cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Perancangan E-Magazine sebagai Referensi Program untuk Perpustakaan Sekolah Menengah Atas (Design and Development di Perpustakaan Sekolah Negeri se-Kota Bandung) Achmad Riyadi Alberto; Rangga Agung Primayadi; Tiara Sugih Hartati
Media Pustakawan Vol 28, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8380.386 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i2.1213

Abstract

The Covid-19 pandemic has made school libraries unable to provide their services, plus there is still a lack of school library programs to respond to the way of learning from offline to online. Even though libraries can use technology to continue to provide services for their users. The purpose of this research is to design library e-magazines at High School Libraries in Bandung city as a form of innovation for school library programs that can be run in the midst of the Covid-19 pandemic. This research can be used as an e-magazine blueprint that can be used at other school libraries. The research using a design and development model. The design of the e-magazine consists of three processes: 1) pre-production, which includes determining the theme, searching for articles, writing articles and correcting the text; 2) production, including magazine design, proofreading of design results, and trial printing; and 3) post-production, including printing and marketing. The results of the needs analysis show that suitable content in e-magazine are light reading types such as short stories, tips and tricks, various recommendations such as food, tourist attractions, movies, and books, as well as light like crossword puzzles. The response of librarians and students to the e-magazine is very good in terms of theme selection, material and language, and appearance. It is stated that the chosen theme is very relevant to the conditions and needs that occur. The responses obtained can then be used as an illustration and evaluation material for the next e-magazine design.
Penerapan Data Curation Pada Perpustakaan Penelitian Dalam Mengelola Data Penelitian Hermin Triasih; Dwiatri Kusumaningrum; Slamet Riyanto
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.67 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i4.659

Abstract

Saat ini repositori dan depositori LIPI sedang memfokuskan pada kegiatan pengolahan data ilmiah yang dihasilkan dari suatu penelitian. Mengingat betapa pentingnya data penelitian maka dalam proses pengelolaannya diperlukan sebuah data management plan. Salah satu proses data management plan yaitu kurasi data. Proses kurasi data diperlukan untuk menjamin data yang dipublikasikan lebih akurat, informatif, dan berkualitas sehingga berdampak pada peningkatan akses data. Tujuan penelitian adalah menentukan proses/alur data management untuk proses kurasi data yang tepat untuk diterapkan di Perpustakaan penelitian (PDII LIPI) guna  memastikan data sesuai aturan yang berlaku (valid), informatif, dan berkualitas agar data dapat digunakan kembali (reuse) dan menghasilkan data penelitian baru (reproduce). Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dimana data diambil dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) semi terstruktur. Responden penelitian adalah CIFOR, P2O LIPI, BMKG, BPS, dan Kemkes. Hasil yang diperoleh adalah responden sudah menerapkan data management termasuk proses kurasi. Alur kurasi antar 5 responden berbeda, tergantung pada kebijakan dan kebutuhan responden. Kesimpulan yang dapat diambil, bahwa tim data management termasuk kurator harus dilibatkan di awal hingga akhir penelitian. Kegiatan kurasi data di perpustakaan penelitian dilaksanakan saling bekerjasama antar peneliti, pustakawan/kurator, dan IT. Tugas utama kurasi data penelitian yang dilakukan pustakawan/kurator adalah menentukan dan memastikan kualitas data penelitian dengan tujuan agar data dapat diakses dengan mudah dan data dapat dimanfaatkan kembali.
Membuat Website/blog profesional sebagai sarana penyebaran informasi sekolah Indah Wijaya Antasari
Media Pustakawan Vol 24, No 2 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.771 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i2.10

Abstract

Pustakawan sebagai pengelola informasi/manajer informasi akan mempunyai nilai lebih jika dapat membuat dan mengelola website/blog. Website/blog sebagai sarana penyebaran informasi bagi institusi mutlak diperlukan di era informasi sekarang ini.Ada beberapa manfaat website bagi sekolah/institusi yaitu: sebagai sarana penyebaran informasi sekolah, tempat diskusi/komunikasi, konseling siswa/orangtua, menampilkan jurnal sekolah (karya guru/staf). Balitbang Kemdiknas telah memacu sekolah-sekolah untuk membuat website sendiri dengan menggratiskan template CMS Balitbang. Adapun hosting untung template tersebut dapat kita pilih yang gratisan, yang ada di Idhostinger.
Rekayasa Software Book Check Out Security Terintegrasi dengan Otomasi untuk Meningkatkan Keamanan Bahan Pustaka di Perpustakaan Yasin Setiawan
Media Pustakawan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.776 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i1.798

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah kunjungan pemustaka di perpustakaan menyebabkan angka sirkulasi bahan pustaka menjadi tinggi. Tingginya angka sirkulasi ini mengakibatkan tinggi pula resiko kehilangan bahan pustaka. Studi kasus di Perpustakaan Universitas Riau, Pekanbaru, angka  kunjungan terjadi peningkatan dari 186 orang perhari di tahun 2013 menjadi 415 orang di tahun 2014. Dari peningkatan angka tersebut dapat diprediksi angka resiko kehilangan bahan pustaka juga berpotensi meningkat. Cara efektif untuk menghindari kehilangan bahan pustaka adalah pengecekan di pintu keluar terhadap aset perpustakaan yang dibawa oleh pemustaka. Namun agar pengecekan atau validasi dapat dilakukan dengan akurat maka diperlukan sistem yang dapat melakukan validasi secara otomatis dan terintegrasi dengan sistem otomasi yang telah ada. Pada kasus ini, sistem otomasi yang sedang berjalan adalah jenis web base, maka perancangan sistem pendukung ini juga harus dikembangkan dengan teknologi web base, yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware), perencanaan perangkat lunak (software) serta perancangan jaringan komputer (netware). Perangkat keras yang disiapkan adalah perangkat server yang terdiri dari mesin server yang didukung oleh software LAMP (Linux, Apache MySQL and PHP). Di sisi pengguna (client) terdiri dari  PC (Personal Computer), Barcode Reader, Gate dan Networking Infrastructure. Dari hasil rancangan dalam penelitian ini, diperoleh prototype  book Check Out Security  yang berhasil diterapkan di Perpustakaan.
Pemimpin Perpustakaan Di Masa Mendatang I Made Sudja Yadnya
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.966 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.929

Abstract

Pemimpin Perpustakaan Di Masa Mendatang”, “merupakan tulisan yang bermaksud membahas ciri-ciri kepemimpinan perpustakaan. Kepemimpinan perpustakaan di masa mendatang adalah setiap pustakawan yang mempunyai hak menjadi pemimpin asalkan memenuhi persyaratan seperti pembahasan tersebut di atas serta berdasarkan pemilihan dari sesama profesi pustakawan. Di samping hal tersebut, topik ini penulis angkat karena dilatarbelakangi oleh munculnya tulisan pada Media Pustakawan Volume 13 Nomor 1 dan 2 terbit bulan Juni 2006. Tulisan Ibu Dra. Titiek Kismiyati, M. Hum dengan judul “Standar Kompetensi Pustakawan” yang menyimpulkan bahwa kompetensi dan profesionalisme sudah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh pustakawan. Sudah saatnya pengembangan karier pustakawan tidak hanya didasarkan pada sekedar terselesaikan suatu pekerjaan, tetapi harus didasarkan pada kualitas hasil. Tulisan lainnya adalah tulisan Ibu Luki Wijayanti dengan judul Reenginering (penataan ulang) Profesi Pustakawan: “Sertifikasi dan uji kompetensi profesi pustakawan perpustakaan perguruan tinggi” dimana ada dua pernyataan yang perlu penulis garis bawahi yaitu sifat sertifikasi permanen yang pemberiannya diprioritaskan kepada Pustakawan yang telah meraih master bidang perpustakaan dan informasi di perguruan tinggi yang diakui oleh asosiasi profesi dan pustakawan yang menduduki jabatan sebagai kepala perpustakaan dipersyaratkan bergelar magister di bidang perpustakaan dan informasi. Kesimpulan yaitu standar kompetensi pustakawan di saat sekarang ini belum waktunya untuk dilaksanakan karena di pedesaan atau di kota kecil jabatan fungsional pustakawan belum dikenal secara umum oleh masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya jabatan fungsional pustakawan lebih dahulu dipromosikan di masyarakat melalui penyuluhan tentang perpustakaan dan kepustakawanan.
Komposisi Angka Kredit pada PAK (Penetapan Angka Kredit) Kenaikan Pangkat/Jabatan Pustakawan Tingkat Keahlian Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 25, No 1 (2018): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.218 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i1.188

Abstract

Abstrak Pustakawan merupakan salah satu jabatan fungsional tertentu yang kenaikan pangkat dan atau jabatannya ditentukan oleh Angka Kredit yang diperoleh oleh pejabat fungsional tersebut memenuhi untuk syarat yang sudah ditetapkan. Angka Kredit tersebut dibagi dua bagian yaitu yang termasuk unsur utama di mana angka kredit yang diperoleh tidak boleh kurang dari 80% dan unsur penunjang di mana jumlah angka kredit yang diperoleh tidak boleh melebihi 20%. Angka kredit dari unsur utama terdiri dari AK yang diperoleh dari kegiatan pendidikan dan pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang menjadi tupoksi pustakawan seperti perencanaan, pengolahan, pelayanan, dan pengkajian, serta kegiatan pengembangan profesi pustakawan. Sedangkan AK unsur penunjang diperoleh pustakawan dari kegiatan-kegiatan Kepustakawanan yang bersifat menunjang kegiatan pokok pustakawan seperti antara lain keterlibatan pustakawan dalam organisasi profesi, memberikan pelatihan di bidang kepustakawanan, keterlibatan pustakawan dalam tim penilai AK pustakawan dan lain-lain. Jabatan Fungsional Pustakawan ini sudah cukup lama diberlakukan yaitu sejak diberlakukannya Kepmenpan Nomor 18 Tahun 1988 yang efektif mulai berjalan sejak 1991. Dengan demikian sudah banyak pustakawan yang naik dengan cara mengajukan DUPAK. Namun sayangnya kajian terhadap prestasi pustakawan yang naik dengan cara mengajukan DUPAK ini belum banyak. Dari kajian ini diperoleh bahwa sebagian besar pustakawan yang naik pangkat/jabatan dengan AK berasal dari kegiatan Pengembangan Profesi yaitu dengan proporsi AK sebesar 54,19%. Bahkan sebanyak 14,29% pustakawan naik dengan AK seluruhnya berasal dari pengembangan profesi. Rekomendasi dari kajian ini adalah perlunya pembatasan perolehan AK yang berasal dari pengembangan profesi. 
Prospek Sarjana Ilmu Perpustakaan dalam Menghadapi MEA Supriyanto Supriyanto
Media Pustakawan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7525.068 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v23i1.837

Abstract

Tujuan Perpustakaan sebagaimana dikehendaki dalam UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan bangsa. Sungguh pustakawan memiliki kesempatan berbuat sesuatu bagi kecerdasan bangsa melalui ketersediaan bahan bacaan (informasi) yang diperlukan pemustaka. Peran pustakawan sebagai mediator (fasilitator) bagi ketersediaan informasi keperluan pemustaka, terdistribusi dengan baik, lancar dan berkelanjutan. Itulah profesionalisme dengan prospek masa depan bagi yang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu dalam bidangnya, yaitu kepustakawanan didukung kesadaran, cita-cita, ilmu pengetahuan dan tekad.
Peran Perpustakaan Dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu Kasmiwati Kasmiwati
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.355 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.967

Abstract

Perpustakaan berfungsi memberikan layanan kepada siswa sebagai anak didik maupun kepada Majelis Guru ataupun Karyawan Tata Usaha secara ekonomis dan efisien sangatlah diperlukan keberadaannya dalam proses belajar-mengajar. Untuk menghidupkan perpustakaan sebagai sumber belajar dan mengajar yang menarik harus ada pengembangannya yaitu dengan memperhatikan kebutuhan, kegemaran serta memperhatikan jenis penugasan yang dibutuhkan. Buku-buku yang disediakan harus menarik yang dapat mendorong orang ingin tahu lebih lanjut. Setiap Sekolah Pendidikan Tingkat Pertama dan Pendidikan Menengah Atas umumnya telah ada sebuah perpustakaan bahkan sudah sampai ke pelosok daerah atau desa. Dari sekian banyak faktor permasalahan yang terdapat pada suatu perpustakaan sekolah yang sering terjadi hilangnya koleksi yang ada oleh si pemakai jasa perpustakaan dalam arti kata buku yang dipinjam tidak dikembalikan ke perpustakaan yang bersangkutan. Hanya ada beberapa perpustakaan sekolah yang dapat mengatasi hal tersebut di atas yaitu: Perpustakaan SMP Semen Padang yang pernah mendapat juara Nasional, juga perpustakaan SMA 2 Limbanang yang berada di Payakumbuh Sumatera Barat.
Layanan Referensi Virtual: Studi Kualitatif atas Enam Website Perpustakaan Umum Provinsi di Pulau Jawa ARIEF WICAKSONO
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.116 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.222

Abstract

Layanan referensi virtual menjadi kebutuhan untuk masyarakat di era digital. Perpustakaan harus menangkap perubahan yang terjadi di masyarakat ini. Melalui layanan referensi virtual, masyarakat tetap dapat berinteraksi denganpustakawan referens melalui media komunikasi virtual. Informasi penyediaan layanan referensi virtual seharusnya dapat dengan mudah ditemukan di website perpustakaan. Penelitian ini melakukan analisis isi kualitatif atas enam website perpustakaan umum tingkat Provinsi di Pulau Jawa. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana informasi layanan referensi virtual pada enam website perpustakaan tersebut berdasarkan aspek penamaan, aksesibilitas, dan ruanglingkup. Media e-mail ditemukan digunakan di seluruh perpustakaan umum tingkat Provinsi di Pulau Jawa, media formulir online ditemukan di lima perpustakaan, dan livechat digunakan oleh satu perpustakaan saja. Informasi media virtual ini dapat ditemukan dengan mudah di halaman utama website. Penamaannya belum mencerminkan secara langsung media virtual yang ada khusus untuk layanan referensi. Peruntukkan media yang terlihat tidak khusus untuk layanan referensi virtual juga ditambahkan dengan tidak adanya ruang lingkup penggunaan media virtual tersebut.
Profesi Dan Konsep Pustakawan Dalam Konteks Indonesia Sulistyo Basuki
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.827 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.872

Abstract

Sebelum abad 19 pengakuan atas profesi yang  baru berjalan sangat lambat namun sesudah abad 19 perkembangan profesi berlangsung sangat cepat. Peningkatan jumlah profesi terjadi perkembangan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan serta perubahan sosial. Salah satu profesi adalah pustakawan, definisi yang diberikan tentang librarian atau pustakawan yang diambil dari International Encyclopedia of Information and Library Science (Feather and Sturges, 2003) menyebutkannya dalam arti tradisional dan masa kini. Dalam arti tradisional, pustakawan adalah kurator koleksi buku dan materi informasi lainnya, menata akses pemakai pada koleksi tersebut dengan berbagai syarat. Dalam arti modern, pustakawan adalah manajer dan mediator akses ke informasi untuk kelompok pemakai berbagai jenis, awalnya dimulai dari koleksi perpustakaan kemudian meluas sumber lain yang terdapat di dunia. Dalam kaitannya dengan Indonesia, maka pengertian pustakawan sebagai profesi masih belum jelas karena adanya berbagai pengertian dan tanggapan. Kondisi tersebut menyebabkan konsep pustakawan sebagai profesi belum sepenuhnya diterima di Indonesia.

Page 9 of 42 | Total Record : 415


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue