cover
Contact Name
ANA WIGUNANTININGSIH
Contact Email
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Phone
+6285642011114
Journal Mail Official
jurnalmaternal.mh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maternal
ISSN : 25413120     EISSN : 25415085     DOI : http://dx.doi.org/10.54877
The Journal of Maternal particularly focuses on the main problems in the development of the vocational health areas as follows: - Basic Midwifery - Midwifery science - Maternal Health - Public Maternal Health - Reproduction Health - Mother and child health - Nutrition
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II" : 14 Documents clear
ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN BERDASARKAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) PADA REMAJA PUTRI DI STIKES MITRA HUSADA KARANGANYAR Hastutik -; Ana Wigunantiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.751 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.601

Abstract

ABSTRACTThere are four major nutrition problems in Indonesia, namely, Chronic Energy Deficiency, Disorders Caused by Iodine Deficiency, Lack of Vitamin A, and Iron Deficiency Anaemia (Bapelkes Salaman, 2000). One of the groups which becomes malnutrition target is teenagers since in this period it often occurs iron deficiency anaemia, overweight and underweight. Nutritional status in teenagers is very important particularly in to female teenagers since they will be mothers and nutrition need becomes greater for the growth process. If nutrition consumption of the current condition is inadequate, it can cause malnutrition. One of the screening tools toward Chronic Energy Deficiency is by doing measurement of the upper arm circumference. This research is aimed at analysing the haemoglobin levels based on upper arm circumference of the female teenagers.The research method used was observational analysis through cross sectional approach. The research was conducted in STIKes Mitra Husada Karanganyar in January up to April2016. The sample in this research was the first semester students of D3 Midwifery Program Study of STIKes Mitra Husada Karanganyar which was 54 repondents by using accidental sampling. The data were analysed by chi square (X2).The research result shows that most haemoglobin levels which is 35 respondents (64.8%) do not suffer from anaemia (normal), that of upper arm circumference which is 30 respondents (55.6%) have normal size of upper arm circumference. The result of the computation by using chi square (X2) shows that p-value 0.065 (is greater than 0.05) so there is no significant relationship between haemoglobin levels and upper arm circumference.It can be concluded that there is no significant relationship between haemoglobin levelsand upper arm circumference.  Key Words: Analysis, Haemoglobin Levels, Upper Arm Circumference  ABSTRAKDi Indonesia ada empat masalah gizi yang utama yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), kekurangan Vitamin A (KVA), dan anemia gizi besi (Bapelkes Salaman, 2000). Salah satu golongan rawan gizi yang menjadi sasaran adalah remaja, karena pada masa ini sering terjadi masalah anemia defesiensi besi dan kelebihan atau kekurangan berat badan. Status gizi pada remaja sangat penting terutama remaja putri karena remaja putri merupakan calon ibu dan kebutuhan gizi bertambah untuk proses pertumbuhan.Bila pada masa ini konsumsi gizi tidak adekuat maka dapat mengakibatkan kurang gizi. Salah satu alat penapisan terhadap kekurangan energi kronis (KEK) adalah dengan melakukan pengukuran terhadap lingkar lengan atas (LILA). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kadar hemoblobin berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) pada remaja putri.Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di STIKes Mitra Husada Karanganyar pada bulan Januari - April 2016. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswi tingkat I Prodi D3Kebidanan STIKes Mitra Husada Karanganyar yang berjumlah 54 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis chi kuadrat (X2).Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin sebagian besar yaitu sebanyak 35 responden (64,8%) tidak menderita anemia (normal), LILA sebagian besar yaitu sebanyak30 responden (55,6%) mempunyai ukuran LILA normal. Hasil analisis dengan mengunakan chi kuadrat (X2) diperoleh bahwa p-value 0,065 (lebih besar dari 0.05) sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan LILA.Simpulan yang dapat diperoleh yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan LILA. Kata kunci: Analisis, Kadar Hb, LILA
HUBUNGAN PIJAT BAYI DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI Dewi Astriana Putri; Surati Ningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.699 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.607

Abstract

ABSTRACTBabies are individual who have their own needs, such as the amount of sleep time, wake up and crying varies in each baby. This is because the growth and development of nerve cell in infancy are not perfect, so grying stimulus to maximize the growth of nerve cell. One stimulus that could help maximize the growth of nerve cell one of which is to provide for the baby’s sleep time. The purpose of this study was determine the relationship of infant massage with the quality of sleep in infant age 0-3 month. This research is Observational Analytic with Cross  Sectional approach. The population in this study are all mothers of infants aged 0-3 month are healthy in Suko Asih Sukoharjo Maternity Hospital in 2015 . The sampling tecnique with Purposive Sampling determines the number of 30 samples based on the consideration of certain criteria predetermined by the researchers, using a measuring instrument and the observation sheet interview guidelines. Univariate analysis using frequency distribution and bivatiate analysis using the Chi-Square. The result showed that there was a relationship with sleep quality baby massage in aged 0-3 months at Suko Asih Sukoharjo Maternity Hospital. Keywords : baby massage, baby sleep quality  ABSTRAKBayi adalah individu yang mempunyai kebutuhan sendiri, seperti dalam jumlah waktu tidur, bangun, dan menangis yang bervariasi pada setiap bayi. Hal ini di karenakan pertumbuhan dan perkembangan sel - sel saraf pada masa bayi yang belum sempurna, sehingga diperlukan stimulus untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel saraf. Salah satu stimulus yang dapat membantu memaksimalkan pertumbuhan sel saraf salah satunya adalah dengan mencukupi kebutuhan waktu tidur bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pijat bayi dengan kualitas tidur bayi umur 0-3 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian observasionaldengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dan bayi yang berumur 0-3 bulan yang sehat di RB Suko Asih Sukoharjo tahun 2015. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling menentukan jumlah 30 sampel berdasarkan pertimbangan kriteria tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti, alat ukur menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pijat bayi dengan kualitas tidur bayi umur 0-3 bulan di RB Suko Asih Sukoharjo. Kata kunci :Pijat bayi, Kualitas Tidur Bayi
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI DI DUSUN BULU, POLOKARTO, SUKOHARJO Suwarnisih -; Anindhita Yudha Cahyaningtyas
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.062 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.597

Abstract

ABSTRACTOne of the four pillars of the “Safe Motherhood” is family planning services / family planning program as the first pillar, which ensures that each person / couple have information access and family planning services, in order to plan the right time to get pregnant, give birth spacing and number of children. It is hopefulled no unwanted pregnancies. The purpose of this study is to know characteristics identification KB acceptors in preferences of contraception at Bulu Village, Polokarto, Sukoharjo. This research method using descriptive observational method. The population in this study were mothers who use contraception in the Bulu Village, Polokarto, Sukoharjo. Sampling techniques in this research is using saturated sample and there are 39 sample. The results in this research is the type of contraception that most widely used by the acceptor is injection( 64%). The time period of using contraception is the most at 1-5 years (49%). Preferences of contraception based on characteristics of the level of education is the most are junior high school (73%). Preferences of contraception based on the characteristics of age is the most are aged over 35 years (54%) with injection contraceptives. Preferences of contraception based on the characteristics of the most widely parity is parity 1-2 with injection contraceptives (67%). Preferences of contraception based on job characteristics that most of the private sector (62%) with injection contraceptives. The conclusions from this research that the type of contraception that most widely used by the acceptor is injection (64%). Time period of contraception that used by acceptor is at most 1-5 years (49%). Keywords: Acceptor, Preferences of Contraception  ABSTRAKSalah satu dari empat pilar “Safe Motherhood” adalah pelayanan KB/Program keluarga berencana sebagai pilar pertama, yang memastikan bahwa setiap orang/pasangan mempunyai akses informasi dan pelayanan  KB, agar dapat merencanakan waktu yang tepat untuk hamil, jarak melahirkan dan jumlah anak, dengan demikian diharapkan tidak ada kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Identifikasi Karakteristik Akseptor KB dalam Pemilihan Kontrasepsi di Dusun Bulu, Polokarto, Sukoharjo. Metode penelitian  ini menggunakan metode Observasional Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu – ibu yang menggunakan kontrasepsi di dusun Bulu, Polokarto, Sukoharjo. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan sampel jenuh dan jumlahnya ada 39 orang. Hasil penelitiannya yaitu Jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh akseptor yaitu suntik (64 %). Lama penggunaan kontrasepsi yang paling banyak adalah 1 – 5 tahun 49 %. Pemilihan kontrasepsi berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan yang paling banyak adalah SMP dengan kontrasepsi suntik 73 %. Pemilihan kontrasepsi berdasarkan karakteristik umur yangpaling banyak adalah umur lebih dari 35 tahun dengan kontrasepsi suntik 54 %. Pemilihan kontrasepsi berdasarkan karakteristik paritas yang paling banyak adalah paritas 1 - 2 dengan kontrasepsi suntik 67 %. Pemilihan kontrasepsi berdasarkan karakteristik pekerjaan yang paling banyak adalah swasta dengan kontrasepsi suntik  (62 %). Simpulan dari penelitian ini yaitu jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh akseptor yaitu suntik (64 %). Lama penggunaan kontrasepsi akseptor yang paling banyak adalah 1 – 5 tahun 49 %. Kata kunci      : Akseptor, pemilihan kontrasepsi
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI BIDAN DALAM PENATALAKSANAAN PERDARAHAN POSTPARTUM MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN M.Nur Dewi Kartikasari; Angesti Nugraheni; Siti Munawaroh; Sri Anggarini Parwatiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.438 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.608

Abstract

 ABSTRACTUterine atonia is one of the causes of postpartum hemorrhage with 90% of these events can cause death to the mother within 24 hours after birth, thus giving a significant effect on the percentage of maternal mortality. Midwives as a primary care provider on delivery process are required to perform the initial management of emergency cases quickly to prevent complications until death. In the case of Uterine atonia, uterine tamponade with gauze insert an easy way with effectiveness up to 97%. But this gauze tampons cause trauma and infection. The latest updates technique are using balloon tamponade by a condom that filled with fluid. In addition to high effectiveness, the condom catheters reduces the incidence of infection and trauma because the condom material is elastic and sterile. Condom catheter technique is still relatively new and not many midwives who can do it quickly and accurately so that the necessary training and assistance in the management of Uterine atonia midwife current through a condom catheter.Training was held for two days through the stages of lectures and discussions. The lecture was also using audiovisual media in a video recording, and then demonstration directly with one of midwives tried in front of the podium and the last is to provide guidance to midwives one by one to perform the installation of condom catheter and provides tips in order to install skillfully. Participants are midwives in Surakarta and keynote speakers is a obstetrician of Dr Moewardi Hospital which have become national’s speaker for cases - maternal emergency cases.The training activities took place on 24-25 August 2016 at the regional public hospital of Surakarta. Target number of 30 participants received a certificate recognized midwife by IBI. Based on the results obtained by the average pretest knowledge midwife at 77.23 and the mean motivation midwife at 57.96, while after the training and mentoring the results mean knowledge of midwives has risen by 84.00 and the mean motivation midwife at 77.33. The result can be concluded that the training and mentoring enhance the knowledge and motivation of midwives in the management of postpartum hemorrhage with a condom catheter. Keywords: Training and Mentoring, Postpartum Hemorrhage Condom Catheter  ABSTRAKAtonia uteri merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan postpartum dimana90%  kejadian  ini  dapat  menyebabkan  kematian  pada  ibu  dalam  waktu  24  jam  setelah kelahiran bayi sehingga memberi pengaruh yang signifikan terhadap besarnya persentaseangka kematian ibu. Bidan sebagai tenaga kesehatan pertama yang membantu persalinan pada pelayanan kesehatan primer dituntut dapat melakukan penatalaksanaan awal kasus kegawatdaruratan dengan cepat untuk mencegah komplikasi sampai kematian. Pada kasus atonia uteri, tamponade uterus dengan memasukkan kassa merupakan cara mudah dengan efektivitas hingga 97%. Namun tampon kassa ini menyebabkan trauma dan infeksi. Teknik yang update dan terkini untuk tamponade ini menggunakan balon berupa kondom berisi cairan yang dimasukkan kedalam uterus. Selain efektivitas tinggi, kondom kateter ini mengurangi kejadian infeksi dan trauma karena bahan kondom yang elastis dan juga steril. Teknik kondom kateter ini masih tergolong baru dan belum banyak bidan yang dapat melakukannya dengan cepat dan tepat sehingga diperlukan pelatihan dan pendampingan bidan dalam penatalaksanaan atonia uteri terkini melalui kondom kateter. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari melalui tahapan pemberian materi melalui ceramah dan tanya jawab, pemberian pelatihan dengan media audiovisual berupa rekaman video, lalu demonstrasi secara langsung dan salah satu bidan mencoba didepan podium dan terakhir adalah dengan melakukan pendampingan kepada bidan satu persatu untuk melakukan pemasangan kondom kateter dan memberikan tips agar dapat memasang dengan terampil. Peserta adalah bidan Puskesmas di wilayah Kota Surakarta dengan narasumber yaitu Doter Spesialis Obstetri dan Gynekologi dari RSUD Dr Moewardi Surakarta yang telah menjadi narasumber Nasional untuk kasus – kasus kegawatdaruratan maternal. Kegiatan pelatihan berlangsung pada tanggal 24-25 Agustus 2016 di RSUD Kota Surakarta. Jumlah target sasaran 30 peserta bidan mendapatkan sertifikat yang diakui oleh profesi IBI. Berdasarkan hasil pretest diperoleh rerata pengetahuan bidan sebesar 77.23 dan rerata motivasi bidan sebesar 57.96, sedangkan setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan hasil rerata pengetahuan bidan mengalami peningkatan yaitu sebesar 84.00 dan rerata motivasi bidan sebesar 77.33. Hasilnya tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan meningkatkan pengetahuan dan motivasi bidan dalam penatalaksanaan perdarahan postpartum dengan kondom kateter. Kata kunci: Pelatihan dan Pendampingan, perdarahan postpartum, Kondom Kateter
HUBUNGAN KEINTIMAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN POLTEKKES BHAKTI MULIA Chusnul Chotimah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.058 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.599

Abstract

ABSTRACTPremarital sexual behavior among teens tends to increase. This is because teenagers are not ready to face the changes in her, including sex drive starts to increase at this time and is difficult to control. Environmental factors that influence reproductive behavior among adolescents is a family .This research aims to determine whether there is a relationship of family intimacy with premarital sexual behavior in midwifery students. This research uses quantitative analytic observational research with cross sectional approach. The samples used 60 students of D III Midwifery sampling with simple random sampling technique. The independent variable in this research is family intimacy while variable dependentnya premarital sexual behavior. Data were analyzed with chi square analysis. The result showed there is a strong positive relationship and statistically significant between family intimacy with premarital sexual behavior, it can be seen from the value of p = 0.049. The conclusion from this research is there is a relationship between family intimacy with premarital sexual behavior in students Prodi DIII Midwifery Health Polytechnic Bhakti Mulia. Keywords: Family Intimacy, Behavior, Sexual Premarital  ABSTRAKPerilaku seksual pranikah dikalangan remaja cenderung meningkat. Hal tersebut karena remaja tidak siap menghadapi perubahan dalam dirinya termasuk dorongan seks yang mulai meningkat pada masa ini dan sulit dikendalikan. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan keintiman keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa kebidanan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan 60 mahasiswa Program Studi D III Kebidanan dengan teknik sampling simple random sampling. Variabel independent dalam penlitian ini adalah keintiman keluarga sedangkan variabel dependentnya perilaku seksual pranikah. Data dianalisis dengan reanalisis chi square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan positif yang kuat dan signifikan secara statistic antara  keintiman  keluarga  dengan  perilaku  seksual  pranikah,  hal  tersebut  dapat  dilihat dari nilai p = 0.049. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara keintiman keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa Prodi D III Kebidanan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia. Kata Kunci : Keintiman Keluarga, Perilaku, Seksual Pranikah
DESKRIPSI KOMPETENSI MAHASISWA DALAM PRAKTIKUM KEBIDANAN STIKes MITRA HUSADA KARANGANYAR Kurnia Agustin; Yeni Anggraini
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.374 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.796

Abstract

ABSTRACT    .      .   dengan  cross sectional di STIKes Mitra Husada Karanganyar.               . Sampel pada penelitian ini adalah                                                . Instrumen penelitian berupa   Hasil penelitian      Kata kunci: kompetensi, mahasiswa, praktikum kebidanan ABSTRACTThe orientation of midwifery education has changed, midwifery education based on the       cross  sectional  approach. The research  location is  in STIKes Mitra Husada Karanganyar.         mostly good. The aspects of student competence, attitude aspect mostly good, while aspects of  Keywords: competence, student, midwifery practicum
MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR Dwi Astuti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.323 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.604

Abstract

ABSTRACTBackground: breast cancer is a cancer that often occurs in women and BSE attempt to do for the early detection of breast cancer. Objective: to determine differences in motivation to perform breast self-examination (BSE) before and after health education about breast cancer in fertile women in the village Sukolilo district Pati Methods: The type of pre-experimental research design with pre-post test in one group. The population is 309 souls fertile women. Sample of 47 respondents. Test statistic by using wilcoxon test. Result: motivation to perform breast-self examination (BSE) before health education among women of fertile women are mostly in the category of lacking motivation, namely a total of 32 respondents (68,1%), whereas after a given health education mostly in the category of quite as many as 31 respondents (66,0%). Conclusions: there are differences in motivation to perform breast self-examination (BSE) before and after health education in fertile women Wuwur Pati Village.Keywords: motivation, Breast Cancer, Breast Self Examination (BSE) ABSTRAKLatar Belakang : kanker payudara merupakan kanker yang sering terjadi pada perempuandan SADARI merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara. Tujuan: Mengetahui perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang kanker payudara pada wanita usia subur di Desa Wuwur Kabupaten Pati. Metode : jenis penelitian Pra-Eksperimental dengan rancangan Pra-Post Test Dalam Satu Kelompok (One Group Pretest-Postest Design). Populasi dalam penelitian ini adalah 309 jiwa wanita usia subur. Sample sebanyak 47 responden. Uji statistic dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian : motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum pendidikan kesehatan pada wanita usia subur sebagian besar dalam kategori motivasi kurang yaitu sebanyak 32 responden (68,1%), sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak31 responden (66,0). Kesimpulan : ada perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada wanita usia subur di Desa Wuwur RW 1 Kabupaten Pati. Kata kunci: motivasi, kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri,
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI BPM SUPADMI KUNDEN, BULU, SUKOHARJO N. Kadek Sri Eka Putri; Gipfel Remedina
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.854 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.598

Abstract

ABSTRACTHemoglobin (Hb) is a parameter that is generally used to determine the anemia status. The low hemoglobin content indicates anemia. The hemoglobin used is hemoglobin of the third trimester pregnancy because it influences the value of the newborn baby anthropometry like newborn weight (Supariasa, 2012; Madaanet all, 2013). This research is aimed at knowing the relationship of the hemoglobin levels of the third trimester pregnant mothers and newborn weight. The researchmethodusedwasobservational analysis through retrospective approach. The research was conducted in the independent midwife practice of Supadmi, Kunden, Bulu, Sukoharjo in April up to July 2016. The research population was the entire pregnant mothers who delivered in the independent midwife practice of Supadmi, Kunden, Bulu, Sukoharjo in April up to July 2016 by using non probability sampling trough accidental sampling which was37 respondents. The research instrument used for the haemoglobin levels of the third trimester pregnant mothers was through secondary data by observing the mothers’ haemoglobin levels at the third trimester pregnancy, while that of newborn weight was baby scale. The researchresult by using chi square analysis shows that the computation result of c2 observationis 0.330 is 0 greater than 3.481 and the probability value is 0.565 is less than 0.05 so H is accepted and Hais rejected so there is no relationship between hemoglobin levels of the third trimester pregnant mothers and newborn weight. It is obtain contingency coefficient which is 0.094. It can be concluded that the closeness level of the relationship of the hemoglobin levels of the third trimester pregnant mothers and newborn weight is in the very low category. It can be drawn a conclusion that there is no significant relationship between hemoglobin levels of the third trimester pregnant mothers and newborn weight. Key Words: Hemoglobin of Pregnant Mothers, Newborn Weight  ABSTRAKHemoglobin (Hb) adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan status anemia. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Nilai hemoglobin (Hb) yang digunakan adalah Hb pada trimester ketiga, karena berpengaruh kepada nilai antropometri bayi baru lahir diantaranya adalah berat badan (Supariasa, 2012, Madaan dkk, 2013).Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III dengan Berat Bayi Lahir. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Lokasi penelitian dilaksanakan di BPM Supadmi, Kunden, Bulu, Sukoharjo pada bulan April - Juli 2016. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melahirkan di BPM Supadmi, Kunden, Bulu, Sukoharjopada bulan April – Juli 2016  dengan teknik pengambilan sampel adalah menggunakan non probability sampling dengan accidental sampling sebanyak 37 responden. Instrumen penelitian untuk kadar hemoglobin ibu hamil TM III dengan data sekunder dengan melihat data kadar hemoglobin ibu saat hamil pada TM III dan untuk berat lahir bayi dengan timbangan khusus untuk bayi. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi kuadrat yang menunjukkanbahwa hasil perhitungan c2 hitungadalah 0,330 3,481 dan nilai probabilitas adalah 0,565 0  0,05 sehingga H diterima dan Ha ditolak sehingga tidak terdapat hubungan antara kadarhemoglobin ibu hamil trimester III dengan berat bayi lahir. Koefisien kontingensi diperoleh nilai sebesar 0,094. Sehingga dapat disimpulkan tingkat keeratan hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil TM III dengan berat bayi lahir termasuk dalam katagori sangat rendah. Simpulan yang dapat diperoleh yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara hemoglobin ibu hamil TM III dengan berat badan bayi baru lahir. Kata kunci: Hemoglobin Ibu Hamil, Berat Bayi Lahir
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG CUCI TANGAN PADA ANAK SD KRAGILAN MOJOLABAN SUKOHARJO Mutik Mahmudah; Nur Ratih Handayani
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.49 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.610

Abstract

ABSTRACTPreliminary study that writer do at 26th July 2016 to students of Kragilan Elementary School district Mojolaban , the result got still too many students don’t know yet about hand washing correctly. This research arms to find out the effect of healthy education with knowledge about hand washing in Kragilan Elementary School. This research employed a Quasi experimental design using research plan of Pretest-posttest design. The location of research in Kragilan Elementary School on July-Agustus 2016. Sample in this research was taken 31 students of Kragilan Elementary School using sample technique Simple random sampling. Instrument in this research using questionnaire that already be tested of validity and reliability. Data analyze using the paired t-test statistic test. The research result showing up level education of Elementary school students about hand washing before do intervention of healthy education, majority have good knowledge ( 76-100 scores ) as much as 17 respondents ( 55 % ) and after intervention of healthy education majority have good knowledge ( 76-100 scores ) as much as 26 respondents (84 %), with an avarage value knowledge of respondents before being given healthy education as big as 78,09 and after being given healthy education as big as 85,47 with the t statistic was-3989 and P value as big as p (0,000) 0,05 ). The resume in this research was there is an effect of healthy education with knowledge about hand washing in Kragilan   Elementary School district Mojolaban, Sukoharjo. Keyword:healthy education, knowledge, hand washing  ABSTRAKStudi pendahuluan yang dilakukan penulis tanggal 26 Juli 2016 pada siswa SD Negeri Kragilan Mojolaban Sukoharjo, hasil yang didapatkan masih banyak siswa yang belum mengetahui tentang cuci tangan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan cuci tangan pada anak SD Negeri Kragilan. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu atau Quasy Experimental Design dengan rancangan penelitian pretest-posttest design.Lokasi penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kragilan pada bulan Juli – Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 anak SD Negeri Kragilan Kelas IV dengan teknik sampel Simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan anak SD tentang cuci tangan sebelum dilakukan intervensi pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki pengetahuanbaik (skor 76-100) sebanyak 17 responden (55 %) dan setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki pengetahuan baik (skor 76-100) sebanyak 26 responden (84%), dengan nilai rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan sebesar 76 dan sesudah penyuluhan sebesar 83 dengan t hitung adalah -3,989 serta nilai p value sebesar p(0,000)0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan tentang cuci tangan pada anak SD Negeri Kragilan. Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, cuci tangan
“STUDENT FRIENDLY”POS PELAYANAN REMAJA SEHAT Fitria Hayu Palupi; Ilma Widyasari
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.454 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.605

Abstract

ABSTRACTThe teen lifestyle rightnow is so worrying. Most of teenagers have experienced sexual activities since Junior High School. They consider that hugging, holding hands, and kissing are common things to do when they are dating. It, consequently, triggers students to have deviant behaviors, such as drinking alcohol, addicting to drugs or NAPZA, and having free sex. The students actually have been guided through school guidance and counseling to join positive activities. However, it has not been well-realized. By the establishment of “Student Friendly” healthy adolescent service post, it is expected that students are able to do mentoring to their peers in solving reproduction health problems. The outcomes of service community activities are improving students’ knowledge about reproduction health and improving healthy planning generation to the junior and high school students that are mentored by the competent students of STIKes Mitra Husada of Karanganyar who have experienced reproduction health training. By the availability of healthy adolescent service post, the junior and senior high school students can improve and make similar teen groups so that the teens of schools and society are able to actively participate in the adolescent reproduction health and healthy lifestyle. The entire students joining in this activity can be the member of PIK of STIKes Mitra Husada of Karanganyar by which its students as the counselors. ABSTRAKGaya hidup remaja saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Sebagian remaja sejak SMP telah melakukan aktifitas seksual. Mereka menganggap bahwa berpelukan, bergandengan tangan serta berciuman merupakan hal yang wajar dilakukan saat berpacaran. Akibat negatifnya perilaku siswa cenderung menyimpang seperti minum minuman keras, menjadi pecandu narkoba atau NAPZA, serta pergaulan bebas (free sex). Melalui bimbingan konseling dia telah dibimbing untuk mengikuti kegiatan kesiswaan namun belum terlaksana dengan baik. Dengan dibentuknya Student friendly pos remaja sehat maka diharapkan para siswa mampu melakukan pendampingan kepada siswa sebaya dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bagi siswa SMP dan   pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan meningkatkan generasi berencana yang sehat yang didampingi oleh mahasiswa STIKes Mitra Husada Karanganyar yang telah berkompeten serta telah mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi. Dengan adanya pos pelayanan remaja sehat,maka remaja/siswa SMP dan SMA dapat mengembangkan atau membentuk kelompok remaja serupa sehingga remaja di sekolah maupun di masyarakat ikut berperan serta dalam kesehatan reproduksi remaja dan berperilaku hidup sehat. Semua siswa yang mengikuti kegiatan ini menjadi anggota PIK STIKes Mitra Husada Karanganyar dengan mahasiswa sebagai konselor.

Page 1 of 2 | Total Record : 14