cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Penyajian Buku Bermutu Menurut SNI dan ISO Rekomendasi Menuju Perbaikan Berkelanjutan 1 Tisyo Haryono
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.209

Abstract

AbstrakBuku bermutu harus menyajikan abstrak yang merupakan representasi singkat dan akurat dari isi dokumen tanpa menambahkan tafsiran atau kritik dan tanpa membedakan penyusunnya (penulis asli atau orang lain).Penyusunan abstrak dapat berbentuk informatif atau indikatif. Abstrak informatif diperlukan untuk uraian tentang penelitian dan dokumen bertema tunggal. Abstrak informatif perlu menyajikan informasi kualitatif maupun kuantitatif terpenting yang ada dalam dokumen. Abstrak indikatif digunakan untuk uraian yang panjang seperti monograf, ikhtisar atau tinjauan yang luas. Abstrak indikatif hanya menggambarkan jenis dokumen, subjek utama, dan cara pengolahan fakta.Penjelasan lebih lanjut tentang kedua jenis abstrak tersebut disajikan pada SNI 19-4192-2002 tentang Abstrak untuk dokumentasi dan publikasi.
Sinergi Perpustakaan Umum Dengan Perpustakaan Sekolah : Sebuah Wacana Mewujudkan Siswa Melek Informasi Dian Wulandari
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.859

Abstract

Kondisi Perpustakaan sekolah di Indonesia, terutama di sekolah dasar yang masih cukup memprihatinkan, memerlukan perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah. Perpustakaan umum yang berada di bawah kendali pemerintah daerah dapat melakukan berbagai usaha agar siswa sekolah tetap dapat mengenal perpustakaan, memperoleh fasilitas layanan perpustakaan, dan pada akhirnya terbiasa menggunakan perpustakaan sebagai sarana belajar seumur hidup. Tulisan ini memaparkan bentukbentuk sinergi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan umum dalam memperkenalkan perpustakaan sejak dini kepada siswa sekolah, terutama di tingkat pendidikan dasar (SD-SMP). Mengapa sinergi yang dipilih sebagai judul, karena sinergi memiliki arti ”kegiatan atau operasi gabungan” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kata tersebut lebih tepat dibandingkan dengan kerjasama. (
Deskripsi Program Studi dan Kompetensi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia Wahid Nashihuddin; Kadek Aryana Dwi Putra; Fauzan Hidayatullah
Media Pustakawan Vol 27, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i2.1011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) daftar perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI); (2) deskripsi kompetensi mahasiswa IPI di Indonesia; (3) hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kompetensi mahasiswa IPI di Indonesia berdasarkan informasi di website lembaga. Data penelitian diolah menggunakan pendekatan kualitatif, dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan penelusuran informasi pada Pangkalan Data Kemenristekdikti dan website Prodi IPI di Indonesia melalui database Google. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada sejumlah 48 perguruan tinggi penyelenggara Prodi IPI di Indonesia – dari  sejumlah perguruan tinggi tersebut, diketahui ada keragaman nama prodi (11 prodi) dan nama fakultas (23 fakultas) yang menaungi pendidikan IPI; (2) ada perbedaan deskripsi kompetensi mahasiswa dan lulusannya berdasarkan informasi pada website Prodi IPI di Indonesia, baik berdasarkan klaster kompetensi (kompetensi utama, kompetensi pendukung, kompetensi lain), kompetensi umum, maupun kompetensi profesi lulusannya; (3) dalam penyusunan kompetensi mahasiswa, perguruan tinggi perlu memperhatikan tiga hal penting, yaitu aspek pembelajaran (berbasis kompetensi, mandiri, kolaboratif); evaluasi berkala terhadap kredit semester dan kurikulum pembelajaran IPI; dan menyesuaikan kebutuhan pasar atau dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa IPI merupakan ilmu yang selalu mengikuti perkembangan iptek dan kebutuhan informasi masyarakat.
Kepustakawanan: Pemahaman Seorang Praktisi dalam Menjalani Kariernya Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 19, No 3 (2012): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara sempit kepustakawanan sering hanya dihubungkan dengan kegiatan teknis yang dilakukan pustakawan. Ini adalah pandangan yang salah. Kepustakawanan memang berintikan sebuah profesi, yaitu pustakawan. Profesi ini memegang teguh nilai-nilai tentang kualitas, kehormatan, dan kebersamaan. Berbicara tentang kepustakawanan tidak terlepas dari istilah perpustakaan dan pustakawan. Perpustakaan memungkinkan peradaban itu tetap berlangsung, baik dengan mempertahankan peran buku, maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru. Pengelola institusi ini disebut pustakawan, dan keseluruhan kegiatan pengelolaan itu disebut kepustakawanan. Sejarah perkembangan perpustakaan sebenarnya tergantung dengan keadaan sosial, ekonomi serta masyarakat di suatu negara. Semua ini dialami perpustakaanperpustakaan di dunia termasuk Indonesia yang benar-benar sangat tergantung pada keadaan sosial, politik, dan ekonomi dari masa ke masa.
Pengembangan Instrument Pengukuran Respon Mahasiswa Terhadap Layanan Perpustakaan Berdasarkan ARCS Selama Masa Pandemi Mariatul Qibthiyyah
Media Pustakawan Vol 28, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v28i2.1413

Abstract

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat mahasiswa untuk mendapatkan layanan dari perpustakaan. Tujuan penelitian  adalah mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan instrument pengukuran respon mahasiswa  berdasarkan ARCS (Attention, Relevance,  Confidence, Satisfaction) terhadap layanan perpustakaan selama masa pandemi covid-19. Penelitian pengembangan dilaksanakan di UPT Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat Tahun Akademik 2019/2020. Tahapan penelitian model 4D dikembangkan oleh Thiagarajan. Four-D model ini terdiri dari pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap ujicoba (disseminate). Kelayakan instrument yang digunakan dilihat dari data validitas. Validitas instrumen diukur dengan menggunakan lembar validasi kemudian ditentukan berdasarkan validasi oleh pakar yang dinyatakan dengan Valid atau tidak valid. Jika valid, akan dikategorikan kembali menjadi sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang baik. Proses validasi dilaksanakan oleh tiga orang validator. Kesimpulan dari artikel ini adalah instrument pengukuran respon mahasiswa  berdasarkan ARCS (Attention, Relevance,  Confidence, Satisfaction) terhadap layanan perpustakaan selama masa pandemi covid-19 layak digunakan dalam penelitian. Dengan demikian instrumen ini dapat di implementasikan untuk diuji coba lebih lanjut pada tahap diseminasi.
Evaluasi Layanan Difabel Tunanetra di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Irzalina Rahmawati; Thoriq Tri Prabowo
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i4.601

Abstract

This study aims to study the evaluation of library services for persons with disabilities in the Sleman Regency Public Library. This research is a qualitative research. Data collection methods are observation, interview, and observation. The results of this study are; There are three standard service components issued by IFLA namely physical access, media format, services, and computers. Some Library Services already meet the standards, but there are some services that do not meet the standards. Sleman Regency Library needs to pay more attention to this matter. Based on these three components, the Sleman Regency Library and Archives Service has braille corner for users with visual impairments. However, it is better if braille in the library is not fully utilized by the user. So the library then needs to hold a socialization activity so that the braille angle can be utilized to its full potential in accordance with the information needs of the visually impaired community. The findings of this study are that the Sleman Regency Public Library has actually provided services for people with visual impairments, but this service has not been optimally managed. This study adds to the Library or Librarian to disseminate information to the public about braille corner services so that they can be utilized optimally.
Mentradisikan Menulis bagi Pustakawan Ahmad Syawqi
Media Pustakawan Vol 24, No 1 (2017): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i1.167

Abstract

Bagi seorang penulis, kegiatan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Seorang yang bisa membaca belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis adalah seorang pembaca sejati yang tak pernah bosan dengan berbagai bahan bacaan. Keduanya merupakan suatu ciri intelektual. Dalam menulis dibutuhkan minat yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kebiasaan. Minat maupun kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dipelajari, tidak tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan menulis pun tidak tumbuh begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membaca dan kemudian diungkapkan kembali dengan cara menuliskan pemikiran yang sudah dikembangkan dan dipengaruhi oleh pemikiran si penulis itu sendiri. Dengan siklus itu, profesi pustakawan akan senantiasa berkembang karena selalu memperbaharui otaknya dengan pemikiran-pemikiran mutakhir, melalui proses membaca, mengkaji dan menyajikannya kembali dalam bentuk tulisan baru.
Pustakawan Ideal: Memadukan Aspek Profesional dan Aspek Perilaku Rahayuningsih Rahayuningsih
Media Pustakawan Vol 18, No 2 (2011): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i2.809

Abstract

AbstrakPustakawan adalah orang yang mempunyai tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kerja di unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Pustakawan yang ideal terbentuk dari aspek profesionalisme dan aspek perilaku. Profesionalisme pustakawan mengacu kepada kemampuan untuk merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan fungsinya secara efisien, motivatif, lentur, dan mempunyai etos kerja tinggi sesuai dengan tuntutan penyelesaian tugas kepustakawanan berdasarkan ilmu yang diperoleh dari pendidikan profesi. Perilaku mengacu kepada nilai, norma moral dan kode etik, dalam hal ini kode etik pustakawan, dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna.
Pemanfaatan E-Resource di Perpustakaan Sekolah Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Ulfah Andayani
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.942

Abstract

Kehadiran teknologi komunikasi dan komputer (ICT) telah membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengelolaan perpustakaan secara menyeluruh. Penetrasi teknologi ini telah membawa perubahan yang revolusioner dalam sistem pengelolaan Perpustakaan, yaitu dari dari sistem tradisional, terotomasi sampai kepada sistem digital. Objek dan benda pembawa informasi yang dikelola turut mengalami pergeseran. Limpahan sumber-sumber informasipun berkembang dalam keragaman format, kemasan maupun bentuknya. Sejalan dengan hal tersebut, seluruh Perpustakaan tak terkecuali Perpustakaan sekolah harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akibat tuntutan teknologi. Perpustakaan sekolah dengan demikian harus mampu menyeimbangkan diri dengan perubahan pendidikan dan kurikulum, perpustakaan sekolah harus dapat menggunakan ketersediaan teknologi bukan sekedar melaksanakan tugas-tugas rutin, tetapi perpustakaan sekolah harus mampu menjadikan teknologi sebagai fasilitas yang dapat memperkuat keberhasilan dalam pendidikan. Terhadap tuntutan ini, seharusnyalah, perpustakaan sekola menyediakan kekinian informasi dalam beragam format yang dapat mendorong kepada keberhasilan belajar yang maksimal. Penyediaan sumber-sumber elektronik (e-resources) adalah suatu bentuk memutakhirkan informasi sekaligus suatu sikap responsif yang mengakomodir berbagai tingkat kebutuhan belajar siswa. Penyediaan sumber-sumber elektronik di Perpustakaan sekolah ini juga diyakini dapat memfasilitasi berbagai metode dan strategi belajar siswa dalam rangka mencapai keberhasilan dan prestasi belajar yang maksimal. Kata
Analisis Pelaksanaan Penyiangan Koleksi Jurnal pada Perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi-LIPI Kamaludin Kamaludin
Media Pustakawan Vol 25, No 4 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i4.199

Abstract

Abstrak Perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI telah melakukan penyiangan koleksi jurnal, penyiangan dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pemustaka, menghapus informasi yang tidak relevan, dan memberi ruang bagi koleksi baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengevaluasi koleksi perpustakaan untuk penyiangan dan cara mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan di perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dari hasil penelitian yang dilakukan Juli 2018 diketahui a. mengevaluasi koleksi perpustakaan untuk penyiangan dilakukan dengan cara mengelompokkan koleksi, yaitu kelompok: 1. Fisik rusak; 2. Informasi usang; 3. Subyek tidak dibutuhkan; 4. Ada edisi terbaru; 5. Bahasa yang tidak bisa dimengerti (selain bahasa inggris); dan 6. Jumlah eksemplar berlebih. Dari 1000 eksemplar jurnal yang disiangi, diketahui berdasarkan: 1. Fisik: 1000 eksemplar yang fisiknya rusak; 2. Informasi koleksi: 1000 informasinya usang; 3. Subjek: 1000 subjeknya tidak dibutuhkan karena usia koleksinya usang; 4. Tidak ada edisi terbaru; 5. Bahasa Inggris sebanyak: 876; selain Inggris: 124; dan 6. Tidak ada koleksi berlebih. Berdasarkan tahun terbit: 1960-1964: 21; 1965-1969: 85; 1970-1974: 118; 1975-1979: 100; 1980-1984: sebanyak 271; 1985-1989: 184; 1990-1994: 82; 1995-1999: 45; 2000-2004: 24; 2005-2009: 53; dan 2010-2014: 17 koleksi. b. Mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan dengan cara dibagi 3 kelompok: Kelompok 1. Kegiatan menganalisis, memilih, memilah koleksi yang dikeluarkan, diusulkan untuk dilakukan perbaikan; sedangkan koleksi yang rusak dan tidak digunakan lagi oleh pemustaka diusulkan untuk dihapuskan melalui Instansi berwenang; Kelompok 2. Penanganan pasca penyiangan; dan Kelompok 3. Menghapus katalog dan cantuman dalam pangkalan data koleksi www.digilib.bit.lipi.go.id.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue