cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2025): Juni" : 5 Documents clear
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus haemolyticus Johandi, Egedius Harley; Taufiqurrahman, Muh.; Risny, Risny
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.820

Abstract

Antibacterial activity of ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) against Staphylococcus haemolyticus. Background highlights the growing concern over antibiotic resistance, which poses significant health risks at both the individual and societal levels. This study aims to explore natural alternatives to antibiotic treatment, leveraging the traditional use of natural ingredients in medicine. This study will employ a systematic approach, including the extraction of active compounds from the leaves using a maceration method with 96% ethanol as a solvent. The study will also assess the presence of bioactive compounds such as triterpenoids, known for their pharmacological properties, including antibacterial effects. The research question focuses on determining the antibacterial efficacy of the extract and categorizing the degree of inhibition based on varying concentrations. These findings are expected to contribute to the understanding of natural remedies in combating bacterial infections and may pave the way for future drug development based on plant-derived compounds. This proposal examines the antibacterial activity of ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) against Staphylococcus haemolyticus as a natural alternative to address antibiotic resistance. The maceration method is used to extract bioactive compounds such as triterpenoids. This study evaluated the antibacterial effectiveness at various concentrations and is expected to support the development of plant-based medicines.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphyllococcus haemolyticus Beang, Marcelino Edo Ba; Taufiqurrahman, Muh.; Oklyan, Risny
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.821

Abstract

Soursop is a plant that grows in tropical areas and has long been widely used as a traditional medicine for various diseases such as cystitis, diabetes, headaches, flu, asthma, and insomnia. The use of soursop seeds is still limited because they are usually thrown away Soursop seeds have almost the same phytochemical content as the leaves, it was found that 96% ethanol extract of soursop seeds positively contained alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, terpenoids, and polyphenols. This study aims to determine the activity of ethanol extract of soursop seeds on the growth of Staphylococcus haemolyticus bacteria in vitro using the disc diffusion method with concentrations of 10%, 20 and 30%. The disc diffusion method measures the area of ​​the clear zone formed around a paper disc, used to determine antimicrobial activity. The results showed that the ethanol extract of soursop seeds (Annona muricata L.) has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus haemolyticus bacteria at concentrations of 10%, 20%, and 30%. The average diameter of the inhibition zone for the ethanol extract of soursop seeds (Annona muricata L.) at concentrations of 10% (2,798 mm), 20% (4,392 mm), and 30% (5,741 mm), and the average for the positive control was 7.465 with a standard deviation of 2.49, categorized as very strong.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAN EKSTRAK ASETON RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) Erika Sudin; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.846

Abstract

Temulawak (curcuma xanthorriza roxb.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat. Temulawak diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya potensi sebagai antioksidan. Komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan dalam rimpang temulawak adalah kurkumin. kandungan senyawa aktif di dalam temulawak, terutama adalah kurkumin dan xanthorizol. Berbagai penelitian telah banyak dilakukan terhadap temulawak, terutama dari aspek khasiatnya. Kecendrungan masyarakat global pada semangat “back to nature” membuka peluang temulawak sebagai salah satu sumber bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan aseton terhadap rimpang temulawak. Bahan baku yang digunakan adalah rimpang temulawak yang dijual wilayah kota samarinda. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Ekstrak temulawak memiliki aktivitas antioksidan tergolong aktif sehingga berpotensi sebagai antioksidan alami yang baik. Kata kunci : Kadar Kurkumin, Aktivitas Antioksidan, Temulawak
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI INFLUENZA PADA KALANGAN LANSIA DI KELURAHAN SUNGAI PARIT KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Antonius Mario Claret Tophi Making; Raymon Simanullang; Liniati Geografi
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.847

Abstract

Influenza merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang sering menyerang lansia. Salah satu upaya untuk mengatasi influenza adalah dengan melakukan swamedikasi. Namun, praktik swamedikasi pada lansia memiliki risiko karena faktor usia, kondisi kesehatan, serta potensi kesalahan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku lansia terhadap swamedikasi influenza serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi influenza di Kelurahan Sungai Parit, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki tingkat pengetahuan cukup (58%) dan perilaku swamedikasi cukup (76%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0.928 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi influenza pada lansia. Kata kunci: Influenza, swamedikasi, lansia, pengetahuan, praktik kesehatan.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PASAR PAGI KOTA SAMARINDA Viola Apristarani; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.850

Abstract

Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang digunakan untuk mengurangi rasa lelah, nyeri otot, serta menyegarkan tubuh. Paracetamol merupakan obat yang paling umum digunakan masyarakat untuk meredakan gejala nyeri dan menurunkan demam. Penggunaan paracetamol dalam jamu dilarang karena dapat menyebabkan terjadinya interaksi yang tidak diinginkan antara obat tradisional dengan obat sintetik dan jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bahan kimia obat paracetamol dalam jamu pegal linu yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda secara kualitatif yaitu menggunakan uji kromatografi lapis tipis dan kuantitatif yaitu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Serta memenuhi uji validasi dengan parameter validasi metode dalam penelitian meliputi linieritas, limit of detection (LOD) dan limit of Quantification (LOQ). Sampel yang diuji sebanyak 10 sampel. Hasil pengamatan pada uji kualitatif menggunakan plat KLT dengan fase gerak kloroform : etanol (8:1) terdapat sampel yang positif mengandung paracetamol yaitu sampel dengan nilai Rf A (0,135), B (0,121), C (0,121), D (0,189) dan E (0,135) yang mendekati dengan standar paracetamol Rf (0,135). Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 242 nm. Kadar rata-rata paracetamol dalam 10 sampel yaitu 0.41 % - 74,87% hal ini menunjukkan bahwa jamu pegal linu yang beredar tidak memenuhi syarat BPOM karena mengandung paracetamol. Kata Kunci : Jamu pegal linu, Paracetamol, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis

Page 1 of 1 | Total Record : 5