cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
hariyantogracia@gmail.com
Phone
+628121024884
Journal Mail Official
davarjurnalteologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ratu Menten, Komplek Grogol Permai Blok C 41, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Davar: Jurnal Teologi
ISSN : 27229041     EISSN : 2722905X     DOI : https://doi.org/10.55807/davar
Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: Jurnal Teologi adalah Teologi Biblikal Teologi Sistematika Studi Pastoral dan Konseling Kristen Filsafat Kristen Apologetika Pendidikan Kristen (Gereja, Keluarga, dan Sekolah) Manajemen Gereja Kepemimpinan Kristen Sosiologi Agama Misiologi dan Penginjilan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024): Desember" : 5 Documents clear
Pendidikan karakter Kristen di sekolah dalam membangun etika kebebasan berpendapat generasi Z bermedia sosial Kristanto, Samuel Hans; Selviawati, Selviawati; Lie Lie, Tju
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i2.184

Abstract

ABSTRACT Freedom of speech, which is a human right, is misinterpreted by Gen Z as unlimited and uncontrolled freedom so that the statements or comments made on social media no longer pay attention to the norms that apply in society, especially the ethics taught by the Lord Jesus Christ and the Apostles. Therefore, the purpose of writing this article is to offer Christian character education as a solution in building Gen Z's ethics in social media, so that Gen Z can be salt and light for the wider community. This research is qualitative in nature with the method used is library research. The results show that character education correlates with building social media ethics. Teachers in Christian character education play a big role in building Gen Z's social media ethics. That is why honest and integrity teachers must exist in the family, church and Christian education institutions. Teachers become role models for Gen Z in social media. Key words: Christian Character Education, Gen Z, Social Media, Ethics, Freedom of Speech. ABSTRAKKebebasan berpendapat yang merupakan Hak Asasi Manusia disalahartikan oleh Gen Z sebagai kebebasan yang tanpa batas dan tanpa kontrol sehingga pernyataan atau komentar yang dituangkan di media sosial tidak lagi memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat secara khusus etika yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus dan para Rasul. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah menawarkan pendidikan karakter Kristen sebagai solusi dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial, sehingga Gen Z dapat menjadi garam dan terang bagi masyarakat luas. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah library research. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkorelasi dengan membangun etika bermedia sosial. Guru dalam pendidikan karakter Kristen memainkan peran yang besar dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial. Itu sebabnya guru-guru yang jujur dan berintegritas harus ada di dalam lingkungan keluarga, gereja dan institusi pendidikan Kristen. Guru menjadi teladan bagi Gen Z dalam bermedia sosial. Kata kunci: Pendidikan Karakter Kristen, Gen Z, Media Sosial, Etika, Kebebasan Berpendapat.
Makna salib Kristus dalam kekristenan menurut Hilarion Alfeyev dalam tradisi Gereja Orthodox gulo, Mainyer
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i2.114

Abstract

ABSTRACT            This research is a concept of understanding the cross of Christ according to the teachings of Hilarion Alfeyev in the tradition of the Orthodox Church. This research uses a qualitative method, in which the author collects data and information from various sources, for example: through books, journals, and other sources that are relevant to the topic according to the concept of Hilarion Alfeyev's teachings in the Orthodox Church tradition. The cross is generally known as a place of torture, where people who commit crimes (hanged on the cross). Jesus Christ who did not evil, was sentenced to the cross for the sins of mankind. Christ had to be willing to suffer and accept all humiliations for the sake of human salvation. Christ took all the punishments so that mankind would not perish. After this event, Christians no longer considered the cross as a place of punishment or torture, but as a place where humans get salvation. Thus, over time, Christians have made the cross a rite in a worship or as a sacred object in remembrance Christ's sacrifice for mankind. Keywords: Cross, Hilarion Alfeyev, Death of Christ, Salvation, Eschatology. ABSTRAKPenelitian ini merupakan konsep tentang pemahaman salib Kristus menurut ajaran Hilarion Alfeyev dalam tradisi Gereja Ortodox. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penulis mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber, misalnya: melalui buku, jurnal, dan sumber lain yang sesuai dengan topik sesuai konsep ajaran Hilarion Alfeyev dalam tradisi Gereja Ortodox. Salib secara umum dikenal sebagai tempat penyiksaan, tempat orang yang berbuat kejahatan (di gantung diatas kayu salib). Yesus Kristus yang tidak berbuat jahat, namun dijatuhkan hukuman salib karena dosa-dosa manusia. Kristus harus rela menderita dan menerima segala hinaan demi keselamatan manusia. Kristus mengambil segala hukuman supaya manusia tidak binasa. Setelah peristiwa tersebut orang-orang Kristen tidak menganggap lagi salib sebagai tempat penghukuman ataupun penyiksaan, melainkan sebagai tempat dimana manusia mendapatkan keselamatan. Dengan demikian seiring berjalannya waktu, orang-orang Kristen menjadikan salib sebagai ritus dalam sebuah ibadah ataupun sebagai benda suci dalam mengingat akan pengorbanan Kristus bagi umat manusia. Kata kunci: Salib, Hilarion Alfeyev, Kematian Kristus, Keselamatan, Eskatologis.
Menerapkan prinsip service excellent dalam pelayanan gereja berdasarkan Kolose 3:23 Ardiyanto, Yudha; Sartika, Meitha; Meriyana, Meriyana
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i2.158

Abstract

ABSTRACT This study discusses the application of the principle of service excellent in church services based on Colossians 3:23, with a qualitative descriptive approach through a literature review. Service excellent, which is commonly used in the business world, is adapted in the church context to improve the quality of service and congregational engagement. Colossians 3:23 is the theological foundation that encourages church servants to serve with all their hearts, as if for God, not for humans. Through literature analysis, including theological books, trusted scientific journals, and the Bible. This study identifies ways in which churches can implement the principles of excellent service, such as reliability, empathy, and attention to the needs of the congregation. The results of the study indicate that the application of service excellent contributes to increased satisfaction and congregational engagement and strengthens the church community. This study is expected to provide practical guidance for today's churches to implement quality services that are in line with Christian values. Keywords: Service Excellent, Service, Church, Theological, Practical.  ABSTRAKPenelitian ini membahas penerapan prinsip service excellent dalam pelayanan gereja berdasarkan Kolose 3:23, dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka. Service excellent, yang umumnya digunakan dalam dunia bisnis, disesuaikan dalam konteks gerejawi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keterlibatan jemaat. Kolose 3:23 menjadi landasan teologis yang mendorong pelayan gereja untuk melayani dengan segenap hati, seolah-olah untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Melalui analisis literatur, termasuk buku-buku teologi, jurnal ilmiah terpercaya, dan Alkitab. Penelitian ini mengidentifikasi cara-cara gereja dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip service excellent, seperti keandalan, empati, dan perhatian pada kebutuhan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service excellent berkontribusi pada peningkatan kepuasan dan keterlibatan jemaat serta memperkuat komunitas gereja. Penelitian ini diharapkan memberikan panduan praktis bagi gereja masa kini untuk menerapkan pelayanan berkualitas yang selaras dengan nilai-nilai Kristen. Kata kunci: Service Excellent, Pelayanan, Gereja, Teologis, Praktis.
Dampak metode mengajar terhadap pembentukan karakter siswa dI SMA Kasih Bagi Bangsa Simanungkalit, Penni Ani; Margiat, Daud; Panggabean, Ronio Otniel
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i2.183

Abstract

ABSTRACTStudent character is an important aspect in education that plays a role in shaping individual morals, ethics, and personality. Teaching method is one of the strategies in the learning process used to achieve learning objectives. This study aims to determine the impact of teaching methods on the formation of student character at SMA Kasih Bagi Bangsa. The research approach is descriptive quantitative using a Likert model questionnaire on 81 students and validity testing is carried out using Pearson's product moment correlation and reliability testing using the Alpha Cronbach formula. The results of the analysis show that the teaching method on character formation shows a t-value of 8.455 and a p value (Sig) of 0.000 which is below alpha 5% with a determinant coefficient of 0.379. This means that the teaching method has an influence on character formation of 37.9%. While the remaining 62.1% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Method, Teaching, Character building, SMA Kasih Bagi Bangsa. ABSTRAKKarakter siswa merupakan aspek penting dalam pendidikan yang berperan dalam membentuk moral, etika, dan kepribadian individu. Metode mengajar adalah salah satu strategi dalam proses pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak metode mengajar terhadap pembentukan karakter siswa di SMA Kasih Bagi Bangsa. Pendekatan penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket model Likert terhadap 81 siswa dan dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan korelasi product moment dari Pearson dan pengujian reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode mengajar terhadap pembentukan karakter  menunjukkan nilai t hitung 8,455 dan p value (Sig) sebesar 0,000 yang di bawah alpha 5% dengan koefisien determian 0,379. Hal ini berarti metode mengajar memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter sebesar 37,9%. Sedangkan sisanya 62,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Metode, Mengajar, Pembentukan karakter, SMA Kasih Bagi Bangsa.
Pengaruh penerapan nilai-nilai Kristiani terhadap kualitas iman siswa SMP Mardi Waluyo Saputro, Mihardo; Paat, Willy Herry; Harefa, Fajar Kurnia
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i2.185

Abstract

ABSTRACTEducation is a conscious and planned effort that functions to develop the potential of students through a process to have spiritual religious strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and the necessary skills. This study aims to determine the effect of the application of Christian values on the faith of students at SMP Mardi Waluyo. The research approach is descriptive quantitative using a Likert model questionnaire on 200 students and validity testing is carried out using Pearson's product moment correlation and reliability testing using the Alpha Cronbach formula. The results of the analysis show that the application of Christian values to the quality of students' faith shows a t-value of 4.657 and a p value (Sig) of 0.000 which is below alpha 5% with a coefficient of determination of 0.405. This application of Christian values has an influence on students' faith by 40.5%. While the remaining 59.5% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Christian values, Quality of faith, Students, SMP Mardi Waluyo. ABSTRAKPendidikan merupakan usaha sadar dan terencana yang berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui proses untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan nilai-nilai kristiani terhadap iman siswa di SMP Mardi Waluyo. Pendekatan penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket model Likert terhadap 200 siswa dan dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan korelasi product moment dari Pearson dan pengujian reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai kristiani terhadap kualitas iman siswa menunjukkan nilai t hitung 4,657 dan p value (Sig) sebesar 0,000 yang di bawah alpha 5% dengan koefisien determian 0,405. Hal ini penerapan nilai-nilai kristiani memberikan pengaruh terhadap iman siswa sebesar 40,5 %. Sedangkan sisanya 59,5 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Nilai-nilai kristiani, Kualitas iman, Siswa, SMP Mardi Waluyo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5