Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN KUPU-KUPU DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN IRENGGOLO KEDIRI Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 02 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no02.a1658

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai keragaman kupu-kupu di kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo Kediri pada bulan Februari hingga Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan database tentang keragaman dan kelimpahan kupu-kupu di kawasan Wisata ini. Metode yang digunakan untuk mengkoleksi kupu-kupu adalah dengan metode VES. Kupu ditangkap menggunakan jaring serangga dan dikoleksi menggunakan kertas papylote. Semua spesies diidentifikasi di laboratorium zoology dan dikonsultasikan pada ahli. Data keragaman kupu dianalisis menggunakan indeks Shanon Winner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 35 spesies kupu dengan total jumlah 1.622 individu. Berdasarkan analisis kuantitatif, disimpulkan bahwa meskipun kekayaan individu tinggi, namun derajad kemelimpahan masing-masing spesies rendah. Adapun spesies yang derajad kelimpahannya cukup adalah Hasora taminatus (14,5) dan Chilades pandava (16,5). Untuk menjaga kelestarian jenis kupu dan menjaga kemelimpahannya, perlu dilakukan edukasi kepada pengunjung agar tetap menjaga keberadaan tumbuhan liar di kawasan wisata Air Terjun Irenggolo Kediri. Kata kunci: Keanekaragaman kupu, media belajar
Identifikasi Jenis Tumbuhan dari Famili Asteraceae Di Kawasan Wisata Irenggolo Kediri Ida Rahmawati; Tutut Indah Sulistiyowati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 14 No 01 (2021)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.14.01.3614.40-47

Abstract

Irenggolo is a waterfall tourism area located in the Wilis Mountains. This area has a fairly good diversity of flora, one of which is Asteraceae family. This family has very divers in members. Research on Asteraceae plants in this area never been carried out. The purpose of this study was to determine the type of plants from the Asteraceae family that live in the Irenggolo Kediri. Methode for sampling using Visual Encounter Survey technique in four different areas. Observation results obtained 13 species of plants from Asteraceae family with three tribes, that are Sphagneticola trilobata, Galinsoga parviflora, Crassocephalum crepidioides, Cosmos sulphureus, Tagetes erecta, Sonchus wightianus, Conyza bonariensis, Ageratum conyzoides, Dahlia pinnata, Bidens pilosa, Zinnia elegans, Chromolaena odorata, serta Eupatorium capillifolium.
DIFFERENCE OF MODERATE AND HARD-BRISTLED TOOTHBRUSH IN PREVENTING PLAQUE AMONG SCHOOL CHILDREN Karsum Udin; Bedjo Santoso; Ida Rahmawati; Emilda Sari; Dedy Dedy
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Oral health is very important, some oral and dental problems occur because we do not maintain oral hygiene and teeth. Plaque is a major etiologic factor of caries and periodontal disease. Efforts to prevent plaque buildup is called plaque control, by mechanical, chemical and natural, mechanical ventilation is a tooth brush. In general, the bristles are soft, moderate, and hard. Aims: This research aims to know the differences using a moderate and hard-bristled toothbrush against plaque. Methods: This is a quasi-experiment with pretest-post-test control group design between the bristles medium and hard bristles using independent test T-test. Conclusion: There is a difference of tooth brushing plaque by using the medium tough and hairbrush medium tough hairbrush and hairy on the students of class VII B and VII C in Public Junior High School 3 Banjarbaru. The use of hard bristled toothbrushes is better 72.22% than the use of medium toothbrushes is only 47.37%. But a hard hairy toothbrush can cause gums to drop (recession gingival) if done continuously. 
EFEKTIVITAS HEARING CONSERVATION PROGRAM TERHADAP PENCEGAHAN PENINGKATAN AMBANG DENGAR DI INDUSTRI MANUFAKTUR Ida Rahmawati; Yuliani Setyaningsih; Ekawati Ekawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 6, No 5 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.934 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v6i5.22092

Abstract

Increased hearing threshold is acute or chronic hearing loss caused by noise exposure that it can reduce the ability of auditory sense function. The hearing threshold in people can be detected by doing an audiometric test to determine hearing ability in certain intensity. Based on preliminary studies, one manufacturing industry in Semarang, Central Java has implemented the Hearing Conservation Program, one of the efforts to control the potential noise hazards. The aim was determine the relationship between the effectiveness of the Hearing Conservation Program implementation with an increased hearing threshold for workers. The research design was descriptive analytic with cross sectional approach. The sampling technique used a total sampling of 26 respondents who were workers in the work area with noise>85 dBA, and had done audiometry tests. The research instruments used were questionnaires and observation sheets from the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) in A Practical Guide to Effective Hearing Conservation Programs in the Workplace with publication number 90-120 Appendix A, namely OSHA Noise Standard Compliance Checklist. Statistical analysis using the Rank Spearman. The results was no relationship age (p-value 0.607), and work period (p-value 0.162), and disease history (p-value 0.282) increase threshold in manufacturing industry workers. The application of the Hearing Conservation Program in the manufacturing industry in this case includes an effective one with a work <5% that is equal to 0.38%. Researchers to conduct safety briefings on workers who are in a very high work area and provide benefits for personal protective equipment while working.
Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (LEKSIA) Sebagai Sarana Tular Nalar di Masa Pandemi COVID-19 Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Violita siska Mutiara; Mika Oktarina; Ida Rahmawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.6338

Abstract

Revolusi industri 4.0 dan pandemi COVID-19 memaksa manusia untuk melakukan perubahan dan adaptasi kebiasaan baru. Tsunami informasi kesehatan mengakibatkan banyaknya informasi dan berita-berita hoaks yang tersebar di media sosial, sedangkan indeks literasi Indonesia masih jauh tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi efektif menggunakan media sosial Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (Leksia) terhadap penyebaran informasi kesehatan di masyarakat. Metode penelitian menggunakan riset evaluasi dengan pendekatan audit komunikasi media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai media tular nalar kepada warganet. Setiap harinya berbagai informasi dibagikan mulai dari hari senin sampai sabtu. Selain itu terdapat juga kegiatan pengabdian, penyuluhan dan perlombaan yang diadakan diluar dari kegiatan rutin. Rekrutmen relawan dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat dari berbagai profesi yang ingin menjadi bagian dari komunitas. Hasil penelitian adalah proses komunikasi komunitas Leksia melalui media sosial instagram dan whatsapp sudah sesuai dengan kaidah-kaidah komunikasi. Konten-konten yang sudah terjadwal setiap hari dan dispesifikasi dengan jelas sehingga tidak tercampur antara satu topik dengan topik yang lainnya. Monitoring dan evaluasi belum optimal. Kontribusi berupa rekomendasi kepada komunitas online diharapkan meningkatkan komunikasi dua arah untuk menarik kepercayaan publik dan melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap konten-konten yang dibagikan agar tidak melanggar UU ITE.
POLA PEMBINAAN SANTRI DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU MENYIMPANG DI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN, DESA KALIPURO, KECAMATAN PUNGGING, MOJOKERTO IDA RAHMAWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p306-320

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pola pembinaan santri dalam upaya pengendalian tindak penyimpangan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pola pembinaan santri dalam mengendalikan perilaku menyimpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan informan ditentukan dengan purposive sampling. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, display atau penyajian data, dan tahap kesimpulan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, yang terdiri dari santri dan pengurus pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pembinaan yang dilakukan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin lebih kepada pola pembinaan yang tertutup serta menggunakan peraturan tertulis sebagai pedoman dan bersifat kekeluargaan. Karena pembinaan seperti ini lebih efisien dibandingkan dengan pembinaan yang memaksa atau menggunakan kekerasan terhadap santri. Peraturan yang ada juga di sosialisasikan setiap saat tanpa ada batasan waktu yang ditentukan dan menggunakan media ceramah dan kitab-kitab klasik. Kata Kunci: Pola Pembinaan, Santri, Penyimpangan Perilaku
PROFILE OF STUDENTS' PROBLEM-SOLVING ABILITIES BASED ON KEIRSEY'S PERSONALITY IN SOLVING ETHNOMATHEMATICS PROBLEMS: PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KEIRSEY DALAM MEMECAHKAN MASALAH ETNOMATEMATIKA Nur Agustiani; Isma Nastiti Maharani; Ida Rahmawati
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 12 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2024v12n1a8

Abstract

Problem-solving abilities are essential for students to face developments in the 21st century. This research examines students' problem-solving abilities in solving ethnomathematics-based problems in terms of Keirsey's personality type. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research instrument is a questionnaire to measure Keirsey's personality type (artisan, guardian, idealist, and rational), an ethnomathematics-based problem-solving test instrument with the Polya problem-solving stages. Research subjects were chosen based on specific considerations: students with artisan, guardian, idealist, and rational personality types. Data collection was carried out using questionnaires, tests, and interviews. Based on the results of the analysis, it was found that each student with a different personality type had different problem-solving abilities. Students with a rational personality type can fulfill all stages of Polya problem-solving in each problem. Students with the guardian personality type skip checking back on a problem. Students with an artisan personality type lack planning. Meanwhile, students with an idealistic personality type cannot fulfill the problem-solving stages in all problems. These findings emphasize differences in problem-solving abilities for each personality type, so they can be used as a reference for designing learning based on personality type.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Berbasis Simulasi Pada Mahasiswa Keperawatan Ida Rahmawati; Pawiliyah; Fernalia; M. Ichsan Dwi Putra; Enggri Yuanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan dasar pemberian pertolongan pertama pada kasus henti jantung harus dimiliki oleh semua orang karena mampu menyelamatkan nyawa seseorang sebelum bantuan medis datang. Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan teknik yang digunakan untuk mengembalikan fungsi jatung dan paru agar suplai oksigen terpenuhi sehingga penderita terselamatkan dari kematian. Pelatihan ini bertujuan mengetahui keterampilan mahasiswa keperawatan yang diberikan pelatihan berbasis praktik langsung dengan phantom. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menilai keterampilan saat mahasiswa melakukan BHD. Pengukuran menggunakan Deskriptif sederhana dengan dinilai pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 64 orang. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan kriteria yang memenuhi standar kegiatan yaitu mahasiswa semester awal dan profesi ners, belum pernah mendapatkan pelatihan BHD, dan hadir saat pelaksanaan kegiatan. Lokasi pengabdian dilakukan di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu pada tanggal 23 November 2020. Pengumpulan data menggunakan check list prosedur BHD. Hasil pengabdian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu melakukan tindakan BHD dengan baik (79,6%), dan sebagian lain masih menunjukan pengetuan cukup (26,5%) yang kurang (65,6%). Kesimpulan pengetahuan baik yang telah di miliki mahasiswa saat melakukan BHD agar dapat dipraktekan secara nyata saat berada ditengah masyarakat dan dunia kerja. Perlu dan mengasah terus menerus dan mengikuti program pelatihan agar keterampilan yang telah dimiliki meningkat menjadi by stander (penolong) handal yang di percaya oleh masyarakat.
The Use of Prambanan Temple as a Source of History Learning for Tadris IPS IAIN Kudus Students Karina Puji Lestari; Ida Rahmawati; Siti Nor Kholisoh; Laily Fu’adah; Moh. Rosyid
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.1900

Abstract

Learning history in the classroom, which tends to be monotonous and boring, leads to a decline in students' understanding of the material presented. This issue needs attention and innovative learning approaches, such as direct learning from historical sources through Field Work activities. The aim of this research is to assess the utilization and relevance of Prambanan Temple as a historical learning resource for students of Tadris IPS at IAIN Kudus. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include data gathering, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that Prambanan Temple is appropriate and relevant as a historical learning resource because it aligns with the Indonesian Cultural History course in the 4th semester, specifically the subchapter on Hinduization: Religion, Language, Literature, Architecture, Sculpture, and Relief, which explains how Hinduism entered Indonesia, the society of that era, and the architectural style used in the creation of temple reliefs. Additionally, learning through fieldwork can provide students with a more holistic, contextual, and memorable learning experience, enhancing their understanding and pride in national cultural heritage.
Kegiatan Bermain Menggunakan Pendekatan Unplugged Coding dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Sistematis Ida Rahmawati; Mubiar Agustin
ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 5 No. 2 (2024): ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/abna.v5i2.10010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi pembelajaran coding unplugged dalam kegiatan bermain di pendidikan anak usia dini. Seiring dengan semakin bergantungnya abad ke-21 pada teknologi digital, mendorong perluasan pembelajaran coding ke dalam satuan pendidikan AUD. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendekatan unplugged efektif untuk membangun pengetahuan dasar tentang konsep pemrograman dan pemikiran komputasi. Namun, penelitian mengenai integrasi pembelajaran coding dalam kegiatan bermain di PAUD masih terbatas dan sebagian besar guru PAUD di Indonesia belum mengetahui tentang pendekatan ini. Oleh karena itu, penelitian ini akan meninjau literatur terkait dan memberikan contoh konkret dari kegiatan bermain unplugged coding di PAUD. Hasil penelitian mengidentifikasi berbagai aktivitas bermain seperti sorting patterns, treasure hunt, dan sequencing stories yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir komputasional anak, termasuk pengenalan pola, algoritma, dan abstraksi. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan wawasan dan minat guru PAUD dalam mengintegrasikan pembelajaran coding dalam kegiatan bermai dan dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir komputasi anak usia dini.