cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
jice.sttpekanbaru@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jice@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Pekanbaru, Riau Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Infrastructure and Civil Engineering
ISSN : 28095227     EISSN : 28095030     DOI : https://doi.org/10.35583/jice
Journal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE) focuses on civil engineering expertise. Detailed scopes of articles accepted for submission to JICE are: Material and structure Transportation Geotechnical Water resource management Project management Disaster management
Articles 163 Documents
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Agregat Halus Cipancur (Kuningan) dan Cimalaka (Sumedang) Randy Umam Rahmawan; Tira Roesdiana
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.177

Abstract

Sebagai salah satu penyusun utama beton, agregat halus berkontribusi penting terhadap kualitas dan kekuatan tekan beton. Perbedaan karakteristik agregat halus dari berbagai sumber dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja beton yang dihasilkan. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis perbandingan karakteristik agregat halus pasir Cipancur dan pasir Cimalaka serta pengaruhnya terhadap kekuatan tekan beton pada mutu rencana 25 MPa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen laboratorium melalui pengujian material yang meliputi gradasi, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan air, dan kandungan zat organik, serta pengujian kekuatan tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pasir memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI sebagai bahan penyusun beton. Distribusi gradasi yang lebih baik serta tingkat kebersihan material yang tinggi pada pasir Cipancur, dengan kadar lumpur 3,77% dan tanpa kandungan zat organik, berkontribusi terhadap pencapaian kekuatan tekan tertinggi sebesar 25,855 MPa. Sebaliknya, pasir Cimalaka menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25,289 MPa dan masih memenuhi mutu rencana, meskipun memiliki kandungan lumpur dan zat organik yang lebih tinggi, yang dikompensasi oleh berat jenis sebesar 2,51. Pasir Cipancur dan pasir Cimalaka sama-sama mampu menghasilkan kuat tekan beton yang memenuhi mutu rencana 25 Mpa, dengan selisish kuat tekan yang relatif kecil berdasarkan temuan penelitian.
Optimasi Sistem Drainase Perkotaan Berbasis Debit Limpasan dan Pemetaan Spasial untuk Pengendalian Banjir di Jalan Unggas Kota Pekanbaru Rizki Ramadhan Husaini; Muhammad Yazid; Fadil Ananda Pratama
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.188

Abstract

Banjir kawasan permukiman merupakan persoalan perkotaan yang dipengaruhi oleh curah hujan, kapasitas drainase, sedimentasi, penyumbatan sampah, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting drainase serta merumuskan strategi optimasi penanganan banjir di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, analisis hidrologi, evaluasi kapasitas saluran, dan pemetaan spasial. Data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta pengukuran dimensi dan elevasi menggunakan GPS Geodetic RTK, sedangkan data sekunder berupa curah hujan maksimum tahunan 2015–2024. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Excel, QGIS, ArcGIS, dan AutoCAD Map 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drainase sisi kiri belum memenuhi kapasitas debit rencana periode ulang 5, 10, dan 25 tahun karena dimensi terbatas, sedimentasi, sampah, serta saluran terputus. Drainase sisi kanan memenuhi seluruh debit rencana. Perencanaan ulang drainase kiri dengan lebar dasar 2 m dan tinggi 1,5 m meningkatkan kapasitas tampungan menjadi 4,289 m3/s dan memenuhi debit rencana. Rekomendasi penelitian meliputi normalisasi saluran, peningkatan dimensi drainase, sumur resapan, kolam retensi, dan penguatan partisipasi masyarakat
Studi Komparatif Agregat Halus Pasirmalati dan Cimalaka pada Beton Normal Berdasarkan Karakteristik Material dan Kuat Tekan Muhammad Rafi Perana; Tira Roesdiana
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.212

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi serta mudah diaplikasikan dalam berbagai pekerjaan. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah karakteristik agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisik pasir Pasirmalati dan pasir Cimalaka, menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai agregat halus pada beton struktural. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium melalui pengujian sifat material yang meliputi kadar lumpur, kandungan zat organik, dan berat jenis agregat, serta pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Malati memiliki kadar lumpur sebesar 8,70%, kandungan zat organik 0–10%, dan berat jenis 2,18. Sementara itu, pasir Cimalaka memiliki kadar lumpur 4%, kandungan zat organik 10–20%, dan berat jenis 2,51. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan pasir Malati menghasilkan kuat tekan rata-rata 21,986 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,289 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasir Cimalaka memenuhi mutu rencana sehingga layak digunakan sebagai agregat halus pada beton struktural. Sebaliknya, pasir Malati belum mencapai mutu yang ditetapkan sehingga belum dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengganti agregat halus.