cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 134 Documents
Kajian Penggunaan Konsep Warna Pada Arsitektur Islami Terhadap Karakter Anak Aura Mutiara Sina; Cut Azmah Fithri; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1037

Abstract

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga memiliki pengaruh psikologis terhadap suasana dan perilaku pengguna ruang, termasuk pada anak usia dini. Dalam arsitektur Islami, warna memiliki nilai simbolik dan spiritual yang dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter anak. TK Kemala Bhayangkari yang terletak di Kota Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menggunakan beragam elemen warna dalam desain ruang belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsep warna dalam arsitektur Islami terhadap karakter anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan studi literatur, observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan warna seperti putih, kuning, hijau, dan ungu memiliki dampak positif terhadap suasana hati dan perilaku anak. Warna putih menciptakan kesan bersih dan tenang, kuning memberikan semangat dan kreativitas, sementara hijau memberikan ketenangan dan kesegaran. Penggunaan warna-warna ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara psikologis dan spiritual, serta berperan dalam membentuk karakter anak seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan empati.
Analisis Elemen Arsitektur Tradisional Aceh Pada Rumah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1042

Abstract

Penelitian ini menganalisis elemen visual arsitektur tradisional Aceh pada fasad Rumah Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan replika dari rumah kediaman pahlawan nasional Cut Nyak Meutia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis mengacu pada teori Mirsa yang membagi struktur Rumah Aceh menjadi tiga bagian utama: kepala (atap, ornamen dan warna), badan (dinding dan jendela), serta kaki (kolom). Variabel utama yang dikaji meliputi kolom, atap, dinding, jendela, ornamen, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Cut Meutia mempertahankan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Aceh secara bentuk dan makna. Fasad bangunan dihiasi ornamen bermotif flora, fauna, alam, religius, dan geometris yang merepresentasikan nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas sosial masyarakat Aceh. Penggunaan warna merah, putih, kuning, hijau, dan hitam semakin memperkuat ekspresi budaya. Rumah ini berfungsi tidak hanya sebagai artefak fisik, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang mendukung pelestarian budaya dan pendidikan sejarah.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1043

Abstract

Arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan dalam desain yang muncul dari aliran postmodern, yang memadukan unsur-unsur arsitektur modern dengan nilai-nilai tradisional lokal dari arsitektur vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur neo vernakular pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung tersebut menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular melalui bentuk atap, penggabungan elemen bangunan tradisional dengan pendekatan modern, Meskipun penggunaan material batu bata sebagai elemen lokal tidak ditampilkan secara langsung karena telah dilapisi dengan plaster semen, struktur dasarnya tetap mencerminkan pemanfaatan material tradisional dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan konstruksi modern, pengintegrasian antara interior dan exterior, serta penggunaan warna-warna kontras, penyesuaian desain terhadap budaya dan kondisi lingkungan sekitar.
Representasi Arsitektur Tradisional Aceh Pada Gedung Lama Dprk Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1044

Abstract

Gedung Lama DPRK Aceh Utara yang terletak di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tergerusnya penerapan elemen-elemen arsitektur lokal dalam pembangunan gedung pemerintahan modern jadi fenomena yang perlu dikaji secara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan penelusuran mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang terintegrasi dalam elemen bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Lama DPRK Aceh Utara masih mempertahankan berbagai elemen khas arsitektur tradisional Aceh seperti atap tumpang, struktur rumah panggung, kolong rumah, serta ornamen geometris dan flora yang memiliki makna simbolik mendalam. Temuan ini mengungkapkan bahwa elemen-elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga sebagai ekspresi identitas budaya dan simbol kekuasaan lokal. Meskipun bangunan mengalami kerusakan fisik, nilai-nilai simbolik tetap kuat dalam persepsi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman bahwa arsitektur vernakular masih relevan dalam konteks institusional modern. Implikasi praktisnya adalah perlunya strategi pelestarian arsitektur berbasis lokalitas dalam kebijakan pembangunan, serta pentingnya restorasi konservatif terhadap bangunan bersejarah.