cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 134 Documents
Pengaruh Perilaku Pedagang di Pasar Silaping (Studi Kasus: Pasar Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat) Aslaila, Deswita
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.901

Abstract

Pasar Silaping merupakan salah satu Pasar Tradisional yang telah beroperasi sejak Masa Kolonial Belanda dan tetap berfungsi dengan baik hingga saat ini. Meskipun Pasar ini tergolong ke dalam Pasar Mingguan, Pasar Silaping tetap ramai dikunjungi oleh Masyarakat setempat dan menjadi tujuan utama saat Berbelanja. Tingginya jumlah Pembeli yang datang turut meningkatkan jumlah Pedagang, Sehingga Perilaku yang muncul di Pasar ini menjadi semakin Beragam. Berdasarkan fenomena tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji Faktor apa saja yang mempengaruhi Perilaku Pengguna Pasar, Khususnya Pedagang terhadap Pendekatan Arsitektur Perilaku dan Lingkungan dengan Menggunakan Teori yang Relevan. Metode Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan Metode Deskriptif yang menganalisis kondisi di Lokasi Penelitian sesuai dengan Objek yang diteliti. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa Aktivitas Pedagang, mulai dari Pagi hinggaSore, Lebih fokus pada Kegiatan Berdagang dan Berinteraksi dengan Pembeli. Faktor yang mempengaruhi Perilaku Pedagang bervariasi, tergantung pada Tempat atau Lapak yang digunakan, seperti Ukuran, Bentuk, Ruang, Penataan, Warna, dan Pencahayaan. Observasi menunjukkan bahwa Jenis Lapak yang digunakan Pedagang memengaruhi Perilaku yang Ditunjukkan. Penelitian ini dapat menjadi Referensi dalam Pengembangan Pengetahuan dan Perencanaan terkait hubungan antara Arsitektur, Perilaku, dan Lingkungan, Terutama di Area Pasar.
Kajian Karakteristik Arsitektur Neo-Vernakular Pada Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Kota Padang Diva, Fara; Armelia Dafrina; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.902

Abstract

Di era modern ini, masyarakat mulai melupakan budaya lokal dan lebih memilih budaya asing dengan alasan bahwa budaya setempat dianggap sudah usang atau kuno. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan Arsitektur Neo-Vernakular, yang bertujuan untuk melestarikan elemen-elemen lokal di suatu daerah sambil melakukan pembaruan agar menjadi karya yang lebih maju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Kota Padang merupakan contoh yang diduga menerapkan Arsitektur Neo-Vernakular, terlihat dari atap masjid ini yang menyerupai atap rumah adat Minangkabau, yaitu atap gonjong. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ciri-ciri Arsitektur Neo-Vernakular diterapkan pada masjid tersebut, dengan harapan konsep ini dapat menginspirasi bangunan lain agar tetap mengedepankan nilai-nilai lokal sebagai ciri khas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif pada bangunan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Arsitektur Neo-Vernakular pada masjid ini terlihat melalui atapnya yang memiliki bubungan, mengunakan material lokal, bentuk yang mengadopsikan bentuk lokal, kesatuan antara interior dan eksterior, serta penggunaan warna-warna yang kuat dan kontras.
Analisis Tipologi Permukiman Pesisir Di Desa Babul Makmur Dan Desa Miteum, Kabupaten Simeulue Ramadhan, Rahmat; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.904

Abstract

Pulau Simeulue merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Aceh memiliki pertumbuhan permukiman pesisir yang masih berkembang. Permukiman pesisir merupakan permukiman yang terdiri atas hunian penduduk, bangunan instansi pemerintah, rumah ibadah dan lingkungan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan wilayah pesisir, berada antara perbatasan perairan dan daratan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menemukan tipologi permukiman pesisir yang berkembang di Pulau Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan pendekatan applied research (penelitian terapan) berdasarkan respon di lapangan terkait tipologi permukiman pesisir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kajian preseden terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tipologi permukiman pesisir di dua desa yaitu Desa Babul Makmur dan Desa Miteum di Kecamatan Simeulue Barat.
Analisis Sistem Akustik Pada Multi Purpose Building Perta Arun Gas Lhokseumawe Julpan Hasbi Putra; Adi Safyan; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.905

Abstract

Auditorium (multipurpose) arun yang dirancang untuk menunjang kegiatan yang ada di perusahaan PT. Perta Arun Gas dalam berbagai kegiatan, Bangunan serbaguna ini memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan yang berbeda-beda, auditorium ini di teliti disebabkan terbatas nya Gedung multipurpose di kota lhokseumawe dan banyaknya masyarakat umum yang menggunakan Gedung tersebut untuk berbagai kegiatan oleh karena itu pentingnya kualitas suara yang ditinjau dari pengukuran waktu tunda, waktu dengung, dan penempatan material, hal yang harus diperhatikan sebagai usaha akustik yang berkaitan dengan material. Penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Mencari masalah dan menghasilkan hipotesis melalui penilaian lapangan dan teori akustik. seperti waktu dengung yang menjadi variabel yang digunakan dalam penelitian ini. dari pengukuran lapangan dan meninjau material yang ada di auditorium tersebut perhitungan waktu dengung yang sudah dikategorikan baik namun harus ada rekomendasi material, perhitungan secara manual menggunakan rumus sabine agar mendapatkan hasil yang memenuhi standar waktu dengung pada gedung auditorium serbaguna sedangkan hasil perhitungan waktu tunda pada Gedung tersebut sudah memenuhi. Pada penempatan penggunaan material dan peletakan reflector, diffuser dan absorber di gedung ini sesuai.dan waktu dengung setelah melakukan rekomendasi material menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari hasil perhitungan dan observasi lapangan pada gedung auditorium ini sudah memenuhi tingkat kenyaman pengguna pada Gedung tersebut nabum harus ada rekomendasi material tambahan untuk menghasilkan tingkat kenyamanan akustik pada auditorium menjadi labih baik lagi dalam berbagai kegiatan yang di lakukan pada auditorium tersebut
Evaluasi Purna Huni Perumahan Subsidi Bedasarkan Aspek Teknis (Studi Kasus: Perumahan Firya Mansion Bukit Panggoi Kota Lhokseumawe) Khaijar Apandi; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.906

Abstract

Keterbatasan kualitas hunian subsidi di Indonesia sering kali menjadi permasalahan yang mengemuka, terutama dalam hal ketidaksesuaian antara desain awal dengan kebutuhan aktual penghuni. Meskipun program perumahan subsidi telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, tantangan terkait aspek teknis, kenyamanan, dan keberlanjutan masih sering ditemukan. Evaluasi Purna Huni (EPH) adalah proses penilaian sistematis terhadap bangunan atau lingkungan terbangun setelah digunakan oleh penghuninya dalam jangka waktu tertentu untuk memahami sejauh mana bangunan tersebut memenuhi kebutuhan fungsional, estetika, dan keselamatan penghuni sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik dan fungsi bangunan pada Perumahan Subsidi Firya Mansion Bukit Panggoi di Lhokseumawe melalui pendekatan EPH. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kondisi bangunan dengan standar Permen PU No. 534/KPTSN 2001 dari aspek teknis, termasuk struktur, ventilasi dan sanitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen untuk memahami fenomena perubahan yang terjadi serta persepsi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah mengalami modifikasi signifikan, seperti penambahan ruang dan renovasi struktur, yang dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi dan sosial penghuni. Meskipun modifikasi tersebut meningkatkan tingkat kepuasan dan kualitas hidup penghuni, beberapa aspek teknis, seperti aksesibilitas dan keamanan, masih memerlukan perbaikan. Temuan ini menekankan pentingnya EPH sebagai alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara desain awal dan kebutuhan aktual penghuni, serta memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas hunian di masa depan.
Analisis Pencahayaan Alami pada Ruang Belajar Terhadap Kenyamanan Visual Pengguna (Studi kasus: SMPN 1 Kota Lhokseumawe) Fariz, Teuku Fariz Wazdi
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.909

Abstract

Daylighting adalah pemanfaatan cahaya alami, terutama dari sinar matahari, sebagai sumber utama pencahayaan. Dalam lingkungan pendidikan, ruang kelas merupakan ruang yang paling sering digunakan dibandingkan dengan ruang lainnya, sehingga memerlukan pencahayaan yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan di SMPN 1 Kota Lhokseumawe, tingkat pencahayaan di ruang kelas cenderung rendah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keberadaan vegetasi, desain dan gaya bangunan, serta faktor eksternal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencahayaan alami di ruang kelas SMPN 1 Kota Lhokseumawe serta hubungannya dengan kenyamanan visual pengguna, berdasarkan standar SNI 03-6197-2000 yang menetapkan tingkat pencahayaan minimum sebesar 250 Lux. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif, dengan kuesioner yang dianalisis menggunakan skala Likert, dan metode kuantitatif melalui pengukuran intensitas cahaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode komparatif, dengan membandingkan hasil kuesioner dan pengukuran intensitas cahaya terhadap standar SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruang kelas di SMPN 1 Kota Lhokseumawe tidak memenuhi standar pencahayaan, baik karena tingkat pencahayaan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dibandingkan standar yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Pencahayaan Alami, Ruang Kelas, SNI 03-6197-2000, Faktor Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual.
Fungsi Masjid Nur Addin Kota Tebing Tinggi Dalam Mewujudkan Pelestarian Budaya Ayu Fitri Yani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.914

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam, di mana aspek keagamaan dan tradisi lokal sering kali saling melengkapi. Masjid Nur Addin di Kota Tebing Tinggi merupakan contoh nyata dari institusi keagamaan yang berupaya menjaga keseimbangan antara fungsi keagamaan dan pelestarian budaya lokal. Peran masjid ini sebagai pusat aktivitas tidak hanya berkontribusi pada penguatan iman dan spiritualitas, tetapi juga menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan tradisi lokal, seperti ceramah dengan unsur kebudayaan, seni Islami, dan perayaan hari besar dengan ciri khas daerah, menjadi bukti upaya masjid ini dalam melestarikan budaya di tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kontribusi masjid dalam melestarikan budaya lokal di tengah dinamika modernisasi.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Kolonial Pada Fasad Pendopo Gubernur Aceh abdul azis
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.915

Abstract

Pendopo Gubernur Aceh yang dibangun pada tahun 1880 M sekarang menjadi Rumah Dinas Gubernur Aceh. Pendopo ini memiliki luas 7.150 meter persegi yang menghadap ke arah utara dan memiliki panjang 20 meter serta lebar 7 meter. Bahan kayu yang digunakan oleh Belanda untuk membangun bangunan ini dibawa langsung dari Kalimantan. Letnan Jenderal K. Vander Heijden diangkat menjadi gubernur pada tahun 1877 dan juga bertugas sebagai panglima militer dan sipil untuk merencanakan ekspansi Belanda di Aceh. Dia juga menjadi panglima militer dan sipil pertama untuk Aceh, dan dia adalah penghuni pertama pendopo ini. Orang Aceh menyebut letnan ini "Jenderal Bermata Sebelah" karena cedera tertembus peluru di sebelah bola matanya saat bertempur di Samalanga. Bangunan ini menampung total dua puluh dua petinggi Belanda. Bangunan ini secara keseluruhan menunjukkan perpaduan antara arsitektur tradisional dan arsitektur Eropa, seperti yang ditunjukkan oleh penggunaan ornamen hias pada setiap bangunan dan penggunaan elemen arsitektur Eropa. Bahan dasar bangunan yang didominasi oleh kayu. Gaya arsitekturnya terlihat dari gerbang pintu dan jendelanya yang tinggi dan lebar serta kelengkapan interiornya yang dihiasi dengan kaca-kaca yang indah
Perancangan Food Court Eco-Friendly di Pantai Ujong Blang Kota Lhokseumawe dwi anjani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.916

Abstract

Kota Lhokseumawe, sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia, terletak di jalur timur Sumatera dan dikelilingi oleh pantai, rentan terhadap perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama di kawasan Pantai Ujong Blang. Pantai ini berfungsi sebagai tempat hiburan dan kuliner, di mana pedagang dan nelayan menjajakan berbagai hasil tangkapan dan makanan khas. Namun perubahan iklim, seperti angin kencang dan pasang surut, dapat berdampak negatif pada usaha kuliner yang bergantung pada kondisi cuaca. Pertumbuhan pesat perdagangan kuliner di Kota Lhokseumawe, yang menawarkan beragam makanan dan minuman, menjadi peluang bagi para pedagang untuk menarik wisatawan. Oleh karena itu, perancangan Food Court-Eco Friendly di kawasan Pantai Ujong Blang diusulkan dengan pendekatan arsitektur hijau, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner tetapi juga memberikan rasa aman bagi pengguna. Desain ini bertujuan untuk mendukung para pelaku usaha dan nelayan, serta melestarikan kuliner lokal dan non-lokal. Dengan menerapkan prinsip arsitektur hijau, perancangan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan pariwisata dan kuliner yang berkelanjutan, menguntungkan bagi pengguna, dan tidak merugikan lingkungan sekitar.
Penerapan Konsep Modern Tropis Pada Perancangan Tempat Pengolahan Ikan di Pusong Lama, Lhokseumawe Najwa Ayu
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.917

Abstract

Sektor perikanan di Kota Lhokseumawe memiliki peranan yang signifikan dalam perekonomian lokal, terutama bagi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada aktivitas ini. Di daerah Pusong Lama, profesi utama penduduk adalah sebagai nelayan yang secara langsung memanfaatkan sumber daya laut. Perancangan industri pengolahan ikan bertujuan salah satunya untuk mendukung kegiatan pelatihan mengenai dasar-dasar mengolah ikan, sekaligus membangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Lhokseumawe. Pusong Fish Processing dirancang dengan mengusung konsep arsitektur modern tropis, kondisi ini disesuaikan dengan iklim lokal dan fasilitas-fasilitas publik di sekitar site. Proses penelitian meliputi analisis data lapangan, penentuan lokasi, serta desain dan penggambaran. Sektor perikanan di Kota Lhokseumawe berpotensi menghasilkan produk bernilai tinggi, dan pelatihan yang didorong oleh pemerintah setempat menjadi salah satu langkah positif yang mulai dijalankan. Dengan menerapkan konsep arsitektur yang nyaman dan aman, Pusong Fish Processing diharapkan dapat mendukung kegiatan pelatihan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna dan pengunjung.