cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Dinamika dan Tantangan Pustakawan di Era Globalisasi Muhammad Tawwaf
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.525

Abstract

Abstract In the various of librarian forums are still intense and interesting to discuss about the competence and professionalism of librarians, its because of the profession of librarians in this era of globalization is a very strategic profession and received a very wide attention among libraries, especially in the library of universities in terms of Information management. Competence and professionalism for those who hold this profession are a challenge and discussed in the various of librarian forums in the global era. Librarian readiness to face the digital era in meeting the needs of users who are very diverse information by the user cannot be considered normal, As information managers, librarians in the era of information flooding in cyberspace today requires competence and professionalism as the librarian definitions contained in Law no. 43 of 2007 on libraries, that librarian is someone who has competence obtained through education and/or training librarianship and has the duty and responsibility to implement library management and services. Librarians are currently dealing with users who are called “native engine” users who are not separated daily with information technology tools that all want fast, easy and efficient in terms of information accessibility. Information packs that will slowly shift from paper to soft sources into librarian bets to understand and be able to manage and distribute various of information in the data base. The third millennium is an information age that forces librarians to begin switching paradigms and repositioning their roles over the years. The independence and productivity of librarians to change and become agents of change for themselves and society, and being able to position themselves as information managers for the community is imperative. The competence of librarians in terms of online research skills should also be held to anticipate the needs of users, especially researchers who are in dire need of various sources that have been packaged in digital form, as the researcher consumption must be obtained from E’Journal and publication also through open journal system or scopus is a challenge for librarians as information manager. One of the aims of this paper is to publicize and reveal what librarians need to anticipate in the era of information flooding in the face of technological developments and the current changing phenomenon, so librarians must be able to uncover what is changing and what should to do. The Demands of the needs of library users increasingly diverse in this information technology era, the library needs to prepare a professional librarian and competent in their fields which, according to some librarian research results have not been encouraging.
Jabatan Fungsional Pustakawan Pasca Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Titiek Kismiyati
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.902

Abstract

Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan masih memerlukan Peraturan Pemerintah agar dapat diimplementasikan. Peraturan Pemerintah ini harus terbit selambat-lambatnya 2 (dua) tahun setelah setelah terbitnya Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang saat ini sedang dalam proses penyusunan adalah RPP Standar Nasional Perpustakaan yang di dalamnya tercakup antara lain standar tenaga perpustakaan. Banyak hal tentang tenaga perpustakaan yang harus diatur dalam standar tenaga perpustakaan, meliputi kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi. Dengan terbitnya Undang–Undang tentang Perpustakaan dan PP Standar Nasional Perpustakaan akan sangat berpengaruh terhadap profesi Pustakawan. Banyak hal yang akan mengubah status, pola karir, dan masa depan profesi Pustakawan.
Analisis SWOT pada Pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional di Masa Pandemi COVID-19 Kamilah Kinanti; Novi Herwati
Media Pustakawan Vol 29, No 1 (2022): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v29i1.1494

Abstract

Selection of the Best Outstanding Librarian at the National Level is one way to appreciate librarians who are highly dedicated to their duties. This event is carried out by the National Library of Indonesia through the Center for Librarian Development in a systematic and tiered manner, starting from the election at the provincial level to the national level. The COVID-19 pandemic brought a different color to the Selection of National Best Outstanding Librarian year 2020, which was held online for the first time. Through this study, it provides an overview of the differences in the offline and online selection process for Outstanding Librarians, as well as a SWOT strategy analysis for each mechanism. The studywas conducted with a descriptive qualitative approach. Data collection is done by document review and observation, analysis is done by SWOT analysis. The results obtained the portrait of the change in the mechanism for the Selection ofOutstanding Librarians, where the online selection process is fully carried out via the virtual meeting application and eliminating of visit activities. Meanwhile, in the SWOT analysis, the results obtained are the ST strategy on the offline mechanism and the WO strategy on the online mechanism. 
Sertifikasi Pustakawan Sebagai Tolak Ukur Profesionalisme dan Peningkatan Citra Profesi Pustakawan dalam Menghadapi ASEAN Economic Community 2015 Ahmad Hidayah
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.792

Abstract

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui asesmen kerja nasional Indonesia atau internasional yang berpedoman BNSP 202 Rev.2-2009. Bagi pustakawan yang melalui proses sertifikasi dan lulus uji kompetensi akan diberikan sertifikat. Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekan secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Oleh karena itu pustakawan harus bersikap profesional dalam mengelola perpustakaan. Seperti yang sudah tertuang dalam UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan”. Artinya pustakawan adalah pegawai yang mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaan dengan kompetensinya. Masyarakat Ekonomi Asean atau yang lebih dikenal dengan Asean Economic Community (AEC) menuntut masyarakat Indonesia dapat bersaing secara regional dan global dalam berbagai bidang baik bidang ekonomi pada Asean Free Trade Area (AFTA), bidang pendidikan dan teknologi pada ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (AMMST) dan bidang lain termasuk didalamnya bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi sehingga kelak kedepannya bangsa Indonesia dapat bersaing secara global dan menjadi salah satu pusat pengetahuan dunia melalui lembaga Perpustakaan.
Pergeseran Paradigma Pengelola Perpustakaan Dan Kepustakawanan Indonesia Dalam Dinamika Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Nila Nurjanah
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.922

Abstract

Perpustakaan dituntut untuk mampu berbenah mengikuti dinamika yang ada. Perpustakaan yang sebelumnya seringkali dicitrakan sekadar ”gudang buku” dan menunggu pengguna datang, dituntut mampu menjadi perpustakaan yang humanis dan ”user center”, dan berubah dari perpustakaan tradisional menjadi modern, di mana pengguna di luar gedung perpustakaan pun mampu mengakses koleksi yang ada. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dahsyat ini, menjadikan sebagian orang merasa tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan, karena di rumah pun mereka merasa bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan. Akankah ini berarti perpustakaan justru semakin ditinggalkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi? Padahal sebenarnya konsep-konsep penemuan kembali pada internet itu, sebenarnya juga mengadopsi cara kerja yang terjadi di perpustakaan.Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, lahirlah konsep Library 2.0. Pustakawan harus terus mengembangkan ide-idenya, jadi ketika pengguna tidak ada, mereka pun harus tetap bekerja. Apalagi adanya perkembangan Library 2.0, harusnya mampu mendorong kemampuan kompetitif pustakawan, untuk mengambil pasar online, sehingga pada perpustakaan fisik berkembang dan perpustakaan online pun berkembang.
Media Komunikasi Efektif pada Layanan Jasa Informasi: Studi Kasus di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Rahartri Rahartri
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.182

Abstract

Abstrak Kajian bertujuan menganalisis media komunikasi yang digunakan pemustaka di Kawasan Puspiptek, ketika memerlukan layanan jasa informasi. Tujuan khusus adalah: 1) Mengetahui jenis- jenis media komunikasi yang digunakan; 2) Mengetahui jenis media komunikasi yang paling banyak digunakan; 3) Mengetahui alasan pemustaka menggunakan jenis media komunikasi tersebut. Digunakan metode deskriptif kuantitatif, dilengkapi wawancara dengan pengguna jasa informasi terkait alasannya menyukai jenis media komunikasi tersebut, selanjutnya disajikan secara deskriptif untuk mendukung dan memperkuat analisis kuantitatif. Dari penelitian disimpulkan sebagai berikut: 1) Jenis media komunikasi yang digunakan oleh pemustaka di Kawasan Puspiptek Serpong adalah e-mail, telepon, WhatsApp, datang langsung ke Perpustakaan; 2) Periode tahun 2014-2018, media komunikasi paling banyak digunakan oleh pemustaka adalah e-mail, diikuti WhatsApp (WA). Dilihat tren per tahun, tahun 2014-2015, e-mail merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pemustaka ketika membutuhkan layanan jasa informasi. Tahun 2016-2018, WhatsApp merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pemustaka ketika membutuhkan layanan jasa informasi. Tahun 2018 merupakan tahun WhatsApp, dimana hampir 90% layanan jasa informasi menggunakan WhatsApp sebagai media komunikasi; 3) E-mail banyak digunakan sebagai media komunikasi, karena pesan cepat terkirim ke penerima; tidak memerlukan biaya; praktis; aman; dapat menyertakan lampiran. WhatsApp banyak digunakan sebagai media komunikasi, karena aplikasinya simple (tidak memerlukan password); Langsung terhubung dengan nomor yang tersimpan di kontak hp; WhatsApp merupakan pengganti sms yang praktis dan tepat waktu untuk mengirim pesan; WhatsApp lebih unggul dibanding aplikasi chat lainnya, karena simpel dan mudah digunakan; aplikasi WhatsApp cukup ringan, hemat baterai, dan dapat menghemat data internet. Abstract The study aims to analyze the communication media used by users in the Puspiptek area, when it requires information services. Specific objectives are: 1) Knowing the types of communication media used; 2) Knowing the types of communication media that are most widely used; 3) Knowing the reason the user uses these types of communication media. Quantitative descriptive method is used, with interviews with information service users related to the reasons for liking the type of communication media, then presented descriptively to support and strengthen quantitative analysis. The research concludes as follows: 1) The type of communication media used by users in the Puspiptek Serpong Area is e-mail,telephone, WhatsApp, coming directly to the Library; 2) The 2014-2018 period, the most used communication media by users is e-mail, followed by WhatsApp (WA). Judging by the trend per year, 2014-2015, e-mail is the communication media that is most used by users when it needs information services. In 2016-2018, WhatsApp is the communication media that is most used by users when it needs information services. 2018 is the year of WhatsApp, where almost 90% of information services use WhatsApp as a communication medium; 3) E-mail is widely used as a communication medium, because messages are quickly sent to recipients; no cost; practical; secure; can include attachments. WhatsApp is widely used as a communication medium, because the application is simple (does not require a password); Directly connected to the number stored in the cellphone contact; WhatsApp is a substitute for SMS that is practical and timely to send messages; WhatsApp is superior to other chat applications, because it’s simple and easy to use; the WhatsApp application is quite light, saves battery life, and can save internet data.
Digital Library : Penerapan Teknologi Informasi (Ti) di Perpustakaan Lutriani Lutriani
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.829

Abstract

Perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan manusia, juga sebaliknya perkembangan manusia sedikit banyak terpengaruh juga dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan sebagai cermin dari suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, kultural (budaya), juga pendidikan masyarakat. Selama berabad­abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankanwalaupun banyak mengalami pasang surut dan berbagai hambatan, perpustakaan tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fungsi perpustakaan yang sangat menonjol adalah sebagai sarana penyimpanan karya manusia seperti karya cetak, di antaranya: buku, majalah, brosur, jurnal, koran, dan karya cetak lainnya yang dianggap harus disimpan sebagai dokumen warisan bangsa. Karya manusia lainnya adalah karya rekam, di antaranya: piringan hitam, kaset, compact disc, video dan karya rekam lainnya. Setelah ribuan tahun hidup dengan teknologi cetak, dan ratusan tahun dengan teknologi analog elektronik, kelahiran dan perkembangan pesat teknologi digital menimbulkan revolusi cukup mendasar di era teknologi ini, dan kepustakawanan khususnya kata perpustakaan merujuk ke satu medium penentu peradaban manusia yaitu buku. Untuk waktu yang sangat lama buku dan produk tercetak lainnya adalah satu­satunya sumberdaya pengetahuan yang dihimpun oleh perpustakaan. Beberapa waktu belakangan ini “dunia teks”  tiba­tiba mendapat tantangan dari teknologi baru yang menghadirkan teks linear dan teks berkaitan (hypertext), tidak hanya gambar mati, tapi gambar hidup dan gambar imajinasi yang seakan­akan hidup. Kalau bisa dijabarkan dari teknologi cetak berkembang ke teknologi analog, lalu teknologi elektronik dan berkembang kemudian ke teknologi digital sampai teknologi multimedia. Perubahan peran teknologi informasi memperluas peran perpustakaan tradisional melampaui koleksi buku dan pelayanan berbasis cetak yang menjadi citranya hingga kini. Perpustakaan modern dewasa ini menyediakan spektrum menyeluruh produk dan pelayanan informasi, baik yang berbasis cetak maupun elektronik. Pengembangan perpustakaan digital atau e-library bagi tenaga pengelola  perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien.
Kolaborasi Penulis Pada Jurnal Teknologi Lingkungan Periode 2014 – 2018 Rochani Nani Rahayu; Hadiyati Tarwan Tarwan
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i1.676

Abstract

AbstrakKolaborasi penulis pada Jurnal Teknologi Lingkungan dilakukan menggunakan metode bibliometri. Data diunduh dari situs http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL.Artikel hasil unduhan dicatat dan dikelompokkan dicatat jumlah artikel, penulis tunggal, dan penulis berkolaborasi berdasarkan institusi, dan kota tempat penulis bekerja, serta jenis kelamin. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa telah dipublikasikan sebanyak 99 artikel, pada Jurnal Teknologi Lingkungan periode 2014 – 2018, dengan dominasi penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan penulis tunggal, dengan nilai derajat kolaborasi adalah 0,59. Penulis yang berkolaborasi berasal dari kelompok lembaga penelitian, perguruan tinggi serta kementerian, dengan posisi terbanyak adalah mereka yang berasal dari perguruan tinggi (50,67%). Penulis laki – laki (68,93%)  lebih dominan dibandingkan dengan penulis perempuan (31,07%). Kata kunci :  Kolaborasi penulis; Derajat kolaborasi; Jurnal Teknologi Lingkungan; Ilmu lingkunganAbstractThe author's collaboration in the Journal of Environmental Technology was carried out using the bibliometry method. Data is downloaded from the site http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL. Downloaded articles are recorded and grouped in to the number of articles, single authors, and authors collaborate by institution, city where the author works, and gender. . The results and conclusions of the study show that as many as 99 articles have been published, in the Jurnal Teknologi Lingkungan  in the period 2014 - 2018, with the dominance of authors collaborating more than a single writer, with a degree of collaboration value of 0.59. Collaborating authors come from research institutes, universities and ministries, with the most positions being those from tertiary institutions (50.67%). Male writers were more dominant (68.93%) compared to female writers (31.07%). Keywords: Author collaboration; Degree of collaboration: Jurnal Teknologi Lingkungan; Environmental science 
Mengenalkan Massive Open Online Courses (MOOCs) kepada Pustakawan Lis Setyowati
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i4.216

Abstract

AbstrakPengaruh teknologi terhadap penyelengaraan pendidikan semakin lama semakin terasa. Demikian juga dengan pengaruh gerakan Open Access. Kedua hal ini turut mendukung berkembangnya Massive Open Online Courses atau yang dikenal dengan singkatan MOOCs. MOOCs merupakan sarana pendidikan yang mengusung prinsip keterbukaan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi sehingga memungkinkan keterlibatan peserta dalam jumlah yang banyak. Dengan karakteristik seperti itu, maka MOOCs membuka peluang bagi masyarakat luas untuk belajar secara non formal. Kesempatan ini semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat dari negara-negara maju yang telah jauh melek teknologi, namun juga masyarakat dari negara-negara berkembang. Tren ini perlu diketahui pustakawan agar mereka dapat memanfaatkan MOOCs, turut membagi informasi mengenai MOOCs kepada masyarakat luas dan memainkan peran-peran baru terkait dengan penyelenggaraan MOOCs.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Tindakan Vandalisme Koleksi Perpustakaan Dan Upaya Pencegahannya Daryono Daryono
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.866

Abstract

Pengunjung perpustakaan yang beraneka ragam usia, kebutuhan informasi dan status sosialnya maka muncul suatu perilaku penyalahgunaan koleksi yang dikenal dengan vandalisme seperti mencoret-coret, penyobekan, sampai dengan pencurian. Tindakan vandalisme terhadap koleksi perpustakaan selain merugikan perpustakaan juga merugikan orang lain bahkan merugikan diri sendiri. Faktor-faktor penyebab terjadinya vandalisme adalah kekurang sadaran pemustaka, kekecewaan, adanya kesempatan, lemahnya pengawasan, petugas yang tidak profesional, dan faktor lingkungan. Upaya pencegahan (prefentif) yang dapat dilakukan dengan pengamanan fisik dan pengamanan sistem dan tindakan (action) dapat dilakukan dengan pembentukan mentalitas pemustaka, pengontrolan secara rutin, penerapan sanksi yang tegas, pemasangan alat pengaman seperti CCTV C.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue