cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Studi Kelayakan Aplikasi Kubuku E-Resources Berdasarkan Model Analisis PIECES Pada Perpustakaan Digital APMD Yogyakarta Ramadhani Ginting
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i1.683

Abstract

This research is a feasibility study in the APMD Digital library using the Kubuku E-Resources application based on the PIECES framework analysis model outlined in 6 focus analysis of Performance, Information, Economy, Control, Eficiency and Service. PIECES framework can be used to determine the pros and cons of the application, so that it can serve as a reference in decision making to subscribe to the application in the following year or vice versa. In this study used quantitative descriptive methods. Data is obtained using questionnaires and data analysis using Likert scales. The results showed that the average value of the feasibility level of the APMD library to subscribe to the Kubuku E-Resources application as a Digital library reached 3.73 or with a decent predicate.
Revolusi Industri 4.0 : Peluang Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Putra Pratama
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.214

Abstract

AbstrakPerkembangan Teknologi Informasi (TI) dewasa ini berkembang begitu pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, setiap organisasi atau perusahaan khususnya perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi informasi agar dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Arus globalisasi yang tidak terbendung lagi serta perkembangan teknologi yang terjadi secara masif manjadikan munculncya era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang perpustakaan untuk bertransformasi menjadi perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intilegent), Augmented Reality (AR), Remote Access, Co-Working Space. Peningkatan kompetensi skill literasi juga harus dimiliki oleh pustakawan di era teknologi informasi. Tiga literasi utama yang harus dimiliki adalah, 1) Literasi digital, 2) Literasi teknologi, 3) Literasi manusia. Tiga keterampilan ini diprediksi menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam era Revolusi Industri 4.0. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data observasi.
Sikap Melayani Dian Wulandari
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.865

Abstract

Perpustakaan didirikan dalam usaha memenuhi kebutuhan informasi para penggunanya. Perpustakaan sendiri terdiri dari beberapa bidang pekerjaan seperti bidang layanan teknis, bidang layanan pengguna, bagian otomasi, bagian promosi, dsb. dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Semua bidang harus menjalankan fungsi dan tugasnya demi kemudahan dan kepuasan bidang tersebut guna memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Kepuasan pengguna tidak hanya menjadi tanggung jawab dari bidang layanan pengguna tetapi menjadi tanggung jawab semua bidang/bagian yang ada di perpustakaan, karena baik secara langsung maupun tidak langsung semua bidang/bagian berhubungan dengan pengguna. Perpustakaan harus bisa melihat faktor-faktor dan kebutuhan dasar pengguna untuk dapat memuaskan pengguna dalam layanan perpustakaan. Hal yang harus diperhatikan yaitu adalah sikap melayani yang baik, yang termasuk sifat tersebut adalah profesional, memiliki kewenangan yang jelas, memiliki rasa “sense of urgency”/menganggap semua adalah penting, fleksibel, Mendengarkan secara terampil, Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pengguna.
Pengelolaan Data Penelitian pada Repositori Pengetahuan di Perpustakaan Khusus Lembaga Pemerintah Non Kementerian Tupan Tupan; Mohamad Djaenudin
Media Pustakawan Vol 27, No 3 (2020): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i3.1036

Abstract

This study focuses on the analysis of research data management in the knowledge repository in a special library of non-ministerial government institutions consisting of LIPI, BPPT, BATAN, BAPETEN, LAPAN and BSN.The research was conducted using descriptive methods, namely by describing and interpreting a phenomenon that develops by using scientific procedures to actually answer the problem. Data collection was carried out through interviews and surveys of repository managers. The results showed that the LPNK Special Library of the Ministry of Research, Technology and Higher Education had mostly collected research data stored in the knowledge repository by means of direct input in the national scientific repository (RIN). Developing a knowledge repository in a special library is done because of the need to store data and research work in one place. The knowledge repository serves as a digital storage provider for long-term data storage and scientific work. The knowledge repository can make it easier for users to browse or reference data and the work of other researchers. The availability of knowledge repositories can also facilitate interdisciplinary learning and research. The obstacle in managing research data is that researchers have so far not paid enough attention, especially in terms of research data backup. There is a lack of trust from data owners to share their data because there is no legality, infrastructure and clear management. Libraries do not require researchers to store data in knowledge repositories and there is no government regulation that regulates inter-institutional research data management.
Peran Perpustakaan dalam Menyelamatkan Warisan Budaya Bangsa Endang Sri Rusmiati Rahayu
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.462

Abstract

Abstrak  Makalah ini bertujuan untuk membahas deskripsi warisan dokumenter Indonesia sebagai ingatan kolektif dunia, preservasi dan aksesibilitasnya, serta peranan perpustakaan dalam melestarikan warisan dokumenter bangsa. Disimpulkan bahwa Perpustakaan sebagai tempat untuk menyimpan dan menyebarkan ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam melestarikan khazanah kebudayaan bangsa. Warisan dokumenter Indonesia yang telah diakui sebagai ingatan kolektif dunia antara lain: arsip VOC, naskah Nagarakretagama, naskah I La Galigo, naskah Babad Diponedoro, dan arsip Konferensi Asia Afrika yang masing-masing mempunyai deskripsi fisik berupa media, karakter, tahun, dan panjang yang berbeda. Masing-masing warisan dokumenter sudah membuka akses ke publik dan telah dilakukan preservasi walaupun belum sempurna. Peranan perpustakaan dalam melestarikan warisan dokumenter bangsa antara lain: melestarikan pengetahuan (knowledge) yang ada dalam naskah kuno, revitalisasi nilai-nilai budaya, menumbuhkan rasa kecintaan pada budaya dan membangun jatidiri serta karakter bangsa, melestarikan naskah kuno. Disarankan membuat database untuk inventarisasi warisan dokumenter dari seluruh Indonesia, mengajukan warisan dokumenter sebagai ingatan kolektif dunia, membudayakan kegiatan membaca untuk mencintai budaya bangsa, serta mengajak masyarakat untuk menjadikan naskah kuno sebagai bahan pustaka bukan hanya sebagai pusaka.
Pustakawan Akademik: Siapakah yang Kita Maksud? Kalarensi Naibaho
Media Pustakawan Vol 19, No 4 (2012): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v19i4.889

Abstract

Diskusi mengenai kepustakawanan selalu menarik dicermati, seringkali juga menjadi polemik berkepanjangan, tidak hanya bagi masyarakat luas tapi khususnya di kalangan pustakawan sendiri. Beberapa hal yang seringkali menjadi tema sentral untuk diperdebatkan adalah apakah Perpustakaan itu termasuk disiplin ilmu, dan apakah pustakawan itu termasuk profesi. Pro dan kontra pun terus menyeruak di kalangan pustakawan sehingga topik ini nampaknya akan terus memancing perhatian dan menarik untuk dikaji. Khusus mengenai pustakawan, hal-hal yang sering dibicarakan adalah soal profesionalismenya. Keluhan dari pemustaka masih lazim ditemui di berbagai perpustakaan yang berdampak pada penurunan citra pustakawan itu sendiri. Beberapa media pernah melansir berita tentang betapa buruknya layanan pustakawan di beberapa Perpustakaan Umum akibat kualitas dan kompetensi pustakawan yang tidak sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Kondisi ini sesungguhnya tidak hanya terjadi di Perpustakaan Umum, namun juga di lembaga pendidikan tinggi. Ini menandakan bahwa kita memang mengalami persoalan yang sangat serius mengenai kualitas dan kompetensi pustakawan! Artikel pendek ini tidak akan membahas topik tersebut secara ilmiah dan rinci. Sebagai seorang pustakawan yang  (1Pustakawan Universitas Indonesia)bekerja di perguruan tinggi, penulis hanya ingin berbagi pandangan atau pengalaman tentang pustakawan yang bekerja di pendidikan tinggi, yang disebut dengan ’pustakawan akademik’. Hal-hal apa saja yang penting menjadi fokus bagi pustakawan di perguruan tinggi, dan apa yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Penulis menganggap topik ini sangat relevan dibicarakan karena menyangkut kepentingan kepustakawanan di Indonesia secara umum, dan kepentingan perpustakaan perguruan tinggi Indonesia secara khusus.
Kebijakan Penyiangan Koleksi Perpustakaan Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Elly Faisholyah; Rahmadani Ningsih Maha
Media Pustakawan Vol 28, No 3 (2021): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v28i3.1222

Abstract

Library of Research Center of Biotechnology Indonesian Institute of Sciences (PPPB-LIPI) has been existing for 34 years. The collection development and improve progress in biotechnology science that has been growing rapidly, it is must a library to keep up transformation with this development in this age. The fact, the library’s out of date printed collection still exist. Because of that, it is necessary to review subject and physical library collection. This analysis’s aims to make a data for library collection weeding policy to know what type, subject and year of a library collection that is going to weed, library collection that is needed in the future and as tools collection development for furthermore, library collection development policy hereafter. This analysis uses survey method. Data collection is done which disseminates questionnaire to the researcher and literature study. The result shows that 40% of the printed collections are maintained with the textbook criteria of 55.9%. PPPB-LIPI is suggested to prioritize audio visual collections to 86.4%, the type of audio-visual acquisition is 39% computer files, 39% online information on the internet. Based on the publication’s year, 54.2% of the library collections weeding list are those over the past 15 years, fields outside of biotechnology that defended are chemistry at 64.2%. This research produces data to formulate collection weeding policies, namely the types of printed collections that is weeded immediately are journals, the subjects of the collections that defended are chemistry, pharmacy, animal husbandry, plants.
Pelajaran dari Starbucks untuk Perpustakaan Lia Setyowati
Media Pustakawan Vol 21, No 1 (2014): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i1.782

Abstract

Kehidupan masyarakat berubah secara dinamis. Ketika kehidupan pribadi semakin terkungkung oleh kegiatan individual dan ruang publik untuk bersosialisasi semakin terbatas, aktivitas orang untuk berinteraksi dengan orang lain tidak semakin surut. Ini terlihat dari maraknya budaya hangout di kalangan masyarakat urban. Coffee shop seperti Starbucks sebagai tempat hangout menjadi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Kedekatan masyarakat urban dengan coffee shop ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan tempat alternatif untuk menghabiskan waktu, selain kantor dan rumah. Fenomena ini kiranya bisa menjadi bahan refleksi bagi perpustakaan untuk dapat mengembangkan diri agar bisa tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.
Pergeseran Paradigma Pengelola Perpustakaan Di Era Teknologi Informasi Sri Endah Pertiwi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.912

Abstract

Kebutuhan masyarakat di era gobalisasi teknologi sekarang ini mempunyai harapan yang besar terhadap perpustakaan. Sebagai penyedia informasi, sebuah perpustakaan dituntut dalam kecepatan akses informasi dan ketepatan unsur ilmiah. Semua itu tak lepas dari pengaruh pengelola dan pustakawan yang menjadi motor penggerak sebuah perpustakaan! Pergeseran kerangka berpikir pengelola perpustakaan dari sikap apatis menjadi proaktif, dari sekedar penjaga buku menjadi subyek penentu, dari penyelesaian pekerjaan manual menjadi berkemampuan menguasai teknologi informasi menjadi solusi terbaik dalam memajukan sebuah perpustakaan. Artikel ini berfokus pada bagaimanakah pergeseran paradigma atau kerangka berfikir pengelola perpustakaan dalam pendayagunaan teknologi informasi di perpustakaan?Dengan tujuan penulisan yaitu Mengetahui minat pengelola perpustakaan dalam aktifitas kerja di perpustakaan dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi; Melihat seberapa jauh kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu aktifitas kerja di perpustakaan; Mengetahui pergeseran paradigma atau kerangka berfikir pengelola perpustakaan dalam pendayagunaan teknologi informasi.  
Analisis Perkembangan Artikel pada Majalah Jaringan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan (Visi Pustaka) dari Tahun 1999-2018 Dian Utami; R Dewi Sundari
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.172

Abstract

                                           AbstrakVisi Pustaka merupakan salah satu terbitan berkala yang memuat artikel hasil penelitian, kajian, survei, tinjauan, dan evaluasi tentang teknologi informasi serta kerja sama antar perpustakaan guna mewadahi penulis/pustakawan untuk mengetahui keterbaruan konsep manajemen perpustakaan dan teknologi informasi. Kajian ini bertujuan untuk menge­ tahui topik artikel yang paling banyak dimuat, perkembangan artikel dari tahun 1999–2018, serta produktivitas pengarang serta karakteristik pengarang. Hasil menunjukkan bahwa topik artikel yang paling banyak dimuat yaitu mengenai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan sekitar 186 artikel (56,36%), artikel paling banyak dihasilkan oleh pengarang tunggal dengan jumlah 283 artikel (86,54%). Jika ditinjau dari karakteristik pengarang berdasarkan jenis perpustakaannya, diketahui pengarang yang berasal dari Perguruan Tinggi menempati urutan paling atas sebanyak 103 orang (55,98%).                                           AbstrakVisi pustaka is one of serial publication that contains articles from research, studies, surveys and evaluation of Information Technology and Library cooperation. The purpose of Visi Pustaka is to accommodate writers/librarian to find out the latest concept of library management and information technology. This study aims to find out the topic of the most published articles, the development of articles from 1999-2018, productivity and characteristics of the author. The result showed that the most published of the article was about library management information system, 186 articles (56,36%), the most articles were produced by single authors is 283 articles (86,54%). From the characteristic (type of library) of the Authors, it is known the autors from higher education rank at the top as many as 103 people (55.98%).

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue