cover
Contact Name
Irfan Prasetia
Contact Email
iprasetia@ulm.ac.id
Phone
+628115017165
Journal Mail Official
jtb@ulm.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Teknik Banjarmasin Jl. Brigjen H. Hasan Basri Jl. Kayu Tangi, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Berkelanjutan
ISSN : 23028394     EISSN : 26209276     DOI : https://doi.org/10.20527/jtb.v7i01.110
Jurnal Teknologi Berkelanjutan (JTB) is available free of charge (open access) for all readers. The articles in JTB are the results of scientific research, contributions of ideas, and solutions offered for existing problems. JTB focuses on publishing scientific articles in the fields of civil and environmental engineering.
Articles 196 Documents
EVALUASI TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN IRIGASI DAERAH RAWA ANJIR SERAPAT KABUPATEN KAPUAS Pining Sitohang
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.145 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.98

Abstract

Anjir Serapat I swamp area is about 160 km straight towards the boundary of South Kalimantan Province via the trans Kalimantan road with a functional area of ​​DIR Anjir Serapat Kapuas Regency of 3,248 Ha and it has great potential to increase agricultural production. The potential is still not optimal. This can be seen from the results of rice production that is still not optimal. To overcome these problems requires an approach to the community about the importance of managing the micro water system which is the responsibility of farmers and provide an understanding of the procedures for maintenance of infrastructure that already exists on agricultural land. The purpose of this study is to analyze the level of participation and to identify the factors that influence community participation in the management of swamp irrigation in the Anjir Serapat I area of ​​Kapuas Regency. This research method is a survey method that illustrates the effect of the variables incorporated in the existing irrigation network variables and the farmers' participation in maintaining tertiary irrigation networks. Based on the data collected for each variable, and after analysis with calculations, no relationship and significant effect were found together between the Technical Aspects (X1), Socio-Cultural Aspects (X2) and Socio-Economic Aspects (X3) towards participatory farmers (Y). With an average quantitative value of (22.37 <25), farmers are still classified as not being participatory in maintaining existing irrigation networks.
EVALUASI JARINGAN DAERAH IRIGASI RAWA PASANG SURUT PALAMBAHEN KABUPATEN PULANG PISAU Eva Suciyati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.805 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.100

Abstract

Tidal swamp areas which are mostly wetlands which are often considered marginal land are now considered as land that has the potential to be developed into agricultural land. The Palambahen Tidal Swamp Irrigation Area (DIR) in Pangkoh Hulu Village Pandih Batu District Pulang Pisau Regency with an area of ​​approximately 3,267.30 ha is one of the tidal DIRs that has the potential to be developed. The existing problem is the condition of the channel that is not functioning properly so it needs to be evaluated on the condition of the network by evaluating the performance of the existing network so that actions will be taken to improve the performance of the network. In addition, it is also necessary to study the type of land unit and the suitability of the land available at that location. The assessment can be based on the results of the assessment on the condition of the canals, buildings and protective dykes. The results showed that the DIR Palambahen obtained a network condition index of 1.15 and a 72.36% network function, which means that the performance of the Palambahen tidal swamp reclamation network is in the good category category and recommendations for handling are periodic maintenance. For land units The DIR Palambahen is included in the VIII land unit covering 355.30 ha and IX land unit in 2893.53 ha. Land suitability in the Palambahen Tidal DIR is for an appropriate paddy field (S1) covering an area of ​​1,584.57 ha and quite suitable (S2) covering an area of ​​1682.73 ha, for an upland rice crop quite suitable (S2) covering an area of ​​3,267.30 ha, for a crop palawija suitable (S1) covering 415.01 ha, quite suitable (S2) covering 2,145.18 ha and marginal suitable (S3) covering 707.11 ha, and for suitable annual plants (S1) covering 562.47 ha and quite suitable (S2) covering an area of ​​2,704.83 ha.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KONSTRUKSI UNTUK MONITORING KEMAJUAN PEKERJAAN PROYEK JALAN Nofi Yanti
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 7 No 02 (2018): Vol 07 No 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2744.98 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v7i02.101

Abstract

Monitoring the physical and financial development of construction works currently are not integrated in an information system. In fact, there are many projects of road rehabilitation and maintenance at the country’s Construction Department in more than one location, resulting in PPK having difficulty in supervising and controlling the work of the contractors. The need for quick and easy access to information is very much needed by PPK in conducting monitoring and supervision so that obstacles in the field can be overcome immediately. Therefore it is necessary to create a road construction management information system to facilitate monitoring of work progress. The purpose of this research is to design an information system for PPK in directly monitoring work in order to facilitate and to assist PPK in carrying out their duties. The research method used is the waterfall model method by analyzing the problems faced by PPK by collecting data on user needs. From the data obtained in the form of job description information needs, physical and financial development progress in the form of reports and document management. From the data obtained, information system design is carried out with the stages of requirements, design, analysis, design, coding, system implementation, system validation and verification. The results of this study are the road monitoring construction management information system that can present physical and financial development progress data, contract data, service provider data, agency employee data and documentation reports. This information system can be viewed online so that all parties directly involved can enter data quickly and PPK can make the right decision.
ANALISIS SENSITIVITAS BIAYA INVESTASI DITINJAU TERHADAP FAKTOR KETIDAKPASTIAN DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA TERMINAL BANDAR UDARA Ahmad Fauzani
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.493 KB)

Abstract

Bandar Udara Syamsudin Noor (BUSN) dikatagorikan sebagai bandar udara pengumpul skala pelayanan sekunder melayani penumpang dengan katagori 1.000.000 - 5.000.000 penumpang pertahun. Pesatnya pertumbuhan penumpang di Kalimantan Selatan mengharuskan pembangunan terminal baru segera dilaksanakan untuk memenuhi standar pelayanan bandara baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Rencana pembangunan BUSN Banjarmasin telah dilakukan dari tahun 2004, dengan rencana awal peningkatan luas terminal eksisting. Perluasan terminal eksisting bertujuan untuk memperlancar arus penumpang baik di kedatangan maunpun keberangkatan. Pelaksanaan proyek pembangunan Terminal BUSN Banjarmasin direncanakan dimulai pelaksanaan fisiknya pada tahun 2012. Proses pelaksanaan dalam perjalanannya terkendala berbagai permasalahan lahan sehingga mengalami keterlambatan dan penundaan. Sampai saat ini belum terlaksana walaupun sudah dilakukan ground breaking pembangunannya oleh Bapak wakil Presiden Republik Indonesia.Oleh sebab itu perlu adanya analisis sensitivitas investasi untuk mengetahui faktor ketidakpastian apa saja yang paling berpengaruh dalam investasi pembangunan Terminal Baru Bandar Udara Syamsudin Noor. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor ketidakpastian apasaja yang mempengaruhi investasi dan Menganalisis sensitivitas investasi Pembangunan Bandar udara Syamsudin Noor Banjarmasin berdasarkan analisis ekonomi. Hasil penelitian ini akan menentukan kelayakan investasi ditinjau dari faktor ketidakpastian investasi dan menganalisis sensitivitas investasi berdasarkan analisis ekonomi. Terdapat dua konsep dalam penelitian ini. Pertama adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dalam investasi yaitu banyaknya keputusan bisnis dibuat di bawah ketidakpastian sehingga menimbulkan risiko dalarn suatu investasi yang ditanamkan. Kemudian yang kedua mengenai investasi, yaitu layak/tidaknya pengimplementasian perencanaan pengembangan Bandara Syamsudin Noor Bnjarmasin, yang ditinjau dari berbgai aspek yang mempengaruhi investasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa yang mempengaruhi investasi adalah faktor tarif jasa pelayanan dan faktor harga pokok produksi yang berpengaruh signifikan. Sedangkan faktor jumlah pesawat dan penumpang dan faktor modal sendiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketidakpastian investasi.
ANALISIS PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA PALANGKA RAYA Muhammad Khomeini; Syahril Taufik
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.386 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya Kota Palangka Raya dan bertambahnya kendaraan, tingkat kecelakaan lalu lintas pun naik. Faktor yang mendorong tingkat kecelakaan lalu lintas adalah faktor pengendara, prasarana jalan maupun karakteristik lingkungan. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan, titik rawan kecelakaan, biaya kecelakaan dan upaya penanganan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Polres Kota Palangka Raya berupa data kecelakaan dari tahun 2011-2015. Analisis menggunakan data tersebut untuk mencari angka kecelakaan dalam menghitung daerah rawan kecelakaan dengan metode Z-score dan menentukan titik rawan kecelakaan dengan metode Cusum (Cumulative Sum). Dalam penanganan kecelakaan, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan. Dari hasil analisis daerah rawan kecelakaan diperoleh tiga ruas jalan di Kota Palangka Raya yang merupakan daerah rawan kecelakaan yang berada di kuadran A, yaitu ruas jalan Tjilik Riwut, Mahir Mahar dan RTA Milono. Lokasi titik rawan kecelakaan ruas jalan Tjilik Riwut yaitu pada Sta 1+000 - Sta 2+000 dengan nilai Cusum 34,759. Lokasi titik rawan kecelakaan ruas jalan Mahir Mahar yaitu pada Sta 0+000 - Sta 1+000 yaitu dengan nilai Cusum 4,042. Lokasi titik rawan kecelakaan ruas jalan RTA Milono yaitu pada Sta 5+000 - Sta 6+000 yaitu dengan nilai Cusum 7,2. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi titik rawan kecelakaaan yaitu dengan membandingkan kondisi ruas jalan yang rawan kecelakaan dengan ruas jalan tingkat kecelakaan rendah, sehingga dapat diambil tindakan teknis yaitu menambah median pada daerah yang memerlukan median, melengkapi rambu jalan seperti memutar balik pada U-turn, mengarahkan pejalan kaki yang menyeberang jalan untuk melewati tempat penyeberangan yang sudah disiapkan (zebra cross), mempertegas pengendara sepeda motor pada lajur kiri dengan memperbaiki marka jalan, memberikan pita pengganggu setiap lokasi yang diidentifikasi rawan kecelakaan, pemasangan paku jalan, memberikan penyuluhan keselamatan berlalulintas kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara dan mentaati semua peraturan lalu lintas Terakhir adalah penegakan hukum meliputi penegakan hukum bagi yang melanggar dan sanksi hukum.
MODEL RENCANA PEMELIHARAAN JARINGAN LISTRIK DI KABUPATEN BARITO KUALA Cahya Wandaliya
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.71 KB)

Abstract

Studi ini secara khusus mencoba untuk merancang model rencana pemeliharaan jaringan listrik. Studi ini ditujukan untuk pengusulan penanganan pada kegiatan pemeliharaan jaringan listrik. Diharapkan dapat mengurangi unsur subyektivitas para pengambil kebijakan. Studi mengambil di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Wilocon Signed-Rank Test adalah metode yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Data yang digunakan menggunakan kuesioner berisi kriteria utamanya berupa: faktor teknis, faktor non-teknis, dan faktor lokasi, sedangkan sub kriteria berupa: kekuatan daya dukung tanah, kekuatan faktor alam, keandalan aksesoris jaringan, kondisi visual jaringan, estimasi biaya, kemudahan pelaksanaan pekerjaan, kemudahan pelaksanaan pemeliharaan, kemudahan kontrol jaringan, ketersediaan sumber daya, ketersediaan teknologi, peruntukan jaringan, jenis tiang jaringan, panjang jaringan, jumlah trafo, beban jaringan dan faktor politis. Dengan alternatif pilihan terdiri dari penyulang Seberang Barito 1 (SB1), Seberang Barito 2 (SB2), Seberang Barito 3 (SB3), Seberang Barito 4 (SB4), Seberang Barito 6 (SB6), Seberang Barito 7 (SB7), Seberang Barito 8 (SB8), Seberang Barito 9 (SB9), Kayutangi 1 (KT1), Kayutangi 2 (KT2), Kayutangi 3 (KT3), Kayutangi 4 (KT4). Bahwa berdasarkan analisis AHP, diketahui faktor teknis (kekuatan daya dukung tanah, kekuatan terhadap faktor alam, keandalan aksesoris jaringan, dan kondisi visual jaringan) dengan nilai 41% menjadi yang tertinggi, faktor non-teknis (estimasi biaya, kemudahan pelaksanaan pekerjaan, kemudahan pelaksanaan pemeliharaan, kemudahan kontrol jaringan, ketersediaan sumber daya, ketersedian tegnologi) dengan nilai 33%, dan faktor lokasi (peruntukan jaringan, jenis tiang jaringan, panjang jaringan, jumlah trafo, beban jaringan dan faktor politis) dengan nilai 26%, menjadi yang terendah. Berdasarkan dari hasil normatif dari metode AHP didapatkan penyulang SB 3 mendapat nilai 99% lebih baik dibanding daripada penulang SB 8 (97%), SB 2 (96%), SB 9 (94%), KT2 (94%), KT 1 (93%), SB 4 (92%), SB 6 (92%), SB 7 (91%), KT 4 (88%), KT3 (88%) dan SB 1 (88%).
PERILAKU STRUKTUR JEMBATAN BERSUDUT (SKEW BRIDGE) MENGGUNAKAN BETON MUTU NORMAL Fitria Handayani
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3649.063 KB)

Abstract

Pengertian jembatan bersudut adalah suatu jembatan yang sumbu tengahnya tidak tegak Lurus terhadap jalan. Perilaku dan karakteristik jembatan bersudut akan berpengaruh terhadap besarnya gaya yang bekerja pada jembatan dan kekuatan jembatan menahan beban diatasnya. Tujuan penelitian ini yaitu: mendapatkan beban ultimit, sudut miring maksimum, mengetahui perilaku retak dan perilaku pondasi dengan sistem spring (semi elastis). Metode penelitian menggunakan Analisa Elemen Hingga ANSYS Ed. 9.0. Bentuk profil jembatan yaitu gelagar I beton bertulang dengan panjang 20 m dan lebar 10 m. Variasi sudut miring jembatan adalah 0o, 5o, 10o, 15o, 20o, 25o, dan 30o. Mutu gelagar beton yaitu fc’= 53 MPa (mutu tinggi) dan mutu beton untuk dek fc’= 28 MPa (mutu normal). Jarak antar gelagar 1,2 m dengan Tebal dek 230 mm. Tegangan leleh tulangan baja yang digunakan adalah fy = 400 MPa untuk tulangan utama dan fy = 240 MPa untuk tulangan sengkang. Nilai tegangan regangan beton mutu normal menggunakan kurva tegangan regangan Hognested, nilai beton mutu tinggi menggunakan kurva tegangan regangan Papovich, nilai regangan Park dan Paulay (1975). Pedoman perhitungan yang dipakai yaitu SNI 03-1725-1989 untuk jembatan, SNI 03-2847-2002 untuk beton, dan ACI untuk batas izin lendutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut miring pada jembatan mempengaruhi kekuatan balok dan pola retak. Semakin besar sudut miring jembatan semakin berkurang kemampuan balok memikul beban dan pola retak semakin besar. Defleksi dan tegangan terbesar terjadi pada jembatan dengan sudut kemiringan 30o.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Sasmalini Sasmalini
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.718 KB)

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan lahan pasang surut yang tepat guna diperlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu dalam analisa dan database lahan rawa, khususnya di daerah Rawa Barambai Kabupaten Barito Kuala yang sangat potensial dalam kategori wilayah rawa pasang surut. Penyediaan informasi tersebut akan membantu ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air dan lahan rawa tersebut. Perlu adanya sistem kelola Potensi dan kendala, target, tahapan pengembangan untuk menjadikannya daerah rawa pasang surut yang tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian lahan dalam satuan lahan unit berdasarkan tabel ISDP 1996 yang selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi data spasial/peta dengan menggunakan aplikasi SIG, yaitu Quantum GIS. Untuk mendapatkan hasil berupa peta kesesuaian lahan dan zona pengelolaan air yang selanjutnya digunakan untuk klasifikasi peruntukan dan pengelolaan lahan rawa pasang surut, terlebih dahulu perlu menganalisa parameter-parameter yang diperlukan dalam penyusunan kategori kesesuaian lahan rawa sesuai Tabel ISDP 1996. Parameter-parameter tersebut berupa kedalaman tanah organik, nilai KTK, nilai kadar abu, drainabilitas, salinitas, kedalaman pirit dan instrusi salin. Hasil analisis dari jenis dan kedalaman tanah organik, nilai KTK, nilai kadar abu, drainabilitas, salinitas, kedalaman pirit dan instrusi salin didapatkan kelas kesesuaian lahan berupa Satuan Lahan (SL) untuk daerah Rawa Barambai yang terdiri dari SL II dan IV. Dari klasifikasi SL tersebut didapatkan hasil analisis untuk Zona Pengelolaan Air (ZPA) pada Rawa Barambai adalah ZPA IV dan VIII. Untuk ZPA IV peruntukan dan pengelolaannya adalah padi tadah hujan/ padi sawah irigasi pompa dengan tanaman keras yang diusahakan pada guludan. Sedangkan untuk ZPA VIII peruntukan dan pengelolaannya adalah tanaman keras dan padi tadah hujan.
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PROYEK KONSTRUKSI Noumeiry Noumeiry
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.097 KB)

Abstract

Kota Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Perkembangan pembangunan tentu diikuti dengan banyaknya proyek konstruksi yang dikerjakan. Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi memiliki sifat keunikan yang berbeda-beda, penuh dengan ketidakpastian, kompleks, dan melibatkan berbagai pihak sehingga tidak jarang menimbulkan masalah-masalah yang mempengaruhi kinerja penyelesaian proyek. Faktor-faktor seperti faktor ekonomi, faktor manajerial, faktor sumberdaya, dan faktor-faktor lainnya diindikasikan mempengaruhi indikator kinerja dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam penelitian kali ini dilakukan analisisi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja proyek serta mengkaji kondisi faktor-faktor tersebut sehubungan dengan pengaruhnya terhadap kinerja proyek dalam sebuah proyek konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada para pelaku konstruksi, dalam hal ini kontraktor, konsultan, dan para pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kota Samarinda yang terlibat dalam kegiatan proyek konstruksi gedung di Kota Samarinda. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square-Path Modelling. Hasil analisis yang diperoleh faktor ekonomi dan faktor sumberdaya berpengaruh signifikan terhadap faktor manajerial. Kondisi sistem jaringan logistik dan rantai pasok yang buruk serta rendahnya ketersediaan tenaga kerja dan tingginya upah tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja di Kota Samarinda.
PENGARUH CAMPURAN SEMEN DAN ROADBOOSTERTM TERHADAP KARAKTERISTIK CBR TANAH LEMPUNG Afrijoni Afrijoni
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 02 (2017): Vol 06 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.448 KB)

Abstract

Salah satu kekuatan atau kekokohan suatu konstruksi ditentukan oleh kualitas bahan dasar yang dipergunakan.Seperti pada suatu konstruksi jalan, kualitas tanah asli sebagai bahan dasar (subgrade) juga sangat menentukan kekuatan jalan. Jika tanah asli mempunyai daya dukung rendah, maka konstruksi jalan akan cepat mengalami kerusakan. Untuk meningkatkan CBR metode yang digunakan adalah dengan memperbaiki kualitas tanah asli dengan cara stabilisasi, Pada penelitian tesis ini telah dilakukan pengujian pada tanah lempungyang bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik benda uji. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian analisa saringan, analisa ukuran butiran, spesific gravity,atterberg limit, kompaksi, dan CBR (California Bearaing Ratio) dengan kombinasi campuran semen dan Roadbooster. Berat jenis (specific gravity) adalah angka perbandingan antara berat isi butir tanah dengan berat isi air suling pada volume yang sama dan suhu tertentu yaitu nilai Spesific Gravity yang didapat dari pengujian untuk tanah lempung yaitu 2.69, Dari pengujian Atterberg Limit maka didapat nilai liquid limit sebesar 58,00%, dan untuk perhitungan nilai plastic limit yaitu 27,14%. Sehingga didapat nilai PI sebesar 30,86%, hasil pengujian analisa saringan dan hidrometer yang dilakukan pada tanah asli, maka didapatkan jenis tanah berdasarkan USCS yaitu CL (Clay of Low Plastisity) dari hasil pengujian atterberg limit dan berdasarkan tabel AASTHO adalah A-7-5 (tanah lempung kualitas cukup sedang sampai buruk). Pada pengujian pemadatan kompaksi pada tanah asli dan tanah kombinasi (baseline) untuk menentukan nilai moisture contentOptimum dan dry densityMaksimum menggunakan grafik hasil dari pengujian kompaksi, didapat nilai DDM 1.49 gr/cm3 dan nilai OMC 26.00%.Hasil Pengujian Pemadatan Untuk Tanah Asli + Semen 6% (Baseline) didapat nilai DDM 1.62 gr/cm3 dan nilai OMC 23.75%.Hasil Pengujian Pemadatan Untuk Tanah Asli + Roadbooster 2% (Baseline) didapat nilai DDM 1.50 gr/cm3 dan nilai OMC 25.00%.Hasil pengujian pemadatan untuk tanah campuran Kombinasi I yaitu ; semen 6 % (Tetap) dengan lima kombinasi dilakukan tiga kali pengujian didapat hasil rata-rata (Tanah 89 %, Roadbooster 5 %) berat isi kering 1,70 dan kadar air Optimum 19,89 %, dengan CBR 46,00. Hasil Pengujian Pemadatan Untuk Tanah Campuran Kombinasi II dengan Roadbooster2 % (Tetap) dengan lima kombinasi dilakukan tiga kali pengujian didapat hasil rata yaitu (Tanah 89 %, Roadbooster 9 %) berat isi kering 1,80 dan kadar air Optimum 17,20 %, dengan CBR 42,10. Dari hasil pengujian pemadatan nilai DDM cenderung semakin meningkat pada kombinasi I dan II dengan nilai 114,09% - 120,81%. Pengujian California Bearing Ratio nilai CBR cenderung semakin meningkat pada kombinasi I dan II sebesar 326,36% - 356,59% dari CBR tanah asli, paling besar pada kombinasi I ( variasi RB tetap) yaitu sebesar 356,59%.

Page 9 of 20 | Total Record : 196