cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Studi Implementasi Kebijakan Work From Home pada Pustakawan di LIPI Noorika Retno Widuri
Media Pustakawan Vol 27, No 3 (2020): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i3.1017

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pandemic that hits Indonesia makes leading Indonesian government take policy measures by launching regulations in implementation procedures within government agencies. LIPI issued a circular to promote Increasing Awareness and Prevention of Spreading of COVID-19 Infection within LIPI’s offices environment. The LIPI Scientific Documentation and Data Center (PDDI) received this mandate to carry out and regulate the policy for carrying out official duties at home (WFH). This paper aims to describe the implementation of the policy of carrying out official duties at home (WFH) for librarians in the PDDI LIPI. Implementation of this policy shows that as an implementing institution unit, PDDI follows up on the policy by issuing work from home assignments with provisions that refer to the circular of the head of LIPI. The target group in this policy is librarians in LIPI. This paper applies descriptive writing with quantitative data approach. The results of this study indicate that principally, the objectives of this policy have been achieved. The target group optimally carries out official duties at home. The survei shows that the target group has implemented the policy in accordance with the direction of LIPI Chairman. The communication pattern and interaction between the policy implementer and the elements implementing the policy are relatively good, so that the policy can be implemented as expected. Communication media is very flexible and not rigid, information related to policies, policy changes are conveyed through the WhatsApp group communication channel so that librarians can immediately receive the policy information. In this policy implementation model, the implementing organization minimizes the factors that make this policy not properly implemented, namely by arranging picket schedules, providing official vehicles for those who do not have private vehicles and lending work facilities to be brought home.
Frequently Asked Questions pada Halaman e-Resources Perpustakaan Nasional: Suatu usulan Juli Odor Nainggolan; Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.463

Abstract

Abstrak Perpustakaan Nasional mempunyai alamat e-mail khusus untuk menangani pertanyaan terkait layanan e-resources. Alamat e-mail ini menerima banyak pertanyaan dengan pola tertentu. Banyak pertanyaan yang mempunyai tema yang sama. Perpustakaan Nasional dapat membuat Frequently Asked Questions (FAQ) untuk pertanyaan yang memang berulang atau mempunyai tema yang sama. Pertanyaan berulang yang dibuatkan FAQ dapat menjadi solusi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pemustaka. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif pada transkrip e-mail yang diterima dari bulan April dan Mei 2016. Sebagian besar pertanyaan yang masuk adalah pertanyaan seputar lupa nomor anggota dan lupa password. Masalah lupa nomor anggota dan lupa password ada yang dapat diselesaikan secara mandiri oleh pemustaka. Pembuatan Frequently Asked Questions dinilai menjadi salah satu cara mengurangi pertanyaan teknis lupa nomor anggota dan password pada e-mail khusus layanan e-resources.
Manajemen Berbasis Perpustakaan: Penerapan Konsep Pemberdayaan Masyarakat untuk Membangun Perpustakaan Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 19, No 4 (2012): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v19i4.890

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan paradigma baru yang menekankan pada peran serta masyarakat yang berkesinambungan dalam pembangunan. Konsep ini adalah salah satu alternatif pembangunan dengan pendekatan yang lebih partisipatif.Peran serta masyarakat dapat meminimasi ketidakpuasan masyarakat terhadap program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Dalam era pembangunan yang semakin maju, peran serta masyarakat diharapkan dapat terwujud bukan hanya dalam format kerja bakti dan donasi, tetapi masyarakat juga harus diberikan kesempatan untuk terlibat lebih banyak dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program pembangunan sehingga program yang disusun dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi publik.Perpustakaan sebaiknya menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat ini dalam membangun perpustakaan. Jika ini dilakukan maka masyarakat akan merasa memiliki perpustakaan. Sehingga jika masyarakat sudah merasa memiliki perpustakaan maka fungsi yang dimiliki perpustakaan akan dimanfaatkan oleh masyarakat secara mandiri tanpa harus perpustakaan bersusah payah lagi mengajak masyarakat untuk datang ke perpustakaan.
Pengaruh Perpustakaan Terhadap Sistem Pembelajaran Berbasis Student Center Learning di Universitas Hasanuddin Makassar Darmiati Darmiati; Darmawari Nembo
Media Pustakawan Vol 28, No 3 (2021): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v28i3.1110

Abstract

Research purposes are to identify, analyze and describe the influence of libraries on the Student Center Learning based learning system at Hasanuddin University. This research is quantitative. The research samples students and lecturers of Hasanuddin University who took advantage of all library services. Respondents were determined using the accidental sampling method, namely whoever comes to use the library when the researcher is doing research and 50 samples from various study programs. Data collection by distributing questionnaires and documentation. The data were analyzed using multiple linear regression to prove the influence of the library on the student center learning system at Hasanuddin University. This study found that only the library service variable had a positive effect on the student center learning system at Hasanuddin University. The role of university library services in the learning system is very important because through this service students and lecturers can interact either directly or indirectly to obtain various types of information to support the learning process. However, the components of collections and information technology based on the research results have no effect. Library collections in universities are very important and must be considered. A Good collection is a collection that is complete, adequate, relevant, and updated. Information technology is important because information technology is a medium for library management activities and automatic dissemination of information. The use of technology can increase the effectiveness and efficiency of library management activities and further provide convenience and efficiency for users to find information sources.
Sertifikasi Profesi Pustakawan Berbasis Kinerja Sebagai Upaya Menghadapi Era Global Sri Rumani
Media Pustakawan Vol 21, No 2 (2014): JUNI
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i2.783

Abstract

Abad ke-21 disebut era globalisasi mempunyai karakteristik keterkaitan dan ketergantungan antar individu, kelompok, dan negara saling berinteraksi tanpa batas (borderless). Globalisasi sebagai proses sosial yang alami menuju internasionalisasi, universalisasi, liberalisasi, dan westernisasi dalam ranah sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Dalam era global profesi pustakawan mendapat tantangan dan peluang emas untuk tetap eksis dan bersinergi dengan profesi lain. Perlu upaya dan strategi dalam menghadapi perubahan yang cepat. Masalahnya pustakawan senang di “zona nyaman dan kemapanan”, menentang perubahan, mempertahankan status quo, under estime dengan profesinya, motivasi berprestasi rendah, tidak senang “membaca dan menulis”. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapan pustakawan dalam menghadapi era persaingan bebas dan faktor-faktor yang menjadi kendala transformasi bagi profesi pustakawan. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan snowball sampling. Instrumen penelitian human instrument, dengan sumber data primer. Metode pengumpulan data wawancara/interview, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data kemudian ditafsirkan, dianalisis, dan diintepretasikan. Hasil penelitian menunjukkan pustakawan belum menyadari dan menjiwai profesinya yang menuntut kompetensi personal dan profesional. Kendala utama merubah mental dan perilaku bekerja “asal jalan”. Kinerja belum sesuai tupoksi seperti dalam SK Menpan No.132/2002. Pustakawan sering “terjebak pekerjaan rutinitas” diluar kepustakawanan. Untuk menghadapi era global persiapan yang diperlukan adalah kompetensi TI, komunikasi, kepribadian dan ilmu yang mendukung. Profesi pustakawan dalam menghadapi era persaingan bebas masih berkutat dengan persoalan “klasik” baik secara internal maupun eksternal.
Implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007: Upaya Memuliakan Kepustakawanan Nasional Menuju Masyarakat Informasi Indonesia 2015 Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.913

Abstract

Kehadiran Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 menjadi penanda era baru kepustakawanan Indonesia. Dalam konteks terbatas, eksistensi perpustakaan misalnya, khususnya perpustakaan umum belum mendapatkan perhatian yang memadai bagi kebanyakan pemerintah daerah. Demikian halnya perpustakaan sekolah yang juga belum mendapatkan atensi optimal dari pihak Departemen Pendidikan Nasional. Pada saat yang sama, kepesatan perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK) juga telah membawa dampak terhadap terjadinya dinamika kepustakawanan Indonesia. Perkembangan TIK dalam konteks lebih luas telah berdampak dan melahirkan perubahan dramatis dan dinamika dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Bahkan, keberadaan teknologi tersebut telah menjadi kontributor utama terjadinya proses transformasi - masyarakat industri kepada masyarakat informasi (MI). UU No. 43 Tahun 2007 diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tembuh dan lahirnya dinamika baru sebagai suatu upaya memuliakan kepustakawanan Indonesia, sehingga perpustakaan dan pustakawan dapat berkontribusi signifikan dalam tatanan masyarakat informasi Indonesia. Cita-cita bangsa kita menuju MII 2015 sesungguhnya sejalan dengan deklarasi para pemimpin dunia saat World Summit on the Information Society (WSIS) pada Desember 2003 di Jenewa. Dalam mewujudkan MII melahirkan tantangan dan peluang bagi kepustakawanan Indonesia. Untuk sampai cita-cita itu, diperlukan berbagai upaya sistematis, komprehensif, dan intergral agar perpustakaan dan pustakawan dapat memainkan peran signifikan dalam tatanan MII. Karena itu, kehadiran Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 diharapkan setidaknya dapat menjadi respon terhadap berbagai persoalan kepustakawanan yang ada selama ini. Di samping itu, implementasi undang-undang tersebut akan menjadi suatu upaya untuk memuliakan kepustakawanan nasional agar dapat memainkan peran utama dalam tatanan MII. Selanjutnya, implementasinya juga akan menjadi jalan guna mencapai kesejajaran dan kesetaraan dengan kepustakawanan negara-negara maju.
Pemanfaatan Infografik oleh Perpustakaan di Indonesia Tutik Sriyati
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.173

Abstract

                                              AbstrakPeredaran informasi yang cepat di era media sosial saat ini tak pelak memicu perubahan masyarakat dalam menyerap informasi. Jumlah informasi yang banyak dan beragam membuat masyarakat lebih memilih informasi yang ditampilkan secara visual daripada informasi berupa teks yang panjang. Informasi yang ditampilkan secara visual atau biasa disebut infografik lebih mudah, cepat dibaca dan diserap oleh khayalak. Perpustakaan sebagai pusat informasi pun berbenah mengikuti perkembangan dengan menampilkan informasi berbasis visual atau infografik. Perpustakaan mana sajakah yang sudah memanfaatkan infografik sebagai salah satu layanan informasinya. Bagaimana informasi berupa infografik ditampilkan di masyarakat dan aplikasi atau tools apa saja yang digunakan untuk membuat infografik yang bisa digunakan di perpustakaan.                                          AbstractThe rapid circulation of information in the current era of social media inevitably triggers a change in society in absorbing information. The large and varied amount of information makes people prefer information displayed visually rather than long text information. Information displayed visually or commonly called infographics is easier, faster to read and absorbed by the public. The library as an information center is also improving to follow developments by displaying visual or infographic-based information. Which library has used the infographic as one of its information services. How information in the form of infographics is displayed in the community and what applications or tools are used to create infographics that can be used in the library.
Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya Bangsa (Naskah Kuno Digital di Frankfurt Book Fair 2015) Lies Suliestyowati
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.818

Abstract

Naskah Kuno dapat berbicara banyak hal, diantaranya filsafat, kesenian, arsitektur, serta kepemimpinan. Naskah Kuno merupakan salah satu benda cagar budaya bernilai penting dalam perkembangan sejarah Nusantara. Naskah Kuno terdiri dari beragam bahasa dan aksara serta banyak membahas mengenai kesusastraan, agama, hukum, adat istiadat, obat-obatan bahkan teknik arsitektur. Di Indonesia, Naskah Kuno sangat berkaitan dengan istana atau keraton. Istana/keraton memegang peran sentral sebagai pusat kekuasaan dan kebudayaan di berbagai kerajaan Nusantara seperti Riau, Aceh, Palembang, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Buton dan Bima. Apakah sebenarnya isi dari ketiga Naskah Kuno tersebut di atas, bagaimanakah Perpustakaan Nasional mengelola Naskah Kuno dan 6 Center of Excellence di Indonesia, serta akses Naskah Kuno secara digital? Apakah yang ingin dilihat masyarakat dunia mengenai Indonesia, di Frankfurt Book Fair 2015? Makalah ini lebih lanjut akan membahas sekilas mengenai hal tersebut di atas.
Keberaksaraan Informasi Menuju Pemahaman Dunia Informasi Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 15, No 3 (2008): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v15i3.948

Abstract

Keberaksaraan informasi adalah pernyataan yang menggambarkan tingkat keterampilan yang harus dipenuhi guna memperlakukan informasi secara efektif. Keberaksaraan informasi sangat dibutuhkan dalam mendapatkan pasar kerja termasuk di dalamnya kemampuan menelusur pada waktu yang tepat dan menentukan pilihan terbaik informasi yang dipakai dalam sejumlah situasi. Tujuan tulisan ini adalah memberikan pandangan bagaimana informasi diciptakan, disusun dan diorganisasikan sehingga kegiatan penemuan informasi yang dibutuhkan dapat di kelola dengan baik. Sejak dasawarsa terakhir, perkembangan teknologi dan akses internet memperkuat masyarakat kita dalam bidang informasi. Dengan temuan pangkalan data (database) komputer, jaringan, dan inovasi teknologi lain yang memfasilitasi temu kembali informasi, penyimpanan informasi telah diperkuat pada tingkat yang sangat tinggi. Era informasi ini telah menghasilkan banyak data. Keahlian dalam penelusuran dan penyortiran informasi merupakan suatu keperluan, baik individu maupun bisnis untuk bersaing dalam pasar internasional.
e-DDC (electronic-Dewey Decimal Classification) as a Freeware Classification Number Finder Based on DDC: History and development Mohamad Rotmianto
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.205

Abstract

AbstrakSoftware/aplikasi perangkat lunak untuk sistem informasi manajemen perpustakaan dapat diperoleh dengan mudah baik dengan cara membeli (licensed software) maupun didapatkan dengan gratis (free software), seperti Inlis (Integrated Library System), SLiMS (Senayan Library Management System), Athenaeum Light, KOHA, LASer (Library Automation Service), Linspro, dan lain-lain, yang bermanfaat bagi pustakawan dalam mengelola perpustakaan. Namun software untuk menentukan nomor klasifikasi, khususnya DDC (Dewey Decimal Classification), sampai saat ini hanya tersedia yang berbayar yaitu Dewey for Windows (DFW) dan WebDewey. Rotmianto mengembangkan e-DDC (electronic-Dewey Decimal Classification) sebagai software gratis sejak tahun 2009 dengan harapan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi pustakawan khususnya bagi penggiat perpustakaan yang tidak berlatar belakang pendidikan formal ilmu perpustakaan dan kesulitan dalam menentukan nomor klasifikasi koleksi. e-DDC (electronic-Dewey Decimal Classification) dibuat dengan tujuan memudahkan para pustakawan atau penggiat perpustakaan dalam menentukan nomor klasifikasi, namun tetap direkomendasikan agar tetap memperhatikan/melihat buku pedoman Klasifikasi DDC terbaru demi keabsahan penomoran.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue