cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Desain Sistem Informasi Perpustakaan Desa Dalam Rangka Mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Eka Wardhani Suprihatin
Media Pustakawan Vol 28, No 3 (2021): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v28i3.1022

Abstract

The village library as a provider of reading material facilities closest to the community is very important, but its existence has not received serious attention. Therefore the National Library of Indonesia has a Social Inclusion-Based Library Transformation program which will provide a new understanding of the existence of village libraries, so that they are better known by the community and can be used properly. For this reason, it is necessary to design a village library information system so that the existence of the library is well organized in accordance with the standards set by the National Library of Indonesia. The analytical method used is descriptive qualitative with a literature study approach, this article provides an overview of the current condition of village libraries that still use conventional library concepts and an overview of library information designs that run social inclusion-based library programs. Social inclusion-based village libraries do not provide loan services and help books, but also provide ICT-based community activities. From the research, it can be concluded that: 1.) the rural library information system design is important to be developed, so that the library is able to fulfill people’s need; 2.) the rural library information system design is important to be developed to be able to give enough facilities for the variations of people empowerment using the library collections; 3.) the implementation of ICT (Information and Communication Technology) in the library is more directed in the promotion and documentation activities to promote the literation development and library activities.
Pola Pembentukan Notasi Etnis, Ras dan Kebangsaan Indonesia (Suatu kajian dalam rangka perluasan notasinya dalam DDC) Wartini Wartini; Sri Mulyani; Lanna Pasaribu; Suwardi Suwardi; Suwarsih Suwarsih
Media Pustakawan Vol 21, No 1 (2014): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i1.778

Abstract

Pada umumnya, perpustakaan di Indonesia, termasuk Perpustakaan Nasional RI merasa tidak cukup dengan notasi etnis yang terdaftar dalam Tabel 5 DDC23 ketika melakukan klasifikasi bahan perpustakaan tentang etnis Indonesia. Mengingat pesatnya peningkatan sosial budaya dan peradaban setiap etnis yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan seiring dengan kemajuan IPTEK saat ini, maka perlu adanya usaha untuk memperluas notasi etnis Indonesia. Untuk mendapatkan gambaran kondisi riil etnis Indonesia sebagai ancangan pengembangannya, dirasa perlu adanya suatu kajian tentang etnis Indonesia dikaitkan dengan notasi klasifikasi dalam DDC23 untuk pengembangannya.Dari kajian yang telahPada umumnya, perpustakaan di Indonesia, termasuk Perpustakaan Nasional RI  merasa tidak cukup dengan notasi etnis yang terdaftar dalam Tabel 5 DDC23 ketika melakukan klasifikasi bahan perpustakaan tentang etnis Indonesia. Mengingat pesatnya peningkatan sosial budaya dan peradaban setiap etnis yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan seiring dengan kemajuan IPTEK saat ini, maka perlu adanya usaha untuk memperluas notasi etnis Indonesia. Untuk mendapatkan gambaran kondisi riil etnis Indonesia sebagai ancangan pengembangannya, dirasa perlu adanya suatu kajian tentang etnis Indonesia dikaitkan dengan notasi klasifikasi dalam DDC23 untuk pengembangannya.Dari kajian yang telah dilakukan memberikan gambaran bahwa ada 50 kelompok besar etnis Indonesia asli yang diperoleh dari penggabungan informasi kelompok etnis DDC23, hasil survei BPS dan penutur bahasa yang terdaftar dalam Daftar Kode Bahasa Daerah Indonesia. Dari 50 kelompok tersebut 17 kelompok yang terdaftar dalam Tabel 5 DDC23. Selanjutnya 33 kelompok yang lain diusulkan perluasannya dengan tetap mengacu pada DDC23, perluasan berdasarkan daerah domisili sesuai urutan dalam DDC, berdasarkan pada penutur bahasa daerah tertentu. Dalam kajian ini juga merumuskan pembentukan notasi  etnis dengan 3 rumusan, yaitu: 1) Tambahkan angka dasar dari bagan DDC, notasi 1-9 dari Tabel 5; 2)Tambahkan pada angka dasar  bagan DDC, notasi 089 dari Tabel 1 kemudian tambahkan notasi 1-9 dari Tabel 5; dan 3) Tambahkan pada angka dasar 305.8 notasi 1-9 dari Tabel 5.dilakukan memberikan gambaran bahwa ada 50 kelompok besar etnis Indonesia asli yang diperoleh dari penggabungan informasi kelompok etnis DDC23, hasil survei BPS dan penutur bahasa yang terdaftar dalam Daftar Kode Bahasa Daerah Indonesia. Dari 50 kelompok tersebut 17 kelompok yang terdaftar dalam Tabel 5 DDC23. Selanjutnya 33 kelompok yang lain diusulkan perluasannya dengan tetap mengacu pada DDC23, perluasan berdasarkan daerah domisili sesuai urutan dalam DDC, berdasarkan pada penutur bahasa daerah tertentu. Dalam kajian ini juga merumuskan pembentukan notasi etnis dengan 3 rumusan, yaitu: 1) Tambahkan angka dasar dari bagan DDC, notasi 1-9 dari Tabel 5; 2)Tambahkan pada angka dasar bagan DDC, notasi 089 dari Tabel 1 kemudian tambahkan notasi 1-9 dari Tabel 5; dan 3) Tambahkan pada angka dasar 305.8 notasi 1-9 dari Tabel 5.
Peran Perpustakaan Terhadap Perkembangan Budaya Baca Masyarakat Kabupaten Wonosobo Edy Pranoto; FA Wiranto
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.908

Abstract

Penelitian bertujuan mengungkap dan mendiskripsikan:(1) Antusiasme masyarakat datang ke perpustakaan; (2) Jenis layanan perpustakaan yang menarik bagi pengunjung perpustakaan; (3) Pengaruh penerapan TI terhadap kinerja perpustakaan; (4) Efektivitas promosi yang dilakukan oleh perpustakaan; (5) Peran Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo terhadap citra Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Populasi penelitian adalah pengunjung Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo, sebanyak 1206 orang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik random sampling. Populasi diambil 10% sehingga diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Data diperoleh melalui angket kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Masyarakat Kabaupaten Wonosobo antusias datang ke perpustakaan karena koleksi lengkap, ruang baca perpustakaan nyaman, dan suasananya tenang. Masyarakat menggunakan perpustakaan untuk keperluan membaca, mencari informasi, meminjam buku, dan belajar (2) Jenis layanan perpustakaan yang menarik bagi pengunjung adalah layanan surat kabar, majalah/jurnal, fiksi, buku referensi dan buku pelajaran.; (3) Teknologi informasi (TI) berpengaruh terhadap kinerja perpustakaan, yang ditandai oleh: pengguna memanfaatkan komputer perpustakaan sehingga layanan lebih cepat, pencarian informasi lebih mudah, kelancaran kerja dan layanan meningkat; (4) Promosi perpustakaan belum efektif, yang ditandai bahwa masyarakat pengguna perpustakaan mengenal Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo dari teman, guru atau orang tua (5) Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo berperan terhadap citra Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan kesimpulan di atas disarankan: (1) Antusiasme masyarakat terhadap perpustakaan harus dibangun, dan kedekatan mereka terhadap perpustakaan harus makin dikembangkan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat; (2) Untuk meningkatkan ketertarikan pengunjung, ruang dan fasilitas perpustakaan harus dirancang lebih baik, koleksi tersedia lengkap, dan jam layanan diperpanjang; (3) Jumlah komputer pada setiap jenis layanan yang ada di perpustakaan perlu ditingkatkan agar kualitas layanan semakin meningkat pula; (4) Perpustakaan perlu mendayagunakan Buletin Perpustakaan dan/atau Majalah Dinding, serta merancang publikasi melalui web site Perpustakaan agar makin banyak masyarakat yang dapat mengetahui Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo dan mengakses informasi-infomasinya; (5) Pemda Kabupaten Wonosobo harus senantiasa mengembangkan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo melalui penyediaan dana APBD perpustakaan tersebut agar dapat mewujudkan sebuah kondisi masyarakat Wonosobo yang berbudaya baca tinggi, dan berkualitas.
Perpustakaan sebagai Media Komunikasi Ilmiah di Perguruan Tinggi Yusrawati Yusrawati
Media Pustakawan Vol 24, No 1 (2017): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i1.168

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga publik yang menyediakan informasi, memberi peluang untuk membuka hubungan komunikasi ilmiah. Komunikasi ilmiah adalah komunikasi yang berlangsung antar ilmuwan, yaitu pemberitahuan, pengalihan, penyebaran, maupun penyampaian informasi dalam bidang tertentu kepada ilmuwan lain dalam bentuk buku dan treastise. Komunikasi ilmiah dapat dibangun melalui komunikasi antara pustakawan dengan pemustaka, dosen dengan mahasiswa, dan sesama pakar atau ilmuwan. Perpustakaan sebagai media komunikasi ilmiah di perguruan tinggi berlangsung melalui pencari informasi sebagai literatur, sitasi dan keterlibatan perpustakaan sebagai media pelestarian ilmu pengetahuan serta pustakawan sebagai intermedia antara sumber informasi dengan pemustaka. Proses komunikasi ilmiah ini terjadi pada pelayanan referensi, pelayanan sirkulasi, publikasi repositori institusi, diskusi ilmiah, jurnal ilmiah, laporan ilmiah dan lainnya yang dapat mendukung terjadi prosesnya transmisi atau pengembangan ilmu pengetahuan atau yang melahirkan ilmu pengetahuan baru. Dalam konteks ini, perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai media komunikasi ilmiah yaitu sebagai pusat learning common, pusat pembelajaran, pusat penelitian, pusat penyalinan buku, pusat publikasi (penerbitan) dan pusat penerjemahan. Eksistensi perpustakaan betul-betul mengajak pemustaka untuk memanfaatkan dan menggali informasi yang tersedia di perpustakaan.
Meningkatkan Profesionalisme Sebagai Langkah Awal Peningkatan Citra Positif Pustakawan Purwani Istiana
Media Pustakawan Vol 18, No 2 (2011): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i2.810

Abstract

Kepuasan pemustaka merupakan cikal bakal dalam membentuk citra positif pustakawan dan perpustakaan. Membangun citra positif pustakawan mustahil tanpa adanya profesionalisme dalam diri pustakawan. Citra positif terbangun seiring dengan sikap profesional yang ditunjukkan ketika memberikan pelayanan kepada pemustaka. Pustakawan adalah sebuah profesi. Untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan hal penting yang harus diperhatikan adalah pustakawan harus bekerja berdasarkan ilmu dan terus mengembangkan kemampuannya, memiliki kemampuan intrapersonal sehingga memiliki kepribadian yang kuat, mampu mensikapi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat, memiliki kemampuan interpersonal yaitu kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain, dan membangun hubungan baik dengan individu lain. Pandangan masyarakat tentang profesi pustakawan akan tergantung bagaimana pustakawan dapat menanggapi dan mampu memberikan perubahan yang lebih berkualitas.
Strategi Promosi Gemar Membaca dan Gemar ke Perpustakaan melalui Kekuatan Media Tulus Wulan Juni
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.943

Abstract

Rendahnya minat baca akan berimbas pada rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Salah satu usaha yang selama ini belum dimaksimalkan oleh perpustakaan adalah kurangnya peran media di berbagai kegiatan perpustakaan. Padahal media mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan cepat membentuk opini masyarakat. Sudah banyak gerakan moral dicanangkan oleh pemimpin bangsa ini namun gerakan tersebut kurang disosialisasikan di media. Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar melalui program Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) terus mensosialisasikan perpustakaan, kegemaran membaca diberbagai media cetak dan elektronik.Strategi Promosi ini bertujuan bagaimana usaha menembus media dengan berbagai pendekatan, semakin banyak media yang digunakan untuk berpromosi maka semakin besar peluang meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap perpustakaan dan kegemaran membaca. Selain itu dicontohkan beberapa kegiatan minat baca dan pengembangan perpustakaan yang telah dilaksanakan oleh Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar beserta media yang dilibatkan didalamnya.Dampak hasil yang diperoleh setelah memanfaatkan peran media menunjukkan bahwa jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan meningkat dan daya beli buku di beberapa toko buku juga naik, seperti di Toko Buku Graha Media Makassar setiap tahunnya mengalami kenaikan hingga 30%.
Analisis Bibliometrik Jurnal Marine Research in Indonesia Yupi Royani; Dukariana Idhani
Media Pustakawan Vol 25, No 4 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i4.200

Abstract

Abstrak Artikel dari Marine Research in Indonesia diterbitkan oleh Pusat Penelitian Oceanografi LIPI periode 2013 – 2017 sebanyak 49 judul, dianalisis menggunakan metode bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel terbanyak dimuat pada 2013 ( 12 judul = 24,49%), 37 artikel (75,51%) ditulis oleh penulis lebih dari satu atau kolaborasi dan 12 artikel (24,48%) ditulis oleh penulis tunggal, dan nilai tingkat kolaborasi adalah 0,7. Sebanyak 6 jenis dokumen (1504referensi) disitir. Disimpulkan dari 49 artikel yang dimuat dalam jurnal Maritim Research in Indonesia, didominasi oleh penulis kolaborasi, dengan jurnal terbanyak disitir (57,58%), dan panjang halaman artikel terbanyak berada pada kisaran 6 – 10 halaman. Klas DDC yang terbanyak adalah klas 628 yaitu kelas lingkungan berjumlah 8 artikel (16,67%).
Telaah Sosial Kontemporer Masyarakat Informasi: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Arif Nurochman
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v23i2.849

Abstract

Perpustakaan dalam perkembangannya selalu diidentikkan dengan perkembangan pola penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat. Library is growing organism menjadi gambaran nyata bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai lembaga an sich yang di dalamnya terdapat sekumpulan buku yang tertata rapi di rak dengan sistem baku yang dilayankan kepada pemustaka. Perpustakaan telah berkembang mengikuti pola peradaban masyarakat yang menyangkut aspek sosial dan pengetahuan. Perpustakaan dan pusat informasi pengetahuan merupakan komponen yang serasi untuk menggambarkan kemajuan peradaban dimulai dari bagaimana akses informasi dan distribusi informasi yang disebarkan oleh perpustakaan.
Pendidikan Berbasis Perpustakaan Menuju Pendidikan Yang Berbudaya Membaca Romi Febriyanto Saputro
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.979

Abstract

Pendidikan berbasis perpustakaan dapat menumbuhkembangkan budaya perpustakaan, seperti: membaca, menulis, menelusuri data dan menganalisis data. Selama ini pendidikan didominasi kegiatan transfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik tanpa dilatih untuk berpikir kritis, akibatnya proses belajar mengajar berjalan tanpa dijiwai budaya membaca. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi dikuasai melalui proses mendengar atau proses transisi dari guru, tetapi juga melalui proses membaca terutama di perpustakaan. Perpustakaan memberikan ruang bagi peserta didik untuk melakukan (active learning) belajar aktif, (interpretation) interprestasi, (make sense) masuk akal, (negotiation) pertukaran pikiran, (cooperative) kerjasama, dan (inquiry) menyelidiki. Siswa dapat melaksanakan konsep belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together), belajar menjadi diri sendiri (learning to be); dan belajar seumur hidup (life long learning).
Studi terhadap Pemikiran Lasa Hs mengenai Kepemimpinan Perpustakaan Misbahul Munir; Okky Rizkyantha
Media Pustakawan Vol 25, No 2 (2018): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i2.276

Abstract

Abstrak Khasanah ilmu perpustakaan yang sekarang semakin berkembang membuat beragam pandangan yang dapat dijadikan acuan. Kepemimpinan perpustakaan adalah salah satu hal yang perlu dipelajari dalam ilmu perpustakaan. Kepemimpinan yang dipandang sebagai penggerak organisasi perpustakaan diharapkan dapat membawa perpustakaan menjadi lebih berkembang. Perpustakaan yang dipandang sebagai ilmu melahirkan tokoh dan pemikiran-pemikiran penting di dalamnya. Salah satu tokoh yang popular dalam dunia perpustakaan, yaitu Lasa Hs. Lasa Hs memberikan sumbangan ilmu pengetahuan melalui karyanya yang fokus pada manajemen perpustakaan. Penelitian ini membahas tentang pemikiran Lasa Hs tentang kepemimpinan perpustakaan dan implementasinya. Jenis penelitian ini adalah studi tokoh yang bersifat kualitatif deskriptif mengenai pemikiran Lasa Hs. Data penelitian ini diambil melalui literatur terkait, dan didukung dengan metode observasi dan wawancara. Dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Dengan menghasilkan (1) Kepemimpinan dalam Manajemen Perpustakaan, (2) Regenerasi Kepemimpinan, (3) Kemampuan Pemimpin Perpustakaan.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue