Jurnal Pijar MIPA
Jurnal Pijar MIPA (e-ISSN: 2460-1500 & p-ISSN: 1907-1744) is an open-access scientific periodical journal published by the Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA publishes original articles on current issues and trends in mathematics-science-science education studies. In addition, this journal addresses issues concerning environmental education and environmental science. The journal scopes are: a. Physics and Physics Education b. Chemistry and Chemistry Education c. Biology and Biology Education d. Natural Science and Science Education e. Mathematics and Mathematics Education f. Environmental and Environmental Education
Articles
1,179 Documents
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Tentang Bakteri
Nurhidayanti Nurhidayanti;
Syachruddin AR Syachruddin AR;
Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.13 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i4.2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan dalam pembelajaran tentang bakteri pada kelas X SMA Muhammadiyah Mataram. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah Mataram. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan tes objektif dan kuesioner. Hasil analisis kesulitan belajar memperoleh 1 siswa pada kategori sangat sulit, 4 siswa pada kategori sulit, 7 siswa pada kategori cukup sulit, 1 siswa kategori kurang sulit, dan 1 siswa pada kategori tidak sulit dengan rata-rata pada kategori cukup sulit. Hasil analisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa diperoleh faktor internal pada kategori tidak sulit sedangkan faktor ekternal ÃÂ pada kategori kurang sulit. Hasil analisis kategori dengan indikator penyebab kesulitan belajar pada faktor internal diperoleh motivasi belajar tidak sulit, minat belajar kurang sulit dan perhatian belajar sulit. Faktor eksternal diperoleh sumber belajar tidak sulit, metode/strategi mengajar guru kurang sulit dan kondisi belajar kurang sulit. Oleh karena itu, faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran tentang bakteri disebabkan oleh kondisi belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran tentang bakteri di kelas X SMA Muhammadiyah Mataram dikategorikan cukup sulit sedangkan faktor penyebab kesulitan belajar didominasi oleh faktor eksternal yang meliputi kondisi belajar.
Perbedaan Hasil Belajar IPA (Biologi) Siswa Pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Tipe Numbered Head Together (NHT)
Nurayani Nurayani;
Khairuddin Khairuddin;
Ahmad Raksun
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.236 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i4.2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA Biologi Siswa pada Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan NHT di kelas VIIÃÂ MTsN 2 Mataram Tahun Ajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII MTsN 2 Mataram berjumlah enam kelas dengan jumlah siswa 226 orang. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas VII C sebagai eksperimen 1 dan VII D sebagai kelas eksperimen 2. Kelas VII C menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, sedangkan kelas VII D menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Perolehan data dengan menggunakan tes untuk melihat hasil belajar aspek kognitif dan lembar observasi untuk mengetahui aktifitas siswa dan keterlaksanaan RPP. Pengujian hipotesis menggunakan uji t polled varian karena data terdistribusi normal dan bersifat homogen. Hasil Post-testÃÂ thitung = 5,28 dan harga Kritik ttabel= 2,02 sehingga hasil uji hipotesis yang diperoleh menyatakan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA Biologi siswa antara yang menggunakan model TGT dengan NHT. Hasil belajar ranah kognitif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Literasi Sains Peserta Didik
Lena Marlina;
Muntari Muntari;
Baiq Fara Dwirani Sofia
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.533 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i1.2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap literasi sains peserta didik kelas X pada materi pokok larutan elektrolit dan non-elektrolit. Metode yang digunakan adalah metode quasi experiment dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X MIAàMAN 2 Model Mataram. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA 1 and X MIA 4 MAN 2 Model Mataram.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains peserta didik pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah menghasilkan nilai rata-rata posttest à76,17. Sedangkan pada kelas yang menggunakan metode konvensional menghasilkan nilai rata-rata posttest à66,75. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan rumus uji-t sparated varians. Hasilàuji-t pada taraf signifikan 5% diperoleh nilai thitung(4,14) ââ°Â¥Ã ttabel (1,671), yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hal perhitungan tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap literasi sains peserta didik kelas X pada materi pokok larutan elektrolit dan non-elektrolit dibandingkan modelàpembelajaran konvensional.
Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat di Hutan Kantuk Desa Paoh Benua Kabupaten Sintang
Fathul Yusro;
Erianto Erianto;
Gusti Hardiansyah;
Yeni Mariani;
Aripin Aripin;
Hendarto Hendarto;
Denni Nurdwiansyah
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.927 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i2.2025
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis dan potensi tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat dihutan Kantuk Desa Paoh Benua Kecamatan Sepaok Kabupaten Sintang. Penelitian ini diawali dengan membuat sebuah klaster berbentuk persegi yang berjarak 100 m, dan disetiap sudut dan bagian tengah klaster terdapat plot berbentuk lingkaran dengan jari-jari 17,8 m. Setiap plot dibuat empat buah subplot bentuk lingkaran yang terdiri dari subplot untuk tingkat semai dengan jari-jari 1 m, pancang berjari-jari 2 m, tiang berjari-jari 5 m dan pohon berjari-jari 17,8 m. Data jenis tumbuhan di identifikasi nama ilmiahnya dan besarnya potensi tumbuhan di analisis dengan kerapatan (individu/Ha) dan kerapatan relatif (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di hutan Kantuk terdapat 34 jenis tumbuhan obat. Jenis tumbuhan yang paling dominan atau memiliki kerapatan dan kerapatan relatif yang tinggi pada tingkat semai (10.500 individu/Ha (52,5%)), pancang (3.500 individu/Ha (36,84%)), tiang (140 individu/Ha (58,33%)) dan pohon (117,28 individu/Ha (38,78%))ÃÂ adalah Alseodaphne sp.ÃÂ Perlindungan terhadap hutan Kantuk dan keanekaragaman jenis tumbuhan obatnya perlu dilakukan melalui peningkatan statusnya menjadi hutan yang bernilai konservasi tinggi (NKT).
Seed waste of mango (Mangifera indica) as raw material glucose syrup alternative substitute for synthetic sweetener
Taufik Abdullah;
Nurhidayatullah Nurhidayatullah;
Bidarita Widiati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 17 No. 2 (2022): March 2022
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.698 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v17i2.2026
The search for alternative ingredients as natural sweeteners needs to be done. The sweeteners circulating in the market are synthetic sweeteners with no nutritional value and harm health. This research aims to produce a safe sweetener in the form of glucose syrup, which can be used as an alternative to artificial sweeteners through enzymatic reactions, and to find out the suitable reaction conditions to produce glucose syrup with the highest levels in several combinations of pH and temperature. Mango seed core is a source of carbohydrates that can be used as glucose syrup. The average starch content of 1940.1 grams of wet mango core is 10.09%. The starch was hydrolyzed with alpha-amylase and glucoamylase. It is biocatalysts through liquefaction stages (pH 5 and 6) and saccharification (temperature variables 55oCand 60oC).
Pengembangan Soal Matematika Berbasis Higher Order Thinking Skills Pada Lingkup Materi Ujian Nasional Untuk Tingkatan Sekolah Menengah Pertama
Muhamad Syahidul Qirom;
Nyoman Sridana;
Sudi Prayitno
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.948 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i5.2028
Soal matematika berbasis higher order thinking skills dapat membantu meningkatkan keterampilan abad 21 siswa sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan pelaksanaan program penilaian berbasis HOTS di setiap jenjang pendidikan. Faktanya adalah di SMPN 1 Mataram program tersebut belum berjalan sesuai mestinya. Terdapat dua masalah yang menyebabkan hal tersebut terjadi, yaitu kurangnya kemampuan guru dalam membuat soal HOTS matematika dan ketersediaan soal berbasis HOTS pada buku pelajaran matematika yang digunakan di sekolah tersebut masih belum cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal HOTS matematika untuk membantu memenuhi ketersediaan referensi soal HOTS baik bagi guru maupun siswa di SMPN 1 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembanganTessmer yang terdiri atas dua tahap yakni preliminary dan formative evaluation. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya 20 soal HOTS matematika dengan nilai validitas 75,9375%, kepraktisan 80,41%, keefektifan 79%, kesukaran soal dalam kategori sedang, daya pembeda dalam kategori cukup, soal reliabel, dan menunjukkan hasil sesuai harapan yakni keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa berada pada kategori cukup. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah telah dihasilkan soal HOTS matematika yang valid, praktis, dan efektif.
Faktor Internal Yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Matematika Sekolah Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Univeristas Mataram
Sripatmi Sripatmi;
Nurul Hikmah;
Ketut Sarjana;
Junaidi Junaidi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.75 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i5.2032
Mahasiswa pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram harus mengusai matematika sekolah sebagai bagian dari kompetensi professional calon guru. Fakta menunjukkan pemahaman matematika mahasiswa sangat rendah sehingga penting untuk mendapatkan data tentang kriteria faktor-faktor internal yang mempengaruhi tingkat pemahaman matematika sekolah mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unram. Untuk itu dilakukan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015 sampai 2019 dengan sampel sebanyak 214 mahasiswa dipilih dengan metode Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sikap mahasiswa terhadap matematika berada pada kategori positif dengan rata-rata 80,7, Minat mahasiswa terhadap matematika berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 64,9,ÃÂ motivasi berprestasi mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 112,9, dan kebiasaan belajar mahasiswa berada pada kategori baik dengan rata-rata 58. Korelasi antara masing-masing faktor diperoleh minat mahasiswa memiliki korelasi yang kuat dengan kebiasaan belajar yaitu 0,61 sedangkan faktor-faktor internal lain memiliki korelasi sedang dan sikap terhdap kebiasaan belajar memiliki korelasi lemah. Berdasarkan data-data terkait dengan sikap, minat, motivasi berprestasi, dan kebiasaan belajar menunjukkan hal yang positif disebabkan karena sampel penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sehingga perlu diadakan penelitian lanjutan untuk mendapatkan faktor lain yang menyebabkan rendahnya pemahaman mahasiswa pendidikan matematika terhadap matematika sekolah.
Hubungan Kekerabatan Kupu-Kupu Berdasarkan Ciri Morfologinya di Taman Wisata Alam Gunung Tunak Sebagai Bahan Pembuatan Buku Petunjuk Praktikum Sistematika Invertebrata
Aenun Indriyani;
Siti Rabiatul Fajri;
Sri Nopita Primawati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.158 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i1.2051
Taman Wisata Alam Gunung Tunak merupakan bentuk kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam yang terletak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Tujuan dengan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan hubungan kekerabatan kupu-kupu yang ada di Taman Wisata Alam Gunung Tunak.Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif (menjelajah) dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode jerat (entrapping methode). Lokasi pengambilan sampel di Butterfly Ecology Center sebagai pos 1 dan untukÃÂ pos 2 berada di Trail Road.Kupu-kupu yang berhasil ditangap kemudian diidentifikasi berdasarkan karakter morfologinya yang selanjutnya dihitung presentase kemiripannya dan menganalisis hubungan kekerabatannya menggunakan rumus Indeks Kesamaan Sorensen.Berdasarkan hasil dari kupu-kupu yang telah ditangkap berjumlah 25 spesies yang terdiri dari 3 famili yaitu famili Papilionidae, Nymphalidae, dan Pieridae. Berdasarkan dari nilai yang diperoleh selanjutnya dibuat diagram dendogram yang menggambarkan hubungan kekerabatan kupu-kupu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa spesies yang memiliki hubungan kekerabatan terdekat jatuh pada spesies Belenois java dan Cepora nerissa dengan presentase kekerabatan sebesar 100%. Sedangkan spesies dengan hubungan kekerabatan paling jauh jatuh kepada spesies Graphium agamemnon danBelenois java dengan presentase kekerabatan sebesar 58,6%. Petunjuk praktikum adalah salah satu sumber informasi bagi mahasiswa pada saat melakukan praktikum di laboratorium dengan nilai 86,7% dengan kriteria sangat valid atau layak untuk digunakan pada saat proses praktikum SistematikaInvertebrata.ÃÂ
Pengembangan Modul Kimia Berbasis Etnosains Dengan Mengangkat Kebiasaan Petani Garam
Rizki Utari;
Yayuk Andayani;
Lalu Rudyat Telly Savalas
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.408 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i5.2081
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul kimia berbasis etnosains yang valid dan praktis dengan mengangkat kebiasaan petani garam. Penelitian ini mengacu pada model 4D dari Tiahgrajan, S. Semmel & Semmel yang dimodifikasi menjadi tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Modul kimia dilakukan ujicoba kevalidan dan kepraktisan sebelum digunkaan dalam pembelajaran kimia. Validasi dilakukan oleh tiga tim ahli dan disesuaikan dengan tabel penskoran, sedangkan uji kepraktisan menggunakan angket respon peserta didik dengan menggunakan skla likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul kimia berbasis etnosains dalam kategori layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran dengan perolehan skor berturut-turut sebesar 0.91 dan 3.00.
Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Predict Observe Explain (POE) Dan Student Team Achicvment Division (STAD)
M Januardi Rahmatullah;
I Putu Artayasa;
Ahmad Raksun
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.292 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i4.2092
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA antara peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) dan Student Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment). Desain penelitian yang digunakan yaitu Pre-test Post-test Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VII SMPN 3 Mataram tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah peserta didik secara keseluruhan yaitu 235 orang. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilih kelas VII 4 sebagai kelas eksperimen I dan VII 5 sebagai kelas eksperimen II.ÃÂ Instrumen yang digunakan yaitu tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar dan tes isian untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik. Data dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil uji t pada kemampuan berpikir kritis ÃÂ diperoleh nilai t hitung < t tabel yaitu 0,396 < 1,998, dan pada uji t hasil belajar diperoleh nilai t hitung < t tabelÃÂ yaitu 1,587 < 1,998. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA antara peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) dan Student Team Achievement Division (STAD)