Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE"
:
10 Documents
clear
Evaluasi Student Learning Outcome tentang Asuhan Keperawatan pada Program Studi Sarjana Keperawatan di Stikes Surya Global
Kholifah Hasnah;
Gatot Suparmanto
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.448 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.785
AbstrakAsuhan Keperawatan menjadi kompetensi yang penting bagi mahasiswa keperawatan karena merupakan langkah kerja penyelesaian kesehatan pasien saat mahasiswa masuk dalam pendidikan klinik. Kompetensi ini salah satunya diajarkan melalui metode PBL dengan tujuan belajar yang dirumuskan mahasiswa atau disebut dengan student learning outcome. Namun pada student learning outcome, mahasiswa masih kurang merumuskan tentang asuhan keperawatan karena lebih banyak membahas tentang konten ilmu kedokteran dan bidang kesehatan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi student learning outcome (SLO) pada buku blok tutorial yang terkait dengan asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analysis. Objek penelitian ini adalah buku pandun tutorial dan laporan tutorial mahasiswa keperawatan angkatan tahun kedua, ketiga dan keempat. Penelitian ini akan menganalisis konten SLO. Penelitian ini menggunakan 3 koder peneliti yang akan menganalisisi seluruh objek penelitian. Presentasi SLO yang dirumuskan pada konten kalimat keperawatan didapatkan hanya 20% sedangkan yang lainya termasuk pembahasan dengan konten kalimat kedokteran. Konten kalimat kedokteran banyak dibahas dalam diskusi tutorial mahasiswa pada pembelajaran PBL dan dirumuskan sebagai SLO. Kata Kunci : Proses Asuhan Keperawatan, Student Learning Outcome Student Learning Outcome Evaluation of Nursing Care in the Nursing Undergraduate Study Program at Stikes Surya GlobalAbstractNursing care is an important competency for nursing students because it is a step in the completion of patient health when students in clinical education. One of these competencies is through the PBL method with learning objectives formulated by students to as student learning outcomes. In tutorials, students are still lacking to formulate nursing care for the students learn more about the content of medical science and other health fields..This study aimed to determine the student learning outcome on the nursing careblock book. This study used qualitative methods with content analisys. The object of this study was the student tutorial block book and tutorial reports. This study analyzed the contents of SLO about the content of the process of nursing care. Three coders analyzed the entire document research. The SLO presentation which was formulated in the content of nursing sentences was only 20% while the others included discussion with the content of medical sentences. The content of medical sentences is widely discussed in discussions of student tutorials on PBL learning and is formulated as student learning outcome (slo). Keywords: Nursing Process, Student Learning Outcome
HUBUNGAN STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF
Avynas Helvy Subrata;
Dewi Wulandari
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.407 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.775
AbstrakHipertensi sampai sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif. Usia penderita hipertensi makin merentang ke bawah dengan usia 25 - 45 tahun Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stres dengan tekanan darah penderita hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasional, menggunakan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini berjumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling dan analisis data menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara stres dengan tekanan darah sistole dan diastole penderita hipertensi usia produktif dengan nilai p-value 0,032 dan 0,000. Penderita hipertensi dengan stres tinggi memiliki risiko untuk mengalami peningkatan tekanan darah sistole 3,29 kali dan diastole 10 kali dibandingkan dengan penderita yang stresnya rendah. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan tekanan darah, baik sistole maupun diastole pada penderita hipertensi usia produktif.Kata kunci : stres, tekanan darah, hipertensi. THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS AND BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN PRODUCTIVE AGE Abstract Hypertension is still the number one killer disease in Indonesia. Later, the disease does not only attack older people due to degenerative factors but productive age. The age of hypertension sufferers increasingly stretches down to the age of 25 - 45 years. The purpose of this study was to determine the relationship of stress with blood pressure of hypertensive sufferers at productive age in the work area of Kebakkramat 1 Karanganyar Health Center. This research was a quantitative research with observational analytic, using cross sectional approach. The sample of this study was 60 respondents. The sampling technique was by using cluster random sampling and data analysis using cross tabulation. The results showed there was a relationship between stress and systolic blood pressure and diastole of hypertensive patients of productive age with p-values of 0.032 and 0,000. People with hypertension with high stress have the risk to experience an increase in blood pressure of systole 3.29 times and diastole 10 times compared to patients with low stress. Conclusion: there was a significant relationship between stress and blood pressure, both systolic and diastolic in patients with hypertensive productive age.Keywords: stress, blood pressure, hypertension
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Tingkat Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-6 Tahun di TK Cemara 2 Surakarta
PIPI ANONYMA
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.107 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.780
ABSTRAKPerkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Berdasarkan data jumlah seluruh siswa anak didik TK Cemara 2 Surakarta terdapat 72 anak. Dari wawancara dengan beberapa orang tua siswa kebanyakan orang tua siswa berpendidikan tinggi, dan mereka juga mengatakan tidak tahu tentang pola asuh. Dari pernyataan gurunya orang tua banyak yang tidak tahu kalau anak yang pada usia tersebut belum memenuhi tugas perkembangan motorik kasar yaitu seperti melompat, berjalan, menumpuk kubus. Desain penelitian digunakan dalam penelitian anak adalah studi deskriptif analitik yaitu penelitian ini bertujuan memaparkan informasi yang didapat dan pengujian atas hipotesis penelitian yang telah dilakukan.Variabel utama pada penelitian ini adalah pola asuh. Sampelnya yaitu semua ibu-ibu dan anaknya yang berusia 3-6 tahun di TK Cemara 2 Surakarta yang berjumlah 72 respondent. Kebanyakan pola asuh ibu adalah Demokratis sebanyak 27 anak (37,5%), dengan hasil pengukuran perkembangan motorik kasar DDST II dalam kategori normal yaitu sebanyak 16 anak (36,8%), dengan p value 0.016. Ada hubungan pola asuh ibu dengan tingkat perkembangan motorik kasar pada ibu-ibu dan anaknya yang berusia 3-6 tahun di TK Cemara 2 Surakarta. Kata kunci: Pola asuh ibu, perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-6 tahun Relationship Between Maternal Parenting and Gross Motor Development Level in Children Aged 3-6 in TK Cemara 2 Surakarta PIPI ANONYMA1 1 A Lecturer Of Bachelor Of Nursing AKPER Patria Husada Surakarta,p.anonyma@gmail.com,081329123333 ABSTRACT Children's development is greatly influenced by the environment and interaction between children and their parents. The data shows in TK Cemara 2 Surakarta there are 72 students. From the interview to several parents, most parents are highly educated, but they did not understand parenting yet. Most of them do not know that children in this age have not fulfilled gross motor development task such as jumping, walking, stacking cubes. Descriptive analytic study is used as research design aims in describing the information obtained and testing the hypotheses of conducted research. Sampling was taken from all mothers and children aged 3-6 at TK Cemara 2 Surakarta, it was 72 respondent. Most of the respondent applied democratic parenting style as many as 27 children (37.5%), with the results of DDST II gross motor development in the normal category are 16 children (36.8%), p value obtained 0.016.There is a relationship between maternal parenting to the level of gross motor development in mothers and children aged 3-6 at TK Cemara 2 Surakarta. Keywords: mother foster parenting, gross motor development in children aged 3-6
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kebakkramat 1
Bellai Septya Kusumasar
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.976 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.776
ABSTRAKDiabetes mellitus akan meningkatkan stresor pada seseorang yang dapat menimbulkan kecemasan. Risiko terjadi kecemasan cenderung lebih tinggi pada orang yang menderita diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kebakkramat 1 sebanyak 61 responden. Analisis data menggunakan uji chi square dengan batas a = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan X2 hitung X2 tabel (12.580 5.991) dengan nilai p value = 0.002 0.05. Simpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan tingkat kecemasan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kebakkramat 1 Kata kunci : Tingkat Kecemasan, Kadar Gula Darah The Relationship between Level of Anxiety with Blood Glucose Levels in Patients with Diabetes Mellitus Type 2 in Puskesmas Kebakkramat 1 ABSTRACTDiabetes mellitus will increase stressors in someone that can cause anxiety. The risk of developing anxiety tends to be higher in people who suffering from diabetes mellitus. The aim of this study was to determine the relationship between anxiety levels with blood glucose levels in patients with diabetes mellitus type 2. The type of this study was observational analytic with cross sectional approach. The sample of this study were patients with diabetes mellitus type 2 in Puskesmas Kebakkramat 1 as much as 61 Respondents. Data were analyzed using Chi Square test with the limit of a = 0.05. The results of this study showed X2count X2 table(12.580 5.991) with p value = 0.002 a = 0.05. The conclution of this study is there is relationship between anxiety level with blood glucose levels patients with diabetes mellitus type 2 in Puskesmas Kebakkramat 1 Keywords: anxiety level, blood glucose levels
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA
Rismawati -;
Eka Novitayanti
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.14 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.781
Abstrak Salah satu masalah kesehatan yang paling banyak di derita lansia adalah hipertensi. Lansia yang mengalami kecemasan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan tekanan darah pada lansia. Rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 57 responden lansia, dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner Geriatric Anxiety Scale dan alat Sphygmomanomater. Teknik analisa data yang digunakan yaitu menggunakkan chi-square test. Hasil penelitian dengan uji statistik didapatkan P-value sebesar 0.001 0.05 dengan nilai C = 0.488 termasuk kedalam interval (0.26 C 0.50), maka korelasi antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah termasuk kategori derajat asosiasi cukup kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada lansia. Kata Kunci : Kecemasan, Tekanan Darah, Lansia Abstrsct One of the most common health problems in the elderly is hypertension. Elderly who experience anxiety causes an increase in blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship of anxiety with blood pressure in the elderly. The study design uses a quantitative correlational type of research and uses a cross sectional approach. The number of samples in this study were 57 elderly respondents, using purposive sampling. The instrument used consisted of a Geriatric Anxiety Scale questionnaire and a Sphygmomanomater tool. The data analysis technique used is using the chi-square test. The results of the study with statistical tests obtained a P-value of 0.001 0.05 with a value of C = 0.488 included in the interval (0.26 C 0.50), then the correlation between anxiety levels and increased blood pressure including the category of association is quite strong. Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between anxiety levels with increased blood pressure in the elderly.Keywords: Anxiety, Blood Pressure, Elderly
Hubungan Penerapan Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Inap check up di RSUD Karanganyar
Christiana Arin Proborini;
Yeni Nur Rahmayanti
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.599 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.777
ABSTRAK Pelaksanaan discharge planning di akhir pasien akan pulang tentunya tidak akan berjalan optimal. Discharge planning dapat dilakukan ketika pasien masuk dan selama proses perawatan, sehingga pasien memahami tindakan yang tepat untuk perawatan dirinya. Hasil studi pendahuluan masih adanya jumlah pasien yang dirawat inap di RSUD Karanganyar tidak datang kembali untuk kontrol. Discharge planning merupakan bagian penting dari program perawatan klien yang dimulai segera setelah klien masuk rumah sakit sampai dengan pasien pulang dari rumah sakit.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan penerapan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan studi secara cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 81. Instrumen menggunakan data rekam medis pasien.Uji statistik menggunakan Uji Chi Square.Hasil analisis menunjukkan adanya discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar, diperoleh (p value = 0.378). Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan signifikan antara data discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar. Kata Kunci : Discharge Planning, Kepatuhan Pasien, Rawat Inap The Relationship between the Implementation of Discharge Planning and the Level of Compliance for Inpatients at check-ups at Karanganyar District Hospital Christiana Arin Proborini1,Yeni Nur Rahmayanti 2 1 STIKes Mitra Husada Karanganyar. Email:christianaarin123@yahoo.com2 STIKes Mitra Husada, Email: yeninur2004@gmail.com ABSTRACT Discharge planning at the end of the patient's going home certainly will not run optimally. Discharge planning can be done when the patient enters and during the treatment process, so that the patient understands the right course of action for himself The results of the preliminary study still show that the number of patients hospitalized at Karanganyar District Hospital did not come back for control. Discharge planning is an important part of the client care program that starts immediately after the client is admitted to the hospital until the patient is discharged from the hospital. The purpose of this study is to analyze the relationship between the application of discharge planning and the level of compliance of inpatients for control at Karanganyar District Hospital. The research design used was observational analytic study using cross sectional study. The number of samples of this study using the Slovin formula obtained a sample of 81. The instrument used patient medical record data. Statistical tests using the Chi Square Test. The results of the analysis showed a discharge planning with the level of compliance of inpatients for control in Karanganyar District Hospital, obtained (p value = 0.378 ). The conclusion from this study there is no significant relationship between data discharge planning and the level of compliance of inpatients for control in Karanganyar District Hospital. Keywords: Discharge Planning, Patient Compliance, Inpatient
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia di Poli Rawat Jalan RSJD DR. Arif Zainudin Surakarta
YENI NUR RAHMAYANTI
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.062 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.783
ABSTRAKDukungan keluarga bagi penderita skizofrenia merupakan faktor pendukung dalam proses kesembuhan. Penderita skizofrenia yang mendapatkan dukungan dari keluarganya, akan merasa diterima dan dihargai sehingga dapat meminimalkan kejadian kekambuhan pada penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekamuhan pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non – eksperimen dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Insidental Sampling, dengan sampel sebanyak 75 orang. Metode analisa menggunakan uji statistik chi – square, analisa univariate didapatkan nilai p = 0.000 (p 0.05) maka disimpulkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi keluarga penderita skizofrenia agar mengoptimalkan dukungan yang diberi pada penderita. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia Family Support with Ressurence in Schizophrenic Patients in Policlinic RSJD DR. Arif Zainudin Surakarta YENI NUR RAHMAYANTI1 1 A Lecturer Of Bachelor Of Nursing STIKes Mitra Husada Karanganyar, yeninur2004@gmail.com, 085728575771 Family supports is a supporting factor for patient in the process of healing. Patient who getting support for their family can minimize their relapse because they feel accepted and appreciated. The purpose of this study is to see the correlation between the family support and relapse level of the patient with schizophrenia in RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. This research uses quantitative non – eksperimen with descriptive and correlation method using. Insidental sampling technique is alsochosen in this reseachwith takes 75 people as sample. Data analytical method use Chi Square statistics test, univariate analysis p = 0.00 (p 0.005) means there is a family support relationship with relapse of schizophrenia patients. is a family support relationship with relapse of schizophrenia patients. This research is expected to be an additional knowledge of a schizophrenia family in order to increase the support given to the patient. Keywords: Family Support, Relapse, Schizophrenia
Pendekatan Home Care untuk Meningkatkan Dukungan Keluarga dalam Manajemen Tuberkulosis Paru pada Pasien Lanjut Usia : Laporan Kasus
Dwi Surya Supriyana;
Arsita Eka Prasetyawati
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.899 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.778
AbstrakTuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang membutuhkan kedisiplinan dalam pengelolaan pengobatannya. Meskipun telah ada program nasional untuk TB paru, variasi latar belakang biopsikososial pasien dapat mempengaruhi respon dan hasil terapi pasien yang berbeda-beda. Dukungan keluarga adalah faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan manajemen TB paru. Perawatan di rumah adalah salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memberikan perawatan yang holistik dan komprehensif dengan membangun dukungan keluarga. Laporan kasus ini menghadirkan seorang pasien pria lanjut usia yang tinggal dalam sebuah keluarga inti bersama istrinya, yang mengalami batuk yang berkepanjangan. Pasien telah didiagnosis dengan TB paru oleh dokter di puskesmas. Kondisi pasien yang lansia dan hanya tinggal berdua dengan istrinya saja membuat mustahil baginya untuk pergi ke pusat kesehatan masyarakat secara rutin. Kami menyarankan pasien untuk menerima perawatan di rumah didampingi keluarga dan tim perawatan di rumah. Pasien mengalami perbaikan klinis setelah kunjungan perawatan di rumah. Strategi perawatan di rumah ini merupakan peluang penting untuk perawatan pasien TB paru dengan keterbatasan mobilitas, dan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi dan menularkan infeksi pada orang lain.Kata kunci : dukungan keluarga, perawatan holistik dan komprehensif, kunjungan rumah, penyakit infeksi, tuberkulosis paru AbstractPulmonary tuberculosis is an infectious disease that requires discipline in management of the treatment. Even though there has been a national program for pulmonary tuberculosis, the variety in patients’ biopsychosocial background resulted in different patients’ therapy responses and outcome. Family support is an important factor that influences the success of tuberculosis management. Home care is one of the approaches that can be taken to provide holistic and comprehensive care while building family support. This case report presented an elderly male patient who lives in the nuclear family with his wife, who experienced prolonged cough and was diagnosed with pulmonary tuberculosis. Patient’s condition made it impossible to go to the community health center. We advised the patient to receive treatment at home via his family and the home care team. The patient had clinical improvement after the home care visits. This strategy of home care represents an important opportunity for treatment of patients with pulmonary tuberculosis with mobility limitation, and who is at high risk complication and infection to others.Keywords: family support, holistic and comprehensive care, home care, infectious disease, pulmonary tuberculosis
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Kebakkramat 1
Yustiana Yusuf
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.835 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.784
ABSTRAKPenderita diabetes mellitus di seluruh dunia mencapai 90%, sebagian besar disebabkan oleh kelebihan berat badan dan kurangnya aktivitas fisik. Stres dapat mempengaruhi pola hidup seorang penderita diabetes mellitus. Semakin stres maka kadar gula penderita diabetes mellitus penderita semakin tinggi. Penderita diabetes mellitus yang berobat ke Puskesmas Kebakkramat 1 sebanyak 178. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 178 orang, sedangkan sampel penelitian ini adalah sebagian penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kebakkramat 1 sebesar 64 responden. Teknik pengolahan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kebakkramat 1. Hasil analisis menunjukkan p value = 0,000. Terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kebakkramat 1, yaitu semakin tinggi stres penderita diabetes mellitus, maka semakin tinggi kadar gula darahnya atau tidak normal. Kata Kunci: Stres, Kadar gula darah The Relationship Of Stress Level With Blood Glucose Level In Diabetes Mellitus Clients In Puskesmas Kebakkramat 1 Yustiana Yusuf 11 A Student Of Bachelor Of Nursing STIKes Mitra Husada Karanganyar, yustinananina354@gmail.com,081228939899 ABSTRACTDiabetes mellitus sufferers worldwide reach 90%, mostly caused by overweight and lack of physical activity. stress can affect the lifestyle of a person with diabetes mellitus. The more stress the sugar level, the higher the diabetes mellitus sufferer. people suffering from diabetes mellitus who went to Puskesmas Kebakkramat 1 were 178. The study design using observational analytic method with a cross sectional approach, the study respondents were some of the diabetes mellitus clients in Puskesmas Kebakkramat 1 which amounted to 178 respondents, total sample of 64 respondents. Data processing techniques were analyzed by Chi Square test. The results showed that there was a relationship between the level of stress on blood glucose level in diabetes mellitus in Puskesmas Kebakkramat 1. The result of the analysis obtained p value = 0,000. The research is there is relationship stress level with blood glucose level in diabetes mellitus clients in Puskesmas Kebakkramat 1, the higher stress level of clients with diabetes mellitus, the higher blood glucose level or abnormal. Keywords: Stress, Blood glucose level
Pre Eklampsia Kehamilan berhubungan dengan Kejadian BBLR di RSUD Karanganyar
Furi Dwi Wulandari;
Anindhita Yudha Cahyaningtyas
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.174 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.779
ABSTRAKPre eklampsia selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin menjadi terhambat. Janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pre eklampsia kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain case-control. Populasi dari penelitian yaitu ibu yang melahirkan dalam bulan November 2018-Februari 2019 yang mempunyai riwayat pre eklampsia selama kehamilan di RSUD Karanganyar. Jumlah sampel sebanyak 140 responden. Pengumpulan data didapatkan dari rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan batas α = 0,05. Hasil dari penelitian didapatkan dari 70 ibu melahirkan dengan riwayat preeklampsia selama kehamilan di RSUD Karanganyar terdapat 16 bayi (22,9%) dengan BBLR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pre eklampsia kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD Karanganyar Kata Kunci : Pre eklampsia kehamilan, BBLR Pre Eclampsia in Pregnancy associated with the Incidence of Low Birth Weight Infant in RSUD Karanganyar ABSTRACTPre eclampsia during pregnancy causes stunted fetal growth. A fetus that lacks nutrition can cause a baby to be born with a low weight. The aim of this research is to obtain the associaton between pre eclampsia in pregnancy with the prevalence of low birth weight infant (LBW) in RSUD Karanganyar. This research used analytical observation methods with case-control design. The population of this research were the mother who gave birth in November 2018 until February 2019 who had a history of pre-eclampsia during pregnancy. The number of samples were 140 respondent. Data collection was obtained from the patient's medical record. Data were analyzed using the Fisher's Exact Test with a limit α = 0.05. The results of this research obtained from 70 mothers giving birth with a history of preeclampsia during pregnancy at RSUD Karanganyar there were 16 babies (22.9%) with LBW. The conclusion of this research shows there is association between pre eclampsia in pregnancy with the incidence of LBW infant in RSUD Karanganyar Keywords : Pre eclampsia in pregnancy, low birth weight (LBW)