cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
jice.sttpekanbaru@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jice@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Pekanbaru, Riau Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Infrastructure and Civil Engineering
ISSN : 28095227     EISSN : 28095030     DOI : https://doi.org/10.35583/jice
Journal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE) focuses on civil engineering expertise. Detailed scopes of articles accepted for submission to JICE are: Material and structure Transportation Geotechnical Water resource management Project management Disaster management
Articles 145 Documents
Analisis Gaya Gempa Vertikal dan Horizontal Berdasarkan Mode Shape Dominan pada Jembatan Sei Wampu Ainil Mardhiyah
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan gaya inersia gempa pada arah vertikal dan horizontal berdasarkan mode shape dominan dari Jembatan Sei Wampu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitaif dengan analisis modal linier menggunakan perangkat lunak ABAQUS untuk memperoleh frekuensi alami dan mode shape utama struktur. Nilai mode shape dan massa pada tiap noda kemudian digunakan untuk menghitung gaya inersia akibat beban gempa vertikal dan horizontal berdasarkan spektrum respons elastis sesuai dengan SNI 2833:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya inersia akibat gempa vertikal mencapai 811,77 kN, sedikit lebih besar dibanding gaya inersia horizontal sebesar 805,31 kN. Temuan ini menunjukkan bahwa komponen vertikal gempa, yang sering diabaikan dalam perencanaan awal struktur jembatan di Indonesia, dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap respons awal struktur. Studi ini merekomendasikan agar gaya gempa vertikal dipertimbangkan secara eksplisit dalam evaluasi awal berbasis mode dominan, terutama pada jembatan bentang panjang yang menunjukkan deformasi dominan secara vertikal pada mode pertama. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan standar desain seismik nasional dan peningkatan praktik evaluasi risiko jembatan di wilayah rawan gempa.
Construction Actors' Perception and Readiness for Environmentally Friendly Soil Improvement in Green Infrastructure Practices Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.125

Abstract

This study aims to assess the perceptions and readiness of construction practitioners regarding the implementation of environmentally friendly soil improvement methods in green infrastructure practices. The study used a descriptive quantitative approach, using a 20-item questionnaire involving 51 respondents active in construction projects. The validity and reliability of the instrument were tested using Pearson correlation and Cronbach's Alpha coefficients, with the majority of items being declared valid (r-value> 0.278) and very high reliability (? = 0.940). The descriptive analysis showed that respondents' understanding of the basic principles of environmentally friendly soil improvement methods was high (mean = 4.08), reflecting a growing awareness of sustainability concepts in geotechnical engineering. However, respondents also identified several implementation barriers, both technical, such as limited equipment and a lack of operational standards, and non-technical, such as budget constraints, resistance to innovation, and minimal local stakeholder participation. Policy support was also deemed insufficiently concrete to encourage the widespread adoption of these methods. The correlation analysis demonstrated a positive relationship between understanding and awareness of implementation challenges. These findings underscore the importance of a collaborative approach and stronger regulatory support to accelerate the adoption of green technologies in the construction sector. The study recommends strengthening technical training, enhancing the capacity of project actors, and developing sustainability-based incentive policies.
Pendekatan Statistik Klasifikasi Curah Hujan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Kurniyaningrum, Endah; Rinanti, Astri; Herlina, Liana; Victorya, Chindy; Wahab, Nyimas Hazel Lahfahdila; Assidik, Muhammad Luthfi; Faisal, Ulfa Fatmasari; Kawanda, Aksan; Saily, Randhi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.129

Abstract

Wilayah DAS Juana di Jawa Tengah merupakan kawasan rawan banjir yang mengalami tekanan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan dan dampak perubahan iklim global. Fenomena iklim seperti El Niño dan MJO semakin meningkatkan ketidakpastian curah hujan dan menyebabkan fluktuasi ekstrem. Strategi mitigasi banjir di wilayah ini masih belum efektif karena tidak didukung oleh klasifikasi curah hujan yang berbasis tren historis dan analisis statistik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi tren curah hujan secara ilmiah sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana banjir. Permasalahan Utama yaitu belum tersedianya metode klasifikasi curah hujan berbasis analisis statistik jangka panjang yang dapat digunakan untuk mendukung strategi mitigasi banjir di DAS Juana dan sekitarnya. Urgensi Penelitian yaitu menganalisis tren curah hujan jangka panjang di DAS Juana dan Kabupaten Kendal menggunakan metode statistik Mann-Kendall, menyusun klasifikasi curah hujan berdasarkan hasil analisis tren dan memberikan rekomendasi ilmiah untuk strategi mitigasi banjir berdasarkan klasifikasi tersebut. Metode Penelitian ini digunakan pendekatan studi literatur dan analisis statistik. Data curah hujan selama 34 tahun dari BMKG dianalisis menggunakan metode Mann-Kendall. Proses analisis meliputi perhitungan statistik S, varian S, nilai Z, tingkat signifikansi, dan interpretasi hasil. Hasil kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan curah hujan dan mengevaluasi keterkaitannya dengan kejadian iklim ekstrem seperti ENSO. Hasil Penelitian ini yaitu analisis Mann-Kendall menunjukkan bahwa sebagian besar tren curah hujan di DAS Juana tidak signifikan secara statistik, namun terdapat beberapa tahun dengan tren signifikan yang berkorelasi dengan kejadian iklim global. Klasifikasi curah hujan menunjukkan perbedaan antara musim hujan (?115 mm) dan musim kemarau (<85 mm), serta kebutuhan koreksi terhadap data model menggunakan fungsi polinomial. Hasil ini menegaskan pentingnya data jangka panjang (?30 tahun) untuk memperoleh akurasi klasifikasi curah hujan hingga 100%. Kontribusi Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metodologi klasifikasi curah hujan berbasis statistik untuk wilayah DAS tropis. Klasifikasi yang dihasilkan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi mitigasi banjir dan perencanaan pengelolaan sumber daya air. Selain itu, metode ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik hidrometeorologi serupa.
Analisis Pengaruh Limbah Karet Lateks dan Abu Sekam Padi Terhadap Durabilitas dan Fleksibilitas AC-WC Mulyati, Ely; Bayu Idul Putra; Farlin Rosyad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.133

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur dasar dan utama dalam menggerakkan roda perekonomian nasional dan daerah, mengingat penting dan strategisnya fungsi untuk mendorong distribusi barang dan jasa sekaligus mobilitas penduduk. Ketersediaan jalan adalah prasyarat mutlak bagi masuknya investasi kesuatu wilayah. Jalan memungkinkan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan Pendidikan, kesehatan dan pekerjaan. Untuk itu diperlukan perencanaan struktur perkerasan yang kuat, tahan lama dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap deformasi plastis yang terjadi. Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan perkerasan jalan yang berfungsi sebagai lapisan aus pada permukaan jalan. Lapisan ini memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena langsung bersentuhan dengan kendaraan yang melintas. Kualitas Aspal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keamanan, dan ketahanan jalan. Aspal yang baik mampu memberikan permukaan jalan yang rata, kuat menahan beban kendaraan, serta tahan terhadap cuaca panas, hujan, dan genangan air. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan aspal yang baik dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang, memperlancar aktivitas transportasi, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Selain itu, perawatan jalan dengan lapisan aspal yang tepat dapat memperpanjang umur jalan sehingga biaya perbaikan dapat ditekan. Dengan demikian, penerapan aspal yg bermutu baik bukan hanya berhubungan dengan teknik konstruksi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Analisis Dampak Fungsional Kerentanan Jalan Trans Sulawesi Pasca-Banjir Mei 2024 Konawe Utara A.P, Zahwa Diah; Simatupang , Minson; Mokui, Hasmina Tari
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.135

Abstract

Banjir besar pada Mei 2024 di Kabupaten Konawe Utara melumpuhkan fungsi Jalan Trans Sulawesi sebagai jalur arteri nasional, terutama akibat rendahnya elevasi jalan, sistem drainase yang tidak memadai, serta ketiadaan jalur alternatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan infrastruktur jalan pascabanjir dengan menggunakan kerangka robustness, redundancy, resourcefulness, dan rapidity [1]. Metode penelitian berbasis analisis data sekunder dan studi literatur terhadap kondisi fungsional, kerentanan, dan strategi pemulihan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan Jalan Trans Sulawesi masih parsial: meskipun pemulihan berlangsung relatif cepat, kelemahan struktural pada aspek robustness dan redundancy meningkatkan risiko sistemik saat bencana berulang. Rekomendasi mitigasi meliputi peninggian badan jalan, perbaikan drainase, pembangunan jalur alternatif, penyediaan transportasi darurat yang aman, serta integrasi pengurangan risiko ke dalam RTRW dan SOP pemulihan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan praktis bagi kebijakan penguatan ketahanan infrastruktur transportasi nasional. Keterbaruan penelitian ini terletak pada analisis kasus tunggal banjir 2024 yang menekankan dimensi fungsional dan kerentanan Jalan Trans Sulawesi sebagai jalur arteri lintas provinsi.
Parametric Analysis of Flexural Strength and Structural Efficiency in Steel I-Beams: The Influence of Depth, Flange Compactness, and Lateral Bracing Prasetya, Blinka; Hani'a, Audiyati
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.139

Abstract

The flexural design of steel I-beams is governed by a complex interaction between cross-section geometry and stability limits, yet comprehensive comparative data on the performance of compact, non-compact, and slender flange sections across a practical range of depths is often lacking. This study presents a systematic parametric analysis of the nominal flexural strength and structural efficiency of I-sections with depths ranging from 1000 mm to 2500 mm, designed and evaluated in strict accordance with SNI 1729:2020. The investigation considers three distinct flange classifications (compact, non-compact, and slender) under fully, partially, and minimally braced conditions to simulate varying degrees of lateral-torsional buckling (LTB). The results establish a clear performance hierarchy, demonstrating that compact flange sections provide superior strength and material efficiency, achieving up to 18.14 kNm/cm². Non-compact sections deliver intermediate capacity, typically 60-64% of compact sections, and are consistently governed by flange local buckling (FLB) for common bracing spacings. Slender sections exhibit severely limited performance, with capacities of only 13-14% of compact sections, rendering them inefficient for primary flexural members. The analysis quantifies the significant economic penalty of inadequate bracing for compact sections, while demonstrating its ineffectiveness for non-compact and slender sections under FLB governance. This research provides a definitive, data-driven framework and practical guidelines for structural engineers to optimize section selection, balancing structural performance with material economy in steel beam design.
Analisa Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Outsourcing di PT. Mandala Persada Sakti (Studi Kasus: Pallet Assembly Section) Panjids, Panji Dirfa Sukra; Fadrizal; Shanti Wahyuni Megasari
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.144

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat dikatakan sebagai elemen fundamental untuk mewujudkan suasana kerja yang aman, terutama pada sektor bidang manufaktur dengan potensi risiko dengan kecelakaan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis tingkat penerapan K3 pada pekerja outsourcing di bagian perakitan pallet PT. Mandala Persada Sakti. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengisian kuesioner berbasis Undang-Undang No.1 Tahun 1970 dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Tiga variabel utama yang diteliti meliputi: Keselamayan dan Kesehatan Kerja (K3), Standar Operasional Prosedur (SOP), dan Risiko Kecelakaan Kerja. Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh item pertanyaan terbukti valid (r-hitung > 0,329), sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,716 untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), 0,622 pada variabel Standar Operasional Prosedur (SOP), dan 0,607 untuk variabel Risiko Kecelakaan Kerja, yang berarti reliabel. Konversi skor berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 menunjukkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berada dalam kategori memuaskan, dengan rata-rata skor 96,81%.
Perencanaan Bangunan Pengaman Tebing Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Bersama Universitas Lancang Kuning Nurhalida; Zainuri; Muthia Anggraini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.131

Abstract

Area pembangunan ruang kelas bersama yang direncanakan di Universitas Lancang Kuning khususnya bangunan 3 lantai, pada lahan yang berdekatan dengan lereng atau tebing menimbulkan risiko teknis yang tidak dapat diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah tekanan lateral tanah yang terjadi akibat kondisi topografi miring. Hal ini juga ditemukan pada lokasi pembangunan ruang kelas bersama di Universitas Lancang Kuning, Lereng memiliki ketinggian 5 meter. Tujuannya adalah penanganan teknis untuk menjamin kestabilan lereng. Maka diperlukan perencanaan bangunan dinding penahan tanah tipe gravitasi sebagai solusi pengamanan tebing. Berdasarkan perhitungan teknis dan geoteknik yang mengacu pada SNI 8460-2017, Dengan menggunakan metode Simplified Bishop, hasil analisis terhadap kestabilan lereng menunjukkan faktor keamanan (FS) bidang gelincir lereng dengan jari-jari (R) = 5,16 meter. Selanjutnya direncanakan dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan tinggi 4 meter, ketebalan puncak atas 0,6 meter, lebar tumit belakang 0,75 meter, lebar telapak 3,5 m dan lebar dasar dinding 0,75 m telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan terhadap pergeseran (Fgs) sebesar 3,15, terhadap guling (Fgl) sebesar 7,21, dan terhadap daya dukung tanah sebesar 19,22. Seluruh nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan (Fgs dan Fgl > 1,5; daya dukung > 3), sehingga struktur dinyatakan aman dari ketiga aspek stabilitas tersebut.
Analisis Penerapan LID Control pada Sistem Drainase Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi dengan Pendekatan SWMM Poernomo, Bayu; Andajani, Sih
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.154

Abstract

Perumahan Griya Bintara, Kota Bekasi merupakan kawasan permukiman yang sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Keterbatasan lahan di kawasan perumahan ini menjadikan konsep Low Impact Development (LID) sebagai salah satu alternatif pendekatan pengelolaan limpasan air hujan. LID berfokus pada pengendalian limpasan air hujan melalui upaya memperlambat aliran, menyimpan, serta meningkatkan penyerapan air hujan sebelum mencapai saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan LID terhadap perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan kejadian genangan pada sistem drainase kawasan penelitian. Kawasan perumahan dibagi menjadi lima subcatchment berdasarkan kondisi topografi, arah aliran permukaan, dan jaringan drainase eksisting. Analisis dilakukan terhadap empat skenario sistem drainase, yaitu: skenario 0 tanpa penerapan LID, skenario 1 dengan penerapan LID sumur resapan, skenario 2 dengan penerapan LID saluran resapan (infiltration trench), serta skenario 3 dengan kombinasi kedua jenis LID tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan analisis berbasis perangkat lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.2 sebagai alat bantu untuk menilai kecenderungan perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan genangan yang digambarkan oleh jumlah saluran yang mengalami luapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh skenario penerapan LID menghasilkan kinerja sistem drainase yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting tanpa LID. Pada skenario tanpa LID, debit puncak limpasan berada pada kisaran 0,49 - 1,52 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,928 – 0,967 serta genangan akibat luapan pada 21 saluran drainase di lima subcatchment. Sementara itu, pada skenario kombinasi dua LID debit puncak limpasan menurun menjadi 0,08 - 0,32 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,273 – 0,452 serta genangan akibat luapan pada tiga saluran drainase di Subcatchment 5. Perbedaan kinerja antara skenario saluran resapan dan skenario kombinasi dua LID relatif tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa pada karakteristik kawasan dengan lahan terbatas dan tanah lempung dengan permeabilitas rendah, penerapan saluran resapan telah memberikan kontribusi dominan terhadap pengurangan limpasan. Ruas saluran pada Subcatchment 5 memerlukan penyesuaian atau pembesaran dimensi untuk menghilangkan genangan secara menyeluruh.
Studi Eksperimental Kapasitas Momen Balok Beton Mutu Tinggi dengan Penambahan Serat Polypropylene Messa Revolis; Aryanto, Aris
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.157

Abstract

Beton mutu tinggi banyak digunakan dalam konstruksi modern karena memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun, material ini memiliki kelemahan berupa sifat getas yang menyebabkan kemampuan menahan beban lentur dan mengontrol retak menjadi terbatas. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penambahan serat dapat meningkatkan daktilitas dan ketahanan retak beton. Meskipun demikian, kajian mengenai pengaruh serat polipropilena terhadap kapasitas momen balok beton mutu tinggi, khususnya pada kombinasi dengan tulangan lentur konvensional, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat polipropilena terhadap kapasitas momen dan perilaku retak balok beton mutu tinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat empat tipe spesimen balok beton mutu tinggi, yaitu: (1) balok tanpa serat polipropilena sebagai spesimen kontrol, (2) balok dengan penambahan serat polipropilena sebesar 0,5%, (3) balok dengan tulangan lentur D13, dan (4) balok dengan tulangan lentur D13 serta serat polipropilena sebesar 0,5%. Seluruh spesimen diuji menggunakan metode pembebanan lentur hingga mencapai kondisi kegagalan. Parameter yang diamati meliputi beban maksimum, deformasi balok dan kapasitas momen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat polipropilena mampu meningkatkan kapasitas momen balok dibandingkan dengan balok tanpa serat. Kombinasi antara tulangan lentur D13 dan serat polipropilena juga menunjukkan kinerja struktural yang lebih baik dibandingkan spesimen lainnya. Penambahan serat polipropilena terbukti mampu meningkatkan kapasitas momen serta meningkatkan daktilitas balok beton mutu tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan serat polipropilena berpotensi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kinerja lentur beton mutu tinggi pada elemen struktur balok.