cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024" : 13 Documents clear
Pembuatan Briket Dari Campuran Limbah Cangkang Kelapa Sawit Dan Serbuk Kayu Gergaji Menggunakan Perekat Sagu Dan Arpus Sebagai Bahan Bakar Alternatif Zulfa, Rahmita; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.13880

Abstract

Biomassa memiliki beberapa kegunaan sebagai sumber energi. Briket biomassa adalah salah satu jenis energi. Berbagai macam bahan mentah, termasuk sampah, tersedia untuk digunakan dalam produksi briket saat ini. Limbah cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji merupakan bahan yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas briket dengan berbagai bahan perekat. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penggunaan jenis campuran bahan baku berupa cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu gergaji dan varisi  perekat yaitu sagu dan arpus sehingga didapatkan briket yang terbaik dengan nilai kalor 6.814 cal/g pada briket dengan perekat arpus. Perekat yang digunakan adalah sagu dan arpus, dan briketnya dicetak dalam berbagai ukuran. Khusus pipa kecil diameter 26 mm, pipa sedang diameter 32 mm, dan pipa besar diameter 42 mm dengan tinggi masing-masing 1 inchi. Kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan lama pembakaran semuanya diperiksa dalam penelitian ini. Briket yang dibuat menggunakan lem arpus dalam cetakan pipa kecil memiliki kadar air paling rendah (4,24%), menurut penelitian ini. Pada cetakan pipa kecil, briket yang dibuat menggunakan perekat sagu memiliki kadar abu paling rendah, yaitu 6,16%. Terdapat 4.834 kalori dan 20.239 Joule per gram serbuk gergaji dan cangkang sawit dalam briket perekat sagu. Nilai kalor lem dari Arpus adalah 28.532 (J/g) atau 6.814 (cal/g). Waktu bakar yang paling lama adalah briket dengan perekat arpus pada ukuran briket besar yaitu mencapai 90 menit.
Pengaruh Konsentrasi Asam Asetat dan Lama perendaman pada Ekstraksi Gelatin dari Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) abdullah, humaira; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15377

Abstract

Pengemulsi, pengental, dan penstabil makanan semuanya memakai gelatin, bahan makanan. Kolagen pada kulit, tulang, dan ikan didenaturasi untuk menghasilkan gelatin, protein berbentuk gel. Agar-agar yang diigunakan dalam peneliitian ini terbuat dari tulang ikan niila. Berdasarkan penelitian, cara ekstraksi gelatin tulang ikan nila yang paling efektif adalah dengan konsentrasi 2% dan lama prendaman 48 jam, diperoleh hasiil sebanyak 4,45 gram. Harkat air 3,07%, harkat abu 1,04 persen, dan harkat protein 51,934%. Namun pada saat dilakukan uji sifat organoleptik, sampel mempunyai bau amis yang tidak memenuhi baku mutu gelatin, meskipun warnanya sebati dengan yang diharapkan pada konsentrasii 1%
PENGARUH AKTIVATOR KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN MASSA SERBUK BIJI PEPAYA TERHADAP KUALITAS BIOSORBEN Pasaribu, Josua; Nurlaila, Rizka; Ibrahim, Ishak; Muhammad, Muhammad; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.18018

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen Pepaya terbesar di dunia dengan menduduki sebagai peringkat 5 dengan total produksi sebesar 1.089.578 Ton. Pepaya memiliki manfaat serbaguna, termasuk bijinya. Pepaya memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bijinya. Kandungan abu sebanyak 15,8 gram yang terdapat dalam biji pepaya dianggap sebagai komponen paling signifikan dalam hal sifat biosorbennya. Maka dari itu biji pepaya digunakan sebagai adsorben dalam menyerap zat pewarna yang mencemari lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan biosorben menggunakan bahan baku alami yang dapat diaktivasi untuk menghasilkan biosorben berkualitas tinggi.. Penelitian ini juga meneliti dampak massa bubuk biji pepaya terhadap biosorben akhir dan pengaruh aktivator konsentrasi asam sulfat terhadap kualitas biosorben akhir, di mana biji pepaya dipisahkan dari daging buah dan dikeringkan selama 24 jam di bawah sinar matahari untuk menghilangkan kadar air. Lalu biji pepaya di furnace dengan suhu pembakaran 500 oC.selama 2 jam. Biji pepaya yang sudah di furnace lalu di ayak menggunakan ayakan 100 mesh. Penelitian ini menggunakan adsorben yang diaktivasi dengan Konsentrasi asam sulfat sebagai aktivator dan massa biji pepaya  bervariasi.. Kapasitas penyerapan maksimum pada adsorpsi terdapat massa 0,5 gram dengan konsentrasi asam sulfat 13% yaitu sebesar 4,9841 mg/g, sedangkan untuk efisiensi adsorpsi maksimum pada adsorpsi pada massa 2 gram dengan konsentrasi asam sulfat 13% yaitu sebesar 99,7189 %.
Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Waktu Pemasakan Pada Proses Pembuatan Pulp dari Limbah Bonggol Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Mahdayani Sinaga, Citra Puspita; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Yani, Firda Tirta
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.14935

Abstract

Pulp adalah serat yang berbentuk bubur kertas yang dipergunakan dalam membuat lembaran kertas. Bahan dasar untuk penelitian ini adalah limbah bonggol jagung manis Zea Mays Saccharata Sturt, yang digunakan untuk menghasilkan pulp. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persen NaOH dan waktu pemasakan (menit) berdampak pada kualitas produk pulp. Untuk menghasilkan pulp, jumlah selulosa di atas dari 40% sementara jumlah lignin di bawah dari 18%. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menganalisa pengaruh konsentrasi NaOH serta waktu pemasakan. Pada penelitian ini memiliki variabel bebas yaitu konsentrasi NaOH 4%, 6%, dan 8% serta waktu pemasakan 40 menit, 50 menit, 60 menit, 70 menit, dan 80 menit pada proses delignifikasi dengan proses soda. Hasil terbaik dari penelitian ini adalah konsentrasi NaOH 8% dengan waktu pemasakan 80 menit, yaitu 58%, dan kadar lignin terendah adalah 2%. Kadar air bonggol jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt) berkisar antara 2,22% dan 6,08%.
Pemanfaatan Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket yani, irma; masrullita, masrullita; Nasrul Za, Nasrul Za; sulhatun, sulhatun; sylvia, novi; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.16699

Abstract

Masalah besar di negeri pada masa ini yaitu energi. Keperluan akan energi setiap tahunnya akan meningkat. Pemanfaatan sumber energi alternatif yang potensial di Indonesia adalah biomassa yang sering di temui di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan untuk bahan baku penelitian ini yaitu limbah ampas tebu dan tempurung kelapa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apakah briket yang dibuat memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan bahan baku ampas tebu (saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka menggunakan variasi konsentrasi perekat 5%, 10% dan 15% serta variasi perbandingan bahan baku 30:70, 50:50 dan 100:0. Pembentukan  briket arang dilangsungkan dengan menggunakan metode karbonasi untuk mengganti bahan membentuk zat arang dengan membakar di area tertutup dengan udara yang minim. Uji proximate dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbandingan ampas tebu dan tempurung kelapa dengan perbandingan bahan baku 50:50 dengan perekat 10% merupakan arang terbaik dengan kualitas: kadar air 5,46%, kadar abu 7,73%, Volatile matter 12,57%, dan nilai kalor yang didapatkan sebesar 5313,09 kal/g. Dari hasil penelitian ini menampilkan bahwasanya arang briket yang didapat bagus dan tidak mudah hancur. Pemilihan limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan arang. Pemilihan perekat tepung tapioka dapat dimanfaatkan, karena tepung tapioka benar dapat menaikkan kadar arang briket yang dihasilkan. 
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI DAN BANYAKNYA RAGI PADA PROSES PRODUKSI MINYAK KEMIRI MENGGUNAKAN METODE FERMENTASI Qisti, Ruhul; Suryati, Suryati; Sylvia, Novi; Azhari, Azhari; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan ragi roti dan lama fermentasi terhadap proses pembuatan minyak kemiri. Parameter yang diuji adalah rendemen, kadar air, asam lemak bebas, densitas, bilangan penyabunan dan indeks bias minyak kemiri. Bahan utama penelitian adalah biji kemiri sebanyak 300 gram untuk satu kali proses, kemudian digiling dan diperas hingga menghasilkan santan. Selanjutnya santan ditaruh dalam wadah dan ditambahkan ragi roti sebanyak 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram dengan lama fermentasi 8 jam, 10 jam, 12 jam dan 14 jam. Selanjutnya air dan ampasnya dipisahkan kemudian dimasak pada suhu 60°C selama 50 menit, kemudian ditaruh dalam wadah dan diendapkan selama 24 jam. Rendemen minyak kemiri terbaik diperoleh pada perlakuan pemberian ragi roti sebanyak 10 gram dan lama fermentasi 14 jam sebanyak 15,51%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ragi roti sebanyak 15 gram dan lama fermentasi 14 jam menghasilkan kadar air minyak paling rendah yaitu sebesar 0,174%. Asam lemak bebas paling rendah terdapat pada penambahan ragi roti sebanyak 20 gram dan lama fermentasi 14 jam sebesar 0,1381%. Berat jenis minyak kemiri yang dihasilkan hampir sesuai dengan standar SNI yaitu pada lama fermentasi 14 jam dan jumlah ragi roti yang digunakan sebanyak 15 gram sebesar 0,935 gr/ml. Angka penyabunan minyak kemiri yang hampir sesuai dengan standar SNI terdapat pada lama fermentasi 20 jam dengan jumlah ragi sebanyak 20 gram sebesar 183 mh KOH/g sampel. Angka indeks bias minyak kemiri paling rendah terdapat pada lama fermentasi 14 jam dengan jumlah ragi sebanyak 20 gram sebesar 2,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi roti dapat digunakan untuk membuat minyak kemiri dengan teknik fermentasi.
OPTIMASI ENERGI PADA PRODUKSI SYNGAS DARI R-LNG (REGASIFIED LIQUIFIED NATURAL GAS) MENGGUNAKAN ASPEN HYSYS V.10 Giffary, Muhammad; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Hakim, Lukman; Muhammad, Muhammad; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15013

Abstract

Energi telah menjadi pilar yang sangat diperlukan untuk kemajuan dan perkembangan manusia sepanjang sejarah. Dari peradaban kuno hingga hari ini, kemajuan manusia secara intrinsik terkait dengan evolusi revolusi energi. Pengaruhnya meresap ke dalam setiap aspek eksistensi manusia. Ketika kita memulai era baru aplikasi energi, fokusnya bergeser ke pengembangan dan pemanfaatan sumber daya utama seperti minyak bumi, batu bara, teknologi energi baru, dan gas alam. Salah satu pemanfaatannya adalah memproduksi syngas, sekitar 6 EJ syngas diproduksi secara global setiap tahunnya, yang merupakan hampir 2% energi primer dunia saat ini. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi proses dalam produksi syngas  adalah software Aspen HYSYS V.10. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan proses utama combined reforming menggunakan heater, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan heat exchanger. Produksi syngas dengan proses utama combined reforming menggunakan dua reaktor utama yaitu primary reformer dan secondary reformer guna untuk meningkatkan konversi metana menjadi hidrogen. Keluaran dari secondary reformer panasnya mencapai 962oC dan akan masuk ke hight temperature shift converter untuk mengkonversi karbon monoksida menjadi hidrogen pada suhu 366oC. Pada penelitian sebelumnya, temperatur 962oC akan turun menjadi 366oC menggunakan cooler 1, beban kerja dari cooler 1 sangat berat untuk menurukan temperatur 962oC menjadi 366oC. Sehingga, terjadi pemborosan konsumsi energi. Maka, didapatlah peluang untuk mengoptimalkan konsumsi energi yang ada dengan cara memanfaatkan panas keluaran dari secondary reformer yang panasnya sampai 962oC ini cukup tinggi untuk memanaskan MIXED FEED dan PROCESS GAS dengan menggunakan heat exchanger. Hal ini terbukti, dengan total konsumsi energi sebelum memanfaatkan panas keluaran secondary reformer sebesar 556.626.015,66 Kj/jam atau 133,56 Gcal/jam dan setelah memanfaatkan panasnya menjadi 460.267.906,06 atau 110 Gcal/jam. Maka, konsumsi energi dapat dioptimalkan menjadi 110 Gcal/jam.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L) UNTUK FORMULASI PEMBUATAN LULUR (BODY SCRUB) DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER CANGKANG TELUR AYAM Fitriani, Fitriani; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; kamar, Iqbal; Nurlaila, Rizka; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17137

Abstract

Krim lulur merupakan produk kosmetik yang digunakan dalam perawatan kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dalam pembuatan krim lulur adalah ekstrak daun jambu biji, yang dikombinasikan dengan scrubber cangkang telur ayam. Kedua bahan tersebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan ekstrak daun jambu biji (psidium guajava l) untuk formulasi lulur (body scrub) dengan penambahan scrubber cangkang telur ayam. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara cangkang telur ayam dan waktu pengadukan terhadap pembuatan lulur (body scrub). Ekstrak daun jambu biji dengan berat massa 2 gram, sedangkan cangkang telur ayam divariasikan dengan berat massa 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram dengan waktu pengadukan selama 4 menit, 8 menit, 12 menit dan 16 menit. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengujian sediaan uji organoleptik, uji daya sebar dan uji pH. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan variasi cangkang telur ayam 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram sebagai scrubber dalam penelitian lulur. Menunjukkan hasil sediaan krim lulur yang memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar adalah lulur dengan berat massa 5 gram dan 10 gram dengan tekstur semi padat dan lembut, aroma wangi Grapefruit essential oil, berwarna hijau kecoklatan dengan daya sebar sebesar 5,5 - 6,4 cm, pH sebesar 6,4 - 7. Lulur dengan berat massa 15 gram dan 20 gram tidak memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar karena memiliki tekstur yang padat dengan daya sebar 3,9 - 4,6 cm. Lulur memiliki pH sesuai dengan pH pelembab kulit.
Pengaruh Konsentrasi Aktivator HCl dan Ukuran Partikel Terhadap Kemampuan Daya Serap Karbon Aktif Dari Ampas Bubuk Kopi Lestari, Juli; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka; Faisal, Faisal; Fibarzi, Wiza Ulfa; Fitri, Safira
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15184

Abstract

Jenis aktivator memengaruhi luas permukaan pori dan volume karbon aktif yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, ampas kopi di karbonisasi selama 60 menit pada suhu 500 °C, dan kemudian proses aktivasi kimiawi menggunakan HCl berlangsung selama 48 jam. Dari penelitian sebelumnya maka penelitian ini dilakukan dengan aktivator HCl 0,5 M, 1 M, 1,5 M, dan 2 M digunakan untuk membandingkan tingkat serapan iodium terbaik. Pada sampel ini dilakukan uji kadar air, abu, zat mudah menguap, serapan iodium, dan SEM. Hasilnya menunjukkan kadar air 0,050 hingga 0,735%, kadar abu 0,539 hingga 1,436%, dan kadar zat mudah menguap 0,373 hingga 1,053%. Serapan iodium adalah 548,25 hingga 860,44 mg/g. Hasil uji SEM karbon aktif dengan aktivator asam klorida (HCl) menunjukkan permukaan berwarna gelap. Pada hasil uji SEM, objek yang lebih gelap mewakili kedalaman permukaan objek. Semakin gelap gambar permukaan, maka semakin dalam pula sasarannya, sehingga ketika terdapat sampah, masih ada ruang di pori-pori untuk menyerap lebih banyak sampah.
Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami dari Ekstrak Kulit Buah Manggis Terhadap Laju Korosi Baja ST 41 Elviana, Suci; Ibrahim, Ishak; Muarif, Agam; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15200

Abstract

Korosi adalah sebuah proses pengkaratan, korosi sering terjadi pada logam yang mengalami proses penurunan mutu terhadap fungsinya yang disebabkan karena lingkungan yang korosif baik itu berupa udara, air maupun lainnya. Penanganan masalah korosi dapat dilakukan dengan menambahkan inhibitor korosi dari ekstrak kulit buah manggis yang mengandung tanin dan dapat membentuk senyawa komplek dengan besi lll oksida pada permukaan logam. Inhibitor korosi merupakan suatu zat yang jika ditambahkan kedalam suatu lingkungan, dapat menurunkan laju korosi terhadap suatu logam. Pengaruh penambahan inhibitor alami dari ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada baja ST 41 dilakukan pada penelitian di Laboratorium dengan menggunakan metode perendaman. Media korosif yang digunakan dalam penelitian adalah HCl 0,5 M yang telah ditambahkan inhibitor. Perendaman dilakukan dalam interval waktu 6 hari, 9 hari, 12 hari dan 15 hari dengan konsentrasi inhibitor 0,12 gr/ml, 0,14 gr/ml, 0,18 gr/ml, 0,24 gr/ml dan 0,36 gr/ml. Laju korosi dihitung dengan menggunakan metode weight loss, hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan terjadinya korosi sumuran dipermukaan logam, Besarnya laju korosi dinyatakan sebagai besarnya kehilangan berat benda uji per satuan luas permukaan per satuan waktu perendaman. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa laju korosi pada baja karbon rendah dalam lingkungan asam klorida menurun secara signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman. Penurunan ini terjadi karena adanya pembentukan lapisan pasif protektif pada permukaan plat baja, sehingga melindungi plat baja dari serangan korosi. Laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada perendaman 15 hari dengan konsentrasi 0,36 gr/ml yaitu 19,713 mpy dan 57,22%.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026 Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue