cover
Contact Name
widhadi awp
Contact Email
widhadi.awp@unipasby.ac.id
Phone
+6285736033463
Journal Mail Official
stigma@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stigma : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa
ISSN : 14121840     EISSN : 26219093     DOI : https://doi.org/10.36456/stigma.15.01
Core Subject : Education,
Jurnal STIGMA adalah jurnal ilmiah Biologi dan Biologi Terapan yang memuat artikel-artikel ilmiah. Jurnal STIGMA diterbitkan oleh Program Studi Biologi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Terbit dua kali dalam satu tahun (April-Juli dan September-Desember), Jurnal ini memfasilitasi penelitian dengan tema Biologi Umum, Biologi Terapan, Bioteknologi, Aplikasi Ilmu Biologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUNGA, DAUN DAN AKAR KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis) TERHADAP HISTOLOGI TESTIS MENCIT (Muss muscullus) D. Febrianti; Sukarjati Sukarjati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol8.no02.a1581

Abstract

Kembang sepatu ( Hibiscus rosa sinensis) merupakan salah satu tanaman herbal. Pada bagian bunga memiliki kandungan flavonoid, pada bagian daun mengandung saponin dan flavonoid sedangkan pada bagian akar mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Senyawa flavonoid, saponin, dan tanin ini merupakan senyawa yang berfungsi sebagai antifertilitas untuk kaum pria. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh ekstrak bunga, daun, dan akar kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) terhadap histologi testis mencit ( Mus muscullus). Sampel penelitian ini adalah testis mencit sebanyak 27 ekor dengan berat badan 20-30 gram, berumur 2,5 bulan. Mencit di bagi 3 kelompok, masing-masing kelompok dibagi 3 perlakuan. Adapun perlakuan yang diberikan adalah ekstrak bunga, ekstrak daun, dan ekstrak akar kembang sepatu dengan konsentrasi 0mg/kg bb, 150 mg/kg bb dan 300 mg/kg bb. Pemberian ekstrak dilakukan 35 hari lamanya. Pada hari ke 37 mencit di bedah untuk diambil cauda testisnya untuk diamati histologi testis pada mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK). Pengamatan histologi testis mencit meliputi jumlah sel spermatogonia, sel spermatosit, sel spermatid, dan sel leydig dengan menggunakan mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) Satu arah. Hasil dari penelitian ini menujukkan ada pengaruh ekstrak bunga, daun, dan akar kembang sepatu terhadap jumlah sel spermatogonia (P<0,05), jumlah sel spermatosit (P<0,05), jumlah sel spermatid (P<0,05) dan jumlah sel leydig (P<0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun dengan konsentrasi 300 mg/kg bb adalah perlakuan yang optimal dalam menurunkan jumlah sel spermatogonia, jumlah sel spermatosit, jumlah sel spermatid dan jumlah sel leydig.
PEMBUATAN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI MENGGUNAKAN METODE SENTRIFUGASI I.A.K Pramushinta
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 9 No 02 (2016)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol9.no2.a1595

Abstract

Penelitian ini pembuatan biji bunga matahari dengan menggunakan sentrifugasi dengan melakukan perendaman biji bunga matahari dengan berbagai variasi perlakuan. Pada hasil rendaman dengan perbandingan 1:5 tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) dengan lama waktu menggunakan sentrifugasi. Sedangkan perlakuan dengan perbandingan 1:10 berpengaruh secara signifikan (P<0,05) dengan lama waktu menggunakan sentrifugasi. Sentrifugasi menggunakan perlakuan waktu perputaran 5,10,15,20, dan 25 menit dengan perputaran 1000, 2000 dan 3000 rpm. Hasil penelitian ini semakin tinggi perputaran dan waktu perputaran maka akan berpengaruh terhadap pemisahan biji bunga matahari. Kata kunci : Minyak biji bunga matahari, Sentrifugasi
KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN KUPU-KUPU DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN IRENGGOLO KEDIRI Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1658

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai keragaman kupu-kupu di kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo Kediri pada bulan Februari hingga Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan database tentang keragaman dan kelimpahan kupu-kupu di kawasan Wisata ini. Metode yang digunakan untuk mengkoleksi kupu-kupu adalah dengan metode VES. Kupu ditangkap menggunakan jaring serangga dan dikoleksi menggunakan kertas papylote. Semua spesies diidentifikasi di laboratorium zoology dan dikonsultasikan pada ahli. Data keragaman kupu dianalisis menggunakan indeks Shanon Winner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 35 spesies kupu dengan total jumlah 1.622 individu. Berdasarkan analisis kuantitatif, disimpulkan bahwa meskipun kekayaan individu tinggi, namun derajad kemelimpahan masing-masing spesies rendah. Adapun spesies yang derajad kelimpahannya cukup adalah Hasora taminatus (14,5) dan Chilades pandava (16,5). Untuk menjaga kelestarian jenis kupu dan menjaga kemelimpahannya, perlu dilakukan edukasi kepada pengunjung agar tetap menjaga keberadaan tumbuhan liar di kawasan wisata Air Terjun Irenggolo Kediri. Kata kunci: Keanekaragaman kupu, media belajar
APLIKASI CANGKANG DAN DAGING KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Vivin Andriani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1659

Abstract

Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik yang tidak termasuk hara atau nutrien. Zat tersebut dapat bersifat mendukung (promote), menghambat (inhibit) dan dapat merubah proses fisiologi pada tumbuhan. Bahan baku yang dapat digunakan sebagai ZPT antara lain keong mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair daging, cangkang serta kombinasi daging dan cangkang keong mas dalam pertumbuhan dan kandungan klorofil tanaman selada. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu pupuk cair daging keong mas (D), pupuk cair cangkang keong mas (C) dan kombinasi daging dan cangkang keong mas (DC) dengan masing-masing konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 15% dan 25%. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, lebar daun, tinggi tanaman, dan kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman selada setiap perlakuan berpengaruh signifikan pada jumlah daun, lebar daun, tinggi tanamn dan kandungan klorofil. Pemberian pupuk keong mas memberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal pada parameter pertumbuhan adalah perlakuan DC 15% dan kandungan klorofil adalah D 25%. Kata Kunci: ZPT, Pupuk cair, Keong mas, Pertumbuhan, Klorofil
PENGGUNAAN MIKROOGRANISME LOKAL (MoL) DAUN SIRIH MERAH (Piper porphyrophyllum N.E.Br.) DAN BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) UNTUK MENGENDALIKAN INVASI KEPIK HITAM (Paraeucosmetus pallicornis Dallas) PADA TANAMAN PADI Inrianti Inrianti; Sepling Paling
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1660

Abstract

Kepik Hitam merupakan salah satu hama yang menginvasi bulir padi sehingga menyebabkan produksi padi menjadi rendah dan kualitas beras yang dihasilkan juga rendah. Kualitas beras yang rendah akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani yang ada di beberapa daerah di Indonesia dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap tingkat perekonomian bangsa dan negara. Untuk itu, tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui daya bunuh Mikroorganisme Lokal (MoL) daun sirih merah dan larutan MoL biji srikaya dalam mengendalikan serangan hama kepik hitam yang menyerang malai padi. Penelitian dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu pembuatan MoL, perbanyakan serangga uji, dan uji efektifitas MoL pada kepik hitam. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Variance (ANAVA) melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji LSD/BNT. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penggunaan larutan MoL daun sirih merah 3% melalui kontak makanan kepik hitam dengan cara perendaman malai padi selama 2 hari menunjukkan tingkat mortalitas kepik hitam yang lebih tinggi yaitu 92,5% dibandingkan dengan perlakuan melalui kontak integumen dengan cara penyemprotan yaitu sebesar sebesar 82,5%. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan dalam mengidentifikasi metabolit sekunder mikroba yang terdapat dalam larutan MoL daun Sirih merah dan larutan MoL ekstrak biji Srikaya yang berperan untuk mematikan kepik hitam. Kata Kunci: Kepik Hitam, Sirih Merah, Srikaya, Mikroorganisme Lokal (MoL), Tanaman Padi
KINERJA BENIH LELE YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN SERBUK SPIRULINA Ria Putri Kusumaning Ayu; Pungky Slamet Wisnu Kusuma
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1661

Abstract

Feed is an important element that can support the growth and survival of fish. Feed that is suitable for nutrition and high digestion value can support maximum growth in cultivated fish. S. plastensisis a type of cyanobacteria that contains nutrients such as proteins, essential fatty acids, minerals, vitamins, and antioxidants. This study aims to determine the effect of the addition S. plastensis powder in feed on the growth, SR and FCR of catfish seeds. Experimental study with 5 treatments and 5 replications, treatment A (S. plastensis powder 0 g / kg feed), treatment B (S. plastensis powder 2 g / kg feed), C treatment (S. plastensis powder 3 g / kg feed) and treatment D (S. plastensis powder 4 g / kg feed), and E treatment (S. plastensis powder 6 g / kg feed). Feed is given twice, every morning and evening for 35 days. The results showed the addition of S. plastensis powder to the feed could have a significant effect (P
REDUKSI JUMLAH BIJI CABAI RAWIT (Capsicum frutescents) DENGAN MENGGUNAKAN SARI AKAR ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Ferdia Windarti; Tatang Sopandi
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1662

Abstract

Cayenne pepper is one of the important economic agricultural commodities and is widely used in the food industry. However, the presence of cayenne pepper seeds is not favored by some people because if consumed can cause digestive disorders. Giberelin is one of the growth regulating substances commonly used to produce seedless fruit growth. This study aims to explore the effect of water hyacinth root extract (Eichhornia crassipes) on plant height, yield and number of cayenne pepper seeds. The study was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) of 4 extract treatments, namely 0 g / l (control), 25 g / l, 50 g / l, and 75 g / l of water hyacinth root extract, each of which was repeated six times. The results of this study indicate that the provision of water hyacinth root extract can increase plant height and yield but reduce the amount of cayenne pepper seeds. The concentration of water hyacinth root extract 75 g / l is the best water hyacinth root extract that can produce an average plant height of 65.67cm, an average yield of 206.50 fruits per plant with an average fruit yield of 170.17 gram per plant and the average number of seeds is 31.17 seeds per cayenne pepper. This study concluded that the root extract of goiter water can reduce the number of seeds and increase plant height and yield of cayenne pepper. Keywords: cayenne pepper, giberelin hormone, water hyacinth and cayenne pepper seeds.
Kadar Total Pigmen Klorofil Tanaman Avicennia marina Pada Tingkat Perkembangan Daun yang Berbeda P. S. ajiningrum
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorofil a, kadar klorofil b, kadar klorofil total, rata-rata luas daun api-api (Avicennia marina) dan hubungan keduanya pada tingkat perkembangan daun yang berbeda. Kandungan klorofil diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ 649 dan 665 nm. Kadar klorofil total dihitung dengan rumus Wintermans dan De Mots. Untuk menghitung luas daun digunakan metode gravimetri. Data hasil penelitian yang meliputi perhitungan kadar klorofil total dan luas daun dianalisis untuk mengetahui korelasi antar keduanya menggunakan korelasi bivariat pada taraf signifikan 5% dengan aplikasi spss. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kandungan klorofil a, klorofil b dan klorofil total daun api-api berbeda pada tiga daerah perkembangan yang berbeda, yaitu ujung, tengah dan pangkal daun. Rata-rata klorofil total terendah terdapat pada ujung daun yaitu sebesar 5,4 mg/L, sedangkan jumlah yang tertinggi terdapat di bagian pangkal daun yaitu 12,4 mg/L. Rata-rata jumlah luas daun terendah terdapat pada ujung daun yaitu sebesar 25 cm2, sedangkan rata-rata jumlah luas daun tertinggi terdapat pada bagian pangkal yaitu sebesar 112 cm2. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata luas daun bertambah seiring dengan tingkat perkembangan daunnya. Berdasarkan hasil output yang dihasilkan dari analisis bivariat, hubungan korelasi antara kadar klorofil total dan luas daun ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi 0,948, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara luas daun dan kadar klorofil total yang artinya jika luas daun bertambah di setiap tingkat perkembangan daunnya, maka kandungan klorofil totalnya juga akan semakin meningkat. Kata Kunci: Avicennia marina, klorofil a, kadar klorofil b, klorofil total, luas daun
Pemanfaatan Pupuk Organik Kulit Pisang Dan Azolla Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat Dengan Sistem Akuaponik Maria Sastriana; Ngadiani Ngadiani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1854

Abstract

The aim of this study was to compare the organic fertilizer of azolla pinnata and banana peel and a combination of azolla pinnata and banana peel with the same concentration of 800 ppm to the weight of harvest and the chlorophyll content of ground spinach (Ipomoea reptans Poir.). The experiment was carried out experimentally using a completely randomized design with control treatment, 800 ppm azolla pinnata, 800 ppm banana skin and a combination of azolla pinnata and banana peels 800 ppm which were repeated 6 times each. The application was carried out by pouring 800 ppm of azolla pinnata, 800 ppm of banana peel and a combination of azolla pinnata and 800 ppm banana peel on each gutter. The results showed that azolla pinnata and banana peel nutrition had a significant effect (P <0.05) on harvest weight and chlorophyll content of ground spinach plants (Ipomoea reptans Poir.). Nutrition azolla pinnata and banana peel with a concentration of 800 ppm can increase the weight of the land spinach (Ipomoea reptans Poir.) Which has the highest average. In testing the chlorophyll content, the results of chlorophyll a content, chlorophyll b content and the highest total chlorophyll content was found in azolla pinnata 800 ppm nutrition. The results of this study concluded that 800 ppm azolla pinnata, 800 ppm banana peel and 800 ppm combination of azolla pinnata and banana peel in the growth of ground spinach plants (Ipomoea reptans Poir.) Were effective to increase harvest weight and increase chlorophyll content of land spinach (Ipomoea reptans Poir.) Namely chlorophyll a, chlorophyll b and total chlorophyll of land spinach plants (Ipomoea reptans Poir.). Keywords: ground kale, azolla pinnata, banana peel, harvest weight, test of chlorophyll content, chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll.
Lama Perendaman Benih Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) Dalam Larutan Mikroorganisme Lokal (MoL) Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap Viabilitas Benih Inri Inri; Sepling Paling; Ida Alua
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1855

Abstract

Tanaman sawi hijau merupakan salah satu tanaman sayur-sayuran yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga diperlukan suatu perlakuan teknologi budidaya agar produksi tanaman sawi hijau tidak menurun. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penggunaan benih yang berkualitas melalui peningkatan viabilitas benih yand diintegrasikan dengan agen hayati yaitu mikroorganisme lokal dari bonggol pisang. Tujuannya untuk mencegah kerusakan benih akibat adanya fungi atau cendawan, dan untuk mematahkan dormansi pada benih karena penyimpanan yang terlalu lama. Pada akhirnya dapat mempercepat perkecambahan benih sawi hijau. Penelitian ini dilakukan di kampung Pikhe, Wamena menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perendaman 2 jam, 4 jam, dan 6 jam menunjukkan potensi tumbuh benih dan daya berkecambah beni yang paling cepat. Namun demikian perendaman 6 jam paling direkomendasikan karena menunjukkan viabilitas benih yang paling baik. Sedangkan perendaman benih selama 8 jam dan 10 jam tidak menunjukkan viabilitas benih yang baik. Untuk itu, disarankan untuk melakukan perendaman benih sawi hijau selama 6 jam sebelum ditanam dan tidak direkomendasikan untuk melakukan perendaman lebih dari 10 jam karena hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap viabilitas benih sawi hijau. Kata Kunci: Sawi hijau, Perendaman, Mikroorganisme Lokal, Viabilitas, Pisang Kepok

Page 9 of 17 | Total Record : 163