An-Nur : Jurnal Studi Islam
An-Nur Jurnal Studi Islam (P-ISSN 1829-8753, E-ISSN 2502-0587) adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta terbit pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini fokus pada Islamic Studies yang memuat artikel hasil kajian pustaka dan penelitian lapangan dalam bidang studi Islam (Pendidikan Islam, Islam dan Keindonesiaan, Tasawwuf, Manajemen Kurikulum Islam, dan seterusnya) yang ditulis oleh para peneliti, dosen, guru, dan pemerhati studi Islam dari berbagai instansi yang tersebar di Indonesia.
Articles
170 Documents
Nilai-Nilai Tasawuf Dalam Kitab Simthu Ad-Durar Karya Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi
Achmad Syukron Abidin
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2020): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.281 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v12i2.87
Kitab Simthu ad-Durar sebagai kitab yang menceritakan kehidupan nabi juga tidak lepas dari nilai-nilai akhlak dan doktrin tasawuf. Karena dalam Simthu ad-Durar sendiri menceritakan tentang orang yang menjadi sauri teladan dalam setiap tindak tanduk beliau. Unsur akhlak sebagai salah satu cabang tasawuf bisa dilihat pada ungkapan Habib Ali dalam menjelaskan tentang nabi Muhammad sebagai suri teladan yang baik. Dalam Simtut Durar pun nilai-nilai akhlak dan tasawuf sangat kental. Habib Ali membungkus nilai-nilai itu dengan gaya bahasa yang indah dan mudah dipahami dan diresapi bagi pembacanya.
Kinayah Wa Ta'ridl al-Qur'an (Kajian Pemikiran Imam Zarkasyi)
Tajul Muluk
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2020): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.338 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v12i1.88
Konteks Arab sebagai realitas sosio-historis makro dalam proses turunnya al-Qur’an tentu mempengaruhi gaya bahasa al-Qur’an. Sebab al-Qur’an dalam fase pewahyuan merupakan respon lansung bagi komunitas Arab dalam lokus yang sangat spesifik. Karenanya, menurut sebagian kalangan, gaya bahasa al Qur’an sedikit banyak dipengaruhi oleh bahasa dan tradisi sya’ir yang berkembang di Arab saat itu. Namun demikian, mayoritas sarjana ulum al Qur’an tidak sepakat dengan hal itu, menurut mereka, nilai bahasa al-Qur’an jauh melampaui bahasa para penya’ir dan ahli sastra Arab saat itu. Kinayah dan ta’ridl, misalnya, merupakan keunikan gaya bahasa dan komunikasi yang dimiliki al-Qur’an dan diyakini mengandung aspek i’jaz.
Peran Ayah dalam Proses Pengembangan Anak (Kajian Tafsir Tematik)
Muh. Mu'ads Hasri
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2020): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1134.343 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v12i1.89
Artikel ini membahas tentang pandangan Al-qur’an terhadap peran ayah dalam proses perkembangan anak. Adapun yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah mengupas ayat-ayat Al-qur’an yang berkaitandengan peran ayah dalam keluarga. Selain itu, artikel ini juga akan menggambarkan kisah ayah dalam Al-qur’an. Artikel ini merupakan jenis penelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis dengan menggunakan pendekatan paradigma tafsir klasik-kontemporer. Dari analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Al-qur’an menunjukkan peran yang seharusya diaplikasikan oleh seorang ayah dalam proses perkembangan anak-anaknya, salah satunya dengan memantau dan mengontrol keseharian anak, menanamkan nilai-nilai pendidikan, membangun kedekatan dan komunikasi yang baik bersama anak, dan memberi dukungan serta arahan yang baik. Kedua, beberapa ayat dalam al-Qur’an menggambarkan peranayah yang memiliki cara tersendiri dalam mendidik anaknya, sehingga cara tersebut relevan untuk diaplikasikan dalam konteks kekinian. Sosok ayah yang dimaksud adalah Luqman, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, dan Nabi Ya’qub.
Pengembangan Program Pembinaan Pengawas PAI Kementerian Agama Sumatera Selatan
Muslim Gani Yasir;
Indah Puspa Haji
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 1 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.481 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v13i1.91
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan program pembinaan pengawas PAI di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Permasalahan dalam penelitian ini untuk mengetahui validitas program pembinaan pengawas, menguji kepraktisan program yang dirumuskan, dan menguji efektifitas program pengembangan yang dirumuskan. Jenis penelitian ini adalah penelitian R & D dengan mengadaptasi model Meredith D. Gall Jolly and Bollito dalam Brian Tomlinson, dan Teori Martin Tessmer. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen, observasi, angket, dan test. Hasil penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat membantu pengawas dalam melaksanakan tugas untuk membimbing guru di wilayah kerja masing-masing. Keterbatasan penelitian ini, yaitu pada pelaksanaan uji coba pemakaian serta pada diseminasi dan implementasi. Maka dari itu, para peneliti yang akan melakukan penelitian tentang program diklat pengawas dapat menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan mengatasi seluruh keterbatasan penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan atau memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan ini untuk penelitian sejenis.
Pengembangan Makna Tafassahu Fi Al-Majalis pada Masa Pandemi Covid-19: (Analisis Ma’na cum Maghza terhadap Q.S. Al-Mujadilah [58]: 11)
Aulanni'am
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 1 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.875 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v13i1.93
Pengembangan pemaknaan terhadap Al-Qur’an sangat penting bagi perkembangan khazanah keilmuan Al-Qur’an dan tafsir dalam dunia Islam. Perlu diketahui bahwa pengembangan makna bukan berarti menghapus makna awal sebuah ayat atau kata dalam al-Qur’an. Akan tetapi pengembangan ini merupakan upaya melengkapi literasi di bidang Al-Qur’an dan Tafsir. Tulisan ini akan menjabarkan pengembangan makna tafassahu fi al-majalis yang tertuang dalam Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dengan menggunakan pendekatan ma’na cum maghza yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin. Sesuai dengan misi dari munculnya pendekatan tersebut, tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan penafsiran al-Qur’an di dunia Islam, di Indonesia khususnya.
Progresifitas Pemikiran Hadis Muhammad al-Gazali
Arif Nuh Safri
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2017): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.204 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v9i1.95
Hadith as the second source of law in Islam, always will continue to get the spotlight or study that develops according to the times. Although the hadith is seen as the second source of law, the position of hadith is still very central in shaping the religious understanding of a particular person or group. It can even surpass the portion of the Qur’an as the main and principal source. This sides of the Hadith are regarded as explanations or details of the Qur’an. With such a very central position, then the study of hadith also experienced the development. For example, the development of Muhammad al-Ghazali. In this case, he tries to progressive in understanding the hadith, so what he does is not uncommon to get censured, and sharp criticism. This progressiveness he did with the aim of shaping the understanding of traditions that more adjust the times, or the demands of the international world. So that the teachings of Islam are considered highly relevant to the development of the times. Through this article, the author tries to explain how the pregresivitas thought of Muhammad al-Ghazali. The thought of alGhazali is based on personal anxiety and an awareness of the history and reality that is afflicting Muslims and Islamic countries that are always under the control and control of Western nations. How the thoughts and solutions offered by al-Ghazali in understanding hadith is necessary to be studied, so that the understanding of hadith in contemporary times is more significant and relevant to modern social conditions.
Model Regulasi Diri dalam Pengembangan Karakter Religius MIN 1 Jombang
Ni'matul Izza;
Ahmad Giri Ainuddin Muhammadi
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 2 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.095 KB)
|
DOI: 10.37252/annur.v13i2.97
Religious character development as a conscious effort designed to assist individuals in developing knowledge, skills, and personality in religious character. There are four values in the implementation that are applied in elementary schools that must be developed, namely, worship obedience, gratitude behaviour, praying before and after carrying out activities, tolerance in worship. Good self-regulation by self-regulating affects the process of a religious character that is carried out in life. This study aims to describe the development of religious character in MIN 1 Jombang and to describe the regulation model of MIN 1 Jombang students in carrying out mandatory worship. The research method used in this research is descriptive qualitative which intends to understand the main phenomena in character development and to describe the regulation model of MIN 1 Jombang students. The findings that can be presented are, the self-regulation model of students at MIN 1 Jombang in maintaining the istikamah to perform worship, namely the external regulation model, which is a model that is influenced by other people to run it, and the existence of this influence which then encourages students to carry out every time and continuously and becomes a habit, the self-regulation model turns into an intrinsically motivated behaviour model in which he feels that worship is a very valuable activity that needs to be done.
Konsep Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Implikasinya dalam Pendidikan Islam
Ahmad Ahmad
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 1 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.826 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v13i1.98
Corak pendidikan yang dikehendaki oleh Islam adalah pendidikan yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual, kaya dalam amal, serta anggun dalam moral dan kebijakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendidikan Islam perlu merekonstruksi kembali konsep dan sistem pendidikannya sesuai dengan moral dan nilai-nilai Islam sehingga dapat membangun peradaban sesuai dengan misi Islam. Salah satu konsep pendidikan yang fundamental, integral dan ianggap mampu membangun peradaban serta dapat dijadikan sebagai kerangka ataupun landasan pendidikan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah konsep ta’dib. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yakni melalui penelusuran kepustakaan. Kajian difokuskan pada konsep pendidikan Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang ta’dib, dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Data primer iambil dari karya-karya Syed Muhammad Naquib al-Attas. Sedangkan data sekunder iambil dari karya orang lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data yang diperoleh didekati dengan pendekatan filosofis. Kemudian ianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan membandingkan dengan pendapat tokoh lain atau komparasi. Adapun hasil penelitian ini menjukan bahwa konsep ta’dib dalam pendidikan Islam seperti yang di dorong oleh Al-Atas memberikan implikasi baik akan lahirnya manusia yang beradab, yaitu manusia yang mampu mengintegrasikan ilmu, amal dan akhlak. Ketiga dimensi tersebut dapat mengantarkan manusia pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam aktifitas pendidikan, aspek moral/akhlak sangat signifikan dalam proses pengembangan pendidikan Islam.
Pendidikan Karakter Multidimensi sebagai Aplikasi Konsep Merdeka Belajar dalam Menyambut Bonus Demografi
Aris Armeth Daud Al Kahar
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 1 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.441 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v13i1.99
Pendidikan karakter bangsa adalah satu langkah persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut bonus demografi. Untuk menjadikan bangsa berkarakter, diperlukan adanya langkah yang strategis guna membangun bangsa yang lebih beradab. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian literatur. Hasil dari penelitian ini adalah merdeka belajar merupakan sebuah gagasan yang membebaskan para guru dan peserta didik dalam menentukan sistem pembelajaran. Tujuan dari merdeka belajar, yakni menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru karena selama ini pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan. Merdeka belajar juga menekankan pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Selain itu, Indonesia pada saat ini akan dihadapkan dengan bonus demografi di mana masyarakat Indonesia yang berusia produktif akan lebih banyak. Bonus demogafi adalah suatu fenomena di mana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan suatu negara karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan proporsi untuk usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut sedikit. Pendidikan karakter multidimensi hadir sebagai langkah mempersiapkan masyarakat indonesia yang tidak hanya produktif melainkan juga berkarakter melalui pendidikan di setiap lini kehidupan masyarakat indonesia baik pada jalur formal, informal, maupun nonformal.
Legitimasi Kekerasan: Titik Temu Radikalisme dan Terorisme
Syamsul Arif Galib
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 1 (2021): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Istitut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.471 KB)
|
DOI: 10.37252/an-nur.v13i1.100
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan letak titik temu antara radikalisme dan terorisme. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memberikan justifikasi bahwa setiap yang radikal dan teroris adalah sama, atau yang dalam bahasa John L Esposito yakni mencampur adukkan antara radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme. Radikalisme dan terorisme jelas merupakan dua hal yang berbeda. Tidak semua kelompok radikal setuju dengan cara kerja terorisme. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam tulisan ini dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi atas buku bacaan, berita dan hasil penelitian terkait isu radikalisme dan juga terorisme di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa baik kelompok teroris dan kelompok radikal sama-sama membolehkan kekerasan terhadap aksi yang mereka lakukan. Ada permisivisme terhadap aksi-aksi “radikal” yang dilakukan baik kelompok terorisme maupun kasus yang melibatkan kelompok radikal. Tidak mengherankan jika kelompok radikal menjadi ‘intaian’ para kelompok teroris sebagai ‘lahan’ perekrutan anggota.