cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Proses Kontrol Formal dan Kontrol Sosial di Perpustakaan Perguruan Tinggi X Jakarta Kiki Fauziah
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i4.224

Abstract

AbstrakArtikel ini berisi mengenai proses kontrol yang diterapkan oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi X di Jakarta. Adapun proses kontrol terdapat dua jenis yakni kontrol formal dan informal. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pustakawan serta pemimpin perpustakaan, observasi langsung terkait perilaku individu, dan melakukan analisis dokumen yang mendukung kegiatan pengendalian di Perpustakaan Perguruan Tinggi X tersebut. Hasil penelitian menujukkan bahwa peranan kontrol yang diterapkan di Perpustakaan X lebih berperan besar melalui kontrol sosial dibandingkan kontrol formal.
Mari Berkenalan Dengan Klasifikasi Persepuluhan Jepang Francisca Sinai Patmadiwiria
Media Pustakawan Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v17i3&4.875

Abstract

Saat ini klasifikasi persepuluhan seperti DDC, LC, maupun UDC dan sebagainya para pustakawan telah banyak mengenalnya dan dipakai di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. Selain klasifikasi tersebut ada klasifikasi persepuluhan yang dipergunakan oleh perpustakaan-perpustakaan jepang dikenal dengan nama Nippon Decimal Classification (NDC) atau Nihon Jushin Bunrui Ho. NDC ini sebetulnya hasil pengolahan dari DDC dengan Bapak Klasifikasinya Melvil Dewey (1851-1931), Cutter’s Expansive Classification (EC) dengan tokohnya Charles Ammi Cutter (1837-1903) dan Library of Congress. Dan sudah pasti NDC ini telah disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan Jepang, lebih luas dan rinci. Secara umum perbagian digital pada NDC lebih sederhana, dan memiliki perbedaan dengan DDC yaitu pada pembagian kelompok subjek antara Bahasa dan kesusastreraan pada NDC berdekatan yaitu 800 dan 900. Sedangkan pada DDC yaitu 400 dan 800. Begitu pula pada NDC sejarah ilmu bumi termasuk kelas 200 dan pada DDC masuk kepada kelas 900. Hasil pengolahan subjek-subjeknya, NDC ini lebih cenderung mendekati subjek Library of Congress.
Pelestarian Terbitan Berkala Koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Metode Penjilidan “Malaysia” Damaji Ratmono
Media Pustakawan Vol 28, No 1 (2021): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v28i1.1081

Abstract

Preservation of library materials or library collections is an effort made so that library materials can be used by future generations. This paper describes the "Malaysian" binding method used by the Sub Division of Technical Binding Materials of the National Library of Indonesia in preserving the collection of periodicals such as tabloids and newspapers. Apart from that, this paper also describes some of the advantages and disadvantages seen in the use of the "Malaysian" method as well as the early history of using this method in preserving the collection of periodicals in the National Library of Indonesia. This writing aims to make readers, especially library managers, know and gain insight into the "Malaysian" binding method. This writing method is through descriptive research with a qualitative approach. Methods of data collection are carried out through the field research, interviews, and literature study. The results show that the National Library of Indonesia uses this method after studying it from Malaysia in May 1990. From observations it is also known that this method has several advantages, namely the binding result is stronger, the collection is more preserved, the binding can be assembled and has an aesthetic side. Meanwhile, the disadvantages of this binding method are that the process tends to be longer, more expensive, cannot be put on too many shelves because the collection will shift backwards, the pages tend to come off easily if the stitches are not strong enough, and can only be used in binding periodical collections.
Senarai Penelitian Kegeologian 2011-2016: Perspektif Bibliometrik Indonesian Journal on Geoscience Himawanto Himawanto
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.524

Abstract

Abstrak Informasi kegeologian berperan besar bagi masyarakat maupun sektor energi dan sumber daya mineral, sehingga perlu disebarluaskan secara cepat dalam media prestise. Indonesian Journal on Geoscience (IJOG) adalah jurnal digital terakreditasi LIPI bertema kegeologian dan atraktif untuk diungkap. Sehingga evaluasi ini bertujuan menganalisis artikel IJOG selama 2011-2016. Untuk mengetahui karakteristik capaian riset, derajat kolaborasi peneliti, lembaga, dan negara, serta kinerja institusi dipakai perspektif bibliometrik. Hasil menunjukan diperoleh 100 karya riset dengan karakter 18.6 sitasi, 11.8 halaman, 4.8 kata kunci, 9.9 gambar, dan 1.6 tabel. Menandakan upaya untuk menaikkan mutu riset dan produksinya. Termasuk memberi ide beragam yang mempermudah temu kembali, namun terfokus di kegeologian. Skema pengerjaan berpola hingga delapan peneliti dan diperlukan koalisi dengan lembaga lain yang memiliki visi sejenis. Imbasnya jurnal nasional akan semakin diminati sebagai wadah hasil riset, utamanya yang dikolaborasikan secara internasional. Lembaga riset nasional nampak dominan dan Pusat Survei Geologi, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, maupun Universitas Gadjah Mada paling aktif berpartisipasi serta berstatus produsen utama. Untuk peningkatan produk riset kegeologian bertaraf universal, peneliti sebaiknya mengubah ideologi dengan membatasi porsi di jurnal nasional. Hasil evaluasi ini membantu otoritas publikasi untuk mengenali indikator produk riset yang telah disebarluaskan.
Manajemen Stratejik: Langkah Tepat Peningkatan Kinerja Pustakawan Hotman Nababan
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.901

Abstract

Kinerja (prestasi kerja) organisasi sektor publik sering mendapat sorotan masyarakat terutama yang berkaitan dengan masalah kualitas pelayanan, biaya pelayanan dan akuntabilitas publik. Permasalahan tersebut juga dijumpai di perpustakaan, di mana prestasi kerja pejabat fungsional pustakawan (baik front office maupun back office) masih jauh dari memuaskan. Hambatan kendala ini dapat diminimalisasi dengan adanya penerapan konsep manajemen stratejik sebagai langkah menuju peningkatan kinerja pustakawan. Penyusunan strategi peningkatan kinerja pustakawan tersebut terkait dengan pengembangan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pustakawan di tahun yang akan datang terutama dalam mengantisipasi pengembangan dimensi lingkungan internal maupun eksternal sebagai konsekuensi dari perkembangan era global dan penerapan teknologi informasi dengan demikian konsep manajemen stratejik ini membahas hubungan antara perpustakaan dan lingkungan serta menguraikan cara bagaimana menghadapi dan menanggulangi perubahan sehingga perpustakaan tetap mampu mengendalikan sasaran yang dikehendaki. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kinerja pustakawan dalam organisasi melalui salah satu alat manajemen stratejik yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT berusaha untuk menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambat yang ada di dalam maupun di luar organisasi kemudian berupaya menterjemahkannya ke dalam suatu strategi utama untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Apabila analisis SWOT dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir akan sangat berguna sebagai suatu alat dalam manajemen stratejik yang dapat membantu organisasi perpustakaan dalam mewujudkan peningkatan kinerja pustakawan.
Analisis Sitasi Koleksi Perpustakaan dalam Menyusun Karya Akhir Mahasiswa Departemen Matematika Fakultas MIPA UGM Wiyarsih Wiyarsih; Endah Choiriyah; Ismu Widarto; Masrumi Fathurrohmah; Susiana Susiana
Media Pustakawan Vol 29, No 1 (2022): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v29i1.2867

Abstract

The Faculty of Mathematics and Natural Sciences library provides various collections of library materials as learning resources in supporting the implementation of the Tri Darma of Higher Education. The background of this research is that the library does not yet know the citation of collections by students of the Department of Mathematics in compiling the final work. The purpose of this research is to analyze the citation of library collections which include type, language, year of publication, and availability of literature. The research method used is descriptive research with a quantitative approach. The research subject is a collection of thesis, theses, and dissertations for 2019 Mathematics Department students, while the object of research is a bibliography of the collection. Methods of data collection using the method of documentation. Analysis of the data used is descriptive quantitative analysis. The results of this analysis show the average citation of all samples of 21 citations; in the collection of literary thesis the most cited are books 50.2%, theses, books are most cited 47%, dissertations are most cited journals 61%; most of the cited literature is in English 84%; the year of publication cited is mostly the younger year, and the overall availability of literature in the sufficient category is 53%. The conclusion of this study, the most widely cited books by students of the Department of Mathematics at the S1 and S2 levels, while S3 students cite journals the most.
Forum Ultima: Upaya Perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara Mengelola Pengetahuan Implisit (tacit) Yunita Riris Widawaty
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.791

Abstract

Di universitas setiap hari terjadi terjadi penciptaan dan pemindahan (sharing) pengetahuan. Secara umum pengetahuan dibagi menjadi dua yaitu pengetahuan eksplisit dan implisit (tacit). Pengetahuan eksplisit lebih mudah dikelola karena telah terekam dalam berbagai format dan dapat disebarkan melalui berbagai media. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan implisit yang masih tersimpan dalam pikiran masing-masing sesuai dengan karakteristik dan keahlian yang berbeda-beda, maka sulit menangkap dan merekamnya untuk kemudian disebarluaskan. Padahal pengetahuan implisit jauh lebih luas dan dalam serta unik dibandingkan pengetahuan eksplisit. Pengetahuan implisit (tacit) bersifat tidak berwujud, tersimpan dan terikat secara mendalam dengan pemiliknya. Pengetahuan implisit lebih kompleks dan tidak mudah dikelola, namun justru menjadi kekuatan performa organisasi dan penyebarannya krusial dalam memperkaya sumber-sumber yang ada. Selama ini, perpustakaan lebih banyak berfokus pada organisasi (seleksi, katalogisasi) dan penyebaran (termasuk pencarian) pengetahuan eksplisit. Padahal banyak pengetahuan yang masih ada dalam kepala dan belum pernah direkam dalam sumber-sumber informasi yang umumnya dikelola oleh Perpustakaan. Melalui penyelenggaraan Forum Ultima secara berkala, Perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara berupaya mengelola pengetahuan implisit (tacit) sivitas akademika. Pengelolaan yang dilakukan meliputi penangkapan, perekaman, penyimpanan, hingga pencarian informasinya.
Undang-Undang Perpustakaan: Kondisi Dan Harapan Ikhwan Arif
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.921

Abstract

Terbitnya Undang Undang (UU) No 47 Tahun 2007 tentang Perpustakaan memberikan angin segar, semangat dan paradigma baru dalam penyelenggaraan dan pengelolaan berbagai jenis perpustakaan yang ada di Indonesia. Dengan demikian, kewajiban negara untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa sebagaimana tersirat dalam Pembukaan UUD 1945 semakin terang untuk terealisasi. Di balik diterbitkannya UU Perpustakaan muncul berbagai pertanyaan yang menyertai. Apakah UU Perpustakaan mampu menjawab tantangan berbagai masalah perpustakaan di tanah air, antara lain rendahnya minat baca masyarakat, minimnya jumlah pustakawan, dan kompetensi pustakawan. UU ini membawa konskuensi logis yang harus dipenuhi, meliputi : 1. Penambahan jumlah perpustakaan sesuai dengan minat dan kepentingan khalayak. 2. Penambahan jumlah pustakawan untuk mengisi perpustakaan baik di daerah maupun perpustakaan sekolah. 3. Pengembangan kompetensi pustakawan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.
Evaluasi Koleksi Literatur Ekonomi dan Perbankan Melalui Analisis Sitasi Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto Tahun 2010-2017 Aris Nurohman
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.181

Abstract

Abstrak Koleksi adalah sumber daya perpustakaan yang harus terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Memahami nilai keterpakaian koleksi perpustakaan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektifitas koleksi. evaluasi koleksi yang dilakukan pada skripsi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Islam ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi oleh mahasiswa melalui analisis sitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan tingkat ketersediaan koleksi dengan kebutuhan koleksi di perpustakaan IAIN Purwokerto menggunakan analisis sitasi bagi mahasiswa sarjana fakultas ekonomi dan bisnis Islam. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian menggunakan metode analisis sitasi dengan objek penelitian pada skripsi tahun 2010 sampai tahun 2017. Penelitian menyimpulkan bahwa koleksi monograf nasional (berbahasa Indonesia) menjadi sumber informasi yang banyak dicari. Sebaliknya akses terhadap jurnal ilmiah sangat kurang karena kendala biaya pengadaan. dampak lain dari masalah minimnya jurnal ilmiah adalah rendahnya literasi informasi pada sumber-sumber informasi primer yang terbaru. Hubungannya dengan koleksi dan kecenderungan mahasiswa menggunakan koleksi monograf adalah semakin rendahnya akses ke jurnal ilmiah, maka akan semakin tinggi akses ke monograf sebagai sumber informasi penelitian mereka. Abstract Collections are library resources that must be continuously developed in accordance with the needs of users. Understanding the value of using library collections is very important in order to improve the quality and effectiveness of collections. Collection evaluation conducted on the thesis of students of the Faculty of Economics and Islamic Business aims to determine the level of use of collections by students through citation analysis. The purpose of this study was to ensure the level of availability of collections with collection needs in the IAIN Purwokerto library using citations analysis for undergraduate students of Islamic economics and business faculties. The method used in conducting the study used the citation analysis method with the object of research in the thesis of 2010 to 2017. The study concluded that the collection of national monographs (in Indonesian) was a sought -after source of information. On the contrary, access to scientific journals is very lacking due to constraints in procurement costs. another impact of the problem of the lack of scientific journals is the low level of information literacy in the latest primary information sources. its relationship with collections and the tendency of students to use monograph collections is the lower access to scientific journals, the higher access to monographs as a source of information for their research
Rekonstruksi Peran Pustakawan Indonesia: Persiapan Menghadapi Era Perpustakaan Digital Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.828

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia membuat setiap orang dapat mengakses informasi dengan cepat. Perkembangan teknologi tersebut menghilangkan barrier (penghalang) ruang dan waktu bagi setiap orang yang ingin mengakses informasi. Tentu saja hal ini mempengaruhi dunia perpustakaan di negara manapun, termasuk Indonesia. Dunia perpustakaan di Indonesia baru memasuki tahap awal implementasi TIK di perpustakaan (dalam skala besar), namun sebagian perpustakaan di Indonesia telah memanfaatkan TIK secara integral dan komprehensif. Beberapa perpustakaan mulai melanggan jurnal elektronik, buku elektronik dan sebagian sudah mulai merancang digital library. Perkembangan ini berdampak pada layanan informasi kepada pemustaka dan tentu saja berarti mengubah peran pustakawan sekaligus ekspektasi pemustaka terhadap pustakawan. Artikel ini membahas mengenai peran yang seharusnya dilakukan oleh pustakawan di era digital dengan menyelesaikan masalah klasik yang selalu dihadapi yaitu tidak adanya dukungan pimpinan, keterbatasan anggaran dan kelembagaan. Pustakawan harus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat untuk menyelesaikan permasalahannya dan menghadapi era digital. Di era digital pustakawan bukan hanya sebagai penyedia informasi namun juga penyedia akses terhadap informasi, berperan dalam pemberdayaan pemustakanya dan berperan sebagai problem solver (dengan informasi dan akses informasi yang dimiliki) untuk menyelesaikan masalah pemustaka. Pustakawan Indonesia harus lebih cerdas, arif, fleksibel, dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Pustakawan harus mampu menggunakan berbagai pendekatan agar persoalan yang ada dapat teratasi sekaligus merespon ekspektasi masyarakat pemustaka.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue