cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
komunitas@untirta.ac.id
Editorial Address
FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl Raya Palka KM 3 Sindangsari. Kab. Serang Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27980855     EISSN : 27980766     DOI : http://dx.doi.org/10.31506/komunitas:jpkm
Core Subject : Social,
KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), contains various activities of the teaching staff in FISIP Universitas Sultan Ageng Titayasa in handling and managing the various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society. Implementation of service activities also involve the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Issue 2, Desember 2022" : 5 Documents clear
Pendampingan UMKM dalam Mempromosikan Produk Pangan Lokal Banten melalui Media Sosial Puspita Asri Praceka; Uliviana Restu Handaningtias; Ika Arinia Indriyany
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v2i2.16861

Abstract

AbstrakProduk pangan lokal merupakan bagian dari heritage bangsa yang menjadi saksi akan perkembangan peradaban masyarakat dan terikat kuat dengan tradisi budaya bangsa. Pangan lokal tidak hanya perlu untuk dilestarikan tetapi juga ditingkatkan nilainya. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan pangan lokal adalah dengan memanfaatkan media sosial. Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil bahwa tagar pangan lokal tidak dimanfaatkan dengan maksimal untuk mempromosikan makanan khas Banten, justru banyak ditemukan kasus promosi untuk makalan di luar makanan lokal dengan menggunakan tagar pangan lokal. Hal ini tentunya tidak meningkatkan awareness masyarakat akan keberadaan pangan lokal Banten sehingga pangan lokal tidak terlalu dikenali keberadaannya dalam jagad raya pangan lokal di Indonesia dan kalah pamor dengan pangan lokal lainnya. Oleh sebab itu, perlu adanya pendampingan kepada UMKM pangan lokal Banten untuk memperkenalkan ragam pangan lokal Banten dengan menggunakan media sosial secara optimal. Upaya ini diharapkan dapat membantu umkm untuk memperkenalkan pangan local kepada masyarakat luas. Dengan menggunakan media sosial diharapkan masyarakat luas mengenali apa saja ragam makanan lokal di provinsi Banten dan sekaligus menyebarluaskan informasi pangan lokal tersebut sehingga informasi mengenai pangan lokal Banten tersebar luas.Katakunci : pangan lokal, promosi, sosial media, UMKM  AbstractLocal food products are part of the nation's heritage which is a witness to the development of community civilization and is firmly bound to the nation's cultural traditions. Therefore, local food needs to be preserved and increased in value. We can utilize social media to promote local food. However, research has shown that local food hashtags are not used optimally to promote Banten specialties. There are many cases of promoting food other than local food using local food hashtags. This way certainly does not increase public awareness of the existence of local Banten food so that local food is not too recognized in the local food universe in Indonesia and loses prestige with other local foods. Therefore, it is necessary to assist local food SMEs in Banten by using social media optimally to introduce a variety of local Banten foods. This effort is expected to help MSMEs to introduce local food to the broader community. By using social media, it is hoped that the wider community will recognize the variety of local foods in the province of Banten and, at the same time, disseminate information on local food so that information about local food in Banten is widely spread.Keywords : local food, promote, social media, micro business
Pelatihan Digitalisasi Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Serang Rahmawati Allyreza; Maulana Yusuf; Agung Satrio W
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v2i2.16893

Abstract

AbstrakDigitalisasi merupakan hal yang saat ini gencar dilakukan dalam segala aspek, baik di lingkungan pemerintahan, swasta, Pendidikan dan juga ekonomi. Aktivitas perekonomi tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional dalam transaksi perdagangan barang dan jasa dimana penjual dan pembeli bertemu langsung pada sebuah pasar. Digitalisasi dalam dunia perdagangan justru semakin massif dilakukan ditengah terpuruknya perekonomian tradisional berupa penjualan barang dan jasa melalui promosi dan pemasaran langsung. Demikian juga halnya dengan Badan Usaha Milik Desa agar dapat bertahan ditengah pandemic dan dapat bersaing dengan jenis usaha lain, digitalisasi badan usaha milik desa juga mendesak untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pengelola BUMDES dalam memasarkan produk Bumdes secara digital melalui market place. Kegiatan diikuti oleh perwakilan dua orang pengurus Bumdes yang diundang berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dimana Bumdes tersebut memiliki kendala dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan. Narasumber pelatihan merupakan akademisi Untirta dalam bidang manajemen keuangan daerah, komunikasi digital dan praktisi/penjual melalui market place. Setelah mengikuti pelatihan, Bumdes di Kabupaten Serang dapat langsung menerapkan dan memasarkan produk Bumdes melalui market place.Katakunci: digitalisasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMD), market place.  AbstractDigitalization is something that is currently being intensively carried out in all aspects, both in the government, private sector, education, and also the economy. Economic activity no longer uses traditional ways of trading goods and services where sellers and buyers meet directly in a market. Digitalization in the world of trade is increasingly massive amid the decline of the traditional economy in the form of selling goods and services through promotion and direct marketing. Likewise, Village-Owned Enterprises to survive during a pandemic and be able to compete with other types of businesses, the digitalization of village-owned enterprises is also urgent to be carried out. This activity aims to provide training to BUMDES managers in marketing village own company (Bumdes) products digitally through the marketplace. The activity was attended by representatives of two Bumdes administrators who were invited based on the results of observations and initial interviews where the Bumdes had problems in terms of marketing the products produced. The training resource persons are Untirta academics in the field of regional financial management, digital communication, and practitioners/sellers through the marketplace. After participating in the training, Bumdes in Serang Regency can immediately implement and market Bumdes products through the marketplace. Keywords: digitalization, village own company (BUMD), market place.
Gerakan Literasi Internet Desa Dalam Mendorong Pemanfaatan Marketplace Untuk Pengembangan Usaha Bumdes Desa Teluk M Dian Hikmawan; Bayu Nurrohman
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v2i2.17839

Abstract

AbstrakPengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Teluk ini memiliki tujuan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa tentang pentingnya literasi digital di desa.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih bisa memanfaatkan teknologi yang telah tersedia. Ketika masyarakat sudah memiliki literasi digital yang tinggi, maka akan berdampak kepada banyak hal. Program Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga akan dilihat sebagai salah satu peran perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berkontribusi terhadap pengembangan dan permberdayaan masyarakat untuk mendorong masyarakat yang berdaya saing dengan memanfaatka teknologi informasi. Hal ini juga menunjukan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan juga perguruan tinggi bisa dijadikan sebuah. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan identifikasi permasalahan yang ada di desa teluk. Observasi dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat langsung ke desa teluk untuk melihat seperti apa potensi yang dimiliki oleh desa teluk. model yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah masyarakat mendapatkan pemahaman dan edukasi yang lebih mendalam terkait dengan pemanfaatan teknologi dan informasi untuk mendorong usaha mikro menengah yang dimiliki oleh masyarakat dengan menggunakan media Pasar Desa yang merupakan Badan Usaha Milik Desa yang dimiliki oleh Desa Teluk.Kata kunci: literasi, digital, pengabdian masyarakat AbstactThis Community Service which was carried out in Teluk Village has the aim of educating the village community about the importance of digital literacy in the village. This community service activity is very important to do to encourage the community to be more able to take advantage of the available technology. When people already have high digital literacy, it will have an impact on many things. This community service activity program will also be seen as one of the roles of universities in this case Sultan Ageng Tirtayasa University which contributes to the development and empowerment of the community to encourage a competitive community by utilizing information technology. This also shows that the collaboration of the government, the community, and also universities can be used as a collaboration. The method used in carrying out this community service activity is to identify the problems that exist in the Teluk Village. Observations were made by the community service team directly to Teluk Village to see what kind of potential the Teluk Village had. a model that is able to encourage the improvement of the welfare of rural communities. The result of community service activities is that the community gets a deeper understanding and education related to the use of technology and information to encourage micro and medium enterprises owned by the community by using the Village Market media which is a Village-Owned Enterprise owned by Teluk Village.Keyword: literacy, digital, community dedication
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengelola Sampah di Desa Kramatwatu Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang Rina Yulianti; Ipah Ema Jumiati
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v2i2.18387

Abstract

AbstrakPengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu alternative dalam pengurangan sampah. Belum adanya pengelolaan sampah secara mandiri dapat mengakibatkan sampah yang menumpuk. Pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah diharapkan dapat membantu memecahkan masalah dalam pengelolaan sampah, sehingga dapat membentuk kelompok dengan mengajak masyarakat untuk lebih kreatif di dalam memisahkan sampah organic dan nonorganic agar lingkungan menjadi sehat dan bersih selain itu dapat menambah pendapatan ketika sampah tersebut dapat dijual atau ditabung di bank sampah. Permasalahan yang ada pada bank sampah di Desa Kramatwatu seperti mati suri artinya keberadaannya ada tapi sudah tidak aktif lagi dalam membantu masyarakat sekitarnya. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan mengadakan workshop dan mengundang kepala desa dan anggota lembaga pemberdayaan masyarakat desa dan anggota lembaga pemberdayaan masyarakat desa agar mereka dapat menarik masyarakat untuk dapat mencintai hidup sehat dan bersih serta dapat memanfaatkan barang bekas (sampah) menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali dan dapat menambah pendapatan keluarga. Selain itu pengabdian ini juga dapat menghidupkan kembali bank sampah yang ada di Desa Kramatwatu.Kata Kunci: masyarakat, pemberdayaan, pengelolaan sampah AbstractCommunity-based waste management can be an alternative in reducing waste. The absence of independent waste management can result in waste piling up. Community empowerment through waste banks is expected to help solve problems in waste management, so that they can form groups by inviting people to be more creative in separating organic and non-organic waste so that the environment becomes healthy and clean besides that it can increase income when the waste can be sold or saved. in the waste bank. The problems that exist in the waste bank in Kramatwatu Village are like suspended animation, meaning that they exist but are no longer active in helping the surrounding community. The method that will be used in this service is to hold a workshop and invite village heads and members of village community empowerment institutions and members of village community empowerment institutions so that they can attract people to be able to love healthy and clean life and be able to use used goods (garbage) into useful goods. can be reused and can increase family income. In addition, this service can also revive the waste bank in Kramatwatu Village.Keyword: community, empwerment, waste management
Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menggunakan Reaktor Biodiesel Bersirkulasi Pada Nelayan Karangantu Serang Banten Rudi Hartono; Yus Rama Denny; Lusiani Dewi Assaat; Sulaeman Deni Ramdani
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v2i2.18418

Abstract

AbstrakTingginya penggunaan minyak bumi menyebabkan cadangan minyak bumi menipis, ini dikarenakan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Kondisi ini menyebabkan perlu dilakukannya pencarian energi alternatif yang dapat mengurangi penggunaan minyak bumi, salah satunya yaitu biodiesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati sehingga dapat diperbaharui karena banyak terdapat di alam. Pembuatan biodiesel dapat dibuat menggunakan minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Minyak jelantah akan bereaksi dengan larutan kalium metoksi yang berasal dari campuran metanol degan katalis KOH. Desa nelayan di Karangantu sangat berpotensi untuk pemanfaatan minyak jelantah untuk dirubah menjadi biodiesel sebagai bahan bakar mesin kapal. Metode pelatihan menggunakan demonstrasi dan ceramah. Objek pengabdian adalah perwakilan masyarakat nelayan karangantu berjumlah 25 orang. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukan bahwa penyuluhan yang dilakukan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari materi pertama mengenai bahaya dan potensi pemanfaatan minyak jelantah yang dirasa sangat bermanfaat. Kemudian kegiatan demonstrasi merubah minyak jelantah menjadi biodiesel juga dirasa sangat bermanfaat menurut nelayan karena hal tersebut dapat menjadi alternatif bahan bakar untuk mesin kapal yang menggunakan mesin diesel. Berdasarkan data yang diperoleh, kegiatan pelatihan mendapatkan skor keefektifan yaitu sebesar 3,50 dan masuk dalam kategori efektif. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para nelayan.Kata kunci:  minyak jelantah, biodiesel, nelayan, Karangantu, reaktor   AbstractThe high use of petroleum causes petroleum reserves to run low, this is because petroleum is a non-renewable natural resource. This condition causes the need to search for alternative energy that can reduce the use of petroleum, one of which is biodiesel. Biodiesel is made from vegetable oil so it can be renewed because it is abundant in nature. Biodiesel can be made using used cooking oil through a transesterification process. Used cooking oil will react with a solution of potassium methoxy derived from a mixture of methanol with a KOH catalyst. The fishing village in Karangantu has the potential to utilize used cooking oil to be converted into biodiesel as fuel for ship engines. The training method uses demonstrations and lectures. The object of service is the representatives of the Karangantu fishing community, totaling 25 people. Based on the results of the activity, it shows that the counseling provided is beneficial to the community. This is proven from the first material regarding the dangers and potential use of used cooking oil which is considered very useful. Then the demonstration activity of changing used cooking oil into biodiesel is also considered very useful according to fishermen because it can be an alternative fuel for ship engines that use diesel engines. Based on the data obtained, the training activities get an effectiveness score of 3.50 and fall into the effective category. This shows that training activities have a positive impact in increasing the knowledge and skills of fishermen.Keywords:  used cooking oil, biodiesel, fishermen, karangantu, reactor.

Page 1 of 1 | Total Record : 5