cover
Contact Name
Irfan Prasetia
Contact Email
iprasetia@ulm.ac.id
Phone
+628115017165
Journal Mail Official
jtb@ulm.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Teknik Banjarmasin Jl. Brigjen H. Hasan Basri Jl. Kayu Tangi, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Berkelanjutan
ISSN : 23028394     EISSN : 26209276     DOI : https://doi.org/10.20527/jtb.v7i01.110
Jurnal Teknologi Berkelanjutan (JTB) is available free of charge (open access) for all readers. The articles in JTB are the results of scientific research, contributions of ideas, and solutions offered for existing problems. JTB focuses on publishing scientific articles in the fields of civil and environmental engineering.
Articles 195 Documents
STRATEGI PENGELOLAAN PASAR AMPAH KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR Hewuyanto Hewuyanto
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.588 KB)

Abstract

Pasar Ampah merupakan pasar tradisional terbesar dan tertua di kota Ampah. Namun dalam perkembangannya saat ini terjadi penurunan aktivitas ekonomi, hal ini diindikasikan dengan berkurangnya jumlah pedagang yang ditunjukkan oleh banyaknya kios dan los yang kosong atau tidak digunakan pedagang untuk berjualan. Untuk meningkatkan aktivitas pasar tersebut perlu dirumuskan strategi pengelolaannya, yang antara lain dapat didasarkan pada aspek kepuasan pelanggan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur persepsi dan harapan pelanggan dan mengetahui faktor-faktor yang dianggap penting yang merupakan kekuatan dan kelemahan Pasar Ampah serta merumuskan strategi pengelolaan yang tepat. Alat yang digunakan adalah analisa tingkat kesesuaian persepsi dan harapan, analisa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan dan analisa perumusan strategi. Data sekunder diperoleh melalui survai instansional. Data primer diperoleh melalui survai lokasi, kuesioner kepada responden pelanggan Pasar Ampah dan pejabat Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 219 responden, yang terdiri dari 125 orang pengunjung, 90 orang pedagang, dan 4 orang pejabat pemerintah.Hasil analisa tingkat kesesuaian persepsi dan harapan menunjukkan bahwa pelanggan belum mendapatkan kepuasan dari operasi dan pelayanan Pasar Ampah. Berdasarkan analisa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan didapat faktor kekuatan terdiri dari faktor lokasi dan aksesibilitas (kelancaran akses jalan, alat transportasi umum), dan faktor fasilitas (sarana penerangan/ listrik). Faktor kelemahan terdiri dari faktor desain fisik (struktur bangunan bertingkat, kondisi bangunan pasar), dan faktor fasilitas (sarana air bersih, sarana pemadam kebakaran). Strategi pengelolaan yang tepat diperoleh berdasarkan analisa perumusan strategi yaitu strategi meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang (strategi turn around) dengan langkah: 1) Peningkatan, penyediaan dan pengelolaan sarana air bersih bekerjasama dengan PDAM Ampah; 2) Minimalisasi bahaya kebakaran dengan penyediaan sarana pemadam kebakaran, penataan pedagang dan kerjasama dengan instansi terkait dengan memanfaatkan infrastruktur pendukung yang baik; 3) Membangun jembatan penghubung antar bangunan bertingkat untuk mempermudah akses jalan bagi pedagang maupun pengunjung; 4) Penataan dan pengaturan pedagang untuk menarik pengunjung dan pedagang; 5) Peremajaan/ perbaikan bangunan pasar yang rusak.
PENGARUH ADANYA U-TURN TERHADAP KINERJA ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN A. YANI KM. 37-38 KOTA BANJARBARU Muhyie Muliawan
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.974 KB)

Abstract

Jalan A. Yani Km 37-38 adalah pusat perekonomian pada Kota Banjarbaru karena terdapat pusat perbelanjaan QMall dan beberapa pertokoan lainnya, dimana akses pintu keluar masuk mengarah langsung ke jalan yang menggabungkan dengan arus utama. Ketika kendaraan yang baru bergabung langsung memisahkan diri di jarak yang sangat dekat dan langsung bergabung dengan kendaraan yang melakukan u-turn sehingga menyebabkan konflik di jalan pada ruas jalan tersebut. Posisi u-turn pada pusat kota dapat membuat kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh penempatan u-turn yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh adanya u-turn terhadap tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan tersebut.Pengukuran volume dilakukan secara manual yaitu dengan mencatat masing – masing setiap kendaraan yang lewat, sedangkan pengukuran variable waktu dilakukan dengan menggunakan stopwatch. Hubungan variabel didefinisikan oleh karakteristik lalu lintas dari model hubungan menggunakan metode Greenshields, Greenberg, dan Underwood.Ruas pada Jalan A. Yani Km. 37-38 dianalisa karakteristik dan kinerjanya sebelum dan sesudah u-turn pada ruas jalan tersebut ditutup. Kemudian dilihat pola pergerakan arusnya dengan membandingkan banyaknya volume kendaraan yang melakukan u-turn dan weaving dengan nilai tingkat pelayanan jalannya.Dari hasil analisis diperoleh model hubungan logaritmik yang memberikan nilai korelasi yang sangat kuat yaitu sebesar 0,82 – 0,99. Ditinjau terhadap pengaruh ada dan tidak adanya uturn dengan karakteristik lalu lintas maka didapat pada arus lalu lintas mengikuti (arah menuju Martapura) meningkatkan volume maksimum lalu lintas (26,14%), kepadatan maksimum lalu lintas (23,58%), dan kecepatan maksimum lalu lintas (3,34%). Sedangkan pada arus lalu lintas dari depan (arah menuju Banjarbaru) meningkatkan volume maksimum lalu lintas (8,51%), kepadatan maksimum lalu lintas (11,20%), dan kecepatan maksimum lalu lintas (18,68%). Dengan tidak adanya u-turn pada arus lalu lintas mengikuti (arah menuju Martapura) meningkatkan indeks tingkat pelayanan (ITP) jalan sebesar 21,55% - 55,46% % dan pada arus lalu lintas dari depan (arah menuju Banjarbaru) meningkatkan ITP sebesar 2,03% - 49,95%. Ditinjau pengaruh adanya volume kendaraan yang melakukan u-turn terhadap ITP pada arus lalu lintas mengikuti (arah menuju Martapura) memperlihatkan hubungan korelasi yang sangat kuat yaitu sebesar 0,801. Pada pola pergerakan arus, semakin besar volume yang melakukan u-turn maka semakin besar pengaruh mengurangi ITP dengan hubungan antara ITP (y) dan volume total yang melakukan u-turn (x) dengan persamaan y = 0,002x+0,12.
PENGELOLAAN RISIKO PELAKSANAAN POYEK PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN GUNUNG MAS Nopriadie Nopriadie
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.415 KB)

Abstract

Adanya risiko-risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum khususnya Bidang Bina Marga akan berdampak buruk terhadap biaya, waktu dan mutu proyek. Untuk itu perlu dilakukan kajian agar risiko-risiko yang termasuk dalam kategori risiko dominan dapat dihindari dan dihilangkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dengan berbagai pihak yang expert dan mempunyai kompetensi dalam pelaksanaan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum untuk mengetahui risiko-risko apa saja yang teridentifikasi dan dominan mempengaruhi pelaksanaan proyek.Berdasarkan hasil penelitian jumlah risiko yang teridentifikasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 risiko. Distribusi penerimaan risiko pelaksanaan proyek sebanyak 5 (10,42%) risiko tergolongunacceptable, 29 (60,42%) risiko tergolong undesirable, 14 (29,16%) risiko tergolong acceptable, 0 (0%) risiko tergolong negligible. Penanganan risiko (risk mitigation) hanya dilakukan pada risiko- risiko dominan yang berjumlah 34 risiko yaitu risiko yang tergolong unacceptable dan undesirable.Mitigasi risiko dilakukan terhadap risiko unacceptable sebanyak 5 risiko dan Mitigasi risiko undesirable 29 risiko yaitu, dengan cara mengindari risiko dan mengurangi dampak risiko yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas.
THE INFLUENCE OF COAL WASTE DRAINAGE IN COAL STOCK PILE TOWARD CLAY LINER HYDRAULIC CONDUCTIVITY Rachmat Hidayatullah
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.039 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang dapat timbul akibat kegiatan penambangan adalah air asam tambang (acid mine drainage) disingkat AAT, terutama pada tambang batubara yang mengandung material pirit (FeS2). Air asam tambang terjadi bila batuan yang telah digali berhubungan dengan lingkungan oksida secara alami terhadap mineral sulfida di dalam batuan tersebut yang terpapar ke udara dan air. Metode yang digunakan untuk mencegah merembesnya air asam tambang adalah clay liner.Clay liner dibuat pada tanah lempung yang ada di daerah lokasi pelabuhan batubara (stockpile)di Kecamatan Sungai Cuka Kabupaten Tanah Laut.Dari sampel didapatkan nilai LL 41,60%, PI 18,00% dan % butiran lolos ayakan # No. 200 adalah 39%, dari klasifikasi dapat digolongkan dengan menggunakan metode AASHTO, sampel termasuk dalam grup A-7-6, yaitu tanah berlempung. Hasil test falling head terhadap lempung menunjukkan bahwa hydraulic conductivity untuk clay liner yang dipadatkan dengan kadar air di daerah dry side adalah berkisar antara 6,588.10-8 cm/s sampai dengan 6,242.10-8 cm/s, dan untuk lempung yang dipadatkan dengan kadar air optimum didapatkan hydraulic conductivity sebesar 5,894.10-8 cm/s, sedangkan di daerah wet side berkisar antara 5,548.10-8 cm/s sampai dengan5,542.10-8 cm/s. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui bahwa hydraulic conductivity clay liner mengecil tapi tidak signifikan dengan bertambahnya kadar air. Kepadatan dan kadar air yang diijinkan dalam pembuatan clay liner untuk stocpile ialah clay luner yang dipadatkan lebih dari 90% kepadatan maksimum dengan kadar air sampai dengan +7% dari kadar air optimum.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ANGKUTAN SUNGAI DI BANJARMASIN Dyah Pradhitya Hardiani
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.831 KB)

Abstract

Kondisi sekarang, terjadi penurunan jumlah angkutan sungai dari tahun ketahun serta tekanan akan pembangunan jembatan dan jalan, ternyata transportasi sungai masih digunakan oleh masyarakat dibeberapa kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Keberadaan transportasi sungai yang masih tetap digunakan sampai saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan angkutan sungai di Banjarmasin serta membuat skenario terbaik untuk meningkatkan intensitas angkutan sungai.Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner atau angket kepada para pengguna angkutan sungai pada lokasi penelitian. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan bobot nilai 1-5 untuk menilai setiap pernyataan yang terdapat dalam kuisioner. Faktor-faktor yang diambil dalam penelitian ini meliputi faktor sosio-demografi, karakteristik pergerakan, dan kinerja tingkat pelayanan angkutan sungai. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software smart PLS 3,0.Hasil dari analisis PLS menunjukkan bahwa pengguna moda angkutan sungai dipengaruhi oleh faktor sosio-demografi dengan indikator kepemilikan kendaraan pribadi, lokasi tempat tinggal, dan tingkat pendapatan tiap bulan. Faktor karakteristik pergerakan dengan indikator pengukuran yang digunakan jarak lokasi tujuan dengan dermaga dan jarak tempuh lokasi tujuan, dan faktor kinerja tingkat pelayanan transportasi sungai yang diukur dengan indikator tarif angkutan untuk satu kali perjalanan, kondisi alat transportasi sungai, jadwal keberangkatan, letak lokasi dermaga, dan beban barang yang dapat diangkut oleh angkutan sungai. Untuk mengingkatkan intensitas angkutan sungai berdasarkan hasil analisis PLS dibuat beberapa skenario antara lain memberikan subsidi dari pemerintah kepada pemilik angkutan sungai sehingga tarif atau ongkos angkutan dapat berkurang, memperbaiki kualitas armada angkutan sungai, merubah bentuk armada menjadi lebih besar, dan sistem penjadwalan angkutan sungai yang tetap.
PERFORMANCE IMPROVEMENT STRATEGY NON-TRADITIONAL MARKETS Yerikho Yulianus hasayangan
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 01 (2016): Vol 05 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.935 KB)

Abstract

Bangunan Pasar Temanggoeng Djaja Karti (PTDK) merupakan salah satu aset yang mencirikan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pemasukan asli daerah (PAD) di Kabupaten Barito Timur. Untuk itu dibutuhkan pengukuran kinerja aset bangunan untuk menentukan strategi peningkatan kinerja PTDK di Kota Tamiang Layang sehingga bisa berkontribusi maksimal untuk PAD Pemerintah Kabupaten Barito Timur.Untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian ini, maka pembuatan kerangka kerja dilakukan dengan pendekatan menggunakan metode Building Asset Performance Framework (BAPF). Metode ini melakukan pendekatan sistematis dan konsistensi untuk mengelola kinerja aset bangunan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya dengan memberikan enam performance area untuk menilai kinerja bangunan, yaitu kelayakan, aspek keuangan, kepatuhan terhadap hukum, efektifitas penggunaan, dampak lingkungan, dan pengaruh sosial. Langkah selanjutnya adalah menterjemahkan hasil dari metode BAPF untuk membuat rencana strategi peningkatan kinerja PTDK dengan menggunakan analisis SWOT.Selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk menentukan rencana strategi berdasarkan faktor internal dan eksternal dari metode BAPF, didapatkan enam strategi untuk peningkatan kinerja PTDK, yaitu strategi teknologi, strategi sumber daya manusia, strategi keuangan, strategi pengadaan barang dan jasa, strategi operasi dan pemeliharaan, dan strategi pemasaran.
EVALUASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN KHUSUSNYA JALAN PROVINSI DIKAWASAN BANJAR BAKULA DENGAN METODE UPPER CONTROL LIMIT Reinovi Soraya
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 02 (2016): Vol 05 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.467 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan transportasi darat yang sangat serius, Kawasan Metropolitan Banjar Bakula di Kalimantan Selatan sedang memprioritaskan salah satunya dalam hal transportasi dan peningkatan keselamatan jalan.Untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan, dilakukan metodologi penelitian dengan melakukan pengumpulan data sekunder dan data primer selanjutnya melakukan analisis dengan metode Tingkat kecelakaan (AR) dan membandingkan dengan nilai UCL (Upper Control Limit), sehingga didapatkan daerah yang dinyatakan rawan kecelakaan. Uji Statistik Regresi Linier dengan menggunakan SPSS 20.0 dilakukan untuk mengetahui hubungan Tingkat Kecelakaan (AR) dengan faktor-faktor yang ada dalam suatu kejadian kecelakaan.Dari hasil analisis ini didapatkan ruas jalan provinsi dikawasan Banjar Bakula yang dianggap rawan yaitu untuk Kota Banjarmasin ruas jalan Ruas Jalan Banjarmasin- Martapura Lama, Veteran, Gatot Subroto - Banua anyar - Adiyaksa - Bundaran Kayu Tangi, Simpang Empat Gatot Subroto - Lingkar Dalam Selatan. Di Kota Banjarbaru Gunung Pinang - Kawasan Perkantoran, Trikora - Kawasan Perkantoran (Aneka Tambang), Poros Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan - Palm, Banjarbaru - Bati-bati, Trikora dan Cempaka, untuk Kabupaten Banjar pada Ruas Jalan Banjarbaru - Aranio, Mataraman - Sungai Ulin, Gambut - Pulau Sari, dan Sei Tabuk - Gambut, untuk Kabupaten Tanah Laut terjadi pada Ruas Jalan Pelaihari - Takisung dan Pelaihari - Batakan (alih status jadi jalan nasional), untuk Kabupaten Barito Kuala terjadi pada Ruas Jalan Handil Bakti - Km. 17 dan Marabahan - Margasari. Selain itu juga didapat faktor yang paling mempengaruhi terhadap suatu kecelakaan. Sehingga upaya penanganan pada dareah rawan kecelakaan tersebut akan dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan, pada daerah padat pemukiman dilakukan pengurangan kecepatan, pada daerah tikungan dipasang rambu peringatan, pada jalan lurus dipasang pita penggaduh dan pengurangan kecepatan, Dipusat perdagangan diberikan rambu peringatan dan manajemen bahu jalan agar tidak terjadi penyempitan dibahu jalan.
PEMBUATAN PROSEDUR URUTAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN BANJAR Muya Ryan Hidayat
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 02 (2016): Vol 05 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.416 KB)

Abstract

Jalan sebagai aset pemerintah daerah memiliki fungsi yang penting dalam pembangunan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Banjar merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki panjang jalan kabupaten 799,94 km dan terbagi dalam 157 ruas jalan. Dengan keterbatasan dana sulit menentukan prioritas penanganannya, sehingga ditemukan ketimpangan seperti banyaknya jalan yang belum mendapat penanganan. Dengan demikian perlu mengkaji metode penetapan prioritas penanganan jalan sesuai kebutuhan masyarakat.Pada penentuan prioritas yang dikeluarkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Banjar menunjukkan bahwa urutan prioritas ditentukan dengan melihat kondisi teknis jalan dan volume lalu lintas ruas jalan tersebut. Sedangkan penentuan urutan prioritas dengan bantuan metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai aspek yaitu teknis jalan dan volume lalu lintas, sosial ekonomi, kebijakan dan aspek tata guna lahan. Berdasarkan penentuan urutan prioritas penanganan jalan dengan metode AHP diperoleh tingkat kepentingan dengan bobot masing-masing kriteria yang dipakai untuk menentukan prioritas penanganan jalan. Adapun bobot masing-masing kriteria diurut berdasarkan urutannya yaitu sosial ekonomi (40,4%), tata guna lahan (39,3%), teknis jalan dan volume lalu lintas (11,4%), dan kebijakan (8,9%). Perolehan urutan prioritas penanganan jalan dengan metode AHP pada penelitian ini berbeda hasilnya dengan yang dikeluarkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Banjar. Hal ini disebabkan adanya kombinasi beberapa aspek kriteria, yaitu sosial ekonomi, kebijakan dan tata guna lahan.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menggunakan metode AHP karena beberapa aspek kriteria dapat dikombinasikan. Hasil urutan prioritasnya dapat menggambarkan kebutuhan masyarakat dengan baik.
EFFECT OF SUBSURFACE WATER PRESSURE AGAINST COAL MINE SLOPE STABILITY Setyo Mulyo Kurniawan
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 02 (2016): Vol 05 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787 KB)

Abstract

PT. Borneo Indobara adalah salah satu perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Tambang Guntur merupakan blok yang aktif dalam eksploitasi batubara yang mempunyai permasalahan dengan kelongsoran lereng tambang. Penyebab terjadinya longsor di lereng tambang yang terjadi pada bulan April dan Mei 2014 diakibatkan oleh adanya tekanan air bawah permukaan. Hasil dari pengukuran oleh alat vibrating wire piezometer tekanan air sebelum terjadinya longsor yaitu 112,5 KPa dan pada waktu setelah longsor tekanan menurun menjadi 72,9 kPa.Terjadinya longsor juga merubah sudut keseluruhan lereng menjadi 22˚ dan tekanan air tersebut berkurang dari 112 kPa menjadi 70 kPa. Untuk menjaga stabilitas lereng maka tekanan air bawah permukaan harus dikurangi dengan cara melakukan horizontal drain. Metode ini dapat menurunkan tekanan air tanah terlihat dari tekanan air bulan Juni sampai dengan September pada kedalaman 45 meter, 50 meter, 60 meter dan 65 meter diperoleh tekanan air 112,8 kPa, 113,2 kPa, 84,87 kPa dan 70,82 kPa, sehingga metode ini dapat disimpulkan mampu menurunkan tekanan air tanah sehingga lereng tambang stabil.
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH ABU BATUBARA SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI DI DAERAH RAWA Irfan Prasetia
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 5 No 02 (2016): Vol 05 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.721 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Abu batubara (baik fly ash maupun bottom ash) telah banyak dilakukan khususnya pada bidang ilmu sipil bahkan pertanian. Pada bidang sipil, penelitian sering dilakukan pada sampel bata, batako dan beton. Adapun untuk bidang ilmu pertanian, sering dilakukan penelitian abu batubara sebagai campuran pupuk tanaman. Akan tetapi, kandungan oksida logam berat pada limbah abu batubara membuat limbah ini dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) pada PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. Berkaitan dengan hal tersebut, hasil penelitian uji potensi toxisitas yang telah dilakukan terhadap abu batubara PLTU asam-asam, membuktikan sebaliknya. Sebenarnya abu batubara PLTU Asam-Asam relatif aman untuk digunakan sebagai bahan konstruksi. Dari hasil tersebut, maka abu batubara PLTU Asam-Asam memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan. Salah satu potensi abu baubara di daerah rawa yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatannya sebagai material konstruksi komposit yang padat seperti batako ataupun beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan rasio penggantian semen oleh fly ash sebesar 40% dapat meningkatkan kekuatan batako sebesar 3,5%. Sedangkan untuk hasil pengujian kuat tekan beton, penambahan fly ash sebesar 20% dapat meningkatkan kekuatan beton sebesar 16%. Berdasarkan dari hasil pengujian yang didapatkan, dapat diberikan rekomendasi pemanfaatan abu batubara di daerah rawa yaitu sebagai bahan campuran untuk pembuatan batako dan beton.

Page 6 of 20 | Total Record : 195