Jurnal Berita Kesehatan
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14 No 1 (2021)"
:
11 Documents
clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI IBU MENGIKUTI SENAM HAMIL DI RUMAH BERSALIN CUMA-CUMA MAKASSAR
admin LP2M;
Sitti Hadriyanti Hamang
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.148 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.45
Senam hamil bertujuan mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam persalinan normal. Senam hamil yang dilakukan secara teratur dan intensif, dapat menjaga kesehatan tubuh dan janin yang dikandung secara optimal. Berdasarkan Data rekam medik bulan Januari-Maret 2014 Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Makassar diperoleh data bahwa jumlah kunjungan ANC sebanyak 52 orang, Trimester I: 6 orang, Trimester II: 22 orang dan Trimester III: 24 orang dengan presentase ibu trimester II dan III yang mengikuti senam hamil 16 orang atau hanya mencapai 34 %.Jenis penelitian yang dilakukan adalah Deskriptif dan analitik, peneliti melakukan pengukuran variable independen dan dependen, kemudian akan menganalisa data untuk mencari pengaruh antara variable. Penelitian ini menggunakan Cross sectional untuk melihat Faktor- factor yang mempengaruhi motivasi ibu mengikuti senam hamil di Rumah Bersalin Cuma-Cuma Makassar.Hasil penelitian pada 39 responden terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan motivasi ibu mengikuti senam hamil, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan motivasi ibu mengikuti senam hamil. Dimana pada indikator tingkat pengtahuan p<α 0,000<0,05 serta dukungan keluarga p<α 0,000<0,05 serta paritas p>α 0,431>0,05 secara statistik untuk tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga artinya ada hubungan dengan motivasi ibu mengikuti senam hamil sedangkan untuk paritas tidak ada hubungan dengan motivasiibu mengikuti senam hamil.Sehingga diharapkan peran tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan informasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang senam hamil yang aman dilakukan oleh ibu sehingga ibu memahami manfaat senam hamil dan termotivasi untuk mengikuti senam hamil
Pengaruh Anticipatory Guidance Terhadap Pengetahuan Orang Tua Mengenai Kecelakaan Pada Anak Usia Toddler
Nurrahmi Umami;
Arnianti Arnianti
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.466 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.46
Kecelakaan pada anak adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh pengaruh dari faktor luar yang mengakibatkan kerusakan fisik dan mental pada anak. Untuk mengetahui pengaruh bimbingan antisipatif terhadap pengetahuan orang tua terhadap kecelakaan pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan McNemar dengan desain one grup pre-post test. Populasi adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara yang berjumlah 335 anak. Sampel adalah kelompok ibu yang memiliki balita berjumlah 20 sampel yang diambil menggunakan simple random sampling. Data terdiri dari data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder. Data diolah menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dan dianalisis melalui statistik univariat dan bivariat menggunakan uji McNemar dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Ada pengaruh bimbingan antisipatif terhadap pencegahan kecelakaan pada balita (p Value = ,004 < Value = ,05) menyimpulkan bahwa ada pengaruh bimbingan antisipatif terhadap pencegahan kecelakaan pada balita.
Tingkat Kepuasan Mahasiswa Kebidanan Terhadap Try Out Uji Kompetensi Berbasis Web
Rachmi Nurul Hidayat Hafid;
Feby Purnamasari;
Aisyah Vitariani
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.47
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa kebidanan terhadap try out uji kompetensi (UKOM) berbasis web. Penelitian memiliki dua tahapan yakni metode research and development (R&D) dan pre eksperimen dengan desain one group pre test and post test. Metode R&D dimulai dengan analisis kebutuhan dan pengembangan produk. Selanjutnya validasi oleh dua ahli media, dua ahli materi dan 10 mahasiswa untuk menilai kelayakan aplikasi skala kecil, 45 mahasiswa untuk skala besar dan penilaian tingkat kepuasan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar pada November 2020. Hasil penelitian: (1) Diperlukan aplikasi try out UKOM berbasis web untuk mahasiswa kebidanan. (2) Desain dan komponen aplikasi dibuat lebih menarik dan lengkap. (3) Validasi dari ahli media rata-rata 87,9% dan ahli materi rata-rata 94% menunjukkan bahwa aplikasi sangat layak digunakan. (4) Uji coba lapangan skala kecil dengan nilai rata-rata 95,1% menunjukkan bahwa aplikasi sangat layak digunakan. (5) Uji coba lapangan skala besar dengan nilai rata-rata 92,1% menunjukkan bahwa aplikasi sangat layak digunakan. (6) Tingkat kepuasan pengguna terhadap try out uji kompetensi berbasis web sebesar 88,9% dan uji statistik mendapati p-value 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kebidanan sangat puas terhadap try out uji kompetensi berbasis web.
Efektivitas Senam Dismenore Dan Abdominal Stretching Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Dismenore Primer
Nur Partiwi;
saleha saleha;
Musliha Mustary
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.319 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.48
Gangguan menstruasi yang sering dialami remaja yaitu nyeri haid atau dismenore yang merupakan kram atau nyeri pada perut bagian bawah menjelang menstruasi dan berlangsung dua hari atau selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas nyeri haid pada remaja dismenore primer yang diberi senam dismenore dan abdominal stretching exercise. Penelitian merupakan quasi eksperimental dengan rancangan post-test only control group dilaksanakan di Pondok Pesantren dengan jumlah sampel 36 remaja dismenore primer yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu 12 responden melakukan senam dismenore, 12 responden melakukan abdominal stretching exercise dan 12 responden tidak melakukan apapun (Kontrol). Senam dismenore dan abdominal stretching exercise dilakukan selama 4 hari berturut-turut pada sore hari sebelum hari pertama menstruasi. Selanjutnya dilakukan pengkajian intensitas nyeri haid pada saat hari pertama menstruasi dengan menggunakan kuisioner intensitas nyeri (Numeric Rating Scale). Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok intervensi senam dismenore terdapat 58,3% mengalami nyeri ringan, dan 41,70% nyeri sedang, pada kelompok intervensi abdominal stretching exercise terdapat 66.70% nyeri ringan dan 33.30% nyeri sedang, sementara pada kelompok kontrol terdapat 66.70% mengalami nyeri sedang dan 33.30% nyeri berat. Dengan demikian maka intervensi senam dismenore dan abdominal stretching exercise dapat mengurangi intensitas nyeri haid pada remaja dismenore primer.
FAKTOR RISIKO USIA DAN RIWAYAT ABORTUS DENGAN KEJADIAN ABORTUS
Arnianti Arnianti;
Nurrahmi Umami
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.35 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.49
Abortus adalah ancaman atau hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram, sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Untuk mengetahui faktor risiko usia dan riwayat abortus dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Sawerigading Palopo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di RSUD Sawerigading Palopo yang tercatat dalam rekam medis bulan April sampai Juli sebanyak 414 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel kasus dan sampel kontrol dengan perbandingan 1 : 2 dimana sampel kasus sebanyak 23 orang dan kontrol sebanyak 46 orang, sehingga sampel keseluruhan sebanyak 69 orang dengan menggunakan metode penentuan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data melalui data primer (kuesioner) dan sekunder. Data diolah dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Odds ratio serta ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Usia ibu merupakan faktor risiko kejadian abortus OR = 3,56 (OR> 1) dan riwayat abortus merupakan faktor risiko kejadian abortus OR = 2,97 (OR > 1). Usia dan riwayat abortus merupakan faktor risiko kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Sawerigading Palopo.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MENAATI PROTOKOL KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENCENGAHAN COVID -19 DI KELURAHAN BATUA
Afrida Afrida
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.443 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.50
Corona virus saat ini merupakan penyakit pandemik di seluruh dunia bahkan di Indonesia. Penyebaran penyakit covid-19 dapat dicengah dengan menaati protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menaati protokol kesehatan: mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak sebagai upaya pencengahan covid-19 di kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan pendekatan cross-sectional studi adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 123 sampel, penarikan sampel menggunakan probability sampling. Hasil Penelitian : menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menaati protokol kesehatan sebagai upaya pencengahan covid-19 di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan nilai p=0.424. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menaati protokol kesehatan : mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak sebagai upaya pencengahan covid-19 di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKLENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS PATTINGALOANG MAKASSAR
Adeliana Adeliana
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.325 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.51
Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi dilingkungan Puskesmas Pattingaloang Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak bayi dari usia 0 sampai 12 bulan, sebanyak 165 populasi . Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0 – 12 bulan dan telah terpilih 44 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengn ketidaklengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi 0-12 bulan adalah umur pertamakali mendapat imunisasi ( p = 0,002 < α = 0,05 ), dan jarak ketepat pelayanan kesehatan ( p = 0,001 < α = 0,05 ). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur pertamakali imunisasi dan jarak tempat tinggal dari tempat pelayanan Kesehatan mempengaruhi ketidaklengkapan imunisasi pada bayi di lingkungan kerja Pusksmas Pattingaloang Makassar
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU
Selvia Selvia;
Fanni Astuti;
Sitti Nurintang
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.879 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.52
ASI adalah makanan alami pertama untuk bayi yang memberikan semua vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan oleh bayi untuk pertumbuhan dalam enam bulan pertama dan tidak ada makanan atau cairan lain yang diperlukan. ASI memenuhi setengah atau lebih kebutuhan gizi anak pada tahun pertama hingga tahun kedua kehidupan. Rendahnya pemberian ASI di Indonesia adalah karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI. Masalah ini diperparah dengan gencarnya promosi susu formula dan kurangnya dukungan dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASi di dusun Bonti-Bonti desa Mattoangin kec.Bantimurung kab.Maros tahun 2020 berdasarkan variabel dukungan keluarga (suami),dukungan tenaga kesehatan dan motivasi ibu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan cara pengambilan sampelnya secara total sampling dengan menggunakan data primer,sekunder dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI, tidak ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI dan ada hubungan yang signifikan antara motivasi ibu dengan pemberian ASI
PEMBERDAYAAN LANSIA UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN MELALUI KETERAMPILAN DAUR ULANG DI KAB. GOWA
syaiful bachri;
atri wahyuni
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.148 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.53
Munculnya permasalahan yang dihadapi lansia memerlukan tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka.Dengan demikian kehidupan-kehidupan para lansia tetap sejahtera baik secara lahir maupun batin.Hal ini membutuhkan kepedulian berbagai diataranya yaitu dengan melakukan pemberdayaan lansia.Tujuan Penelitian Ini untuk Untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan lansia untuk peningkatan perekonomian melalui keterampilan daur ulang Di Lingkungan Tamalate Kelurahan Kalegowa Kecamatan Somba Opu. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif.Poulasi pada enelitian ini sebanyak 58 orang orang lansia dan sampel sebanyak 37 orang lansia.Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan tehnik simple random sampling. Hasil peneilitian menunjukan bahwa motivasi lansia pre-tes lebih dominan kategori kurang(75.7%) sedangkan untuk motivasi lansia post-test lebih dominan kategori baik (86.5%), pengolahan kain perca pre-test lebih dominan kategori kurang (78.4%) sedangkan untuk pengolahan kain perca post-test lebih dominan kategori baik (59.5%), tehnik pemasaran pre-test lebih dominan kategori kurang (86.5%),sedangkan untuk tehnik pemasaran post-test lebih dominan kategori baik (62.2%),sedangkan untuk pemberdayaan lansia pre-test lebih dominan kategori kurang (75.7) dan untuk pemberdayaan lansia post-test lebih dominan kategori baik (67.6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran pada kegiatan pemberdayaan lansia untuk peningkatan perekonomian melalui keterampilan daur ulang dikelurahan Kalegowa Kec. Somba Opu menujukan bahwa sebelum (pre-test) dilakukanya kegiatan lebih dominan responden dalam kategori kurang sedangkan setelah (post-test) diberikanya kegiatan responden lebih dominan dalam kategori baik.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN SIKAP CUCI TANGAN YANG BENAR PADA SISWA DI SMK 2 GUNUNG SARI
musaidah musaidah;
Siti Badria;
Nurfadilah Nurfadilah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.355 KB)
|
DOI: 10.58294/jbk.v14i1.54
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, atau bagaimana caranya dan melakukan apa yang biasa dilakukan secara perorangan maupun kelompok dan meminta pertolongan bila perlu. Mencuci tangan adalah kegiatan mebersihkan bagian telapak, penggung tangan dan jari agar bersih dari kotoran dan membunuh kuman penyebab penyakit yang merugikan kesehatan manusia serta membuat tangan harum baunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pemahaman dan sikap cuci tangan yang benar pada siswa SMK Gunung Sari Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian pra-eksperimen dengan one-group pre-test post-test desaign.. Data terkumpul dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 42 orang yang memenuhi kriteria inklusi tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa dari 42 responden diperoleh hasil pretest menunjukkan pemahaman siswa kurang mengenai cuci tangan yaitu 32 responden (76,2%). Setelah dilakukan intervensi penyuluhan, sebagian besar responden menunjukkan hasil baik pada post test yaitu 30 responden (71,4%). Dan 42 responden diperoleh hasil pre test menunjukkan sikap cuci tangan yang tidak benar yaitu 29 responden (69,0%). Setelah dilakukan intervensi penyuluhan, sebagain besar responden menunjukkan hasil baik pada post test yaitu 31 responden (73,8%).