cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 134 Documents
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal (Apill) Berdasarkan Pkji 2014 (Studi Kasus Simpang Aksara) Jl.Letda Sujono-Jl.Prof.H.M.Yamin Dwiki Prasetyo; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.719

Abstract

Sering terjadinya kemacetan di simpang empat Aksara dan dikarenakan simpang empat Aksara merupakan salah satu simpang dikota Medan yang disekitaranya terdapat sekolah, pasar, serta terminal angkutan umum. Serta hal ini pula merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kemacetan. Untuk menganalisanya menggunakan metode PKJI (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia) tahun 2014. Pengambilan data langsung dilapangan selama 3 hari yaitu senin, rabu, dan sabtu pada jam-jam puncak yaitu pagi, siang, dan sore dengan interval waktu selama 2 jam dalam periode 15 menit dengan arah LRS, BKi, dan BKa yang dipakai untuk perhitungan analisa adalah jam puncak tertinggi di 3 hari. Memakai data formulir dan bantuan video. Hasil analisa data yang diperoleh yaitu terjadi di jam puncak tertinggi pada hari senin pagi pukul 07.00-08.00 didapat DJ (Derajat kejenuhan) untuk kaki simpang Letda Sujono (0,34), Prof.H.M.Yamin (0,34), Williem Iskandar (0,25), dan Aksara (0,17). Tundaan simpang rata-rata seluruh simpang (TI) pada simpang empat jalan Letda Sujono-Prof.H.M.Yamin dan jalan Williem Iskandar-Aksara 46,80 detik/skr. Tingkat pelayanan simpang empat bersinyal pada jalan Letda Sujono, Prof.H.M.Yamin, William Iskandar, dan Aksara memiliki tundaan rata-ratanya sebesar 46,80 detik/smp, untuk tingkat pelayanannya D deskripsi umumnya mendekati aliran arus yang tidak stabil (tundaan dapat ditoleransi, terkadang kendaraan menunggu lebih dari satu siklus untuk melanjutkan perjalanan).
Analisis Perbandingan Respon Dinamis Pondasi Mesin Akibat Getaran Vertikal Dan Horizontal Mesin Pada Tanah Lunak–Sedang-Keras Harahap, Ria Elfriani; Darlina Tanjung; Ronal H.T Simbolon
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.722

Abstract

Pondasi mesin merupakan elemen struktur yang digunakan untuk meneruskan beban dari mesin di atas pondasi ke dalam tanah. Selain memperhitungkan beban statis yang berasal dari berat mesin dan berat pondasi, perencanaan pondasi mesin juga harus memperhitungkan gaya dinamis yang dihasilkan oleh mesin. Pondasi jenis ini banyak digunakan untuk mesin industri, mesin bolak-balik, mesin rotasi, dan mesin lainnya. Dalam mendesain pondasi mesin, selain dapat menerima beban statis, pondasi mesin juga harus memenuhi persyaratan amplitudo dan frekuensi izin. Untuk menganalisis perbandingan respon dinamis yang terjadi pada saat mesin beroperasi pada kondisi tanah (lunak, sedang, dan keras), dimana memiliki pengaruh terhadap stabilitas pondasi tiang itu sendiri. Berdasarkan hal itu, diperlukan tiga parameter yaitu parameter tanah, mesin (berupa mesin pompa jenis submersible pumps), dan pondasi. Analisis yang digunakan pada pembahasan ini yaitu menggunakan metode analisis Novak. Dari hasil analisis yang didapatkan, Respon Dinamis berupa amplitudo yang paling besar terjadi pada tanah keras dengan getaran vertikal yaitu 3,545 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,04 mm (mendekati batas ijin amplitudo) dan getaran horizontal sebesar 6,932 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,07 mm. Selain itu, hasil beban dinamis yang diakibatkan saat mesin pompa beroperasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan beban statis.
Analisa Kapasitas Berdasarkan Pemodelan Greenshield, Greenberg, Dan Underwood Pada Ruas Jalan Jalan Tgk Muhammad Luddin Kota Blangkejeren Sultan; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.742

Abstract

Jalan Tgk Muhammad Luddin merupakan salah satu jalan dikota Blangkejren yang termasuk dalam kelas jalan arteri primer dengan tipe lajur 2/2 UD yang merupakan kawasan ekonomi yang menyebabkan volume lalu lintas semakin besar sehingga mengakibatkan kinerja ruas jalan menjadi berkurang. Dalam Penelitian ini, dianalisa hubungan antara ketiga komponen utama arus lalu lintas yakni volume (Q), kecepatan (V) dan kepadatan (D) dalam tiga metode,yaitu Model Greenshield, Model Greenberg, dan Model Underwood. Untuk kapasitas dicari dengan rumusan yang ada pada MKJI 1997. Dari hasil penelitian dan analisis data arus lalu lintas, model yang paling baik untuk menggambarkan kepadatan pada saat macet (Dj) adalah Model Greenberg karena nilai determinasi R2 yang paling mendekati angka 1 adalah model Greenberg. Volume lalu lintas tertinggi pada jam puncak terjadi pada hari selasa 15 November 2022 yaitu sebesar 1513.7 smp/jam yang terjadi pada jam 16.00 – 17.00 WIB. Kecepatan rata-rata lalu lintas tertinggi terdapat pada hari senin sore yaitu pukul 17.00 – 18.00 sebesar 28.93 km/jam. Kepadatan lalu-lintas tertinggi pada jam Puncak terjadi pada hari Selasa, 15 November 2022 yaitu sebesar 63.20 smp/km pada kisaran jam 13.00 – 14.00 WIB. Nilai kapasitas untuk total 2 arah yaitu 2770,69 smp/jam sedangkan tingkat pelayanan digolongkan pada tingkat pelayanan golongan A yaitu arus lancer, volume rendah, kecepatan tinggi.
Analisa Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Dengan Metode Accident Rate Pada Jalan Simpang Tugu Obang Abing – Simpang Sei Buluh – Simpang Tugu Keramat Kuda Serdang Berdagai Fahrurrazi, Fahrurrazi; Gunawan Tarigan
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecelakaan dan mengetahui nilai accident rate berdasarkan klasifikasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas jalan simpang Tugu Obang Abing - Simpang Sei Bulu – Simpang Tugu Keramat Kuda Serdang Berdagai selama tahun 2020 - 2022. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh dengan survey selama 4 hari. Penelitian ini meliputi survey volume lalu lintas, tataguna lahan dan data geometrik jalan. Setelah diperoleh data survey lapangan maka dilakukan analisis tingkat kecelakaan dengan metode Accident Rate. Dari hasil analisis didapat angka tertinggi kecelakaan terjadi pada tahun 2020 JKL = 289/5,6 = 51,60 kecelakaan/tahun, 2021 JKL = 282/5,6 = 50,35 kecelakaan/tahun dan 2022 JKL = 236/5,6 = 42,14 kecelakaan/tahun. Berdasarkan analisis data semua ruas jalan dikategorikan kedalam daerah black spot dikarenakan semua ruas jalan mempunyai tingkat kecelakaan yang lebih besar dari 1,0. Dimana berdasarkan ketentuan menurut Hobbs, 1995 untuk tingkat kecelakaan yang nilainya lebih besar dari 1,0 dapat digolongkan black spot. Tingkat kecelakaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain seperti jumlah kecelakaan tiap tahun, panjang perkerasan serta nilai LHR dari ruas jalan tersebut. Kerusakan permukaan dan juga faktor kelalaian manusia dapat mempengaruhi tingkat kecelakan yang terjadi pada ruas jalan Tugu Obang Abing – simpang Tugu Keramat Kuda Serdang Berdagai.
Analisis Kelayakan Dalam Pemanfaatan Limbah Abu Insinerator Rumah Sakit Sebagai Substitusi Agregat Halus Paving Block Luqman Cahyono; Agung Prasetyo Utomo; M. Rizal Fahmi; Novi Eka Mayangsari; Ghea Abbyah Nur
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.751

Abstract

Abstrak Abu insinerator rumah sakit merupakan kategori limbah B3 dari sisa pembakaran. Timbulan abu insinerator yang dihasilkan salah satu rumah sakit yang ada disurabaya berdasarkan wawancara dalam sehari bisa mencapai kurang lebih 0,0161 m3/hari. Selama ini limbah abu insinerator rumah sakit dibuang oleh pihak ketiga ke secure landfill tanpa ada proses pengolahan. Potensi timbulan dari limbah ini sangat besar mengingat jumlah rumah sakit dan pasien yang sakit semakin banyak tiap tahunnya. Penggunaan abu insinerator rumah sakit dilakukan bertujuan untuk mereduksi limbah B3 menjadi material baru solid dan stabil (tidak mudah terurai) yaitu sebagai campuran pada paving blok. Metode penelitian ini dengan eksperimen langsung. Mix design yang digunakan 1 Semen : 4 Pasir dengan persentase limbah abu sebesar 0%, 7%, 9% dan 12% serta faktor air semen 0,40. Pengujian XRF abu insinerator rumah sakit memiliki kandungan unsur Ca, Fe, Si yang sama dengan kandungan pasir, sedangkan ditemukan unsur logam berat  Cr, Cu dan Zn merupakan limbah B3 perlu diuji lanjut Toksisitasnya, Hasil pengujian rata-rata kuat tekan berdasarkan SNI 03-0691-1996 untuk persentase 0% = 42,14 Mpa mutu kelas A, 7% = 37,40 Mpa mutu kelas B , 9% = 38,38 Mpa mutu kelas B dan 12% = 24,83 Mpa mutu kelas B. Berdasarkan hasil uji TCLP row material awal sebelum produk dilakukan solidifikasi dan stabilisasi menjadi paving berbahan limbah abu insinerator dinyatakan kandunga Cr, Cu dan Zn nilainya telah memenuhi baku mutu TCLP A, TCLP B dan TCLP C.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang Maulina Dewi; Armelia Dafrina; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.763

Abstract

Aceh Tamiang merupakan daerah perbatasan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara yang menjadikan Aceh Tamiang sebagai lintasan pelayaran jarak terdekat masuknya negara lain salah satunya pasukan Belanda. Masuknya pasukan Belanda ke Aceh Tamiang untuk menguasai tempat yang dianggap strategis sehingga dibangunnya bangunan untuk keperluan administrasi Kolonial Belanda seperti Eks Kantor Wedana masa Kolonial Belanda yang sekarang menjadi Pendopo Bupati Aceh Tamiang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Pendopo Bupati memiliki karakteristik arsitektur kolonial Belanda yang dijadikan sebagai objek penelitian. Beberapa karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati terdapat pada bagian atap, dinding, pintu, jendela, lantai, tiang, tangga, warna, nok acroterie, geveltoppen, balustrade, ragam hias pada tubuh bangunan.
Evaluasi Fungsi Ruang Masjid Berdasarkan Kaidah Ajaran Islam (Studi Kasus : Masjid Al-Ikhlas Simpang Lau Njahong Namu Ukur Selatan) Sitepu, Deni Chandra Irawan; Deni, Deni; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.774

Abstract

Masjid merupakan sebuah tempat yang identik dengan umat Islam dan dipergunakan sebagai tempat ibadah spiritualnya. Mengingat pentingnya masjid bagi umat Islam dapat dilihat dari sejarah dan perkembangannya mulai sejak zaman Nabi Muhammad Saw yang dimanfaatkan sebagai tempat beribadah, media dakwah serta kemaslahatan umat. Seiring berjalannya waktu, pada masa kini masjid sudah banyak mengalami perubahan paradigma. Hal ini terkait pada fungsi masjid itu sendiri yang cenderung sudah tidak sesuai dengan fungsi masjid pada zaman Nabi. Penelitian ini berfokus pada pembahasan pemanfaatan ruang pada masjid dengan melakukan penilaian secara langsung serta peninjauan terkait fungsi ruang luar maupun ruang dalam pada masjid. Dalam melakukan pencarian data dan analisanya, dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif - eksploratif. Hasil akhirnya berupa penjelasan lebih mendalam dan original terkait sejauh mana masjid Al-Ikhlas mengalami pergeseran fungsi jika dilihat berdasarkan masjid Nabawi yang menjadi acuan dan juga dinilai dari sudut pandang fungsi kompleks. Sehingga mendapatkan hasil bahwa masjid Al-Ikhlas belum sesuai dengan fungsi ruang dan juga fungsi berdasarkan kaidah ajaran Islam.
Kajian Karakteristik Arsitektur Islam Pada Masjid Agung Sulthan Jeumpa Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireun Yusuf Fadhil; Armelia Dafrina; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.777

Abstract

Munculnya arsitektur masjid di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Islam yang masuk ke Indonesia. Perkembangan peradaban Islam telah menghasilkan berbagai macam bentuk dan jenis masjid, sehingga bentuk masjid di Indonesia sangat beragam, khususnya di Aceh, Kecamatan Kota Juang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik arsitektur Islam pada masjid Agung Sulthan Jeumpa. Penelitian ini terdiri dari penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.. Karakteristik arsitektur islam yang dominan pada masjid Agung Sulthan Jeumpa ialah Masa peradaban Arsitektur islam Utsmaniyah.
Penerapan Karakteristik Arsitektur Islami Pada Satu Masjid Dikabupaten Aceh Utara cut sulma musvierah; Armelia Dafrina; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.786

Abstract

Arsitektur Islami mengungkapkan adanya hubungan geometris yang kompleks, hirarkibentuk dan ornamen, serta makna simbolis yang sangat dalam. Arsitektur Islam merupakansalah satu jawaban yang dapat membawa pada perkembangan peradaban manusia. Danperkembangannya di setiap daerah berbeda dan mengalami penyesuaian dengan budaya dantradisi setempat yang terus berkembang. Arsitektur Islami, sangat identik dengan arsitekturmasjid. Jika ingin menyaksikan dan melihat arsitektur Islami, perhatikanlah bentuk masjid. jikamelihat asal-muasal arsitektur Islami yang dilakukan Rasulullah SAW saat membangun Masjiddi Madinah. (Ghozali and Zuhri,2020). Aceh merupakan provinsi yang terletak di ujung bagianbarat wilayah Indonesia, di wilayah ini ajaran Islam pertama kali masuk, Islam pertama kalimasuk ke Aceh pada abad ke-7 Masehi melalui para pedagang Arab dan India. Namun, Islambaru berkembang secara signifikan di Aceh pada abad ke-12 Masehi, ketika pasukan Muslimdari Gujarat, India, menaklukkan Kerajaan Samudera Pasai yang berpusat di daerah Aceh.Tepatnya di pasai, Aceh Utara. Masuk nya Islam di Aceh Utara dapat dilihat dari adanya bekaswilayah Kerajaan Islami Samudera Pasai. Ketika Belanda menginvasi Aceh dan berhasilmenegakkan pemerintahan kolonial pada 1904, Aceh Utara ditetapkan sebagai sebuah(Kabupaten) Afdeeling yang dipimpin oleh Asisten Residen. Wilayah yang luas ini dinamakansebagai Afdeeling Noord Kust Van Aceh (Kabupaten Aceh Utara). Aceh Utara adalah salah satuKabupaten yang ada di Aceh, yang memiliki 27 kecamatan dan 852 kampung, salah satukecamatan yang ada dikabupaten Aceh Utara menjadi objek penelitian yaitu masjid BaitulMagfirah dikecamatan Tanah Jambo Aye tepatnya di desa Teupin Gajah.Kata kunci : Penerapan, Karakteristik, Arsitektur Islami, Fungsi, Geometri, Langgam
Perhitungan OTTV (Overall Thermal Transfer Value) Pada Kantor DPRK Lhokseumawe Ari Suryansyah; Adi Safyan
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.790

Abstract

Indonesia berada di daerah tropis lembab yang memiliki iklim kurang nyaman,untuk mengatasinya di gunakan alat pendingin udara yang dapat membuat suhu ruang menjadi lebih nyaman. Namun konsumsi energi listrik terbesar terdapat pada pendingin udara (AC) sekitar 60%, Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi yang merupakan salah satu isu persoalan dan tantangan saat ini. Dalam mengurangi dampaknya memerlukan usaha dengan cara pembangunan yang berkonsepkan bangunan hemat energi atau bangunan hijau. Untuk merancang bangunan yang hemat energi, bangunan tersebut harus sesui kriteria yang di tetapkan oleh SNI 03-6389-2020 dengan nilai OTTV tidak melebihi 35 Watt/m2. OTTV (Ovrall Thermal Transfer Value) merupakan nilai perpindahan termal total dinding luar yang memiliki orientasi atau arah tertentu. Dalam peraturan (ESDM) menganjurkan bangunan kantor harus menghemat energi, maka latar belakangi diangkatnya gedung Kantor DPRK Lhokseumawe ini sebagai studi kasus adalah karena secara fisik dapat diidentifikasikan kalau bangunan tersebut menggunakan konsep bangunan tropis, yang mana bangunan tropis identik dengan perinsip hemat energi dan yang menjadi pertanyaan apakah bangunan tersebut sudah menggunkan perinsip hemat energi atau belum. Setelah dilakukan perhitungan ternyata bangunan DPRK tidak menuhi standar yang di tentntukan sni dengan nilai OTTV sebesar 43,30 Watt/m2. Solusi yang di lakukan adalah mengganti kaca dengan nilai solar factor yang lebih kecil dan hasil dari percobaan tersebut medapatkan nilai OTTV sebesar 34,69 Watt/m2 sudah memenushi SNI.

Page 10 of 14 | Total Record : 134