cover
Contact Name
Dewi Wulandari
Contact Email
dewiwulandarimhk@gmail.com
Phone
+6289695098491
Journal Mail Official
stethoscope@stikesmhk.ac.id
Editorial Address
STIKes Mitra Huasada Karanganyar Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Stethoscope
  • JURNAL_ILMIAH_KEPERAWATAN
  • Website
ISSN : 27228118     EISSN : 27234096     DOI : https://doi.org/10.54877
Core Subject : Health,
Stethoscope is a scientific journal contains research publication in nursing science. The focus and scope of Stethoscope is in the field of Nursing Science with the following themes: -Medical surgical nursing -Maternity nusing -Mental health nursing -Nursing communication -Community nursing -Nursing disaster -Nursing emergency -Pediatric nursing
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE" : 10 Documents clear
Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Gempa Bumi di Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Kusdhiarningsih, Betty Kusdhiarningsih
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.989

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat tentang bencana gempa bumi, mengetahui tentang persiapan, tindakan mitigasi hingga evakuasi masyaraklat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Papahan yang berjumlah 2500 kepala keluarga. Sampel dipilih secara random sampling menggunakan Rumus Slovin dengan margin taraf kesalahan 10% sehingga diperoleh sampel sebanyak 97 kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan kuesioner berupa instrumen kesiapsiagaan masyarakat Desa Papahan terhadap bencana gempa bumi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pengetahuan masyarakat dalam kategori baik, kesiapan yang kurang, dan penyelamatan diri yang sedang, dengan total nilai dalam kategori kurang siap. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, bencana, gempa bumi. Community Preparedness for Earthquake Disasters at Papahan Village, Tasikmadu District, Karanganyar District Abstract This study aims to determine the level of community preparedness for earthquake disasters, to know about preparation, mitigation measures and community evacuation in the face of earthquake disasters. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The population in this study were all heads of families in Papahan Village, totaling 2500 families. Samples were selected by random sampling using the Slovin formula with a margin of error of 10% so that a sample of 97 households was obtained. Data collection was carried out by observation, documentation and questionnaires in the form of preparedness instruments for the people of Papahan Village against earthquakes. The data analysis technique used is descriptive analysis using frequency tables. Result of this study is namely community knowledge in the good category, lack of preparedness, and medium self-rescue, with a total value in the less prepared category. Keywords: Preparedness, disaster, earthquake.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang Virus Corona dengan Tingkat Pengetahuan pada Paguyuban Ibu-Ibu Nur Rahmayanti, Yeni; Mirasari, Triana; Yuliana, Nuriyah
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.990

Abstract

Abstrak Pandemi Virus Corona di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (Virus Corona) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Kasus virus corona muncul dan menyerang manusia pertama kali di provinsi Wuhan, China. Awal kemunculannya diduga merupakan penyakit pneumonia, dengan gejala serupa sakit flu pada umumnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pemberian pendidikan kesehatan tentang Virus Corona dengan tingkat pengetahuan ibu-ibu. Penelitian ini dilakukan menggunakan survei deskriptif metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Tempat Penelitian dilakukan di paguyuban PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu-ibu paguyuban PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen pelaksana di ruang auditorium PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen sebanyak 37 orang. Pada sampel penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Diperoleh hasil nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang Covid-19 sebesar 15,45 standar deviasi ± 4,21 dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang Covid-19 sebesar 23,70 standar deviasi ± 3,05 dengan t hitung adalah 10,40 serta nilai signifikansi ?-value sebesar 0,001 oleh karena (p<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan pemberian pendidikan kesehatan tentang Covid-19 dengan tingkat pengetahuan ibu-ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan kesehatan, Covid-19. Providing Health Education on Corona Virus to the Level of Knowledge on the Mothers’ Association Abstract The Corona Virus Pandemic in Indonesia is part of the ongoing 2019 coronavirus disease (Corona Virus) pandemic worldwide. The first cases of the corona virus appeared and attacked humans in Wuhan province, China. The initial emergence was thought to be pneumonia, with symptoms similar to the common flu. The purpose of this study was to determine the relationship between providing health education on Corona Virus and the level of knowledge of mothers. This study was conducted using a descriptive survey quantitative method with a cross-sectional study approach. The research location was conducted at the PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen association. The population in this study were all mothers of the PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen association implementing in the auditorium of PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen as many as 37 people. The sample was taken by total sampling. The results obtained were an average value before being given health education about Covid-19 of 15.45 standard deviation ± 4.21 and after being given health education about Covid-19 of 23.70 standard deviation ± 3.05 with a calculated t of 10.40 and a significance value of ?-value of 0.001 because (p <0.05) then H0 is rejected and Ha is accepted which means that there is a relationship between the provision of health education about Covid-19 and the level of mothers’ knowledge. Keywords: Knowledge, Health education, Covid-19.
Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (Msds) pada Karyawan Konveksi Hari Paningrum, Fatihah; Yuliana, Nuriyah; Wulandari, Tri
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.991

Abstract

Abstrak Keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan yang dialami seseorang pada otot rangka dan berkisar dari sangat ringan hingga sangat menyakitkan. Jika otot mengalami tekanan statis berulang kali dan cukup lama, maka dapat menimbulkan masalah berupa kerusakan sendi, ligamen, dan tendon. Keluhan ini dipicu oleh banyak faktor, antara lain faktor pekerjaan seperti peregangan otot yang berlebihan, postur kerja yang tidak alamiah, gerakan berulang dan lingkungan seperti getaran, tekanan dan suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs) pada karyawan konveksi di CV Berempatjaya Kecamatan Mojolaban. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, responden penelitian adalah karyawan konveksi di CV Berempatjaya dengan diagnosa keluhan muskuloskeletal disorders 35 responden. Teknik pengolahan data dianalisis dengan uji Bivariat Correlation Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs) pada karyawan konveksi di CV Berempatjaya. Hasil analisa diperoleh p-value 0,001 < ? 0,05. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah kepada unit pelayanan kesehatan untuk dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk pembinaan kesehatan pada karyawan konveksi. Kata kunci : postur kerja, muskuloskeletal disorders, karyawan konveksi. The Relationship Between Work Posture and Musculoskeletal Disorders (Msds) Complaints in Convection Employees Abstract Musculoskeletal complaints are complaints that a person experiences in the skeletal muscles and range from very mild to very painful. If the muscles are subjected to static pressure repeatedly and long enough, it can cause problems in the form of damage to joints, ligaments and tendons. These complaints are triggered by many factors, including work factors such as excessive muscle stretching, unnatural working postures, repetitive movements and the environment such as vibration, pressure and temperature. The purpose of this study was to determine the relationship between work posture and complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in convection employees at CV Berempatjaya, Mojolaban District. The research design used a descriptive analytic method with a cross sectional approach, the research respondents were factory workers at CV Berempatjaya with complaints of musculoskeletal complaints diagnosed as many as 35 respondents. Data processing techniques were analyzed with Spearman’s Bivariate Correlation test. The results of the study showed that there is a significant relationship between work posture and complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) on convection employees at CV Berempatjaya, Mojolaban District. The results of the analysis obtained a STETHOSCOPE VOL. 4 NO. 1 - JUNI 2023 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online) 53 p-value of 0.001 < ? 0.05. The recommendations from the result of this study is for health service units to be used as a reference for health development for convection employees. Keywords: working posture, musculoskeletal disorders, employee convection.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Linta Qolbi, Lutvi; Yuliana, Nuriyah; -, Estiningtyas
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.992

Abstract

Abstrak Permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir salah satunya adalah kecemasan. Salah satu terapi yang efektif untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap kecemasan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-post-test design. Samperl penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang menyusun skripsi berjumlah 72 orang diambil dengan sebanyak 20 responden. Pengukuran menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale. Intervensi diberikan sebanyak 8 kali dalam rentang waktu 4 minggu. Uji statistik menggunakan Paired Sample T-test dipatkan nilai thitung 25.812 > ttabel (df 18) 1.734 dan hasil signifikansi P-value sebesar < 0.001 (P-value < 0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap penurunan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: kecemasan, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique, mahasiswa tingkat akhir. Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Therapy on Reducing Anxiety at Final-Year Students Abstract The problem that generally faced by final-year students who are writing their final project is anxiety. One of the effective therapies for dealing with anxiety is the Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy. This therapy is included in the category of relaxation therapy that can reduce anxiety. The purpose of this research was to determine the effect of Spiritual Emotional Freedom Technique therapy on reducing anxiety. This research used a pre-experimental design with a one group pre-test and posttest design approach. The research population was final-year students who were writing thesis for Bachelor of Applied Science Health Information Management and Bachelor of Nursing STIKes Mitra Husada Karanganyar, total of 72 students by applying the sampling technique using purposive sampling, the number of samples in this research were 20 respondents. The research instrument used the Zung Self Rating Anxiety Scale questionnaire. This intervention was given 8 times for 4 weeks. After statistical tests by applying the Paired Sample T-test, the results were tcount was 25.812 > ttable (df 18) 1.734 and significant P-value was < 0.001 (P-value < 0.05), so it could be concluded that there is a significant effect of Spiritual Emotional Freedom Technique therapy on reducing anxiety for final-year students. The final-year students can apply this Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy to conquer the anxiety they have, as a form of complementary therapy that is effective and easy to do independently. Keywords: anxiety, Spiritual Emotional Freedom Technique therapy, final-year students.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi terhadap Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Disabilitas di SLB Negeri Karanganyar Sholekah, Dina; Yudha Cahyaningtyas, Anindhita; Arin Proborini, Christiana
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.993

Abstract

Abstrak Secara global penyandang disabilitas menunjukkan lebih dari 1 miliar atau 15% jiwa, sedangkan data Susenas 2018 penduduk Indonesia mengalami disabilitas 14,2% atau 30,38 juta jiwa. Penyandang disabilitas menunjukkan kesehatan yang buruk, salah satu dari berbagai gangguan kesehatan yang dialami oleh disabilitas yaitu gangguan kesehatan pada daerah gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi terhadap perilaku perawatan gigi pada anak disabilitas di SLB N Karanganyar. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu 54 anak dengan menerapkan teknik total sampling, karena adanya kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 46 anak sebagai responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan kuesioner perilaku perawatan gigi. Hasil analisis untuk pengetahuan mayoritas kurang dan untuk perilaku mayoritas kurang. Nilai p-value 0,074 > 0,05 maka H1 ditolak dan H0 diterima. Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel pengetahuan kesehatan gigi dan perilaku Perawatan gigi tidak signifikan berkorelasi. Kata Kunci: pengetahuan kesehatan gigi, perilaku perawatan gigi, disabilitas. The Level of Dental Health Knowledge on Dental Care Behavior on Children with Disabilities at Slb N Karanganyar Abstract Globally, there are more than 1 billion or 15% of people with disabilities, while the 2018 Susenas data shows that 14.2% or 30.38 million people have disabilities in Indonesia. Persons with disabilities show poor health, one of the various health problems experienced by disabilities, namely health problems in the dental and oral area. The purpose of this study was to determine the relationship between dental health knowledge and dental care behavior in children with disabilities at SLB N Karanganyar. This research used analytic observational with a cross sectional approach. The population in the study was 54 children by applying the total sampling technique, because of the inclusion and exclusion criteria, 46 children were found as respondents. The research instrument used a dental health knowledge questionnaire and a dental care behavior questionnaire. The results of the analysis for the majority’s knowledge are lacking and for the majority’s behavior is lacking. The p-value is 0.074 > 0.05, so H1 is rejected and H0 is accepted. So it can be stated that the variables of dental health knowledge and dental care behavior are not significantly correlated. Keywords: dental health knowledge, dental health behavior, disability.
Hubungan Pola Asuh Keluarga dengan Tingkat Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia Pra Sekolah Anonyma, Pipi; Sastrawijayah, Jemmi
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.994

Abstract

Abstrak Anak prasekolah memiliki masa keemasan (the golden age) dalam perkembangannya disertai dengan terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon dari berbagai aktivitas yang terjadi di lingkunganya. Pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang mengatur dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan. Desain penelitian digunakan dalam penelitian anak adalah studi deskriptif analitik yaitu penelitian ini bertujuan memaparkan informasi yang didapat dan pengujian atas hipotesis penelitian yang telah dilakukan. Variabel utama pada penelitian ini adalah pola asuh. Sampel dalam penelitian ini yang diambil adalah total populasi yaitu semua keluarga dan anaknya yang berusia pra sekolah berjumlah 55 orang. Kebanyakan pola asuh Keluarga terhadap anak adalah permissive dengan hasil pengukuran perkembangan motorik halus DDST II dalam kategori untestable (gagal) yaitu sebanyak 17 anak (28,3%), dengan p-value 0.045, maka p-value < 0,05 sehingga dikatakan ada hubungan pola asuh keluarga dengan tingkat perkembangan motorik halus pada keluarga dan anaknya dengan usia pra sekolah. Kata Kunci: Pola asuh Keluarga, perkembangan motorik halus. Family Parenting Pattern and Fine Motor Development Level on Pre-School Children Abstract Preschoolers have a golden age in their development accompanied by the maturation of physical and psychological functions that are ready to respond to various activities that occur in their environment. The growth and development experienced by children is a series of changes that regulate from one stage of development to another. The research design used was analytic descriptive study. This research aims to present the information obtained and test the research hypotheses. The main variable in this study is parenting style. Total sampling was used to take the sample of the study. The respondents were all families having children on pre-school age, totaling 55 people. Most family parenting styles are permissive with the results of the DDST II fine motor development measurement being in the untestable category (failure), for 17 children (28.3%). The p-value is 0.045 (<0.05). So, it can be concluded that there is a relationship between family parenting pattern and the level of fine motor development in families and pre-school age children. Keywords: Family Parenting Pattern, Fine Motor Development.
Penatalaksanaan Terapi Okupasi Meronce Manik pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori di Rsjd Dr. Arif Zainudin Mitha Rahayu, Indarini; Karlina Megananda, Nadya
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.995

Abstract

Abstrak Gangguan persepsi sensori yaitu persepsi sensori yang diterima panca indra tanpa adanya stimulus eksternal, dengan sering meraskan keadaana yang hanya dapat dirasakan oleh dirinya sendiri atau tidak dapat dirasakan oleh orang lain. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gangguan persepsi sensori adalah terapi okupasi meronce manik-manik. Tujuan mengidentifikasi penatalaksanaan terapi okupasi meronce manik-manik pada pasien gangguan persepsi sensori pendengaran. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan pendekatan nursing process. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel sebanyak 3 subjek. Hasil pengkajian subjek merasa sedih, sering mendengar suara bisikan dari Tuhan, menangis, tertawa dan suara ejekan, suka menyendiri, pengalaman yang tidak menyenangkan seperti kepergian suami, perceraian dan bullying. Hasil pengamatan didapatkan subjek menyendiri, melamun, ekspresi wajah kesal, menjawab dengan intonasi cepat, berbicara melantur dan pandangan melihat ke satu arah. Diagnosis keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori pendengaran. Perencanaan keperawatan yang dilakukan adalah terapi okupasi meronce manik-manik. Peneliti melakukan tindakan keperawatan selama 7 kali pertemuan, faktor yang mempengaruhi perkembangan pasien yaitu usia dan kehilangan. Penatalaksanaan terapi okupasi meronce manik-manik mampu menurunkan tanda gejala pada pasien gangguan persepsi sensori pendengaran. Kata Kunci: terapi okupasi, gangguan persepsi sensori pendengaran. Management of Occupational Therapy Dangling Beads on Patients with Sensory Perception Disorders at Rsjd Dr. Arif Zainudin Abstract Sensory perception disorders are sensory perceptions that are received by the five senses without any external stimulus, often experiencing conditions that can only be felt by oneself or cannot be felt by other people. Therapy that can be done to help reduce sensory perception disorders is occupational therapy using beads. The study is aiming to identify the management of occupational therapy using beads in patients with auditory sensory perception disorders. The design of this research is a descriptive qualitative case study using a nursing process approach. The sampling technique used in this research uses non-probability sampling with a purposive sampling approach. The sample consisted of 3 subjects. The results of the study are: the subjects felt sad, often heard whispers from God, cried, laughed and mocked, stayed alone, had unpleasant experiences such as the departure of their husband, divorce and STETHOSCOPE VOL. 4 NO. 1 - JUNI 2023 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online) 23 bullying. Observation results showed that the subject was withdrawn, daydreaming, had an annoyed facial expression, answered with fast intonation, spoke slurredly and looked in one direction. The nursing diagnosis is auditory sensory perception disorder. The nursing plan carried out was occupational therapy using beads. Researchers carried out nursing actions during 7 meetings, factors that influenced patient development were age and loss. Occupational therapy management using beads can reduce symptoms on patients with auditory sensory perception disorders. Keywords: occupational therapy, auditory sensory perception disorders.
Penatalaksanaan Swedish Massage dan Rebusan Bawang Putih: Masalah Keperawatan Nyeri Akut pada Pasien Hipertensi di Dusun Buweng Lisdianti, Dita; Indah Aderita, Novi
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.996

Abstract

Abstrak Angka prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Tengah meningkat menjadi 68,6%. Masalah yang dihadapi yaitu sakit kepala menjalar ke belakang leher. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengelolaan nyeri terkait masalah perawatan nyeri akut. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengadopsi metode studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, pengukuran, dan pencatatan. Instrumen yang digunakan mencakup format perawatan medis-bedah, perlengkapan medis, serta tabel pengukuran. Subyek penelitian adalah 3 pasien hipertensi di Desa Buweng yang diambil melalui nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil setelah dilakukan swedish massage dan pemberian rebusan bawang putih selama 14 hari pada pagi dan malam didapatkan hasil nyeri akut teratasi sebagian pada subjek 1, masalah teratasi pada subjek 2 dan 3. Kesimpulan: Tindakan swedish massage dan rebusan bawang putih efektif dalam mengurangi nyeri akut pada pasien hipertensi. Kata Kunci: swedish massage, rebusan bawang putih, nyeri akut, hipertensi. Management of Swedish Massage and Garlic Decoction: Nursing Problems of Acute Pain on Hypertension Patient at Buweng Village Abstract The prevalence rate of hypertension in Central Java Province increases to 68.6%.The problems encountered is headaches radiating to the back of the neck. The aim of this study was to investigate pain management related to acute pain care issues. This qualitative descriptive research adopts the case study method, which involves collecting data through observation, measurement, and recording. The instruments used include medical-surgical treatment formats, medical equipment, and measurement tables. The research subjects were 3 hypertension patients at Buweng Village. The results after Swedish massage and garlic decoction for 14 days in the morning and evening showed that acute pain was partially resolved in subject 1, the problem was resolved in subjects 2 and 3. Conclusion: Swedish massage and garlic decoction are effective in reducing acute pain in hypertension patients. Keywords: swedish massage, garlic decoction, acute pain, hypertension.
Kompres Hangat dan Kompres Ramuan Dadap Serep untuk Mengatasi Hipertermi pada Anak di Desa Sanggomo Wahyuningsih, Isna; Setiyaningsih, Ratna
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.997

Abstract

Abstrak Demam adalah suatu keadaan suhu tubuh di atas normal akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Angka kejadian demam di Jawa Tengah pada tahun 2018 mencapai 27,2% (Kemenkes RI, 2019). Jika demam tidak ditangani maka dapat mengakibatkan dehidrasi dan kejang. Tindakan untuk mengatasi demam secara non farmakologi yaitu dengan memberikan kompres hangat dan kompres ramuan dadap serep. Tujuan dilakukan tindakan ini untuk mendeskripsikan penatalaksanaan perawatan demam : kompres hangat dan kompres ramuan dadap serep terhadap anak hipertermi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan subjek penelitian yaitu non-probability sampling dengan pendekatan total sampling. Subjek penelitian adalah anak yang mengalami demam sejumlah 2 anak di desa Sanggomo. Hasil penelitian kedua subjek mengalami panas tinggi disertai batuk pilek, tampak gelisah, mukosa bibir kering, kulit subjek teraba hangat, kulit tampak kemerahan, RR: 24 – 26 x/menit, nadi: 84 - 88 x/menit, suhu: 38,5-39o C. Kesimpulan tindakan pemberian kompres hangat dan kompres ramuan dadap serep dapat menurunkan suhu tubuh. Kata Kunci : kompres hangat, kompres ramuan dadap serep, hipertermi. Warm Compresses and Dadap Serep Herb Compresses to Overcome Hypertermy on Children at Sanggomo Village Abstract Abstract: Fever is a condition where the body temperature is above normal due to an increase in the temperature regulating center in the hypothalamus. The incidence of fever in Central Java in 2018 reached 27.2% (Kemenkes RI, 2019). If fever is not treated it can cause dehydration and seizures. Actions to treat fever non-pharmacologically are by giving warm compresses and compresses made from dadap serep decoction. The purpose of this action is to describe the management of fever care: warm compresses and compresses made from dadap serep for hyperthermic children. The research method used qualitative methods with a case study approach. The technique for selecting research subjects was non-probability sampling with a total sampling approach. The research subjects were 2 children who had fever at Sanggomo village. The results of the research is both subjects experienced high fever accompanied by a cold cough, looked restless, dry lip mucosa, the subject’s skin felt warm, the skin looked reddish, RR: 24 - 26 x/minute, pulse: 84 - 88 x/minute, temperature: 38.5 -39°C. In conclusion, the action of giving warm compresses and dadap serep herb compresses can reduce body temperature. Keywords: warm compress, dadap serep herb compresses, hypertermi
Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Kepuasan Pasien di Bangsal Bedah Hidayatul Maqfiroh, Ana; Nur Rahmayanti, Yeni; Yudha C, Anindhita
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.998

Abstract

Abstrak Keperawatan sebagai bentuk pelayanan profesional merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Pelayanan keperawatan yang berkualitas menjadi faktor penentu tingkat kepuasan pasien. Tuntutan yang tinggi dari masyarakat akan pelayanan keperawatan secara tidak disadari dapat menimbulkan suatu beban kerja bagi perawat. Beban kerja merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Produktivitas tenaga kesehatan dipengaruhi oleh beban kerja yang berlebih, sementara beban kerja tersebut disebabkan oleh jumlah tenaga kesehatan yang belum memadai. Berbagai pengalaman pengukuran kepuasan pasien menunjukkan bahwa upaya untuk pengukuran tingkat kepuasan pasien tidak mudah, karena ada kendala kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kepuasan pasien di bangsal bedah RSUD Kabupaten Karanganyar. Desain penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 41 perawat dan 41 pasien yang didapat dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian uji statistik menggunakan Rank Spearmans diperoleh nilai rrho atau rhitung 0,406 > rtabel 0,308 dan didukung nilai sig. < 0,05 (0,008 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan kepuasan pasien di Bangsal Bedah RSUD Kabupaten Karanganyar. Kata kunci : Beban Kerja, Perawat, Kepuasan Pasien. The Relationship Between Nurse Workload and Patient Satisfaction in the Surgical Ward Abstract Nursing as a form of professional service is an integral part that cannot be separated from overall health care efforts. Quality nursing services are a determining factor in the level of patient satisfaction. The high demands from the community for nursing services can unconsciously cause a workload for nurses. Workload is a factor that influences patient satisfaction. The productivity of health workers is affected by excessive workload, while the workload is caused by an inadequate number of health workers. Various experiences of measuring patient satisfaction show that efforts to measure patient satisfaction levels are not easy, because there are cultural constraints. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse workload and patient satisfaction in the surgical ward of Karanganyar District Hospital. The research design used was correlational with a cross sectional approach. A sample of 41 nurses and 41 patients were obtained using purposive sampling technique. The results of the statistical test using Rank Spearmans obtained the value of rrho or rcount 0.406 > rtable 0.308 and is supported by the sig value < 0.05 (0.008 < 0.05), so it can be concluded that there is a significant relationship between nurse workload and patient satisfaction in the Surgical Ward of Karanganyar District Hospital. Keywords : Workload, Nurses, Patient Satisfaction.

Page 1 of 1 | Total Record : 10