jobs, and pendidika. This study aims to determine the relationship between age, pregnancy spacing, and mother work with abortion incompletus Muhammadiyah Hospital in Palembang 2014. The design of this research is analytic survey research with case control approach. The population in this study were all pregnant women who come to visit Palembang Muhammadiyah Hospital in 2014, with 254 respondents samples are taken Systematic Random Sampling technique Sampling Randon. Sampling through medical records using the check-Lisk. Data processed in the analysis of univariate and bivariate. Results of bivariate analysis with statistical test Chi-Square on the continuity correction, at the age obtained ρ value-Value of 0.000 <of the value of a = 0.05, at a distance of pregnancies obtained ρ value-Value of 0.000 <of the value of a = 0.05, the job-Value ρ values ​​obtained by 0,000 <of the value of a = 0.05 there is a significant relationship between age, spacing pregnancies and mothers work with abortion incompletus. Badan Kesehatan Dunia Word Health Organization (WHO) sekitar 15-40% angka kejadian abortus, diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil, di Indonesia, diperkirakan sekitar 2-2,5 % juga mengalami keguguran setiap tahun, sehingga secara nyata dapat menurunkan angka kelahiran menjadi 1,7 pertahunnya, faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus yaitu Usia, Paritas ibu, riwayat abortus, jarak kehamilan, pemeriksaan antenatal, pekerjaan, dan pendidika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jarak kehamilan, dan pekerjaan ibu dengan kejadian abortus incompletus di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang melakukan kunjungan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014, dengan sampel penelitian sebanyak 254 responden diambil secara Random Sampling dengan teknik Systematic Randon Sampling. Pengambilan sampel melalui rekam medik menggunakan Check-lisk. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square pada continuity correction, pada usia di peroleh nilai ρ-Value sebesar 0,000 < dari nilai a = 0,05, pada jarak kehamilan diperoleh nilai ρ-Value sebesar 0,000 < dari nilai a = 0,05, pada pekerjaan diperoleh nilai ρ-Value sebesar 0,000 < dari nilai a = 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara usia, jarak kehamilan dan pekerjaan ibu dengan kejadian abortus incompletus.
HUBUNGAN CARA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJARMAHASISWA PADA MATA KULIAH PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI STIKESMITRA ADIGUNA PALEMBANG TAHUN 2014 Septa Orienzah
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.599 KB)

Abstract

The background of this study was based on the low learning outcomes of students in the course planning services in High School Of Health Sciences Mitra Adiguna Palembang, 200 students only 2.5% mendpat A, 21.25% got a B, 30% got a C, and 46 , 25% received a D. necessitating research on "the relationship learning with student results on the subjects of family planning services in High School Of Health Sciences Mitra Adiguna Palembang Year 2014". This type of research is descriptive analytic research using correlation study, the respondents of this study were students of the High School Of Health Sciences Mitra Adiguna Palembang field numbered 67 people. Based on the survey results revealed the respondents have the habit of memorizing and reading and less the criteria were respectively of 46.3% (31 people) and 57.7% (36 people). Study abroad with student used the time being, as much as 70.1% (47 people). Habits in answering the questions given by lecturers with the medium category.Learning facilities with medium category which amounted to 62.7% (42 people.Following subjects with moderate category which amounted to 59.7%. In general the results of study respondents ranged at moderate and less indicator where each indicator by 58.2% (39 respondents) and 41.0% (28 respondents) statistical test results obtained by value p = 0,037, it can be concluded that there is a significant relationship between students' learning how to learn the results obtained. With the low results obtained, the student is expected to educators in order to always motivate a high learning to all her students in order to achieve the goals of education are reflected in learning achievement are encouraging. They are expected to board Dormitory to constantly monitor student achievement so that if a decline in learning achievement can immediately give support and encouragement to students to remains active learning. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasari atas masih rendahnya hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pelayanan KB di Seklah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna Palembang, dari 200 orang mahasiswa hanya 2,5% mendpat nilai A, 21,25% mendapat nilai B, 30 % mendapat nilai C, dan 46,25% mendapat nilai D. sehingga diperlukan penelitian tentang “hubungan cara belajar dengan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pelayanan KB di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna Palembang Tahun 2014”. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan studi korelasi, responden penelitian ini adalah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna Palembang Tahun 2014 berjumlah 67 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui responden memiliki kebiasaan menghapal dan membaca dengan kriteria sedang dan kurang yakni masing-masing sebanyak 46,3 % ( 31 orang) dan 57,7% (36 orang). Mahasiswa memanfaatkan waktu balajar dengan sedang, sebanyak 70,1% (47 orang). Kebiasaan dalam menjawab soal yang diberikan oleh dosen dengan kategori sedang. Fasilitas belajar dengan kategori sedang yakni sebesar 62,7% (42 orang. Mengikuti pelajaran dengan kategori sedang yakni sebesar 59,7%. Secara umum Hasil belajar responden berkisar pada indikator sedang dan kurang dimana masing-masing indikator sebesar 58,2% (39 responden) dan 41,0% (28 responden) Hasil uji stastistik diperoleh nilai p = 0,037 makadapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara cara belajar mahasiswa dengan hasil belajar yang diperolehnya. Dengan masih rendahnya hasil yang diperoleh mahasiswa maka diharapkan kepada pendidik agar dapat selalu menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi kepada semua siswa didiknya agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang direfleksikan dengan prestasi belajar yang menggembirakan. Serta diharapkan kepada pengurus Asrama untuk dapat selalu memantau prestasi belajar mahasiswa agar apabila terjadi penurunan prestasi belajar dapat segera memberi dukungan dan semangat kepada mahasiswa untuk tetap giat belajar.
HUBUNGAN UMUR DAN PENDIDIKAN DENGAN PREEKLAMPSIA RINGAN PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Yona sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.423 KB)

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) in 2010 the incidence of mild preeclampsia ranges from 0,51%38,4% Based on the data obtained from Muhammadiyah hospital Palembang, there were 15,4% in 2014 in the mild preeclampsia affects maternal factors, including age, education, economic factors. Formulation of this problem in the research is that there is a correlation in age and education by the incidence of mild preeclampsia in maternal. This research aims to determine the correlation between age and education by mild preeclampsia. This research is analitic with cross sectional approach. The sample of this research were 110 respondent captured using a cheklist. Data processed by univariate and bivariate analysis. The result of research conducted on the respondent bivariate analysis obtained by using statistics test which chi square test on continuity correction found that p-value 0.001 < α=0.05 its mean there is a significant association between maternal age with the incidence of mild preeclampsia, whereas education for the education of statistical test result which chi square test on continuity correction found that p-value 0.012 < α=0.05 its mean there is significant mother’s education with incidence of mild preeclampsia. Midwife advised that gives counseling and examination antenatal care preeclampsia according to WHO standart in order to detect early disease that often occurs during pregnancy and maternity. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2010 angka kejadian preeklampsia ringan berkisar antara 0,51% 38,4% Berdasarkan data yang di peroleh Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tahun 2014 15,4% preeklampsia ringan di pengaruhi faktor ibu, meliputi umur, pendidikan, faktor ekonomi.. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan umur dan pendidikan dengan kejadian preekalmpsia ringan pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan dengan kejadian preeklampsia ringan pada ibu bersalin. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 110 responden yang di ambil menggunakan cheklist. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada responden didapat hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji statistic yaitu uji Chi Square pada continuity correction ditemukan bahwa p-value 0.001 < α=0.05 berarti ada hubungan yang bermakna umur ibu dengan kejadian preeklampsia ringan. Sedangkan untuk pendidikan dari hasil uji statistic yaitu uji Chi Square pada continuity correction ditemukan bahwa p-value 0.012 < α=0.05 berarti ada hubungan bermakna pendidikan ibu dengan kejadian preeklampsia ringan. Disarankan pada bidan agar memberikan penyuluhan khususnya tentang preeeklampsia dan pemeriksaan ANC sesuai standart WHO agar dapat mendeteksi dini penyakit yang sering terjadi pada saat hamil dan bersalin.

Page 5 of 21 | Total Record : 205