cover
Contact Name
Irfan Prasetia
Contact Email
iprasetia@ulm.ac.id
Phone
+628115017165
Journal Mail Official
jtb@ulm.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Teknik Banjarmasin Jl. Brigjen H. Hasan Basri Jl. Kayu Tangi, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Berkelanjutan
ISSN : 23028394     EISSN : 26209276     DOI : https://doi.org/10.20527/jtb.v7i01.110
Jurnal Teknologi Berkelanjutan (JTB) is available free of charge (open access) for all readers. The articles in JTB are the results of scientific research, contributions of ideas, and solutions offered for existing problems. JTB focuses on publishing scientific articles in the fields of civil and environmental engineering.
Articles 196 Documents
ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERDESAAN Fakhrurrijal Fakhrurrijal
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.16 KB)

Abstract

Pembangunan prasarana perdesaan khususnya prasarana jembatan desa di Kabupaten Barito Kuala masih terbatas dan belum terencana dengan baik. Kajian penanganan pembangunan prasarana perdesaan di Kabupaten Barito Kuala perlu dilakukan agar tersusun skala prioritas rencana pembangunan jangka pendek dan menengah untuk program pembangunan prasarana jembatan desa di Kabupaten Barito Kuala. Pada penelitian ini telah diketahui kondisi, proses dan perencanaan pembangunan prasarana perdesaan di Kabupaten Barito Kuala dari survei dan wawancara dengan menggunakan analisis kriteria penilaian, analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT), analisis Most Desirable by masyarakat (MDm) dan analisis perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pada analisis kriteria penilaian dihasilkan usulan kegiatan pembangunan prasarana jembatan desa yang paling prioritas ditangani sebanyak 103 usulan desa. Dari analisis SWOT dan MDm, usulan terseleksi lagi menjadi 98 usulan desa dengan urutan ranking skala prioritas yang harus ditangani. Penyusunan skala prioritas penanganan pembangunan prasarana perdesaan jangka pendek untuk rencana tahun pertama 16 buah jembatan, tahun kedua 15 buah jembatan, tahun ketiga 24 buah jembatan, tahun keempat 20 buah jembatan, 14 buah jembatan untuk tahun kelima dan 9 jembatan tidak teralokasikan di rencana pembangunan prasarana perdesaan jangka menengah.
PERILAKU SAMBUNGAN END-PLATE PADA BALOK-KOLOM PORTAL BAJA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA 3D Faridha Hayati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.034 KB)

Abstract

Terjadinya deformasi pada sambungan endplate akibat dari beban terpusat ultimit yang diberikan pada ujung balok yang mampu ditahan sambungan, mengakibatkan terjadi tekuk lokal pada endplate dan flens kolom. Untuk menghindari hal tersebut maka dipasang pengaku agar tidak terjadi tekuk lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan Finite Element Analysis (FEA) menggunakan simpilfied 3D untuk validasi. FEA ANSYS diberikan pembebanan statis terpusat pada ujung balok arah vertikal kebawah pada tahapan validasi dan variasi permodelan. Model implementasi sambungan endplate dilakukan secara bertahap dengan memberikan variasi dalam tipe endplate, ketebalan dan mutu endplate, ketebalan flens kolom, ada tidaknya pengaku dan semi kontinyu komposit langsung menempel pada atas flens balok. Hasil FEA ANSYS menunjukan bahwa lendutan, momen-rotasi, dan tegangan, meningkat seiring meningkatnya ketebalan dan mutu endplate dan pengaku. Beban ultimit yang mampu ditahan oleh tipe EEP lebih besar 35% dengan tipe FEP. Sistem semi kontinyu komposit sambungan endplate dengan adanya pengaku pada tipe FEP meningkat sampai 2 kali lipat dari beban 152,0 kN menjadi 292,0 kN dengan sambungan endplate non komposit. Tipe EEP meningkat 25% akibat variasi semi kontinyu komposit dari beban 230,0 kN menjadi 306,1 kN dengan sambungan endplate non komposit. Kapasitas momen tipe EEP dengan adanya pengaku pada flens kolom menambah kekuatan pada sambungan dalam menahan beban 48% dari beban 172,0 kN menjadi 254,0 kN. Tipe FEP dengan adanya pengaku pada flens kolom menambah kekuatan pada sambungan dalam menahan beban 25% dari beban 121,0 kN menjadi 152,0 kN. Momen kurvatur daktilitas dengan meningkatkan mutu endplate pada tipe EEP lebih efektif karena kemampuan dalam menahan beban ultimit meningkat 13% dari 130,0 kN menjadi 150,0 kN dengan tipe FEP. Nilai indeks ketahanan tipe EEP sebesar 1330,077 lebih besar 14% dari tipe FEP sebesar 1147,255. Dengan demikian, tipe EEP dengan meningkatkan mutu endplate menggunakan SCC lebih kuat dalam menahan beban ultimit dan bersifat lebih daktail.
ANALISA PENGARUH ADANYA U-TURN PADA RUAS JALAN A. YANI KM. 34 BANJARBARU TERHADAP KELANCARAN ARUS LALU LINTAS Rianto Adiartha
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.96 KB)

Abstract

Lajunya pertumbuhan kendaraan di Kota Banjarbaru yang begitu pesat mengakibatkan kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan, terutama Jalan A. Yani di Banjarbaru. Salah satu ruas jalan yang mengalami kemacetan terlihat pada ruas jalan A. Yani km. 34. Keberadaan u-turn (putar balik) di ruas jalan itu disinyalir sebagai penyebab kemacetan lalu lintas terutama di jam-jam sibuk. Banyaknya kendaraan yang memutar balik membuat antrian kendaraan semakin panjang. penelitian ini bertujuan untuh mengetahui pengaruh adanya u-turn terhadap tingkat pelayanan pada ruas jalan A. Yani km. 34 Banjarbaru. Pengukuran variabel waktu tempuh dilakukan dengan menggunakan stopwatch, sedangkan pengukuran volume dilakukan secara manual yaitu dengan mencatat masing-masing setiap kendaraan yang lewat. Hubungan variabel didefinisikan oleh karakteristik lalu lintas yang terbaik dari model hubungan metode Greenshields, Greenberg, dan Underwood. Dari hasil analisis diperoleh model hubungan linier (Greenshield), logaritma (Grennberg), dan Eksponen (Underwood) yang memberikan nilai korelasi yang kuat (0,60 – 0,79) dan sangat kuat (0,80 – 1,00) pada satu hari pengamatan. Ditinjau terhadap pengaruh ada dan tidak adanya u-turn dengan karakteristik lalu lintas yang berbeda-beda untuk tiap kondisi lalu lintas. Volume maksimum lalu lintas rata-rata yang terbaik didapat pada saat kondisi Alternatif Dua (kondisi u-turn 1 dan u-turn 2 ditutup) dengan volume maksimum sebesar 2141 smp/jam, sedangkan volume maksimum rata-rata pada saat kondisi Existing sebesar 1851 smp/jam sehingga mengalami kenaikan sebesar 15,66%. Ditinjau pengaruh adanya volume kendaraan yang melakukan u-turn terhadap ITP pada arus lalu lintas sebagian besar memperlihatkan hubungan korelasi yang sedang (0,400 – 0,599) sampai kuat (0,60 – 0,79).
ANALISIS PENGGUNAAN BETON SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KAYU ULIN PADA JENIS PONDASI TRADISIONAL UNTUK BANGUNAN DI ATAS TANAH LUNAK DI BANJARMASIN Siti Nur Afni
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.06 KB)

Abstract

Tanah jenis gambut atau lempung lunak yang mendominasi daerah Banjarmasin dan sekitarnya menyebabkan rumah-rumah tradisional dibangun menggunakan pondasi tiang pancang, yaitu sebagai rumah panggung. Meskipun konsep perumahan telah bergeser dari tradisional ke yang modern, beberapa rumah yang masih dibangun dengan fitur tradisionalnya seperti penggunaan cerucuk galam tongkat ulin seperti yang mereka lakukan di masa lalu. Dengan adanya peraturan tentang pembatasan penebangan dan penggunaan ulin, menyebabkan ulin secara komersial menjadi kurang tersedia dan harganya menjadi lebih mahal. Sehingga, diperlukan suatu alternatif pengganti kayu ulin sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari desain alternatif pondasi pengganti ulin menggunakan beton sebagai bahan untuk tongkat, sementara masih menggunakan kombinasi cerucuk galam, serta merancang metode konstruksi yang diperlukan; membandingkan kekuatan dan keamanan tongkat menggunakan ulin dan beton; dan menganalisis aspek kelayakan teknis dan finansial. Alasan untuk memilih beton sebagai pengganti ulin adalah sebagai berikut: pemilihan bahan yang mudah didapat dan mudah diproduksi dalam jumlah yang banyak; beton memiliki kekuatan lebih tinggi dari ulin untuk memikul beban dan memungkinkan membangun fleksibilitas; tongkat beton dapat disiapkan sebagai bahan pracetak (precast); hanya memerlukan ulin lebih sedikit; metode ini tidak memerlukan keahlian khusus selain ahli konvensional. Tongkat beton memiliki dimensi yang sama dengan tongkat ulin kecuali sayap, yang dimodifikasi dengan bentuk penyangga di kedua sisi memiliki fungsi yang sama dengan tongkat ulin, dan sepatu yang masih terbuat dari bahan ulin. Berdasarkan aspek kelayakan, keduanya dapat mempertahankan berat bangunan dengan aman. Sedangkan secara aspek finansial tidak memenuhi, karena tongkat beton harganya lebih mahal dibandingkan harga tongkat ulin.
ANALISIS SISTEM PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KOTA PALANGKA RAYA Topan Eka Putra
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.606 KB)

Abstract

Kebutuhan akan tempat tinggal di Kota Palangkaraya semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pengajuan kredit perumahan yang semakin meningkat. Penelitian ini akan mengkaji penerapan prosedur pelaksanaan pembangunan perumahan guna menghasilkan produk perumahan yang nantinya sampai ditangan konsumen merupakan produk yang berkualitas di wilayah Kota Palangka Raya. Permasalahan pokok dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah deskripsi prosedur pelaksanaan pembangunan perumahan yang berkualitas yang sesuai dan dapat diaplikasikan berdasarkan kondisi sumber daya yang ada di Kota Palangka Raya. Wilayah yang diteliti adalah populasi perumahan kelas menengah, dalam hal ini berupa konsumen dan pihak pengembang perumahan di Kota Palangka Raya, yang akan diwawancara dan mengisi kuesioner yang dibuat, selanjutnya dibuat kesimpulan setelah mendapatkan data-data yang diinginkan. Menurut hasil kuesioner dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembang belum/tidak memberikan kualitas pelayanan yang baik, sementara konsumen pembeli perumahan tidak mendapatkan kualitas perumahan yang mereka inginkan. Hasil penelitian ini adalah untuk mendapatkan rumah yang berkualitas dan cocok di Kota Palangka Raya. Berdasarkan hasil validasi teoritik dalam hal ini dengan tenaga ahli/pakar dari kuesioner yang telah dianalisis maka didapatkan nilai validitas yaitu 88 yang berada pada kategori valid. Artinya prosedur pelaksanaan pembangunan perumahan ini dapat digunakan sebagai standar konsep prosedur pembangunan perumahan type 36 yang cocok di Palangka Raya. Adanya prosedur ini mampu meningkatkan kualitas perumahan yang ada di Kota Palangka Raya dalam hal ini struktur bangunan lebih kuat dan tidak mudah retak.
ANALISIS BENTUK MODE TRANSPORTASI SUNGAI DI BANJARMASIN Yaula Stellamaris
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.958 KB)

Abstract

Pada masa lalu kegiatan transportasi di sungai-sungai di seluruh wilayah kota Banjarmasin sangat ramai. Hampir semua bagian wilayah kota terhubung dengan sungai dan dapat dicapai dengan alat transportasi air yang populer disebut jukung yaitu sampan yang dijalankan menggunakan tenaga manusia. Selain itu ada yang disebut klotok atau taksi air yaitu perahu kecil yang menggunakan mesin tempel. Klotok saat ini masih menjadi andalan bagi transportasi masyarakat pinggiran sungai di Banjarmasin, meskipun saat ini keberadaannya mulai terancam oleh populasi sepeda motor. Klotok lebih jarang dijumpai dibanding angkutan lain seperti taksi kuning dan ojek. Motor getek/klotok sangat terlihat jelas dalam 10 tahun terakhir mengalami penurunan, yaitu pada tahun 1997 berjumlah 271 buah kemudian pada tahun-tahun berikutnya mengalami naik-turun hingga pada tahun 2006 hanya ada 37 buah. Hal ini juga terjadi pada jenis kapal motor, kapal tunda dan speedboat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria-kriteria yang mempengaruhi pemilihan angkutan sungai, bobot dan prioritas dari masing-masing kriteria dan prioritas dari tipe angkutan sungai yang ditawarkan. Penelitian dilakukan dengan kuesioner. Metode analytical hierarchy process (AHP) digunakan untuk mendapatkan bobot dan prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan angkutan sungai adalah faktor operasional (66,67%) dimana faktor pelayanan adalah faktor dominan (66,67%). Sedangkan faktor kelaikan kapal (61,44%) lebih dipilih dibanding faktor fasilitas dermaga (26,84%) dan fasilitas darat (11,72%). Kriteria yang dipilih adalah keselamatan (10,94%), keamanan (7,96%), tarif yang terjangkau (7,78%), serta stabilitas kapal (6,08%). Angkutan sungai yang dipilih adalah jenis kapal cepat panjang (longboat)
PENGARUH RSNI 1726:2018 BERDASARKAN PETA GEMPA INDONESIA 2017 TERHADAP DESAIN BEBAN GEMPA SEISMIK DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.955 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.91

Abstract

Based on the 2017 Indonesia Earthquake Map and ASCE 7-16, the Indonesia Earthquake Regulation Draft 1717: 2018 was drafted. Tarakan Fault, Mangkalihat Fault, and Meratus Fault are the three main fault zones on Kalimantan Island. Faults located around South Kalimantan are meratus faults with NE-SW direction, also known as thrust fault zone. These faults have a length of more than 100 km which can potentially cause an earthquake with a magnitude of 7. As research material, 14 major cities in South Kalimantan with different zones according to the 2017 Indonesian Earthquake Map were selected. Based on RSNI 1726: 2018 there is a determination new Fa and Fv Site Coefficient values, which affect the magnitude of the Design Response Spectrum and Seismic Design Categories. There was a decrease in the ratio of Ss in Tabalong regency and the increase in the value of Ss is greatest in the mountains of Meratus and Tapin regency. In the Short Period Response Spectrum of 0.2 seconds (SDS) in all cities in South Kalimantan there was a decrease in the ratio based on the site class, with the value of the hard land site (SC) class greater than the class of soft land sites (SE). While the opposite of the 1-second Period Response Spectrum (SD1) an increase in the ratio based on the site class, with the value of the soft soil site class (SE) is greater than the class of hard soil site (SC). The structure of the building with risk category IV was found to have the highest seismic design category, namely KDS D at the Hard Land Site (Sc), occurring in the area within the Ss earthquake zone map of 0.3 to 0.4 g; KDS D at the Medium Land Site (SD) occurs in the area within the Ss earthquake zone map of 0.25 to 0.4 g; KDS D on Soft Land Site (SE) occurs in areas that are in the Ss earthquake zone map worth 0.05 to 0.4 g.
IMPLEMENTASI KONSEP RUMAH ISLAMI PADA PERUMAHAN DI MARTAPURA Nurul Hidayati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.515 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.95

Abstract

In the last few years, the construction of simple houses (types 36 m2 and 45 m2) has been increasingly widespread. No exception in Martapura city, which is also known as the Veranda of Mecca. Because Martapura city is a religious city, it has an indirect impact on the behavior patterns of its people who have an Islamic lifestyle and Islamic culture, such as: a way of dressing that is more closed, behaves well in social relations and in public places. In fact, most of the events held come from Islamic culture and Islamic themes. However, has the arrangement of simple house space in the housing complex in Martapura already been of an Islamic concept? The research objective is to analyze how much Martapura community knowledge about the concept of Islamic houses, make an example of a house plan with an Islamic concept and calculate the cost of constructing a modest house with an Islamic concept. For this reason, this research conducted a survey using instruments in the form of questionnaires as primary data. By measuring the community's knowledge about the concept of Islamic houses, the characteristics of the respondent's house (spatial planning), and plans to renovate existing homes into houses with an Islamic concept. The research samples are 300 people as questionnaire respondents. The data analyzed by using descriptive analysis.The results showed that the knowledge of the Martapura community about the basic concept of an Islamic house and the characteristics of the Islamic house are still low. Similarly, the arrangement of housing space in Martapura houses are still not in accordance with the concept of Islamic homes. Even though the house layout of the Islamic concept is not too different from the house that was usually built by the developer. And the difference between the construction costs is not too large. For a simple house type 36 with a land area of ​​100 m2-120 m2 the difference in cost is only around Rp. 1.3 million - Rp. 1.5 million. As for a simple house type 45 with an area of ​​140m2 the difference in cost is only around Rp. 1.8 million.
ANALISIS FAKTOR PENUNJANG PENGOPTIMALAN KINERJA TERMINAL KABUPATEN KAPUAS Andrianto Setiawan
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.901 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.96

Abstract

The performance of the terminal that has been built by the Kapuas Regency government is still not optimal. Therefore, it is felt necessary to conduct research to identify, compile hierarchies, analyze indicators of influence that have a significant weight in influencing the performance of terminals as well as knowing the location of the most desirable terminals. This study uses cluster analysis methods and Analytical Hierarchy Process (AHP). Through cluster analysis the factors that have a significant effect on improving the performance of the Kapuas Regency Terminal consist of 5 (five) key indicators which are broken down into 20 (twenty) key performance indicators and 10 (ten) clusters with a hierarchical structure namely accessibility, waiting time for departure ( headway), availability of terminal facilities and infrastructure, transportation costs, terminal capacity, terminal environment security, destination and direction of travel, availability of number and type of transportation fleet, traffic flow density and convenience of the terminal environment. The influence indicator which has a significant weight in influencing the performance of the Kapuas Regency Terminal in the existing condition is accessibility with a weight of 13.5% and the location of the terminal and sub-terminal that is most popular is Danumare sub-terminal with a weight of 59.4%. To optimize the performance of the Kapuas Regency terminal, it is necessary to increase accessibility to the terminal location, the accuracy of transport arrival and departure schedules, availability of terminal facilities and infrastructure, competitive transportation costs, terminal capacity, terminal environment security, destination and direction of travel, availability of number and type transport fleet, traffic flow density and the convenience of the terminal environment. The results of AHP after optimization showed an increase in the weight of the performance indicators namely accessibility (31.0%), waiting time for departure / headway (11.9%) and availability of terminal facilities and infrastructure (9.2%) as well as the location of terminals and sub-terminals The most popular are the Kapuas Regency terminal (45.3%), Danumare sub-terminal (29.0%) and the Lotus terminal (25.6%). So, improving the quality of terminal services according to key performance indicators is very influential on improving terminal performance.
STUDI PENINGKATAN KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG DENGAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Misnawati Misnawati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.53 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.97

Abstract

Soil stabilization is intended to improve the properties of original soil by adding, among other things, a material that causes changes in the properties. In this study, it will use the empty fruit bunches fiber produced by the palm oil plantation industry. Fiber is the third largest amount after CPO and palm oil empty fruit bunches and fresh fruit bunches are estimated to contain 14-15%. This research was conducted to investigate the optimum percentage of fiber to get maximum density, to analyze the increase in soil CBR value after fiber addition, to analyze the increase in qu value in the soil UCT test after fiber addition, and to analyze the increase in su values ​​in the soil vane shear test after fiber addition. The study was conducted by mixing the fiber of palm oil's empty fruit bunches with soft clay soil with fiber content of 5%, 6%, 7%, and 8%, respectively. Based on the results of the analysis of this study, that the addition of palm oil's empty fruit bunches fibers in clay soil can improve the strength of the soil and the results of this study can be used as a reference for clay soil stabilization.

Page 8 of 20 | Total Record : 196