cover
Contact Name
widhadi awp
Contact Email
widhadi.awp@unipasby.ac.id
Phone
+6285736033463
Journal Mail Official
stigma@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stigma : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa
ISSN : 14121840     EISSN : 26219093     DOI : https://doi.org/10.36456/stigma.15.01
Core Subject : Education,
Jurnal STIGMA adalah jurnal ilmiah Biologi dan Biologi Terapan yang memuat artikel-artikel ilmiah. Jurnal STIGMA diterbitkan oleh Program Studi Biologi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Terbit dua kali dalam satu tahun (April-Juli dan September-Desember), Jurnal ini memfasilitasi penelitian dengan tema Biologi Umum, Biologi Terapan, Bioteknologi, Aplikasi Ilmu Biologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Efek Penambahan Sari Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Kualitas Selai Lembaran Dami Nangka (Artocarpus heterophyllus) Veronica Angga Puspita; Tatang Sopandi
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1856

Abstract

Straw from jackfruit so far is still considered a waste that is still thrown away by most people and even often becomes a problem that can pollute the environment. Jackfruit straw contains many of the same substances as fruit flesh such as protein, crude fiber, sugar and so on. Jackfruit straw has pectin which can be used as raw material in making jam. In making jam, fruits that have high acidity are also needed. Rosella contains vitamin C and flavonoids in the form of antosanin which can be used as flavor enhancers and natural dyes. The aim of this study was to determine the addition of rosella flower concentration that produced the best jackfruit straw jam based on the level of panelist preference (texture, color, taste), anthocyanin content, vitamin C content. This study used a completely randomized design with 5 treatments consisting of concentrations 0%, 10%, 20%, 30% and 40% with 5 repetitions. Analysis carried out by ANOVA test, if there is an effect of giving rosella juice then it will be followed by Duncan's test. The results showed that the addition of 40% roselle flower extract affected the level of preference for texture, color and taste. The addition of 40% has the highest total anthocyanin content of 45.22 mg / 100g and the total content of vitamin C in jackfruit straw sheet jam is 35.11 ppm. Keyword : Jam sheet, jackfruit, rosella essence, levels of pleasure, anthocyanin contains, vitamin C contains.
Identifikasi Jenis - Jenis Hama Yang Menginvasi Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) Di Lahan Pertanian Stkip Kristen Wamena Sepling Paling; Inri Inri; Lipas Polona
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1857

Abstract

Tanaman Sawi Hijau merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat cocok untuk dibudidayakan di Wamena. Hal ini disebabkan karena kondisi alam di Wamena yang sangat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman sawi hijau yaitu membutuhkan ketersediaan air dan sinar matahari yang cukup. Kita ketahui bahwa Wamena merupakan wilayah dataran tinggi yang berbentuk lembah sehingga curah hujan sangat tinggi dan paparan sinar matahari juga cukup tinggi. Namun demikian, dalam pembudidayaan sawi hijau tidak terhindar dari adanya hama pengganggu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produkifitas tanaman sawi hijau di Wamena. Untuk itu, tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menginvasi (menyerang) tanaman sawi hijau selama fase vegetatif sampai pada masa panen di lahan pertanian STKIP Kristen Wamena. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei (pengamatan) pada hama-hama yang menyerang tanaman sawi hijau selama pertumbuhannya (fase vegetatif) sampai pada masa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang menginvasi tanaman sawi hijau dalam penelitian ini yang berhasil ditemukan hanya ada satu yaitu Ulat Tritip (Plutella xylostella L.). Hama ditemukan dalam bentuk larva instar 2 sampai dengan 3 ditandai dengan adanya kerusakan daun dan ciri-ciri bentuk larva Plutella xylostella L. secara morfologi. Kata Kunci: Plutella xylostella L, Hama, Sawi hijau, STKIP Kristen Wamena
Uji Beda Efektivitas Ekstrak Biji Rambutan Dengan Ektrak Biji Mangga Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti Rien Kusuma Hatmoko; Diah Karunia Binawati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1858

Abstract

The use of chemical larvicides to control mosquito larvae in water reservoirs has a negative impact, causing environmental pollution and resistance to target organisms. The alternative to reduce this impact is using vegetable larvacides from Rambutan Seeds (Nephelium Lappaceum L) and Mango Seeds (Mangifera indica L). This study aims to determine the effectiveness of Rambutan Seed Extract (Nephelium Lappaceum L) and Mango Seed Extract (Mangifera indica L) on the mortality of Aedes aegypti larvae after being treated for 24 hours. This type of research is experimental with a pure experimental study design (true experiment). The treatment concentration given for 24 hours was 0, 2%, 4%, 6%, 8% of each extract with 5 replications. The samples in the study were III instar Aedes aegypti larvae totaling 800 heads. Data analysis was performed by Anova test and probit test. Based on the results of research on rambutan seed extract (Nephelium lappaceum L) LC50 value of 3.190% was more effective against mortality of Aedes aegypti larvae than Mango seed extract (Mangifera indica L) LC50 value of 4.758%. Keywords: Rambutan Seeds (Nephelium Lappaceum L), Mango Seeds (Mangifera indica L), mortality of Aedes aegypti larvae.
Pengaruh Temperatur Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Kacang Tolo (Vigna sp.) Vivin Andriani; Ratna Karmila
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 01 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol12.no01.a1861

Abstract

Pertumbuhan tumbuhan sangat dipengaruhi suhu. Pada tahap tertentu dalam daurhidupnya dan pada kondisi tertentu, tiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum,suhu optimum, dan suhu maksimum. Di bawah suhu minimum, tumbuhan tidak akantumbuh. Tanaman Vigna sp. merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensialuntuk dikembangkan, karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kacang panjangdapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap pertumbuhan kacang tolo (Vigna sp.).Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acang Lengkap (RAL) yang terdiridari 3 perlakuan ruangan, oven dan refrigerator. Parameter yang diamati adalah pertambahanpanjang hipokotil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan panjang hipokotilsetiap perlakua berpengaruh signifikan pada pertambahan panjang hipokotil. Temperatursangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tolo (Vigna sp.).Pertumbuhan tanaman akan optimal pada suhu optimum pertumbuhannya. Adanya kenaikanatau penurunan suhu lingkungan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkmembangannya. Kata Kunci: Temperatur, Pertumbuhan, Vigna sp
Keanekaragaman Jenis Belalang (Ordo Orthoptera) Di Pertanian Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Desa Manusak Kabupaten Kupang Chatarina Gradict Semiun; Yulita Iryani Mamulak
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2047.66-70

Abstract

Keberadaan belalang menentukan kualitas suatu lahan pertanian.Belalang memiliki peranan sebagai herbivora, predator, dekomposer, dan hama sehingga berpotensi dijadikan sebagai indikator kualitas lahan pertanian.Belalang sering dianggap sebagai serangga pengganggu, padahal memiliki peranan yang vital di ekosistem.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman jenis belalang di pertanian kacang hijau di desa Manusak.Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif.Pengambilan sampel belalang dengan menggunakan jebakan pitfall trap, hand sorting dan jaring serangga.Pengukuran faktor lingkungan dilakukan dengan mengambil data Global Positioning System (GPS), suhu tanah, kelembaban tanah, pH tanah, berat jenis tanah dan water holding capacity. Secara keseluruhan didapatkan tujuhjenis belalang, dari tigafamili dengan total individu berjumlah 30. Ketiga famili tersebut meliputi Pyrgomorphidae, Tettigoniidae, dan Acrididae.Nilai H’ adalah 1,882 tergolong sedang.Nilai R1 adalah 1,764 tergolong rendah. Kata Kunci: Keanekaragaman belalang, Ordo Orthoptera, Kacang hijau
Karakteristik Buah Dan Biji Terong (Solanum Melongena .L var. Kenari) Setelah Diberi Ekstrak Air Akar Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Fida Alvitasari; Tatang Sopandi
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2049.71-81

Abstract

Thai aubergine or eggplant, or goes by local name terong kenari (Solanum melongena L. var Kenari), is a vegetable included in the family Solanaceae. Eggplant loved by most of Indonesians, either eaten fresh or cooked. However, some often despise eggplant’s seeds as it may cause digestive problem. Plant hormone in controlling plants’ growth, such as giberelin, are frequently used to produce seedless or no-seed eggplant. This study is conducted to test the impact of water hyacinth, or goes by local name eceng gondok (Eichhornia crassipes), root extract treatment in the characteristic of eggplant (Solanum melongena L. var Kenari) fruit and seeds. This research is done in experimental manner, using the completely randomized design, including four different extract’s concentration; 0 g/L, 50 g/L, 100 g/L, and 150 g/L; and one giberelin treatment that are given five times, repeatedly. According to the research conducted, the water hyacinth root extract treatment results in the increase of the quantity and weight of the eggplant, and also the reduction in seeds, as it also affects the fruit skin layer thickness. As in the study, the optimum outcome is obtained with the concentration of 150 g/L water hyacinth root extract; which result in average number of fruit 6.6 for each plant, average weight 179.57 gram per fruit, average number of seeds 561 per fruit, average weight 6.14 gram per seed, and average skin thickness 0.78 in each eggplant. Keywords: Eggplant, gibberellin hormone, water hyacinth, characteristic of eggplant fruit and seeds
Aplikasi Sari Daun Kelor Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Kadar Klorofil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Fauziah Laily Amriyanti; Purity Sabila Ajiningrum
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2050.82-88

Abstract

Soybean as a protein sources can fill the needs of public’s food increasily but the production in this country is still low. Therefore, cultivation efforts are needed to improve the growth and development of soybean plants. Some factors that are sufficient to influence the plant growth process are nutrient supply, water availability, sunlight, air temperature, oxygen and growth regulators. Plant Growth Regulator (PGR) that can be used is moringa leaves as a source of cytokinins. Cytokinin serves stimulating cell division, postpone the process of aging plants, and spur growth budding. This study aims to determine the effect of giving plant growth organic made by moringa leaves with 2 control, which are negative control (0%) and positive control (cytokinin synthetic solution) and 3 treatment at concentration of P1 (10%), P2 (20%), P3 (30%) to increase the growth soy plants and to know the concentration optimally of any treatment given. This research using the completely randomized design (CRD) with 5 treatment and 5 replicate. The results were analyzed using the ANOVA test followed by the LSD/BNT test and the Duncan test. The results showed that the application of organic PGR made from Moringa leaves had a significant effect (P <0.05) on growth (plant height and number of leaves) and chlorophyll content in soybean plants had optimal concentrations at 30% concentration. Keywords: moringa leaves, cytokinin, soybean plants, plant growth regulator.
Substitusi Butiran Kering Destilat Pada Formulasi Pakan Puyuh Terhadap Kandungan Kimia Feses A. Wardah; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2053.54-65

Abstract

The aim of this research is to evaluate the effect of distiller dried grain (DDG) of rice husk in quail feed which effectively reduces important chemical elements in feces. The results showed that administration of DDG influenced the absorption of nutrients carbon, nitrogen, phosphorus and calsium in the quail intestine. Substitution of 10% DDG proportion in quail formulation not significantly (P>0.05) effect on carbon content in feces. Carbon content infeces of quail at proportion of 20% DDG were significantly (P<0.01) higher than 10%. Nitrogen content in feces of quail at proportion of 20% DDG significant (P<0.05) higher than both 10 and 0%.Futhermore nitrogen content in quail feces at 10% DDG significant (P<0.05) higher than 0%. Phosphorus content in feces quails at proportion of 10 and 20% DDG significantly (P<0.05) lower than 0%. Calcium content in quail feces at 10% and 0% not significant (P>0.05) but both were significantly (P<0.05) lower than 20%. The results of this study can be concluded that the substitution of 10% DDG of rice husk in quail feed formulations can increase absorption of phosphorus but decreases the absorption of carbon, nitrogen and calcium Keyword: chemical elements, distillater dried grain, feces, quail
Biofermentasi Kefir Teh Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis) Sebagai Sumber Belajar Biologi Pramita Laksitarahmi Isrianto
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2057.100-106

Abstract

Water kefir merupakan produk hasil biofermentasi dari larutan gula yang berasal dari simbiosa bakteri dan yeast dalam bentuk polisakarida banyak bermanfaat untuk kesehatan. Keanekaragaman tanaman di Indonesia sangatlah banyak dijadikan sebagai tanaman obat, salah satunya adalah Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Dikarenakan potensi sumber daya Pecut Kuda banyak akan manfaatnya sehingga bisa dijadikan media alternatif pertumbuhan probiotik dengan menggunakan larutan teh Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Kombinasi larutan teh Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis) dengan kefir grain diharapkan memberikan efek fungsional ganda bagi kesehatan tubuh. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu: konsentrasi larutan teh Pecut Kuda 10% dan 15% dengan lama fermentasi 12 jam dan 24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan berpengaruh nyata antar perlakuan terhadap pH (p=0,01), total asam asetat (p=0,03), total gula (p=0,00), dan total polifenol (p=0,00). Nilai pH diperoleh rata-rata 3,32–4,34, untuk total asam asetat rata-rata 0,46-0,82%, hasil total gula rata-rata 4,45-7,58% dan total polifenol 0,11- 3,41%. Sedangkan hasil uji organoleptik antar perlakuan menunjukkan pengaruh nyata (p=0,00) terhadap parameter rasa,aroma, warna, dan daya. Perlakuan P1 dengan konsentrasi teh Pecut Kuda 10% dengan lama fermentasi 12 jam lebih disukai panelis. Kata kunci : water kefir, teh Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis), biofermentasi
Potensi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumens) Dan Biji Mahoni (Swietenia mahagoni jacq) Serta Kombinasi Kedua Ekstrak Terhadap Berat Testis Mencit (Mus musculus) Hiperglikimia Sanima Laia; Sukarjati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2306.89-97

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia.terhadap sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc). banyak ditanam sebagai tanaman hias, semak, dan tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) juga merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi sebagai antifertilitas. Jenis senyawa bioaktif yang terkandung pada tumbuhan, utamanya senyawa-senyawa yang berasal dari golongan steroid, alkaloid, isoflavanoid, tripernoid, dan xanthon memiliki aktivitas sebagai bahan antifertilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemberian ekstrak Daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinasinya kedua ekstrak jumlah sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. Sampel penelitian ini adalah mencit sebanyak 48 ekor dengan berat badan 25-30 gram, berumur 2-2,5 bulan. Mencit di bagi 12 kelompok, masing-masing kelompok dibagi 4 perlakuan. Metode pembuatan ekstrak dangan menggunakan maserasi Adapun perlakuan yang diberikan adalah ekstrak Daun sambung nyawa (Gynura procumens) serta kombinasi kedua ekstrak dengan dosis kontrol, 200 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) dengan dosis kontrol, 200 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB serta kombinasi kedua ektrak dengan dosis 100:100 mg/kg BB, 125:125 mg/kg BB dan 150:150 mg/kg BB pemberian ekstrak selama 35 hari. Pada hari ke 37 mencit di bedah untuk diambil testis untuk pengamatan penimbangan berat testis.Testis kemudian dibuat preparat histologi dan di hitung sel leydig, diukur diameter tubulus seminiferus. berat testis di timbang dengan menggunakan alat timbang analitik yang memiliki akurasi o,o1 gram, sel leydig diamati di dalam preparat dengan alat mikroskop, diamter tubulus seminiferus dihitung dengan alat mikrometer yang di letakkan di dalam tabung lensa objektif miroskop pembesaran 400x10 merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis uji F, varian (ANOVA) Satu arah dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil dari penelitian ini menujukkan ada pengaruh ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinsa kedua ekstrak terhadap jumlah sel leydig, diameter tubulus dan berat testis, (P<0,05), Perlakuan terbaik yang dapat meningkatkan sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis berat, adalah kombinsa kedua ekstrak dengan dosis 150:150 mg/kg BB. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinsa kedua ekstrak dapat meningkatkan jumlah sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. Kedepannya diharapkan penelitian dapat dikembangkan sebagai bahan antifertilitas pada pria. Kata Kunci: ekstrak daun sambung nyawa, dan biji mahoni, berat testis mencit hiperglikemia.

Page 10 of 17 | Total Record : 170